Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 308 : Memurnikan Wilayah Hitam


__ADS_3

Dengan ukuran tubuh yang besar, pertarungan kali ini pastinya akan merusak Alam Hanzi, atau bahkan sampai meledakkannya. Tapi, jangan sampai hal itu terjadi, karena bisa berdampak buruk pada Alam Semesta.


Mo Lian sampai menggunakan kekuatan dari Dewa Semesta 1 : 10.000 untuk melawan Tao Wu, untuk meningkatkan persentase kemenangannya. Walaupun ia bisa menahan God Realm tahap Awal, tapi tidak dengan 4 Kejahatan yang kekuatannya di luar nalar.


Sesaat setelah mengubah ukuran tubuhnya, Mo Lian langsung pergi menjauh ratusan ribu mil untuk menjaga jarak dari Tao Wu.


Tao Wu sedikit tersentak dengan tubuhnya yang bergidik ketika melihat Mo Lian yang berubah dan auranya juga ikut naik. Tapi, ia tidak merasa takut, melainkan menyeringai lebar memperlihatkan taring tajamnya.


"Auramu meningkat, hampir setara denganku, tapi kekuatan kita tetaplah berbeda. Namun, aku harus berterima kasih karena kau sudah berusaha, dengan ini, aku tidak lagi merasa bosan tinggal di Alam Hanzi!"


Mo Lian sangat tidak menyukai cara Tao Wu yang berbicara, mulutnya tidak bergerak, tapi suaranya ada dan terdengar menyakitkan, seperti ada aura kematian yang terkandung di dalamnya.


Akhirnya, Mo Lian menggunakan Energi Sejati untuk menutup lubang telinganya agar tidak mendengar suara Tao Wu. Memang berlebihan untuk menggunakan Energi Sejati, tapi ini lebih baik. Sekarang, ia tidak mendengar suara apa pun lagi, hanya mendengar suara detak jantungnya sendiri.


Tao Wu yang menyadari langkah Mo Lian, menyeringai dingin dengan tatapan tajam penuh penghinaan. Ia sangat yakin bahwa pertarungan ini akan dimenangkan olehnya, bahkan sebelum dimulainya pertarungan.


Keduanya masih tetap diam di tempat masing-masing, tidak ada yang bergerak karena masih mengamati kekuatan satu sama lain. Tidak ada yang menyerang terlebih dahulu, karena dirasa seperti mengungkapkan kekuatan.


Walaupun tidak ada yang menyerang, tapi hanya dengan kehadiran mereka berdua, keadaan sekitar sudah mulai hancur.


Alam Hanzi sendiri mampu menahan tekanan dari Ranah God tahap Akhir, tapi tetap saja akan ada perubahan di Alam Hanzi.


Booom!


Energi meledak berbentuk kubah besar dan menghilangkan daratan dalam radius 1,5 juta mil karena benturan antara dua pukulan. Akhirnya, mereka berdua mulai bertindak setelah hanya diam untuk waktu yang cukup lama.


Tao Wu menahan pukulan dari Mo Lian menggunakan bantalan kaki kanannya, ia menyeringai dingin menatap tajam Mo Lian dengan keempat mata merahnya. "Menarik."


Whooooosh!


Tao Wu melompat mundur memasuki Alam Hanzi yang hancur, yang mana sudah menjadi wilayah kekuasaannya. Di wilayah ini, kekuatannya akan meningkat berkali-kali lipat.


"Cih! Sial!" Mo Lian mengumpat kesal karena membiarkan Tao Wu menjauh.


Tapi, bukannya takut dan menunggu, Mo Lian memaksa masuk ke wilayah kekuasaan Tao Wu.


Ngung, ngung...


Cincin Dewa di belakangnya mulai berdengung sampai membuat daratan bergetar, bersamaan dengan Energi Sejati yang penuh dengan Esensi Kehidupan maupun Pemurnian yang bergerak ke Wilayah Hitam.


Booom!

__ADS_1


Daratan meledak saat Mo Lian menginjak kakinya di tanah, melesat mengejar Tao Wu yang melarikan diri.


Wilayah Hitam mulai terkikis karena Esensi Kehidupan dan Pemurnian dari Cincin Dewa. Pandangan di sini tidak lagi terasa sulit, semuanya sudah bisa dilihat dengan jelas meski masih cukup gelap untuk Kultivator lain.


Tidak ada apa pun di Wilayah Hitam, ini seperti halnya angkasa luar di Alam Semesta.


"Manusia, aku tidak berharap kau berani memasuki Wilayah Hitam. Bahkan, Yan Luo saja tidak berani datang kemari!"


Mo Lian tidak menanggapi ucapan Tao Wu, karena memang ia tidak bisa mendengarnya.


"Aku tidak tahu apa yang kau ucapkan." Mo Lian mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, terlihat ada sinar yang terpancar dari sepanjang lengannya, yang mulai mengikis Wilayah Hitam.


Swoosh!


Mo Lian mengayunkan tangannya mengarah pada Tao Wu, terlihat ada siluet bulan sabit berwarna putih yang melesat bagaikan kilatan cahaya, membelah Wilayah Hitam menjadi dua bagian.


Tao Wu juga mengibaskan tangannya, membalas serangan yang diarahkan Mo Lian padanya.


Bang!


Dua serangan yang kekuatannya setara itu saling menghantam satu sama lain, menciptakan ledakan energi lain yang sangat kuat dan mulai mengubah Wilayah Hitam menjadi dua bagian.


Domain Dewa dan Domain Iblis!


Tao Wu membuka mulutnya lebar-lebar, memperlihatkan energi merah yang mulai berkumpul di dalam mulutnya.


Mo Lian tidak tinggal diam dan membiarkan Tao Wu mengambil tindakan. Ia mengibaskan tangannya untuk menghilangkan fokus Tao Wu yang sedang bersiap-siap, kemudian ia menciptakan segel tangan.


Tao Wu menutup mulutnya, membatalkan niatnya yang hendak menyerang Mo Lian dan memutuskan untuk menghindarinya.


"Teknik Dewa ..." Mo Lian menyentuhkan kedua telapak tangannya, dan membukanya perlahan.


Ada gumpalan energi biru berpola emas di tengah-tengahnya yang dikelilingi oleh energi putih. Ini seperti pergerakan atom, yang mana electron mengelilingi proton dan neutron.


"Bajing**! Apakah kau pikir aku akan membiarkanmu!?"


Tao Wu berlari kencang ke arah Mo Lian seperti cahaya merah yang membelah gelapnya malam.


Mo Lian mengabaikan Tao Wu yang semakin dekat dengannya, ia masih harus fokus pada energi yang berada di antara kedua tangannya. Jika ia tidak fokus dan malah teralihkan, bukan hanya ledakannya akan lebih kuat dari yang seharusnya, tapi ia juga akan mengalami kerugian yang lebih buruk, atau bahkan kematian.


Hingga saat Tao Wu hanya tersisa beberapa puluh meter dari Mo Lian, Mo Lian mendongak menatap tajam Tao Wu.

__ADS_1


"Domain Dewa, Kendali Hukum!"


Mo Lian merentangkan kedua tangannya, memperbesar energi yang berada di antara kedua tangannya. Energi itu bergerak ke arah Tao Wu dan menghempaskannya menjauh darinya.


Wilayah Hitam sudah berubah total menjadi warna putih, seperti lampu yang secara tiba-tiba menyala di dalam ruangan gelap.


Tao Wu yang wilayahnya telah berubah, mengalami perubahan pada tubuhnya yang sedikit menyusut, meski hanya 1 : 10.000. Tapi, meski demikian, kekuatannya berkurang secara signifikan, bahkan mungkin saja lebih kuat Mo Lian yang saat ini.


Walaupun Mo Lian berhasil melemahkan kekuatan Tao Wu, tapi ia tetap harus membayar harga yang tidak sedikit, mengingat teknik yang ia gunakan.


Darah mengalir di sudut bibir Mo Lian, dan terlihat pada Cincin Dewa yang mengalami sedikit retak di pinggirannya.


Tao Wu membuka mulutnya lebar dan meraung keras mengungkapkan amarah yang kembali naik. Energi merah seperti nyala api mulai menyelimuti tubuhnya, membuat ukurannya kembali lebih besar lagi.


Mo Lian mengangkat kedua tangannya setinggi mungkin, kemudian membuka kuda-kuda seraya menurunkan kedua tangannya di depan dada. "Lepaskan!" Ia menyentuhkan kedua telapak tangannya.


Bang!


Dentuman keras terdengar dari Mo Lian saat ia melepaskan lebih banyak kekuatan Dewa Semesta yang sudah lama ia segel dan berniat tidak lagi menggunakannya.


Mo Lian mengenakan pakaian berwarna putih dengan rompi biru muda. Jubah emas bersinar terang yang terbuat dari energi spiritual, dan terlihat Mahkota berada di atas kepalanya.


Bukan hanya Mahkota saja, tapi ada lagi Cincin Dewa yang melayang di atas kepalanya, dan kekuatannya meningkat, setara dengan Ranah God tahap Menengah.


Kekuatan yang ia gunakan dari Dewa Semesta ini setidaknya 1 : 1000, meski hanya menaikkan satu tahap, tapi Tiga Kekuatan Utama miliknya berada ditingkat yang sama. Tidak seperti sebelumnya yang hanya energi spiritual, tidak dengan jiwa ataupun fisik.


Mo Lian menghilangkan pelindung di lubang telinganya, dan mulai bisa mendengar kembali. Dengan kekuatannya yang sekarang, ia mampu menahan suara Tao Wu yang mampu merusak jiwa orang lain ataupun menyesatkannya.


Tao Wu tidak lagi meraung saat melihat tubuh Mo Lian yang terus membesar, sekarang ia berganti dari pemangsa yang berdiri di atas segalanya, menjadi semut kecil yang tidak tahu harus ke mana di hadapan kekuatan absolute.


"Ka- Ka- Kau. Siapa ..."


Mo Lian mengabaikan keterkejutan Tao Wu. Ia hanya diam dengan kepala tertunduk, menatap tajam Tao Wu yang ukurannya hanya sebesar kepalan tangannya saja.


Tao Wu, karena ada satu di Alam Hanzi, maka akan ada lagi di tempat lain, setidaknya ada tiga selain Tao Wu.


Jika aku mampu mendapatkan semuanya, aku mampu menembus Ranah God!


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2