Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 101 : Pertarungan di Selat Taiwan


__ADS_3

"Haruskah aku menyerang mereka secara langsung?" Mo Lian merasa sedikit ragu dengan apa yang dilihatnya. Orang-orang yang berada di dek kapal itu adalah Organisasi Dunia Hitam atau bukan. Tapi saat ia mengingat kembali informasi yang dilihatnya dari salah satu Tetua Wu-Sheng, ia tidak lagi merasa ragu.


Mo Lian memukulkan tinjunya mengarah pada salah satu kapal tanpa menggunakan energi spiritual. Dengan kecepatan pukulannya, tentunya dampak yang dihasilkan dari gesekan antara udara sekitar tidak bisa diremehkan.


Wush! Bang!


Udara bertekanan tinggi itu melesat bagaikan tombak. Kemudian terdengar dentuman keras yang memekakkan telinga saat serangannya mengenai kapal, bersamaan dengan angin yang berembus membuat gelombang tinggi.


"Tidak mempan 'kah. Sepertinya aku terlalu menahan diri karena memikirkan kehidupan orang-orang di pelabuhan," ucap Mo Lian melihat asap putih yang menghalangi pandangan, saat asap itu menghilang, terlihat sebuah dinding pelindung berlapis-lapis berbentuk lingkaran.


Orang-orang yang berdiri di dek kapal itu melompat tinggi dan terbang ke langit yang tinggi yang sejajar dengannya. Jumlah yang melayang di langit sebanyak 100 orang, mereka adalah Pejuang tingkat Wu-Dan.


"Dari mana kalian berasal? Apakah kalian bermaksud menghalangi jalan kami?" tanya salah satu dari mereka, orang itu adalah seorang pria dewasa dengan usia berkisar 25 tahun. Pria itu mengenakan kemeja putih dengan celana hitam panjang, lalu mengenakan jas hitam yang digantungkan di bahunya.


"Untuk apa kau bertanya? Mereka hanya bertujuh belas, kita memiliki jumlah yang—" sahut pria paruh baya yang terhenti.


"Berisik!" Mo Lian kembali memukulkan tinjunya pada udara di depannya. Kali ini ia menggunakan 20% kekuatan fisiknya, tidak seperti sebelumnya yang hanya 3%.


Udara bertekanan tinggi yang tercipta tidak seperti sebelumnya yang hanya terfokus pada satu titik. Kali ini udara yang melesat sedikit lebar, udara itu mengarah pada 100 Wu-Dan di depannya, membuat sebagian besar dari mereka meledak menjadi potongan daging yang terbakar.


Kejadian ini sangat cepat, membuat Wu-Dan yang tersisa itu tidak menyadari apa yang terjadi. Ini adalah serangan yang sangat kuat meski hanya mengandalkan tubuh fisik, bahkan orang-orang yang tidak masuk dalam jangkauan serangan juga terkena efeknya hanya dari embusan anginnya saja.


"Ba- Bagaimana mungkin, harusnya dua puluh dari kami bisa mengalahkan Wu-Sheng. Ta- tapi, bagaimana," ucap pria muda bersetelan rapi tampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Mo Lian hanya diam tak menjawab, kemudian kembali memukulkan tinjunya pada udara kosong di depan, membuat 20 Wu-Dan yang tersisa itu bergetar ketakutan mencoba untuk melarikan diri. Namun kecepatan serangan Mo Lian lebih tinggi, akibatnya 20 Wu-Dan itu mati begitu saja tanpa menyisakan mayatnya.


Mo Lian melirik ke belakang melihat belasan orang yang sudah selesai bermeditasi. "Ayo berangkat, aku akan pergi ke kapal yang lebih besar, di dalam sana ada Ketua mereka yang berdiam. Di empat kapal lainnya hanyalah Wu-Zong tahap Menengah sampai Wu-Dan tahap Awal."


Ia menekan kakinya pada pijakan di bawah kakinya, kemudian melesat pergi menuju kapal yang memiliki panjang 50 meter. Mo Lian mendarat sangat keras pada dek kapal. Ketika ia mendarat, bagian belakang kapal sedikit terangkat karena tidak kuat menahan beban di depan.

__ADS_1


"Mati!" Mo Lian kembali memukul udara di depannya. Kali ini ia ingin membunuh seluruh anggota Organisasi Dunia Hitam dengan cepat tanpa bermain-main seperti saat bertarung di depan Perusahaan Heiqiu.


Di kapal ini sendiri hampir terdapat semua petinggi Organisasi Dunia Hitam yang kultivasinya diatas Fase Lautan Ilahi, atau Wu-Dan.


Ketika ia memukulkan tinjunya, sama seperti sebelum-sebelumnya, udara di depannya melesat tajam ke depan, membuat bagian atas dari kapal itu hancur dan memperlihatkan kabin kapal.


Pada saat itu juga dari dalam kapal keluar puluhan orang dan melayang beberapa puluh meter di atas permukaan laut. Orang-orang itu memiliki kultivasi yang hampir menembus Ranah Inti Perak hingga Inti Emas.


"Anak muda! Apa maksudmu dengan menyerang kapal kami? Apakah kami ada salah denganmu?" tanya pria muda berambut putih panjang, mengenakan pakaian tradisional China berwarna selaras dengan rambutnya.


"Kau memang tidak ada salah dengannya. Tapi bagaimana denganku?"


Terdengar suara menggema di langit yang lebih tinggi dari puluhan anggota Organisasi Dunia Hitam yang terbang.


Semua anggota Organisasi Dunia Hitam mengalihkan perhatiannya pada sumber suara. Terlihat pria muda berambut hitam mengenakan pakaian tradisional China berwarna hitam, dengan jubah merah menutupinya.


"Wu Yengtu!" Pria muda berambut putih itu menatap tajam pria berjubah merah.


Tang? Mo Lian membuka mulutnya saat mendengar nama itu. Dengan ini ia mengeri mengapa pria botak yang dibunuhnya dulu mengatakan jika di belakang Keluarga Tang ada orang kuat. Lalu karena inilah alasan mengapa Keluarga Tang menghilang.


Memang ia pernah berpikiran jika menghilangnya Keluarga Tang berkaitan dengan Organisasi Dunia Hitam. Tapi tidak pernah berharap jika Keluarga Tang adalah pemimpin Organisasi Dunia Hitam itu sendiri.


"Wu Yengtu! Aku akan berurusan denganmu nanti. Saat ini aku akan membunuhnya!" Tang Xuan menatap tajam Wu Yengtu, kemudian mengalihkan pandangannya pada Mo Lian.


Tang Xuan melesat ke arah Mo Lian bagaikan anak panah. Ia menarik tangan kanannya ke belakang punggungnya mengambil ancang-ancang untuk memukul. Kemudian ia memukulkannya keras di depan Mo Lian saat jaraknya hanya tersisa beberapa meter.


Namun saat Tang Xuan baru saja memukulkan tinjunya, tiba-tiba di depannya sudah berdiri Wu Yengtu dengan telapak tangan terbuka menangkap pukulannya.


Bang!

__ADS_1


Dentuman keras terdengar dengan embusan angin kencang, membuat ombak bergejolak dan menenggelamkan kapal-kapal kecil. Bahkan gelombang besar itu juga terus bergerak hingga sampai ke tepi pelabuhan, membuat tsunami kecil setinggi empat empat meter.


Tapi tidak perlu khawatir, di pelabuhan sudah dijaga oleh ratusan Wu-Zong yang bisa menahan gelombang laut.


Tang Xuan membelalakkan matanya lebar saat melihat Wu Yengtu sudah berdiri di depannya dan menangkap pukulannya. "Ba- Bagaimana. Kekuatanmu setara denganku ..."


Wu Yengtu hanya diam tak membalas perkataan Tang Xuan, ia menarik tangannya yang menggenggam kepalan tangan Tang Xuan. Kemudian diayunkannya dan membanting tubuh Tang Xuan ke permukaan laut.


Di sisi lain. Mo Lian melayang perlahan sejajar dengan puluhan Pejuang di depannya. Jumlah mereka ada 30 Wu-Dan, 50 Setengah Wu-Sheng, 30 Wu-Sheng tahap Awal, dan 10 Wu-Sheng tahap Menengah.


Pria paruh baya di depan Mo Lian menolehkan kepala melihat sekitar. Pria paruh baya itu mengepalkan kedua tangannya sembari menggertakkan giginya kesal. "Apakah kau yang membunuh anakku? Tang Zhao?"


"Ya!" Mo Lian menjawabnya singkat dan tegas tanpa memperlihatkan perubahan ekspresi wajahnya.


Wajah pria paruh baya itu mengeras dengan urat-urat lehernya yang mengencangkan, dengan wajah menghitam menjelaskan kemarahan. "Baji****! Potong satu tangan dan kakimu, maka aku akan mengampuni—"


Duarr!


Tubuh pria paruh baya itu meledak bahkan sebelum sempat menyelesaikan perkataannya, membuat orang-orang di sekitar merasa ngeri dengan apa yang terjadi. Lalu semua pertarungan lainnya yang berada di kapal berbeda juga terhenti saat terdengar suara ledakan yang sangat keras.


"Aku paling benci jika ada yang mengatakan akan mengampuniku," ucap Mo Lian pelan, namun suaranya bisa terdengar di telinga semua orang.


Mo Lian membunuh pria paruh baya itu sendiri dengan cara menendang udara di depannya dengan kekuatan penuh. Akibatnya, bukan hanya ayah dari Tang Zhao yang terbunuh, tapi 30 Wu-Dan dengan 50 Setengah Wu-Sheng lainnya, lalu beberapa Wu-Sheng yang terluka parah meski berdiri cukup jauh.


"Ka- Ka- Kau berada ditingkat apa? Ap- Apakah kau berada ditingkat baru? Lebih tinggi dari Ketua?"


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya. "Aku? Disamakan dengan dengannya? Bukankah ini penghinaan."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2