Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 297 : Melawan 9 Heavenly Immortal


__ADS_3

Tujuh Heavenly Immortal lain terdiam tak percaya saat melihat Guan Ling yang melesat dan menghantam tanah. Raja Iblis Merah yang hampir menembus Heavenly Immortal tahap Akhir, bisa dihempaskan dengan mudahnya hanya karena satu pukulan.


Mo Lian mengabaikan 7 Heavenly Immortal yang melayang di sekitarnya, dan memilih untuk menyerang An Xiang yang merupakan pria tua.


An Xiang berusaha untuk keluar dari bebatuan yang menindih tubuhnya, tapi saat baru keluar dari tumpukan batu, ia sudah melihat Mo Lian yang berada di depannya. "Kau— Keugh!"


Mo Lian memukul dada An Xiang setelah mengalirkan energi spiritualnya pada tinju kanan.


Boom!


An Xiang memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya seraya terhempas seperti batu pipih yang dilemparkan di permukaan air, mengakibatkan luka-luka kecil terlihat di tubuhnya, yang kemudian berhenti saat menghantam batu yang lebih besar.


"Serang dia! Jangan diam saja!" Guan Ling sangat kesal terhadap 7 Heavenly Immortal yang hanya diam tanpa membantu.


Mo Lian mendongak melihat 7 Heavenly Immortal. Tanpa berbasa-basi, ia mengalirkan energi spiritual di kedua tangannya. "Teknik Sembilan Pukulan. Gerakan Pertama, Tepukan Surga!" Ia mengayunkan kedua tangannya ke depan sampai saling bersentuhan.


Bang!


Tepukan tangan Mo Lian itu mengakibatkan gelombang angin yang menyebar ke segala arah bagikan pedang tajam, serta dentuman keras yang memekakkan telinga dan menggetarkan tulang-tulang.


Angin bagaikan pedang itu menyayat 7 Heavenly Immortal yang terbang di langit, membuat mereka terluka penuh sayatan di sekujur tubuh. Kerajaan Iblis Merah yang sudah tersapu bersih, kembali diamuk tanpa ampun dan menciptakan lubang-lubang yang cukup dalam.


Mo Lian berhasil menghentikan pergerakan Heavenly Immortal untuk sesaat, yang kemudian ia berbalik melihat ke belakang, menatap tajam An Xiang yang terluka paling parah dari yang lain, karena kekuatannya yang terlemah.


Mo Lian menekan kaki kanannya di tanah sebagai pijakan, kemudian menerjang dengan kecepatan penuh. Saat ia bergerak, tanah yang ia pijak hancur, tertekan lebih dalam dan menimbulkan retakan-retakan besar seperti jaring laba-laba, ada juga bebatuan yang naik ke langit.


Hanya dalam satu tarikan napas, Mo Lian berpindah ratusan mil dan sudah tiba di depan An Xiang. Ia mengulurkan kedua tangannya menarik kepala An Xian dan menghantamkannya pada lutut kanannya.


Bam!


"Ugh!" An Xiang merasakan sakit di wajahnya yang sudah hancur. Matanya pecah, hidungnya patah dan giginya yang tanggal.


Guan Ling yang sudah kembali pulih, melesat ke arah Mo Lian dengan tangan kanan di pinggang. Ketika sudah hampir sampai, ia berhenti seraya mengayunkan tangannya mengarah pada Mo Lian, melepaskan tombak darah.


Tombak yang bergerak sangat cepat, menimbulkan pusaran angin karena efek gesekan antara tombak yang membelah udara.


Sungguh aneh ada udara di Alam Hanzi, tapi itulah adanya.


Mo Lian berbalik seraya membuka kuda-kuda, tangan kanannya berada di atas dan tangan kirinya di bawah. Ia menggerakkan kedua tangannya, membuat pola Yin dan Yang.


Bang!


Dentuman lain kembali terdengar saat tombak darah membentur Yin dan Yang ia ciptakan di depan dadanya. Mo Lian tidak berhenti, ia merentangkan kedua tangannya secara tiba-tiba dan penuh kekuatan.

__ADS_1


Ada fluktuasi energi yang sangat kuat ketika Mo Lian merentangkan kedua tangannya, yang kemudian ada ledakan energi spiritual di antara Mo Lian dan Guan Ling.


Asap cokelat menyebar ke segala arah, menghalangi pandangan. Tapi tidak dengan Mo Lian yang mampu melihat di dalam gelapnya asap, apalagi ia menguasai 11 Element dan setengahnya bersatu dengan tubuhnya.


Dengan memanfaatkan Element Tanah, ia bisa mengetahui keberadaan lawannya yang berdiri dan dengan Element Angin, ia bisa mengetahui yang sedang terbang di langit.


"Uhuk-uhuk." An Xiang yang berada di belakang Mo Lian, terbatuk-batuk mengeluarkan darah yang cukup banyak.


Mo Lian menoleh ke belakang, matanya memancarkan aura yang sangat kuat dan ada kilatan petir biru yang menyelimuti tubuhnya. Tanpa berbasa-basi lagi, Mo Lian memukul dada An Xiang menggunakan telapak tangannya. "Pelepasan Spiritual!"


Tidak ada dampak apa pun pada An Xiang yang menerima pukulan Mo Lian yang terasa seperti sentuhan biasa, tapi tidak lama kemudian, ia memuntahkan darah segar yang lebih banyak lagi. Mata An Xiang mulai meredup, yang kemudian kedua tangannya yang sebelumnya terangkat, mulai jatuh menggantung seperti tidak ada otot yang menahannya.


Boom!


Energi berwarna biru keluar dari punggung An Xiang, energi yang berukuran sangat besar, sampai menghilangkan lebih banyak daratan di belakangnya, mengikis habis tanah di sana. Tapi ledakan dari Pelepasan Spiritual, tidak berhenti disitu, masih ada ledakan dari pinggang, telinga dan yang lainnya, sampai meledakkan tubuh An Xiang.


Mo Lian berbalik seraya mengayunkan tangan kanannya secara menyilang, dari atas kiri ke kanan bawah dan menghilangkan asap tebal yang menghalangi pandangan.


Terlihat, 8 Heavenly Immortal yang sedang memulihkan tubuh. Segel 4 Arah sangat tidak baik bagi Ras Iblis Merah, karena tidak ada energi spiritual dari Alam Hanzi yang berada di sini, energi di sini benar-benar murni, yang mana merupakan salah satu kelemahan Iblis.


Mo Lian mengulurkan tangan kanannya ke depan dan mengacungkan jari tengahnya. "Kemari, Iblis lemah."


Bang! Bang! Bang!


Tubuh mereka mulai berubah, yang diawali dengan tumbuhnya dua tanduk merah yang mencuat di dahi. Kulitnya juga berubah dan ada sisik tebal yang terlihat cukup keras.


Mo Lian yang melihat itu tidak menghentikan mereka, anggap saja sebagai balasan karena mereka membiarkannya memasang Segel 4 Arah. Tapi alasan utamanya, ia ingin mereka lebih kuat lagi, sehingga pertarungan ini bisa menguntungkan dirinya agar bisa menembus Heavenly Immortal.


Menembus Heavenly Immortal melalui pertarungan seperti ini, bisa membuat kekuatannya meningkat.


"Apakah kita mulai lagi?—" Mo Lian sedikit terkejut dengan menghilangnya 3 Heavenly Immortal lainnya.


Jleb!


Mo Lian melihat ada trisula yang menembus dadanya dari belakang, tapi bukannya merasa takut atau panik, ia tetap tenang seperti tidak ada yang terjadi.


Dash!


Tubuh Mo Lian terbelah dua menjadi kilatan petir yang bergerak ke belakang, kemudian menyelimuti Iblis bernama Xang Gui.


"Aaarrrgghh!" Xang Gui merasakan sakit yang mengerikan di sekujur tubuhnya saat terselimuti oleh petir biru yang merupakan Mo Lian.


Dari jauh memang hanya terlihat seperti petir biasa, namun jika dilihat lebih teliti, itu adalah jarum kecil berwarna biru yang terus menusuk tubuh Xang Gui. Di setiap tusukan jarum, akan ada sengatan yang sangat kuat dan menyakitkan, kemudian sengatan kecil itu memasuki tubuh, melukainya dari dalam.

__ADS_1


Guan Ling terlihat sangat marah dan kesal. Ia kembali melesat ke arah Xang Gui. "Mati!" Ia mengayunkan tangan kanannya yang diselimuti energi kuat berwarna merah yang membentuk pedang.


Mo Lian yang menyelimuti tubuh Xang Gui, kembali pecah dan menyebar ke dua arah yang berbeda, kemudian kembali bersatu membentuk tubuh. Ia melihat Xang Gui yang berlutut dan kedua tangannya juga menyentuh tanah, serta ada luka sayatan yang dalam di bagian dada. "Hebat, kau hampir membunuh rekanmu sendiri."


Mo Lian bertepuk tangan, memuji atas kemampuan Guan Ling, atau lebih tepatnya kembali memprovokasi.


"Tapi, aku harus berterimakasih kasih padamu ..." Mo Lian menurunkan tangan kirinya perlahan, seraya mengulurkan tangan kanannya. "Karena kau ..."


Mo Lian mengangkat jari telunjuk dan tengahnya secara tiba-tiba. "Membantuku mengurangi pekerjaan!"


"Keugh!" Xang Gui memuntahkan darah segar saat dadanya yang terluka, terkena jarum petir dari dalam tanah dan menembus dadanya.


Jarum petir yang menembus Xang Gui bukan jarum kecil, melainkan jarum yang memiliki panjang satu meter.


Tiba-tiba, Mo Lian berjongkok ketika ada dua tendangan dari arah yang berbeda sedang mengarah ke arah kepalanya. Mo Lian merentangkan kedua tangannya, menangkap kali dari 2 Heavenly Immortal. "Petir!"


Telapak tangan Mo Lian memancarkan sinar biru dan ada tombak petir yang keluar dari telapak tangannya, menembus pergelangan dua kaki yang ia tangkap.


Guan Ling kembali menerjang Mo Lian, berputar beberapa meter dari permukaan tanah dan menendang kepala Mo Lian menggunakan tumit kakinya.


Mo Lian sedikit mendongak melihat tendangan yang mengarah padanya. Ia tersenyum tipis, menarik kedua tangannya, membuat dua kaki yang ia tangkap ikut terangkat.


Boom!


"Aaarrrgghh!"


"Aarrgghh!"


Tendangan Guan Ling berhasil mengenai, bukan Mo Lian, melainkan Hang Xin dan Shun Yang yang merupakan Penatua dari Kerajaan Iblis Merah. Untuk Mo Lian sendiri, berubah menjadi kilatan petir yang terbang di langit.


Mo Lian kembali bertepuk tangan, kemudian berucap, "Kau sudah melukai tiga bawahanmu. Terimakasih, kau mengurangi pekerjaan, dan dengan ini juga aku bisa membunuh mereka bertiga dengan mudah ..."


"Harusnya kau tahu, kalian tidak bisa meregenerasi tubuh kalian seperti biasanya saat masuk ke sini." Ia menatap tajam Guan Ling.


Guan Ling hanya bisa diam dan mengepalkan kedua tangannya, seraya menggertakkan giginya mengungkapkan perasaan marah.


Mo Lian tersenyum tipis, dan kembali berucap, "Bagaimana jika kita mengubah gaya bertarung kita. Jangan jarak dekat, tapi jarak jauh."


Mo Lian menatap tajam Guan Ling, kemudian menaikkan sudut bibirnya. "Iblis lemah."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2