Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 228 : Meninggalkan Kota Xingmai


__ADS_3

Mo Lian muncul kembali di genangan air yang berada di halaman belakang Penginapan 9 Lantai, dan di sana ia sudah disambut oleh Xang Jiazheng yang menunggu kedatangannya.


"Salam, Tuan Mo. Hamba tidak menyangka Anda akan benar-benar menghilangkan Paviliun Kongqi Hei'an. Apalagi dengan teknik yang Anda lepaskan." Xang Jiazheng menangkupkan kedua tangannya.


Mo Lian terdiam sejenak di depan Xang Jiazheng, kemudian berjalan melewatinya. "Hanya Dao Immortal, tidak ada yang istimewa. Bahkan aku tidak mengerahkan semua kekuatanku."


Xang Jiazheng terdiam membatu tidak bergerak sama sekali. Ia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Tidak mengerahkan kekuatan? Ia tahu Dao Immortal adalah kekuatan yang mengerikan di Bintang Tianjin, dan dapat menghilangkan semua makhluk di sini.


"Aku akan pergi meninggalkan kota, setelah mendapatkan kompensasi dari Xian Zhi Zhang."


Mo Lian berjalan memasuki Penginapan 9 Lantai dari pintu belakang, dan langsung pergi ke tempatnya beristirahat. Ia duduk bersantai di balkon lantai lima, menikmati pemandangan kehancuran Paviliun Kongqi Hei'an yang terlihat sangat indah.


Ketika ia duduk bersantai di sana, banyak kerumunan orang yang berdatangan ke Penginapan 9 Lantai untuk melihatnya bersantai. Benar-benar menganggu, tapi ia tidak bisa meninggalkan tempatnya karena menunggu kedatangan Xian Zhi Zhang.


Cukup lama ia menunggu, sudah dua jam berlalu namun belum ada tanda-tanda Xian Zhi Zhang akan datang. Ia merasa Penguasa Kota masih berada di kediamannya, bersama dengan belasan keluarga besar di kota.


Hingga saat ia hendak beranjak, ia merasakan gerakan Xian Zhi Zhang yang sudah keluar dari kediaman, pergi menuju Penginapan 9 Lantai. Akhirnya, ia kembali duduk dan menunggunya lagi.


Tidak lama kemudian, Xian Zhi Zhang datang menghampiri bersama dengan ratusan orang yang berada di belakangnya.


"Maafkan Hamba karena datang terlambat." Xian Zhi Zhang menangkupkan kedua tangannya, diikuti oleh ratusan orang yang berada di belakang. Ia mendongak menatap Mo Lian, kemudian memberikan Cincin Ruang secara perlahan. "Di dalamnya sudah ada harta yang kami kumpulkan dari semua keluarga besar, perwakilan sekte, dan aliansi dagang di sini."


Mo Lian mengangkat tangan kanannya perlahan, membuat Cincin Ruang yang melayang itu pergi datang padanya dengan cepat. Ia mengalirkan energi spiritualnya, mengecek apa yang ada di dalamnya.


Rempah-rempah maupun herbal berusia seratus tahun, Pil tingkat Empat, Senjata Dao tingkat Tiga, tidak ada yang berharga. Semuanya kualitas rendah.


Mo Lian tidak terlalu peduli dengan isinya, karena niatnya sedari awal hanyalah untuk menghilangkan Kultivator Iblis, tidak dengan kompensasi. "Kalian boleh pergi."


Xian Zhi Zhang terdiam sejenak, kemudian berucap, "Kalau boleh tahu—"


"Aku tidak ingin bekerja pada siapapun, dan tidak akan ada yang mampu membayar ku." Mo Lian menyela perkataan Xian Zhi Zhang dan berbalik memasuki ruangan.

__ADS_1


Xian Zhi Zhang menggertakkan giginya saat mendengar jawaban itu. Ini adalah kali pertama ada yang menolak keinginannya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena keselamatannya menjadi taruhan.


Sementara itu. Mo Lian hanya diam saat mendengar Xian Zhi Zhang yang menggerutu, karena itu adalah hal yang wajar sebagai Penguasa Kota yang marah karena ditolak di depan umum. Tapi, ia yang merupakan Dewa Semesta, pernah ditawari untuk bekerja di salah satu bintang besar selain Bintang Utama, mendapatkan semua hal yang diinginkan, ia menolaknya.


Mungkin terlihat sombong, tapi ia tidak boleh melupakan siapa dirinya di masa lalu. Ia adalah Dewa Semesta, Penguasa Alam Semesta!


Mo Lian berjalan menuruni tangga menuju lantai dasar, menghampiri Xang Jiazheng yang duduk di belakang meja resepsionis. "Aku akan meninggalkan Kota Xingmai."


Xang Jiazheng berdiri seraya meneken kedua tangannya di atas meja, dan menoleh ke arah kanan melihat Mo Lian yang baru saja turun. "Ke mana Anda akan pergi?"


"Ke tiga belas kota di delapan arah berbeda, aku ingin menghilangkan semua Kultivator Iblis."


Walaupun sudah mengetahui tentang pertemuan yang akan dilaksanakan tiga hari dari sekarang, ia tetap harus pergi ke kota-kota yang berbeda itu untuk melihatnya langsung.


"Bu- Bukankah itu akan memakan waktu lama? Jarak antara satu kota dengan kota lain berkisar lima ribu sampai sepuluh ribu mil. Jika berpindah-pindah tempat, bukankah akan memakan waktu berbulan-bulan?" tanya Xang Jiazheng yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah terkejutnya.


Mo Lian tersenyum tipis, kemudian berjalan menuju pintu keluar seraya meletakkan kunci kamar di atas meja resepsionis. "Kau tidak perlu tahu, dan mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita. Karena setelah aku menghancurkan Kekaisaran Yang, aku akan pergi meninggalkan Bintang Tianjin."


***


Hutan Guaiwu, Timur Laut dari Kota Xingmai


Mo Lian sudah tiba di tengah-tengah hutan penuh monster Ranah Inti Perak sampai Alam dan Manusia. Ia sengaja memilih berpindah di sini, karena tempat ini dipenuhi oleh monster, dan tentunya sangat jarak manusia yang datang.


Mo Lian duduk bersila di atas batu besar setinggi dua puluhan meter. "Pergi ke belasan kota secara bersamaan? Itu adalah hal yang sangat mudah. Master bisa membagi tubuhnya menjadi ratusan ribu, dan tentunya aku juga bisa melakukannya. Meski untuk sekarang tidak lebih dari seribu tubuh."


Dari dalam tubuhnya, terlihat akar-akar pohon yang keluar, dan mulai membentuk tubuh manusia yang terbuat dari akar pohon. Penampilan manusia itu sama persis seperti Mo Lian, dan dengan gerakan tangannya, semua klon itu menyebar ke segala arah.


"Aku masih memiliki waktu tiga hari, tapi lebih baik aku berangkat sekarang." Mo Lian berdiri perlahan dari tempatnya.


"Rawa Mogui. Nama yang cocok untuk tempat berkumpulnya para Kultivator Iblis."

__ADS_1


Mo Lian melayang perlahan meninggalkan batu besar, dan kemudian terbang dengan kecepatan tertingginya menuju arah tenggara, di mana Rawa Mogui berada, yang jaraknya sekitar memutari Bumi sebanyak empat kali, atau setidaknya 100.000 mil.


Dengan jarak sejauh itu, setidaknya pihak lawan sudah berangkat hari ini atau bahkan beberapa hari lalu, mengingat jarak Rawa Mogui yang terbilang sangat jauh dari salah satu kota yang berada di arah barat laut dan utara.


Untuk Mo Lian sendiri, ia hanya membutuhkan waktu setengah hari saja untuk sampai di sana, dan meski pertemuannya masih tiga hari dari sekarang, ia tetap pergi terburu-buru. Itu semua karena Paviliun Kongqi Hei'an telah hancur, dan tentunya kabar itu telah tersebar, meski baru beberapa jam semenjak kejadian.


Jika kabarnya tersebar, tentu saja pertemuan bisa dipercepat, dan bisa juga ditunda untuk beberapa waktu.


"Setelah menyelesaikan semua hal tentang Kultivator Iblis di Daratan Tianming, aku akan berkeliling untuk mencari sumber daya. Mengingat ini termasuk bintang besar, tentunya ada dimensi ruang yang menyimpan misteri."


***


Malam Harinya


Mo Lian sudah sampai di tempat yang ditujunya selama ini. Ia bisa melihat sebuah rawa yang sangat luas, yang dilindungi oleh pagar gunung batu yang melingkar.


Rawa-rawa di sini mengeluarkan bau amis dari darah yang menyengat, dan terlihat gelembung air yang meletus di permukaan rawa berwarna hitam. Pada rawa itu juga terlihat aura hitam yang pekat, yang melepaskan aura membunuh yang sangat kuat, seolah-olah membuat ada makhluk hidup yang bersemayam di kedalaman rawa.


Mo Lian berdiri di gunung batu tertinggi, dan mengamati setiap sudut Rawa Mogui maupun gunung batu lain. "Ada tiga juta Kultivator Iblis, dan seperti mereka terus berdatangan ..."


"Setengahnya sudah memasuki wilayah Rawa Mogui, dan setengahnya lagi berada di gunung batu di berbagai arah."


Mo Lian tidak merasakan ada yang spesial dari Rawa Mogui kecuali aura kematian yang sangat pekat, dan untuk Kultivator Iblis yang berada di gunung batu, ia menduga mereka bertugas untuk memandu yang baru datang, ataupun menjaga agar tidak ada yang mengetahui tentang tempat berkumpulnya Kultivator Iblis.


Aku akan menunggu sampai pagi, atau paling tidak sampai tidak ada yang datang lagi. Barulah saat itu aku akan bertindak, membunuh mereka semua dan menggunakan Kutukan Darah!


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2