Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 116 : Istana Surgawi


__ADS_3

Mo Lian mencengkeram jari-jarinya yang terkepal erat dengan aura kultivasinya yang sedikit keluar karena amarah. Hingga tidak lama kemudian, ia menariknya kembali saat mengingat jika di sini bukan hanya dirinya saja, di depannya masih ada Yu Shifei yang berdiri menatapnya dengan kerutan di dahi menjelaskan keanehan.


Mo Lian menghirup napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan setelah ditahan untuk beberapa detik. Saat ia sudah kembali tenang, ia mendongak menatap Yu Shifei dengan tegas, kemudian kembali bertanya, "Karena dari kecil aku hanya berada di dalam gunung tanpa mengetahui informasi. Aku tidak terlalu mengetahui mengenai kejadian lima belas tahun lalu, kalau boleh tahu, siapa yang menahan orang itu?"


Yu Shifei terdiam sejenak dengan kerutan di dahi sembari menyipitkan mata menatap Ko Lian. Semua orang di Negeri Surgawi sangat mengetahui kekuatan terkuat di sini, bahkan anak kecil yang berusia empat tahun juga mengetahui. Namun anehnya, pria di depannya tidak mengetahui apapun seperti menjelaskan jika bukan berasal dari Negeri Surgawi.


Tapi meski begitu, Yu Shifei tetap menjawabnya, "Istana Surgawi. Kekuatan yang menguasai Negeri Surgawi, bahkan Empat Kerajaan di sini tidak berani menyinggung mereka, bahkan untuk seorang pelayan dari sana."


"Mengapa kau sangat tertarik dengan orang itu?" tanya balik Yu Shifei.


"Karena Masterku yang menyuruhnya. Dia bilang dapatkan orang itu dan bawa ke hadapannya tidak peduli apapun." Mo Lian menjawabnya langsung tanpa berpikir panjang.


Yu Shifei hanya bisa terdiam dengan mulut terbuka lebar, ia tidak pernah berharap jika pemuda yang baru ditemuinya untuk beberapa jam, tapi sudah sangat mengejutkan. Dari perkataan Mo Lian, ini seperti menantang langsung Istana Surgawi.


"Kalau begitu, aku langsung pamit. Terimakasih atas barang-barang yang telah kau berikan." Mo Lian menundukkan kepalanya sejenak, kemudian berjalan menuju pintu keluar tanpa menunggu jawaban Yu Shifei.


Dari apa yang dikatakan Yu Shifei tadi, yang mengatakan jika Istana Surgawi lebih kuat dari Empat Kerajaan, kemudian mengingat kekuatan Yu Shifei yang sudah mencapai Ranah Inti Perak. Maka yang bisa disimpukannya saat ini adalah Istana Surgawi memiliki Kultivator Ranah Alam dan Manusia, untuk jumlahnya, ia tidak mengetahui.


Tapi yang pasti, penduduk di sini dua sampai tiga kali lipat dari penduduk China, dan hampir seluruhnya adalah pembudidaya.


Informasi mengenai Ayahnya sudah didapat, sekarang ia harus mengumpulkan informasi tentang Istana Surgawi. Ia tidak bisa terus bertanya pada Yu Shifei, karena itu hanya akan menimbulkan kecurigaan, bahkan ia tadi juga menyadari jika tatapan Yu Shifei sudah sangat berbeda. Matanya seperti menjelaskan keraguan dan ketakutan yang bersamaan.


Tidak mungkinkan jika dia mengetahui bahwa aku adalah anak dari orang yang ditahan oleh Istana Surgawi.


Mo Lian menggeleng pelan, ia tidak ingin berpikiran yang macam-macam, semoga saja apa yang dipikirkannya salah. Jika tidak, maka ia hanya bisa menyegel Yu Shifei agar tidak mengatakan tentang dirinya pada orang lain.


Saat Mo Lian turun dari lantai teratas, banyak mata yang tertuju padanya. Terutama pada Cincin Ruang di jari lain yang seharusnya tidak ada saat pertama kali masuk.


Seketika itu juga pandangan semua orang menjadi bersinar, mereka memandang satu sama lain kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan. Cincin Ruang dari Manajer Paviliun Alkimia, tentunya itu sangat berharga, membuat orang-orang yang melihatnya menjadi kalap dan akan melalukan cara apapun untuk mendapatkannya.


Mo Lian yang merasakan hal itu tetap tenang tanpa memperlihatkan tanda-tanda akan takut, semua orang yang menatapnya hanyalah sebatas Fase Lautan Ilahi, jikapun ada yang lebih tinggi, itu hanyalah Ranah Inti Perak tahap Awal.

__ADS_1


Mo Lian terus berjalan menuruni tiap lantai, yang saat ia turun, akan selalu menarik perhatian semua orang dengan Cincin Ruang yang digunakannya.


Sepertinya aku harus membasmi beberapa serangga yang menyusahkan. Mereka ada lebih dari seratus, mereka semua juga memiliki Cincin Ruang, itu lumayan untuk kuberikan pada Ibu dan Fefei, kemudian sisanya dapat dilelang dengan harga tinggi.


Tapi karena hari sudah mulai gelap, ia mengurungkan niatnya untuk bertarung di luar kota. Pada saat ini yang paling utama adalah mencari tempat menginap, ia juga belum mandi semenjak pergi meninggalkan Kota Chengdu, yang artinya ini sudah dua hari, atau bahkan tiga.


Mo Lian menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan secara bergantian, ia mencari tahu di mana penginapan berada. Hingga akhirnya ia melihat beberapa kelompok pemuda pemudi yang berpakaian rapi sedang berjalan menuju bangunan tinggi. Tanpa berlama-lama lagi, ia berjalan mengikuti orang-orang itu dari kejauhan sembari menyembunyikan kehadirannya agar tidak menimbulkan masalah.


Tidak lama kemudian, kelompok orang itu menghentikan langkahnya di pertigaan yang di ujung jalannya adalah sebuah penginapan. Ketika orang-orang itu menoleh ke belakang, Mo Lian tidak lagi menyembunyikan hawa keberadaannya dan terus berjalan seperti biasa.


Saat Mo Lian berselisih jalan dengan orang-orang itu, terdengar suara yang sepertinya berasal dari mereka.


"Apakah kau mengikuti kami?"


Mo Lian mengabaikan pertanyaan itu dan terus berjalan melewati kelompok lima pria dan tiga wanita itu, kemudian berhenti di depan pintu bangunan karena dihentikan oleh pelayan.


"Maaf, Tuan. Tempat kami tidak sembarang orang boleh memasukinya, jika bukan bangsawan ataupun orang yang berkedudukan, orang itu tidak boleh masuk," ucap wanita yang memakai pakaian tradisional China berwarna hijau muda.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, kemudian mengeluarkan Token Alkemis yang dikeluarkan oleh Paviliun Alkimia.


Mo Lian mengangguk kecil, kemudian melangkah masuk memasuki bangunan.


"Hei! Aku berbicara denganmu!"


Mo Lian menolehkan kepala ke arah sumber suara, terlihat pemuda berambut ungu panjang dengan hiasan seperti mahkota kecil di atas kepalanya. Mengenakan pakaian berwarna selaras dengan warna rambut, dan terdapat ornamen yang menjelaskan dari keluarga bangsawan.


"Tidak penting." Mo Lian melanjutkan langkah kakinya memasuki bangunan. Ia langsung berjalan menuju meja resepsionis yang dijaga oleh seorang wanita dewasa.


Sepertinya pelayan-pelayan di bangunan berkelas hanyalah seorang wanita. Tidak ada satupun dari mereka yang pria.


Wajah pemuda itu mengeras dengan kerutan di dahi saat mendengar balasan dari Mo Lian. Ini adalah balasan yang tidak pernah diduga-duga olehnya, ini adalah kali pertama ada yang berani berkata seperti itu padanya.

__ADS_1


"Jangan biarkan orang itu keluar dari Kota Xuan. Jika dia berani keluar, bereskan." Pemuda itu memberi perintah pada pria paruh baya yang berdiri di sebelah kirinya.


"Baik, Tuan Muda." Pria paruh baya membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangan.


Mo Lian menggeleng pelan saat mendengar pembicaraan itu. Dari yang di dengarnya tadi, sepertinya pemuda itu adalah Tuan Muda dari Kota Xuan, yang mungkin saja ayahnya menjabat sebagai Walikota.


Jika ia harus membunuh, tentunya Mo Lian harus melakukannya jauh dari Kota Xuan. Jika tidak, ia hanya akan mengulangi tindakan yang pernah dilakukan Ayahnya dulu. Untuk pertama-tama, ia harus memiliki banyak sumber daya dan membuat persiapan, kemudian menembus Ranah Inti Emas Sempurna, barulah pada saat itu, ia akan menyerang Istana Surgawi.


"Tuan, Tuan, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?"


Mo Lian tersentak kaget, ia tersadar dari lamunannya. "Aku ingin memesan kamar. Aku bisa mendapatkan kamar jenis apa jika menggunakan Token Alkemis tingkat empat?" ujarnya sembari memperlihatkan Token Alkemis.


Wanita resepsionis itu melihat sejenak token milik Mo Lian, kemudian ia tersentak kaget sembari mundur beberapa langkah ke belakang. "Ma- Maafkan saya."


Mo Lian menghembuskan napas panjang, ia tidak berharap jika Alkemis tingkat empat akan sangat dihormati. Jika itu Galaxy Pusat, ia akan ditertawakan jika memperlihatkan Token Alkemis semacam ini.


Wanita itu menegakkan tubuhnya, ia menatap Mo Lian dengan senyuman indah. "Anda bisa mendapatkan kamar di lantai teratas dengan potongan harga dua puluh persen."


Mo Lian menganggukkan kepalanya, ia berjalan menuju tangga kayu yang menghubungkan tiap lantai setelah membayar biaya yang telah disepakati.


Biaya satu malam di kamar lantai teratas adalah sepuluh Tael Emas. Uang sebanyak itu bisa untuk membiayai keluarga biasa selama delapan tahun. Jika ingin hidup mewah, kemungkinan akan bertahan untuk satu tahun.


Tapi bagi Mo Lian itu adalah uang yang sedikit, karena ia mendapatkan 2000 Tael Emas dari Yu Shifei.


Ketika Mo Lian naik menuju lantai selanjutnya, ia merasakan aura membunuh yang keluar dari beberapa orang. Orang-orang itu adalah orang yang sedikit berselisih dengannya tadi.


Mo Lian berhenti sejenak sembari melihat delapan orang itu, ia tersenyum dan mendengus dingin seperti menantang, kemudian berbalik menuju lantai selanjutnya.


"Besok hari aku akan sibuk. Mungkin Hutan Jinma akan banyak mayat."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2