
Mo Lian melayang di antara bumi dan langit, rambut hitam panjang yang berkilau yang tertiup angin, alis tajam bagaikan pedang, kulit halus seperti sutra. Penampilannya benar-benar berubah total, rambut panjang ini bukanlah perubahan yang biasanya ia lakukan, melainkan memanjang dengan sendirinya saat ia menembus Alam dan Manusia.
"Selamat, Master." Lan Zhuan Shen menghampiri Mo Lian dan menangkupkan kedua tangan.
Mo Lian mengangguk kecil, kemudian bertanya, "Apakah ada kejadian tertentu selama aku mengurung diri?"
Lan Zhuan Shen mendongak menatap Mo Lian. "Tidak ada, Master. Semua hal terkendali dengan baik, hanya saja sering kali wartawan memaksa untuk datang ke sekte. Kemudian Nona Mo juga sedikit risih dengan banyaknya wartawan, lalu yang terpenting ..."
Lan Zhuan Shen terdiam sejenak, ia ragu apakah yang dirasakannya ini salah ataukah benar. "Fluktuasi energi spiritual di Bumi sudah meningkat, dan di angkasa luar sana sering kali terjadi badai ruang yang mengakibatkan terjadinya gangguan sinyal."
Mo Lian mengangguk kecil, kemudian menengadahkan kepalanya melihat langit menembus angkasa. Ia juga merasakan perasaan yang tidak asing, ini adalah perasaan dari sembilan Dao Immortal yang pernah dibunuhnya. "Sepertinya sebulan lagi mereka akan datang."
Lan Zhuan Shen menangkupkan kedua tangannya lagi. "Maaf Master, apa yang Anda maksud dengan datangnya mereka?"
Mo Lian mengalihkan pandangannya menatap Lan Zhuan Shen. "Penatua dari Sekte Racun Minghai, dan delapan Kultivator Iblis lainnya, dengan satu Heavenly Immortal, Master dari Sekte Zhongjian."
Lan Zhuan Shen tidak bisa menahan diri untuk tetap tenang, Ras Naganya hampir musnah karena Sekte Racun Minghai, dan sekarang mereka datang kemari, terlebih lagi dengan satu Heavenly Immortal.
"Tidak perlu khawatir, aku bisa membunuh sembilan Dao Immortal dengan mudah. Namun untuk Heavenly Immortal ..." Mo Lian menghentikan perkataannya saat kembali teringat dengan wajah Masternya.
"Bahkan jika aku bisa melawannya, aku tidak ingin melakukannya."
Mo Lian berbalik melihat Profound Ark. Ia mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, mengeluarkan Botol Penyimpanan. Ia membuka tutup botol itu, dan mengarahkannya pada Profound Ark seraya mengalirkan energi spiritualnya.
Profound Ark itu memancarkan cahaya biru dan mulai bergetar, kemudian tergulung oleh pusaran cahaya biru yang menghisapnya masuk ke dalam Botol Penyimpanan.
"Ayo kembali." Mo Lian menginjak kakinya di udara kosong di bawahnya, kemudian melesat tajam ke Kota Chengdu.
Mo Lian yang sekarang hanya membutuhkan hitungan menit saja untuk sampai di Kota Chengdu, tidak seperti sebelumnya yang membutuhkan waktu satu jam penuh, bahkan lebih.
Ketika sudah sampai di langit Sekte Dongfangzhi, ia merasakan perbedaan aura yang jauh. Sekitar dua sampai tiga kali dari aura normal. Jika sebelumnya ia membutuhkan waktu beberapa jam untuk menembus Fase Fondasi tahap Menengah, mungkin jika ia berkultivasi dari awal, ia hanya perlu belasan menit saja.
Mo Lian turun dari ketinggian dan mendarat di halaman depan Aula Sekte. Tidak ada siapapun di sana, karena hampir pergantian tahun, sehingga pelatihan diliburkan untuk sementara waktu.
"Mereka datang lebih cepat dari yang seharusnya. Di kehidupan sebelumnya, mereka datang pada bulan April, dan sekarang sekitar pertengahan Januari." Mo Lian berjalan memasuki Aula Sekte seraya memijat keningnya.
Mo Lian mengambil handphone dari dalam saku celananya. "Untung saja tidak rusak. Jika aku menarik Kesengsaraan Petir biasa, mungkin bagian dalamnya sudah rusak ..."
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, Ibu menelponku ratusan kali. Apakah ada sesuatu?"
Baru saja membuka handphone, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Su Jingmei. Ia mengangkat panggilan telepon itu, dan langsung berucap.
"Halo, Ibu. Ada apa?"
"Tidak ada, Ibu mendengar kabar dari Fefei jika kau mengurung diri. Ibu menelpon karena penasaran saja apakah kau saat itu sudah selesai, dan karena tadi Ibu melihat awan emas, harusnya kau sudah selesai 'kan?"
"Sudah."
"Bagus, Fefei meminta liburan ke Jepang. Apakah kau ingin ikut bersama?"
Mo Lian terdiam sejenak, ia benar-benar ingin menolak dan memilih untuk tidur saja di rumah. Tapi, saat ia mengingat Jepang memiliki praktisi Onmyoji, maka tidak ada salahnya untuk ikut. "Baiklah, aku akan ikut. Apakah kita terbang menggunakan pesawat, atau Profound Ark?"
"Terbang dengan cara normal, jangan membuat kegemparan di negara lain."
Mo Lian terdiam tidak setuju dengan jawaban Ibunya. Jika mengatakan kegemparan dan masalah, harusnya China yang menjadi korban saat dijajah dulu. "Baiklah."
Mo Lian menyimpan handphone dalam sakunya saat panggilan telepon sudah ditutup. Ia yang hendak masuk ke dalam Aula Sekte itu berbalik, dan memilih untuk beristirahat di Mansion Bai Long.
***
Hari ini Mo Lian dan keluarganya akan berangkat ke Jepang melalui Bandara Shuangliu Chengdu. Ini semua adalah permintaan dari Mo Fefei yang sudah lama ingin pergi, dan itu semua karena keinginannya untuk melihat langsung tempat yang sering berada di dalam Anime.
Lan Zhuan Shen tidak mengikuti Mo Lian pergi dan memilih untuk menjaga Sekte Dongfangzhi, setelah Pulau Siwang Zhi Hun ia pasang dengan formasi array yang melarang siapapun untuk masuk ke sana.
Mo Lian berjalan di barisan depan dengan tangan kirinya yang digandeng oleh Mo Fefei. Ini benar-benar memalukan dan sangat aneh, seorang Alam dan Manusia yang bisa terbang dengan cepat, bepergian ke Jepang menggunakan pesawat.
Mo Lian tidak pergi bersama keluarganya saja, tapi juga membawa Qin Nian dan Yun Ning yang ikut bersama.
Yun Ning yang merupakan Bintang Huaxia sudah sepenuhnya berhenti dari dunia perfilman, dan memilih untuk fokus pada kultivasinya. Jikapun ada pekerjaan, ia hanya mengambil pekerjaan iklan yang tidak menghabiskan banyak waktu.
"Aku benar-benar ingin menggandeng tangan Master." Yun Ning yang berdiri di belakang Mo Lian itu bergumam seraya mengigit kuku ibu jarinya sendiri.
Qin Nian yang mendengar itu menoleh menatap tajam Yun Ning. "Apa yang kau katakan?!"
Mo Fefei terkekeh kecil saat mendengar bahwa Kakaknya diperebutkan oleh dua orang bintang, Bintang Chengdu dan Bintang Huaxia. "Kakak, Kakak memilih siapa diantara mereka berdua?"
__ADS_1
Mo Lian menoleh ke kiri dan menjentikkan jarinya pada pelipis Mo Fefei. "Diamlah."
Mo Fefei mengusap pelipisnya dan terus berjalan bersama Mo Lian memasuki ruang tunggu. Ia melirik ke atas seraya menepuk-nepuk dagunya dengan jari telunjuk, kemudian kembali menoleh ke kanan menatap Mo Lian saat sudah duduk di kursi. "Mengapa tidak Kakak nikahi saja keduanya?"
"Pfft! Uhuk-uhuk!" Mo Lian menyemburkan cola dari dalam mulutnya dan terbatuk-batuk karena terdesak sebagian cola yang masuk ke kerongkongan.
Mo Lian menoleh ke kursi belakang, melihat Qin Nian dan Yun Ning yang terlihat memandanginya penuh harap, tapi juga sedikit marah secara bersamaan.
Ia memalingkan wajahnya dari keduanya, dan menutup matanya menunggu panggilan untuk masuk ke kabin pesawat.
Ucapan Mo Fefei tadi juga menarik perhatian semua orang di sini, bahkan wartawan yang kebetulan ingin pergi ke Jepang untuk mencari berita. Dengan sekejap, banyak kilatan cahaya dari kamera yang tertuju pada Mo Lian, ada juga yang mulai menulis pada buku catatan ataupun mengetik di laptop.
Berita tentang Mo Lian yang menikahi Qin Nian dan Yun Ning tentunya akan menjadi berita hangat dan dapat menaikkan derajat perusahaan berita mereka.
Mo Lian hanya diam tanpa bergerak sedikitpun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, termasuk melepaskan aura kultivasinya. Karena di sini banyak anak kecil, yang nantinya akan membuat mereka trauma ataupun gila.
Tidak lama kemudian, setelah Mo Lian benar-benar tidak bisa menahan emosinya karena banyak pertanyaan yang dilontarkan. Akhirnya hal yang ditunggu-tunggu telah tiba, pengumuman keberangkatan telah terdengar.
Mo Lian membuka matanya dan berdiri, kemudian berjalan cepat memasuki jalur yang telah ditentukan.
"Nona Qin, Nona Yun. Apakah kalian berdua ingin menikah dengan Dewa Mo?"
Qin Nian menoleh pada salah satu wartawan. "Semua orang pasti ingin menikah dengan pria yang kuat seperti Master. Tapi yang kita tahu, tidak dianjurkan untuk memiliki dua istri, meski itu tidak dilarang."
"Jika kalian ingin memberitakan hal ini. Jangan menambahkan kata-kata yang tidak perlu atau menguranginya. Jika tidak, Master akan benar-benar marah." Yun Ning menambahkan dan berjalan memasuki jalur.
Mo Qian menggeleng pelan tidak habis pikir perjalanan mereka yang santai akan berubah menjadi seperti ini, hanya karena perkataan asal-asalan Mo Fefei.
"Pahlawan! Sebagai ayah dari Dewa Mo, Anda turut andil dalam menjaga empat provinsi berbeda. Bagaimana komentar Anda jika putra Anda menikah?"
Mo Qian melirik sedikit, kemudian memalingkan wajahnya dan berjalan menuju kabin pesawat bersama dengan Su Jingmei.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1