Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 444 : Menghancurkan Keluarga Guo


__ADS_3

—Kota Louhu—


Akhirnya setelah mengambil napas berkali-kali dan menunggu beberapa menit, semua orang yang awalnya ketakutan sudah mulai bisa berdiri lagi maupun menghela napas lega. Tapi...


Tiba-tiba angin bertiup kencang mengelilingi Kota Louhu dan awan hitam berkumpul di atasnya membentuk pusaran dengan kilatan petir ungu, hitam, biru, merah, putih, emas, oranye. Tapi petir itu tidak jatuh menyambar seperti yang diperkirakan.


Dari tengah-tengah pusaran awan, terlihat ada cahaya biru yang melebar perlahan, membuka ruang di tengah-tengah awan.


Tidak ada tekanan yang dibawa seperti sebelumnya, dan semua orang bisa melihatnya dengan jelas. Terlihat ada sepasang kaki yang turun perlahan, kaki kecil yang ramping seperti kaki gadis.


Sosok yang turun ini membawa rasa penasaran setiap orang, mereka menahan napas dan ingin tahu siapa yang mampu menciptakan fenomena semacam ini, terutama yang mengincar Keluarga Guo sampai hampir musnah dalam sekali serang.


Saat sosoknya terlihat jelas: rambut hitam panjang tertiup angin, mata hitam berkilau yang membawa emosi, hanfu hijau muda dengan bercak darah, pedang di tangan kanan yang tajam membawa aura tidak nyaman.


Hampir setiap orang yang memandangnya memiliki ekspresi rumit yang sulit dijelaskan, mereka tahu siapa sosok yang melayang di udara. Murid dari Qin Nian, Xian Yiyi atau Xiao Yi.


Tidak ada yang mengharapkan hal ini, terutama Xiao Yi yang mampu menghancurkan Kediaman Guo.


Xiao Yi menarik napas dalam-dalam, kemudian dia berkata dengan suara keras, "Keluarga Guo, kalian bekerja sama dengan Sekte Boneka! Hari ini, aku akan membunuh kalian semua atas nama adikku!"


Suara yang menggema di langit Kota Louhu mengejutkan semua orang, tidak ada yang pernah membayangkan bahwa Keluarga Guo bekerja sama dengan Sekte Boneka.


"Kalian menangkap adikku dan mengirimnya ke Sekte Boneka! Kalian harus mati!" Xiao Yi mengayunkan pedangnya secara vertikal ke bawah.


Tebasan pedang itu membawa emosi yang mendalam, angin terbelah, menyebar ke segala arah saat garis pedang oranye berbentuk bulan sabit turun dengan cepat.


Booom!


Tebasan pedang jatuh mengenai Kediaman Guo yang sudah rusak. Itu membelah kediaman menjadi lebih mengerikan, tanah terbelah membentuk parit dalam dan membunuh orang-orang yang berada satu baris dengan serangan pedang.


Tidak ada kebahagiaan setelah membunuh, hanya ada kemarahan yang terus naik setiap waktunya.


Xiao Yi turun perlahan dengan rambutnya yang berkibar tertiup angin yang hanya terfokus padanya. Auranya terlihat mempesona sehingga siapa saja yang melihatnya akan terpana.


Xiao Yi yang turun di tengah-tengah kediaman, seperti Dewa Perang. Siapa pun yang berasal dari Keluarga Guo, dia akan membunuhnya tanpa pandang bulu, meski dia tahu ini sangat kejam, tapi dia memikirkannya setelah melihat Mo Lian. Bersikap baik pada musuh sama seperti menyakiti diri sendiri.


Jika ada yang selamat dan memberi tantangan hidup-mati beberapa tahun kemudian, lebih baik tolak dan membunuhnya sekarang. Hanya orang bodoh yang menerima tantangan seperti itu.


"Brengse*!"


Xiao Yi yang baru datang, mendengar teriakan datang dari belakang. Dia menoleh dan melihat seorang pria paruh baya, menarik pedang dari sarungnya dan berlari ke arahnya.


Serangan tiba-tiba itu membuat Xiao Yi lengah, tapi dia mengambilnya segera. Dia mengangkat pedang dengan tangan kanan, dan tangan kirinya berada di ujung pedang. Ia menahan serangan, menimbulkan benturan logam yang membosankan.


Xiao Yi menggertakkan giginya, kemudian dia mendorong serangan dengan kedua tangan. Pihak lain sedikit kehilangan keseimbangan ketika Xiao Yi mendorong pedangnya, dan membuatnya hampir terjatuh. Xiao Yi melangkah maju, memegang pedang dengan kedua tangan dan mengayunkannya secara menyilang.

__ADS_1


"Tidak ... mungkin ..." Pria paruh baya itu tercengang. Luka menyilang di dadanya sangat dalam, darah menyembur keluar. Matanya memutih, kemudian jatuh terlentang dengan ekspresi tak percaya.


Xiao Yi tidak berhenti, dia melihat anak kecil yang lebih muda darinya. Perasaannya bermasalah saat melihat anak yang menangis, dan tepat saat dia menurunkan senjatanya.


"Mati!" Anak laki-laki yang awalnya memeluk lutut, tiba-tiba berdiri menerjang Xiao Yi dengan memegang pisau.


Xiao Yi tersentak kaget, tapi dia segera melompat dan menebas leher anak laki-laki itu. "Benar kata Tuan Guru, mengasihani musuh sama dengan menyakiti diri sendiri."


"Tidak!" Ada teriakan seorang wanita ketika melihat anak laki-laki yang mati.


Xiao Yi tidak lagi merasa bersalah dan membunuhnya tanpa ampun.


"Beraninya kau membunuh Keluarga Guo-ku!"


Seorang pria paruh baya yang memakai pakaian mewah, melompat sangat cepat ke arah Xiao Yi. Kekuatannya lebih kuat dari Xiao Yi.


Xiao Yi merasakan tekanan, tapi tidak takut sama sekali. Dia mengangkat pedangnya, sebelum sempat menebasnya, dia ditendang di dadanya.


Xiao Yi terhempas seperti batu pipih yang dilempar ke permukaan air, kemudian dia menghantam reruntuhan bangunan, membuat reruntuhan itu meledak. Dia bangkit perlahan, batuk berkali-kali dengan darah di mulutnya. "Apakah ini kekuatan Inti Emas?"


Xiao Yi yang baru selesai berbicara, tiba-tiba merasakan angin di depannya. Segera, dia berjongkok dan tepat di atasnya ada serangan dari pukulan. Dia mengambil belasan jarum perak, menusuk titik akupuntur di beberapa titik.


Pria paruh baya yang merupakan Patriak, merasakan mati rasa di kaki kanannya dan tidak bisa mengalirkan energi spiritual.


Di bawah serangan Xiao Yi, Patriak mendengus dingin. Tapi kepercayaan dirinya menghilang dan bingung saat pedang itu menusuk dadanya.


Xiao Yi menebasnya, membuat tubuh Patriak terbelah dua. "Inti Perak dan Pedang tingkat Enam, aku bisa membunuh Inti Emas tahap Menengah, apalagi kau!"


Kepercayaan diri Xiao Yi meningkat setelah membunuh Patriak Guo. Dia berkeliling, membunuh siapa pun yang dilihatnya, dan dia juga sesekali melihat Guo Jian yang melarikan diri. Tentunya dia tidak akan membiarkannya, dan melemparkan jarum perak beracun yang mengunci pergerakan Guo Jian.


Ratapan, jeritan, teriakan dan tangis terdengar di Kediaman Guo, membuat semua orang yang berada di luar, merasa ketakutan yang mendalam. Bahkan Wali Kota tidak berani ikut campur dan menutup mata, berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi.


Xiao Yi, sudah membunuh lebih dari 200 orang. Untuk gadis seusianya, ini bisa mempengaruhi mentalnya.


"Hanya kalian yang tersisa." Xiao Yi melihat selusin orang di depannya yang terluka parah. Dia mengangkat pedang dengan kedua tangan, mengumpulkan seluruh kekuatannya di pedang.


"Teknik Pedang Angin Guntur: Gerakan Ketiga ..."


Bang!


Tiba-tiba ada dentuman keras di langit yang langsung menekan Xiao Yi sampai memuntahkan darah segar. Aliran energi di dalam tubuhnya terbalik, merusak sebagian titik di Meridian-nya.


Xiao Yi menengadahkan kepalanya, melihat sosok lelaki tua berambut putih kusam, berkibar tertiup angin. Pakaiannya berwarna putih keabuan, dan ada aura kuning yang menyelimutinya.


Lelaki tua itu melepaskan aura yang mengguncang Kota Louhu, menekan semua orang. Dia menunduk menatap Xiao Yi dengan pandangan merendahkan. "Inti Perak, atas dasar apa kau berani membunuh Keluarga Guo yang berada di bawah perlindunganku? Besujud, patahkan kedua tangan dan kakimu, maka aku akan mengampunimu."

__ADS_1


Dalam tatapannya, ada keinginan kuat yang tidak bisa disembunyikan dan terlihat menjijikkan.


Semua orang yang melihat kedatangan pria tua, merasakan tekanan berat dan merasa Xiao Yi tidak akan selamat. Orangtua Xiao Yi takut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka hanyalah Fase Fondasi.


Xiao Yi menggertakkan giginya. "Dao Immortal ... tahap Menengah?"


Pria tua itu mengangkat alisnya dan terkejut. "Oh?! Kau tahu?"


Tentu saja Xiao Yi tahu, meski dia tidak bisa memastikannya langsung, dia sudah mengingat aura dari Qin Nian yang dimulai dari Fase Fondasi, Fase Mendalam, Fase Lautan Ilahi dan seterusnya sampai Heavenly Immortal. Tapi tentu, aura ini mengikuti aura kultivator normal, bukan aura asli Qin Nian.


Xiao Yi menggertakkan giginya, mencengkeram erat pedang dan kembali melakukan persiapan. Dia mengangkat pedang dengan tangan kanan dan tangan kirinya di depan dada, membentuk segel sederhana. "Teknik Pedang Angin Guntur: Gerakan Kelima, Kehancuran!"


Dari tubuh Xiao Yi, ada ledakan keras saat angin bagaikan pedang menyebar ke segala arah. Petir keluar dari pedangnya, meledak-ledak seperti badai petir di awan Cumulonimbus. Petir-petir itu mulai berkumpul membentuk belasan pedang petir yang mengelilingi tubuhnya.


Sengatan petir membawa ledakan kecil di sekitar, tanah-tanah mulai terkikis dan kerikil kecil naik ke udara.


"Mati!" Xiao Yi menebas. Belasan pedang petir melesat ke udara.


Pria itu sedikit terkejut, tapi dia kembali tenang. "Kau berbakat, tapi sayang kau tidak ingin menyerah. Maka kematian adalah jalannya." Ia mengarahkan tangannya, kemudian mengepalkannya.


Duarr!


Pedang-pedang petir meledak langsung, membawa tekanan yang lebih kuat dari sebelumnya. Xiao Yi sedikit membungkuk, dia menggertakkan giginya, darah mengalir di sudut bibir dan matanya. Kulitnya mulai terkelupas di bawah tekanan, dan petir di sekitarnya mulai liar dan menyerangnya.


Pria tua itu mendengus, dia mengangkat tangannya lagi bersiap-siap untuk menyerang.


Di bawah tatapan ketakutan semua orang, mereka mulai mengantisipasi hasilnya.


Pria tua mengayunkan tangannya perlahan, membawa tekanan yang terus mendorong Xiao Yi untuk bersujud, tapi sebelum tangannya bisa turun...


"Bisakah kau berhenti?"


Tiba-tiba ada suara yang datang dari langit, menggema di seluruh Kota Louhu dan sekitarnya. Angin berhenti bertiup, awan hitam menghilang, petir berhenti menyambar, dan tekanan menghilang.


Semua orang membelalakkan mata saat melihat empat sosok yang mengelilingi Dao Immortal, dan semua orang di Kota Louhu mengetahui siapa orang itu. Mo Lian, Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning. Tapi bukan itu yang membuat mereka tercengang, tapi siluet di belakang mereka berempat.


Mo Lian, di belakangnya ada Dewa Semesta. Hong Xi Ning, ada ilusi ratusan ribu pasukan tempur dengan perlengkapan lengkap, bahkan ada kuda tempur dan mengeluarkan suara menggelegar. Qin Nian, ada tugu berwarna ungu dengan sembilan lantai. Yun Ning, ada sosok yang serupa dengannya, tapi mengenakan tudung dan dikelilingi oleh embun es, sosoknya seperti Permaisuri Es.


Semua siluet itu sangat besar, bahkan langit pun tidak mampu menampung mereka.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2