Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 124 : Babak Pertama


__ADS_3

Pria paruh baya yang tidak mengenalkan dirinya itu kembali menolehkan kepalanya melihat sekitar. Ia tersenyum tipis seraya mengangkat tangan kanannya ke udara, dan berkata dengan suara yang menggema, "Bagi siapa saja yang ingin mengikuti seleksi penerimaan murid Istana Surgawi, diharap untuk naik ke atas arena!"


Seketika itu juga, orang-orang dari berbagai kalangan. Entah itu bangsawan, rakyat jelata, wanita dan pria. Semuanya melompat naik ke atas arena dan mendarat di tempat yang berbeda-beda.


Ketika yang lain melompat tinggi seraya mengeluarkan aura kultivasi mereka untuk menambah kesan. Mo Lian memilih untuk berjalan melalui tangga batu yang telah di sediakan di keempat sisi.


Tentu saja langkah yang diambil olehnya membuat perhatian semua orang yang hadir tertuju padanya dan menertawakannya.


Semua orang menganggap Mo Lian sebagai katak yang mencoba untuk memakan angsa. Tidak sadar akan kekuatan diri sendiri, namun masih bersikap sombong dengan cara mengikuti seleksi penerimaan murid Istana Surgawi.


Mo Lian hanya tersenyum tipis mengabaikan tatapan dan ucapan semua orang. Baginya itu tidak ada artinya, lalu saat ini ia juga mencoba untuk merendah, jadi harus tetap sabar tidak terlalu mengeluarkan kekuatannya.


Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning juga naik ke atas arena berjalan mengikuti langkah kaki Mo Lian dari belakang.


Setelah semua orang berdiri di atas arena, dengan jumlah yang hanya mencapai sekitar 2000 orang, cukup sedikit jika dibandingkan dengan jumlah orang yang hadir menonton.


Wakil Penatua mengangkat tangannya ke udara, tiba-tiba dari keempat sudut arena muncul pria paruh baya lain. Keempat orang itu membuat segel tangan dan membuat penghalang dari empat sisi agar serangan para peserta tidak mengenai para penonton.


Dinding pelindung dari empat sisi itu berwarna kuning keemasan, dari kekuatan empat orang itu, pelindung itu hanya bisa menahan serangan dari Ranah Inti Emas. Tapi bukan Inti Emas Mo Lian.


Wakil Penatua kembali mengangkat tangannya ke udara setelah dinding pelindung sudah dibuat, ia menolehkan kepalanya melihat seluruh peserta, kemudian berkata dengan lantang, "Pertandingan bagian pertama! Dimulai!"


Pada saat itu juga, semua orang bergerak saling menjauh seraya mengeluarkan serangan beruntun dan mengabaikan Mo Lian yang berada di pinggir arena.


Mo Lian sendiri tidak mempermasalahkan jika tidak ada yang menyerangnya, dengan begitu ia tidak terlalu mengeluarkan tenaga yang tidak seberapa.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, dan mengeluarkan kursi kayu yang dibelinya hari kemarin, kemudian ia duduk di atas kursi itu mengamati jalannya pertandingan. Bahkan ia juga mengeluarkan camilan yang dibelinya, tentu saja bukan camilan yang berasal dari Bumi.


"Lian Mo. Apa yang kau lakukan? Kau tidak seharusnya melakukan hal itu, kau bisa dikatakan tidak menghormati penyelenggara." Wei Yian Ning berbisik di telinga Mo Lian dengan tubuh yang sedikit membungkuk.


"Apa salahnya? Mereka tidak menyerangku, tentunya aku bersantai sejenak," jawab Mo Lian acuh tak acuh.


Perkataan Mo Lian ini didengar oleh banyak orang, termasuk para peserta yang sedang bertarung dan saling berusaha untuk mengeluarkan peserta lainnya. Mereka semua mengalihkan pandangannya pada Mo Lian dan dua orang wanita di sebelah kirinya.


"Bunuh dia!" Salah satu dari mereka berteriak lantang.

__ADS_1


Memang benar tidak ada peraturan dalam penerimaan murid Istana Surgawi, tapi tetap saja ini terlalu cepat untuk mengatakan akan membunuh.


"Hah..." Mo Lian menghembuskan napas panjang dengan rasa dingin. Ia beranjak dari tempat duduknya sembari menggenggam kursi, kemudian dilemparkannya pada ratusan orang yang berlari ke arahnya.


Wush! Bang!


Kursi kayu yang dilemparnya melesat tajam menciptakan gelombang angin yang sangat deras, membelah ratusan orang dan melemparkannya ke sisi arena. Kemudian dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar saat kursi yang dilemparkannya menghantam dinding pelindung.


Hanya dengan satu lemparan kursi kayu, sudah lebih dari 1000 orang tersingkir dari atas arena karena mereka tidak bisa menahan tiupan angin, dan menyeimbangkan tubuh masing-masing.


Lemparan yang dilakukan Mo Lian sudah ditahannya sekecil-kecilnya, bahkan tidak sampai satu persen kekuatan. Tapi yang namanya Inti Emas Sempurna, yang kekuatannya setara dengan Alam dan Manusia, tentunya memiliki kekuatan yang berbeda.


Semua orang terperangah dengan mata terbuka lebar saat melihat gerakan yang dilakukan Mo Lian. Itu adalah serangan yang tak terduga, saat yang lain menggunakan teknik dan energi spiritual untuk melawan, tapi Mo Lian hanya menggunakan kekuatan fisik, dan itupun tanpa menggunakan senjata.


Penatua Ye yang duduk di atas menara membuka matanya perlahan mengamati Mo Lian. "Dia hanyalah Shen Hai tahap Akhir, dan dua wanita di sebelahnya Shen Hai tahap Menengah. Sepertinya dia tidak melatih energi spiritual, melainkan fisik," gumamnya.


Mo Lian tersenyum tipis saat mendengar gumaman itu. Dari tebakan yang salah, Mo Lian dapat mengetahui jika Penatua Ye tidak berpengetahuan.


Mo Lian berjalan dengan santai ke tengah-tengah arena, membuat semua peserta yang tersisa mengepungnya dari segala sisi


Semua orang menatap satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan. Lalu tanpa berlama-lama lagi, mereka menekan kakinya di lantai arena, kemudian melesat secara bersamaan ke pusat arena, di mana Mo Lian berdiri.


Melihat semua orang berlari ke arahnya dengan senjata di tangan, Mo Lian hanya berdiam diri di tempatnya berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Namun saat salah satu pedang hampir mengenai batang lehernya, ia berjongkok di tempat, lalu menampar pinggang mereka semua secara memutar.


Terdengar suara retakan kasar yang saling bersahutan, menandakan bahwa tulang pinggang setiap orang yang terkena tamparan Mo Lian menjadi patah. Beberapa orang yang terkena tamparan itu melesat, mengenai orang-orang yang berada di belakang mereka, membuat sebagian dari peserta meninggalkan arena.


"Meski aku berniat untuk menyembunyikan kekuatanku, tapi karena penguji mengatakan bahwa aku adalah Kultivator Fisik, jadi ini sangat wajar untuk mereka melihat hal ini," gumam Mo Lian melirik Penatua Ye.


Meski sebagian besar dari peserta sudah keluar meninggalkan arena, ratusan orang yang tersisa tetap berjuang, bekerjasama untuk mengalahkan Mo Lian.


"Teknik Api! Harimau Api!"


"Teknik Angin! Badai Angin!"


"Teknik Pedang! Sayatan Seribu Pedang!"

__ADS_1


Berbagai teknik diarahkan pada Mo Lian yang berada di pusat arena.


Mo Lian tersenyum tipis, ia menarik kaki kirinya ke belakang dan memutar tubuhnya menghindari serangan. Serangan terus diarahkan padanya, ia juga terus bergerak sedikit demi sedikit menghindari seluruh serangan, yang mana serangan itu sanggup untuk membunuh Fase Mendalam tahap Akhir.


Aarrgghh! Arrgghh! Arrgghh!


Terdengar teriakan keras yang sepertinya sangat menyakitkan, teriakan-teriakan itu saling bersahutan, karena serangan mereka mengenai lawan yang berada di seberang dan melemparkan mereka.


Setelah pertandingan berjalan sekitar belasan menit, akhirnya di atas arena hanya tersisa beberapa puluh orang lagi, tapi itu masih terlalu banyak jika dibandingkan dengan kuota yang telah ditetapkan.


Mo Lian melirik ke kanan dan ke kiri, melihat orang-orang yang masih mengepungnya. Ia juga melihat Wei Yian Fei serta Wei Yian Ning yang berada di tepian arena, namun tidak diincar oleh peserta yang lain.


"Sepertinya aku harus menyelesaikannya dengan cepat, aku tidak ingin ini berlangsung lama, bagaimanapun aku belum makan dari tadi malam." Mo Lian bergumam pelan, kemudian ia melesat sangat cepat, mengikuti kecepatan Fase Lautan Ilahi tahap Akhir.


Plak! Plak! Plak!


Mo Lian menampar wajah semua orang yang mengepungnya, membuat mereka semua terlempar keluar dari arena dan menghantam dinding pelindung.


Hanya dalam waktu kurun dari waktu menit, Mo Lian sudah mengeliminasi sebagian besar orang, dan sekarang hanya tersisa dua puluhan orang saja.


Tapi Mo Lian tidak menghentikan gerakannya, ia tetap melesat sangat cepat, dan muncul di depan peserta pria paruh baya yang usianya sekitar empat puluhan tahun, berambut hitam panjang yang diikat.


Ketika Mo Lian hendak menampar wajah pria paruh baya itu, tiba-tiba terdengar suara nyaring dari menara yang menghentikan tindakannya.


"Berhenti!"


Semua orang mengalihkan perhatiannya pada sumber suara, terlihat pria muda yang usianya sudah lebih dari 500 tahun. Pria muda itu adalah Penatua Ye, memiliki rambut putih segar, wajah halus dan tatapan mata yang tajam.


"Sudah cukup. Babak pertama sudah berakhir, babak kedua akan dilanjutkan sepuluh menit dari sekarang!" Penatua Ye itu berteriak seraya menatap tajam Mo Lian.


Mo Lian mengalihkan pandangannya ke sisi lain menghindari tatapan mata Penatua Ye, ia mendengus dingin, kemudian bergumam, "Sepertinya dia membenciku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku benar-benar berhasil masuk ke Istana Surgawi. Tapi jika dia berani memerintah seperti orang yang sangat berkuasa, aku akan langsung menerobos ke penjara bawah tanah."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2