
Mo Lian membakar mayat Man Zhong untuk menghilangkan semua darahnya, dan tidak membiarkan Array Darah menyerapnya.
"Mengapa kau membakarnya?!" Penatua Jian berteriak kesal sembari menunjuk jarinya pada Mo Lian.
Mo Lian menyipitkan matanya, jika ia tidak mencoba untuk tetap sederhana, ia akan memotong tangan Penatua Jian karena berani-beraninya menunjuknya dengan jari kotor.
"Kultivator Iblis pantas untuk dibunuh dan dibakar!"
Keterkejutan terlihat di wajah semua orang saat mendengar apa yang dikatakan Mo Lian, terutama untuk Penatua Jian dan Organisasi Angin Hitam yang selama ini bersembunyi. Tidak ada yang mengetahui tentang mereka, namun sekarang pemuda yang tidak diketahui dari mana asalnya, mengetahui tentang Kultivator Iblis di Kota Mengyin.
"Apa yang membuktikan dia Kultivator Ibli—" Penatua Jian sangat kesal dengan Mo Lian karena membunuh salah satu bawahannya.
"Sudahlah, bukankah dalam Pertandingan Beladiri ini tidak ada aturan? Entah aku membunuhnya, membuatnya cacat, memotong anggota tubuhnya. Bagaimanapun, aku tidak melanggar peraturan, karena memang tidak ada aturan." Mo Lian mengangkat kedua aslinya dan membuat postur tubuh mengangkat kedua bahu.
Mo Lian menyeringai, membalas tatapan mata Penatua Jian. "Apakah kau juga Kultivator Iblis? Karena itulah kau terlihat sangat peduli dengannya?"
Penatua Jian menggertakkan giginya sembari mencengkeram jari-jarinya yang terkepal. Ia benar-benar marah karena ada yang mempermalukannya di depan umum seperti ini, ini adalah penghinaan yang tidak akan pernah dilupakannya. "Anak muda! Apakah kau mendeklarasikan perang dengan Sekte Qingzhaou?!"
"Oh?" Mo Lian menaikkan sebelah alisnya. Seorang pria tua yang kalah berdebat dan tidak bisa menjawab, akhirnya membawa sekte. "Jika Sekte Qingzhaou adalah Sekte Iblis, mengapa tidak?"
Tidak ada yang pernah berharap, jika Penatua Jian yang termasuk Kultivator kuat akan dipermalukan seperti ini.
Penatua Jian benar-benar sangat marah dan ingin sekali membunuh Mo Lian, namun itu akan mengakui tuduhan Mo Lian yang mengatakan jika ia adalah Kultivator Iblis. Ia terdiam sejenak mencari cara, kemudian menyeringai lebar dengan niat membunuh terpancar darinya. "Peraturan kembali dirubah, Pertandingan Beladiri tidak terbatas pada satu lawan satu. Kalian semua boleh masuk secara bersamaan!"
Sesaat setelah Penatua Jian mengubah aturan, ribuan orang dari berbagai tempat mulai naik secara bersamaan dan terlihat berjauhan, meski tatapan mereka semua tertuju pada Mo Lian.
"Tujuh ratus Setengah Inti Emas, lima ratus Inti Emas tahap Awal, tiga ratus tahap Menengah, dan beberapa Setengah Alam dan Manusia. Menarik!"
"Bunuh!"
Ribuan orang itu menyerang langsung ke arah Mo Lian dengan senjata masing-masing, tidak ada lagi yang menyembunyikan niat mereka dan memilih untuk membunuh Mo Lian. Ini seperti mereka satu organisasi, dan hanya menargetkan Mo Lian.
Mo Lian masih berdiri santai dengan kedua tangan berada di belakang pinggang, dan tidak lama kemudian, ia menarik kaki kirinya ke belakang, berbalik sembari mengulurkan tangannya ke depan, menangkap kepala pria yang tidak tahu berada di usia berapa.
__ADS_1
Ia menekan kuat cengkeramannya, dan meledakkan kepala pria itu bersamaan dengan Inti Jiwa yang ia letakkan dengan energi spiritualnya.
"Mati kau!"
Mo Lian memiringkan kepalanya menghindari serangan pedang dari belakang, kemudian ia melangkah mundur, menghantamkan tubuhnya dengan pria yang menyerangnya. "Jika kau ingin menyerang dari belakang, pastikan untuk tetap diam." Ia menyelipkan Pedang Spiritual di sebelahnya, menembus Inti Jiwa pria di belakangnya.
Ia menekan kakinya di lantai, dan berlari sangat cepat seraya menebas semua musuh di depannya. Ketika ia berlari, lantai marmer yang keras itu hancur, bersamaan dengan gelombang angin yang menyebar ke segala arah.
Mo Lian bergerak sangat cepat dan hanya terlihat cahaya biru yang terus berpindah ke segala tempat. Setiap cahaya itu bergerak, akan ada orang yang tergeletak di lantai dengan tubuh yang tidak lengkap, entah kepala yang hilang, ataupun badan yang tertembus.
Mo Lian yang sudah membunuh setengahnya itu berdiri di tepi arena, melihat ratusan orang yang ketakutan, namun masih belum mau menyerah. "Organisasi Angin Hitam, apakah hanya segini saja? Aku hanyalah Inti Emas tahap Awal."
Semua orang yang menonton, entah di bawah podium maupun rumah makan bertingkat, semuanya terperangah saat melihat Pertandi— Tidak! Pembantaian satu pihak yang dilakukan Mo Lian. Bahkan, Tuan Muda yang berada di Kota Mengyin, yang dianggap super jenius karena menarik lima sambaran petir saat menembus Inti Emas, tidak dapat melakukan hal ini.
Mo Lian kembali bergerak, dan sudah tiba di salah seorang pria mengenakan pakaian biru. Ia mengayunkan pedangnya secara menyilang, membelah dua pria itu tanpa memberikan kesempatan untuk bertahan. Kemudian, ia menyilangkan kedua tangan yang membawa dua Pedang Spiritual.
Siluet bulan sabit dengan sayatan angin kuat tercipta saat Mo Kian mengayunkan dua pedangnya secara bersamaan.
"Hanya tersisa seratus Inti Emas tahap Menengah, dan tiga Setengah Alam dan Manusia."
Tiga Setengah Alam dan Manusia bergerak cepat, mengepung Mo Lian dalam satu tempat.
Ketiganya membuat segel tangan dengan kecepatan biasa-biasa saja, kemudian melepaskan serangan mereka berbentuk pedang maupun macan.
Mo Lian hanya diam di tengah-tengah kepungan serangan dan tidak melawan sama sekali, ia menerima serangan itu dengan tenang. Bahkan jika menyerang adalah Jiwa Emas tahap Akhir, itu tidak berdampak pada tubuh fisiknya.
Duarr!
Ledakan keras dengan api besar terlihat, dengan gelombang angin yang menerbangkan bebatuan marmer ke segala arah, melukai penonton
Penatua Jian menyeringai lebar saat Mo Lian yang berada di tengah-tengah ledakan. Meski ia kehilangan banyak sekali bawahan, tapi setidaknya ia berhasil membunuh Mo Lian yang mengetahui tentang Organisasi Angin Hitam. Siapapun yang mengetahuinya, harus dibunuh dan dihilangkan dari dunia.
"Dia pasti mati. Bagaimana mungkin Pertandingan Beladiri bisa berubah menjadi seperti ini, ribuan orang melawan satu. Ini seperti sudah direncanakan."
__ADS_1
"Benar! Apakah kau tadi mendengarnya, dia mengatakan bahwa di Kota Mengyin ada Kultivator Iblis."
Ratusan anggota Organisasi Angin Hitam yang tersisa mengangkat tangan mereka bersamaan dan hendak menyerah. Namun, suara mereka tidak bisa keluar sama sekali, seperti ada kekuatan yang sangat kuat yang menahan suara mereka.
"Serangan yang berisik, namun tidak ada dampak sama sekali. Terlalu lemah."
Angin berembus pelan menghilangkan asap putih yang menutupi Mo Lian. Ketika asap itu menghilang, terlihat Mo Lian yang berdiri santai dengan kedua tangan di belakang, tidak ada luka sama sekali di tubuhnya, bahkan pakaiannya saja tidak ada goresan sama sekali.
Mo Lian menoleh ke kanan, melihat pria paruh baya dengan kerutan di wajah, mengenakan pakaian hijau dengan jubah biru. Dengan kecepatan tiada tara, ia berpindah sangat cepat dan sudah berada di depan pria itu. Ia mengangkat kaki kanannya, dan menendang kepala pria paruh baya.
Pria paruh baya kehilangan keseimbangan dan terjatuh menghantam marmer dengan kerasnya, membuat suara benturan yang keras dan retakan besar berbentuk seperti jaring laba-laba.
Tidak cukup disitu saja, ia menginjak dada pria paruh baya itu hingga menembus dan menghancurkan Inti Jiwanya.
Mo Lian menoleh ke kiri, menatap Inti Emas yang tersisa. Ia mengangkat tangan kanannya, mengarahkannya pada mereka semua. "Api! Terbakar!"
Fluktuasi energi spiritual yang kuat tercipta dari bawah kaki 100 Inti Emas, dengan suhu yang sangat panas. Energi spiritual itu berubah menjadi api biru yang membakar dalam sekejap mata, dan mengubahnya menjadi abu.
Mo Lian menoleh ke belakang, melihat dua Alam dan Manusia. "Sekarang! Giliran kalian!"
"Penatua Jian! Apakah kau hanya diam saja?! Jika kau begini, kami tidak akan membantumu untuk mengambil Kursi Sekte Qingzhaou!"
Penatua Jian masih diam, namun amarahnya benar-benar terlihat jelas di wajahnya, urat-urat lehernya maupun pelipis terlihat. Matanya memancarkan keinginan untuk membunuh yang sangat kuat. Benar-benar ingin turun dan membunuh semua orang di sana.
Mo Lian tersenyum tipis dan membalas tatapan mata Penatua Jian. "Tidak perlu ditutupi lagi. Empat hari lalu, aku berkunjung ke selatan kota, di sana banyak sekali tikus-tikus kotor. Kemudian aku merasakan adanya aura kematian yang pekat jauh di dalam tanah ..."
"Tapi, yang lebih menarik, di sana ada auramu!"
...
***
*Bersambung...
__ADS_1