Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 164 : Marah!


__ADS_3

Murong Di meninggalkan Mo Lian setelah sudah berada di depan ruangan khusus yang berada di lantai teratas, ruangan khusus itu bisa menampung hingga seratusan orang, dan itu masih memiliki ruang kosong.


Mo Fefei mengetuk pintu di depannya yang memiliki tanda '十/ Shi' atau sepuluh, yang artinya orang yang berada di dalam masuk dalam jajaran orang berpengaruh di Kota Hanzhong.


Tidak berselang lama setelah Mo Fefei mengetuk pintu, pintu itu mengeluarkan suara dan memperlihatkan lampu yang bercahaya hijau, menandakan bahwa pintu bisa dibuka. Ketika pintu terbuka secara perlahan, terlihat wanita muda berambut cokelat panjang, alis tebal, mengenakan make up berlebihan dan mengenakan gaun hijau.


Wanita itu terperangah tak bisa berkata-kata saat melihat Mo Fefei yang berada di lantai teratas. Saat Mo Fefei mengirim pesan di group sekolah, mereka mengabaikannya dan ingin mempermalukannya, namun siapa yang menyangka jika Mo Fefei bisa naik ke sini.


"Siapa?"


Terdengar suara pria yang berasal dari dalam ruangan, hingga tak lama kemudian terlihat pemuda berambut pirang sebahu, tindik di telinga kiri, mengenakan kemeja putih. Pemuda itu meletakkan lengannya di bahu wanita yang membuka pintu tadi.


"Oh? Bukankah ini Fefei kecil." Pemuda itu berjalan menghampiri Mo Fefei dan hendak menyentuh dagunya.


Dengan cepat Mo Lian menangkap pergelangan tangan pemuda itu. "Apa yang kau lakukan?"


Mo Lian sangat mengenali orang ini. Ia pernah bertarung saat masih berada di kelas tiga sekolah menengah pertama. Saat itu ia melawan lima orang seumurannya, dan menang.


Pemuda itu meringis kesakitan dan mencoba melepaskan genggaman tangan Mo Lian dari pergelangan tangannya, namun seberapapun kerasnya berusaha, ia tidak bisa lepas dari genggaman itu.


"Cih! Siapa orang kampung ini?!"


Mo Fefei berjinjit di sebelah Mo Lian agar tingginya sejajar, kemudian mengecup lembut pipi Mo Lian. "Dia adalah pacarku."


Teman masa kecil Mo Fefei terperangah tak percaya dengan apa yang didengarnya. Yang ia ketahui saat berada di lantai dasar tadi, pemuda yang berada di depannya ini adalah kakak Mo Fefei.


Mo Lian sedikit kaget dengan perkataan Mo Fefei, namun ia tetap membantu Mo Fefei untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Ia mendorong tangan pemuda yang bernama Lu Fan Gang itu hingga membentur dinding. Kemudian ia memasuki ruangan sembari merangkul pinggang Mo Fefei.


Banyak tatapan mata yang tertuju padanya saat ia memasuki ruangan. Acara reuni kelas yang seharusnya dihadiri sekitar empat puluhan orang juga berubah, di sana banyak sekali dan hampir seratusan orang. Sangat berbeda sekali dengan jumlah murid di kelas Mo Fefei.


Tapi yang lebih mengesalkan adalah, jumlah kursi yang tersedia sudah pas dan tidak ada lebihannya. Sehingga Mo Lian, Mo Fefei, dan Bu Xing Mei harus berdiri.


"Hahaha! Maaf, aku tidak menyangka kalian akan benar-benar datang. Aku akan meminta pelayan untuk membawakan kursi." Pemuda berambut pirang itu berjalan keluar ruangan, dan sesekali menatap Mo Fefei sembari menjilati bibirnya sendiri.


Mo Lian menundukkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya pada Mo Fefei. "Di luar Hua Canting ada puluhan pria paruh baya, kemungkinan akan terjadi sesuatu. Bisa saja semua wanita yang berada di sini akan dijual pada pria di luar sana. Bersikaplah seperti biasa, seperti tidak mengetahui apapun," bisiknya di telinga Mo Fefei.

__ADS_1


Mo Fefei mendongak, kemudian mengangguk kecil dengan senyum indah terukir di wajahnya.


Senyuman indah Mo Fefei itu menarik perhatian para pria yang berada di dalam ruangan. Semua orang di sini juga sudah mengetahui paras cantiknya Mo Fefei saat satu kelas dulu, namun parasnya sekarang lebih mengejutkan mereka, hingga tidak bisa memalingkan pandangan pada Mo Fefei.


Belasan menit kemudian, pemuda yang hampir melecehkan Mo Fefei kembali masuk dengan beberapa pelayan berdiri di belakangnya membawa dua kursi.


Mo Lian tahu dus kursi itu untuk dua wanita yang pergi bersamanya, dan bukan untuknya.


Pemuda berambut pirang yang bernama Lu Fan Gang itu menatap Mo Lian dengan tatapan merendahkan dan mendengus dingin. "Hanya ada dua kursi. Tentunya kau tidak mungkin kan mengunakan salah satunya."


Mo Lian hanya terdiam tanpa bersuara. Ia sudah tahu hal ini akan terjadi, dan untungnya orang-orang yang menyerangnya dulu masih tidak mengenalinya karena penampilannya sekarang. Itu adalah keuntungan tersendiri baginya, ia bisa tetap santai untuk beberapa saat, sebelum nantinya akan terjadi kekacauan.


Mo Fefei menolehkan kepalanya menatap wajah Mo Lian. "Sayang, apakah ingin duduk bersamaku?" Suaranya terdengar halus dan lembut, membuat siapa saja yang mendengarnya merasa nyaman.


Mo Lian mengerutkan keningnya. Ia mengusap lembut puncak kepala Mo Fefei. "Tidak perlu, aku bisa berdiri."


Mo Fefei berdiri untuk beberapa saat, ia tidak tega melihat Kakaknya berdiri. Namun pada akhirnya tetap memilih duduk karena terus diminta.


Lu Fan Gang kembali menatap Mo Lian, kemudian ia menepuk kedua tangannya, memerintahkan kepada pelayan pria untuk menuangkan angkur ke gelas semua orang.


Mo Lian menundukkan kepalanya melihat tengkuk Mo Fefei. "Fefei, aku mengirimkan suaraku langsung ke pikiranmu. Anggur itu sudah dicampur dengan obat tidur dan perangsang, bersikaplah biasa dan minum obat itu, aku akan menghilangkan racun di gelasmu."


"Saat semua orang kehilangan kesadaran, ikuti mereka."


Mo Fefei mengangguk kecil dan menatap tajam Lu Fan Gang.


"Ini untukmu," ucap wanita berambut cokelat panjang yang menawarkan anggur pada Mo Lian.


Mo Lian menerima gelas anggur itu, dan membiarkannya tanpa diminum. Ia akan meminumnya bersamaan dengan yang lain, agar tidak menimbulkan kecurigaan. Jikapun ia berpura-pura pingsan setelah meminumnya, itu akan membuat panik semua orang dan tidak jadi meminumnya, sehingga ia tidak bisa mengetahui niat asli Lu Fan Gang.


Setelah semua orang menerima anggur. Lu Fan Gang berdiri dari tempat duduknya sembari mengangkat gelasnya. "Terimakasih atas kedatangan semua orang di sini. Sudah lama kita tidak bertemu, semoga setelah lulus dari sekolah masing-masing nanti dan memiliki pekerjaan. Kita bisa berkumpul seperti ini lagi."


Sorak-sorai terdengar saat Lu Fan Gang mengakhiri perkataannya. Banyak yang memuji Lu Fan Gang yang merupakan salah satu keluarga terkaya di Kota Hanzhong.


"Bersulang!" Lu Fan Gang mengarahkan gelasnya ke tengah-tengah meja.

__ADS_1


"Bersulang!" Semua orang mengikuti gerakan yang sama, dan meminumnya tanpa ada sedikitpun rasa curiga.


Mo Lian menggunakan energi spiritualnya untuk menghilangkan semua efek obat dari anggur di dalam gelas Mo Fefei, dan untuk teman baik Mo Fefei, ia hanya menghilangkan efek perangsangnya saja.


Seketika itu juga, semua orang kehilangan kesadarannya dan menyandarkan kepala di atas meja. Bersama dengan Mo Lian yang tergeletak di lantai yang dingin.


Lu Fan Gang menyeringai lebar, kemudian tertawa terbahak-bahak. "Hahaha!"


"Pelayan, panggil tamuku."


Para pelayan itu sedikit membungkukkan badannya, kemudian berbalik menuju pintu keluar.


Tidak lama berselang, pintu kembali terbuka dan memperlihatkan puluhan pria paruh baya buncit dan tidak terawat.


"Fan Gang, sering-seringlah membawa gadis muda seperti ini," ucap salah seorang dari mereka yang menjilati bibirnya sendiri.


Salah seorang dari mereka berjalan mengelilingi tiga meja bundar yang berbeda, dan akhirnya berhenti saat melihat Mo Fefei yang tertidur. "Aku akan membayar satu juta Yuan untuk yang ini."


Semua orang mengalihkan perhatiannya pada Mo Fefei. Seketika itu juga harga meningkat pesat.


Mo Lian tidak tinggal diam saat ada yang melecehkan adiknya, meski hanya secara verbal seperti itu. Dengan sedikit gerakan, ia menghilang dari lantai dan tiba di sebelah pria gendut yang hendak menyentuh rambut Mo Fefei.


Mo Lian menangkap pergelangan tangan pria itu, kemudian melemparkannya ke dinding.


Boom!


Pria besar itu menghantam dinding dengan kerasnya, mematahkan sebagian besar tulang-tulangnya dan tidak sadarkan diri pada saat itu juga.


Kejadian ini terjadi sangat cepat, membuat orang-orang tidak bisa merespon dengan baik.


Mo Lian menolehkan kepalanya menatap tajam Lu Fan Gang. "Hari ini! Kau harus mati!"


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2