Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 488 : Kedatangan Pohon Perunggu Surgawi, dan Identitas Pohon Yin Surgawi


__ADS_3

Ledakan datang dari mana-mana dengan nyala api yang menyala seperti ledakan Supernova. Banyak kehancuran yang tidak bisa dihindari, raungan maupun jeritan sedih terdengar saat kematian jatuh satu demi satu.


Meski pihak dari Alam Semesta sangat sedikit, di bawah kepemimpinan Wang Yue Fei, tidak ada korban yang jatuh. Bahkan meski terluka parah, ada yang bisa memberikan penyembuhan dengan segera.


Mo Lian keluar dari barisan belakang dan menuju bagian depan untuk membantu Wang Yue Fei. Dia tahu kemampuannya tidak tinggi, tapi dia bisa menghadapi lawan-lawan di depan setelah mengamati beberapa saat. Adapun istri-istrinya, dia sudah meninggalkan pencegahan, di mana saat ada bahaya datang, kekuatan yang ditinggalkannya akan aktif.


Dia melepaskan kekuatannya; Dewa Kematian muncul menyelimuti tubuhnya dan melonjak tinggi ke langit. Di tempat seperti ini, dia lebih mementingkan Dewa Kematian dalam pertarungan daripada Dewa Semesta. Bagaimanapun, Dewa Kematian memiliki Energi Yin, dan itu cocok untuk melemahkan Dewa Abadi.


"Iblis!"


Sesaat setelah Dewa Kematian muncul, banyak Dewa Abadi yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


Mo Lian bisa merasakan kebencian mereka, tapi dia tidak terlalu peduli dengannya. Dia mengangkat Sabit Darah yang diselimuti kabut hitam dingin, itu membuat atmosfer di sekitar mengalami perubahan. Aura kematian yang tidak nyaman menyebar, memberikan rasa dingin yang menusuk bagi Dewa Abadi.


Whooooosh!


Serangan mematikan datang melesat ke arahnya, tapi sebelum Mo Lian bisa bertindak...


Booom!


Wang Yue Fei menembak, melepaskan serangan keras dengan bentuk pedang putih. Pedang putih itu menghancurkan serangan, mengakibatkan ledakan keras dengan asap tebal.


Momentum serangan Wang Yue Fei tidak melemah, terus melesat membelah udara dan menembus tubuh Dewa Abadi yang menyerang.


Mo Lian terdiam ketika melihatnya, dia hendak bertindak, tapi tidak sempat.


"Lian'er, kau beristirahat dulu. Hal ini biar Yue Mu yang mengurusnya."


Setelah mengatakan itu, Wang Yue Fei bergegas ke depan tanpa menunggu Mo Lian membalas.


Mo Lian tertegun. Dia bingung harus mengatakan apa, dan saat melihat puluhan ribu Dewa Abadi yang mengepung, dia tambah bingung, karena semua Dewa Abadi ditahan oleh Chu Yeyu, Pan Shanyu dan yang lain menahan mereka semua agar tidak ada yang mendekatinya.


"Ngomong-ngomong, Hukum Dharma di sini sangat kuat. Jika ini di Alam Semesta, entah berapa banyak ruang yang dihancurkan. Tapi lihat di sini, belum ada yang mampu merobek ruang. Apa karena Hukum Dharma memang kuat, atau karena mereka menahan diri?"


Baru saja mengatakan, tiba-tiba ada retakan besar seperti kaca tidak jauh dari Mo Lian, kemudian retakan itu pecah dengan suara keras.


Whooooosh! Booom!


Ada sesuatu yang melesat jatuh seperti meteor, tapi berwarna emas dan menghantam lautan awan di bawah. Itu menimbulkan ledakan keras, lautan awan naik dan menyebar seperti gelombang tsunami, kemudian terlihat di dasarnya ada dinding spiritual berwarna putih yang samar-samar ada warna hitam dan merah.

__ADS_1


Melihat itu, Mo Lian tercengang. Dia tahu apa yang mewakili setiap warna itu; hitam adalah Alam Semesta, dan merah adalah Alam Hanzi.


"Sampai kapan kau berjuang?"


Suara berat yang menekan datang dari dalam ruang. Sesosok manusia berambut putih keluar darinya, dan ada Cincin Dewa di belakangnya. Kemudian di belakang Cincin Dewa berwarna emas, ada Naga, Phoenix, Macan, Kerbau...


"Ini ..." Mo Lian menggaruk kepalanya dengan ekspresi rumit terlihat di wajahnya. "Shio Hewan?"


Mo Lian mengalihkan pandangannya ke sosok lain yang tergeletak di atas pelindung spiritual putih. Dia melihat Kaisar Giok yang terluka parah, salah satu tangannya patah, dan yang satunya lagi sudah putus.


Kaisar Giok batuk beberapa kali, memuntahkan darah sambil memegangi dadanya yang berlubang. Dia berdiri perlahan, menatap tajam Hong Xi Jiang. "Aku tahu kau yang terkuat di Tiga Alam, tapi ingat ini, aku adalah Kaisar Giok. Dao Surgawi adalah aturan terkuat di Tiga Alam, aku adalah Kaisar Giok yang terintegrasi dengan Alam Selestial. Aku mendapat dukungan dari Dao Surgawi, kau tidak bisa membunuhku."


Hong Xi Jiang menatap datar Kaisar Giok tanpa emosi yang terlihat. Dia mengangkat tangannya, telapak tangan seperti macan sudah terbentuk di langit.


Ayam, yang mana telah berubah menjadi Phoenix, terbang di atas Hong Xi Jiang, mengeluarkan jeritan yang menggetarkan Alam Selestial.


Melihat datanglah serangan, Kaisar Giok meraung dengan kemarahan di matanya. Dia menghentakkan kakinya, melesat ke atas menuju serangan datang. Dia mengangkat tangannya, raungan naga terdengar dari dalam tubuhnya dan ada belasan naga emas yang mengelilingi tangan kanannya.


Kaisar Giok mendorong tangannya...


Bang!


Tangan Kaisar Giok mengenai telapak tangan macam, menimbulkan ledakan keras yang sangat menghancurkan. Gelombang kejut menyebar seperti chakram yang membesar, menebas apa pun yang dilaluinya.


Mo Lian melihat istri-istrinya yang di bawah. Ketiganya fokus menyerang, badai salju membekukan segalanya, gelombang suara menyerang seperti pedang, pagoda tinggi menahan serangan maupun memborbardir musuh dengan hujan pedang.


Segera, dia bergegas ke belakang mereka. Dia mengatupkan kedua tangannya, kemudian Pohon Dunia muncul di udara, melayang dengan kokohnya.


Pohon Dunia melepaskan aura hitam yang merupakan Energi Yin dari Pohon Yin Surgawi di dalam tubuh Mo Lian. Energi Yin itu memaksa mengambil Energi Yang, menggunakannya untuk memperkuat Pohon Dunia.


Sulur di Pohon Dunia diselimuti oleh Energi Yang, kemudian bangkit seperti ular, namun ada ukiran berbentuk kepala naga di bagian ujungnya.


Sulur itu berayun secara vertikal ke bawah, melesat jatuh menuju gelombang kejut yang terus menyebar.


Dengan dentuman keras, sulur berhasil membelah gelombang kejut. Tapi dampak yang dihasilkan lebih parah dari sebelumnya. Itu seperti lautan luas, ditebas oleh pedang dan menimbulkan gelombang tsunami ke dua arah yang berbeda.


Gelombang ini menyebar, merayakan apa pun yang dilaluinya.


Tapi...

__ADS_1


Booom!


Pohon Dunia bergetar hebat dengan dengan kerusakan di mana-mana. Dedaunan berjatuhan, dan saat daun itu terbakar atau mengering, ledakan keras seperti Supernova kembali datang.


Daun itu mewakili dunia, daun di Pohon Dunia meledak, maka ledakannya seperti dunia yang runtuh.


Darah mengalir di sudut bibir Mo Lian, tapi dia tetap menahan agar Pohon Dunia tetap kokoh.


Pada saat ini, tiba-tiba dengungan datang dengan awan yang bergerak tak beraturan. Kemudian dari jauh, terdengar suara desingan angin yang terbelah karena gesekan antara udara sekitar dengan benda cepat.


"Pohon Yin Surgawi ..."


Sesaat setelah itu, terlihat sosok lelaki tua berambut putih kusam yang kuyu. Pakaiannya seperti tembaga yang dibiarkan terkena udara dan air untuk waktu yang lama. Sosok itu menundukkan kepalanya, menatap tajam ke arah Mo Lian.


"Aku menemukanmu!"


Kata-kata Pohon Perunggu Surgawi menarik perhatian semua orang, bahkan pertempuran berhenti. Itu semua karena Dewa Abadi sangat penasaran dengan Pohon Yin Surgawi yang mampu melemahkan Pohon Perunggu Surgawi, dan merupakan momok bagi Alam Selestial.


Kaisar Giok juga melihat Mo Lian, meski dia terluka parah karena benturan barusan, tapi momentumnya tidak melemah, bahkan aura yang dilepaskannya semakin kuat saat menatap Mo Lian dengan niat membunuh. "Meski aku membenci Pohon Perunggu Surgawi, harus ku akui, aku ingin membunuhmu—"


"Siapa yang mengizinkanmu?" Hong Xi Jiang tiba-tiba datang di depan Kaisar Giok. Dia mengayunkan kakinya langsung, menendang kepala Kaisar Giok sampai berputar 360°, tapi seperti sebelumnya, sangat sulit untuk membunuh Kaisar Giok.


Tidak berhenti di situ, Hong Xi Jiang meraih tangan Kaisar Giok yang tersisa. Kemudian dia menariknya secara paksa untuk memutusnya. Tapi, hal yang tak terduga terjadi...


Bang!


Tubuh Kaisar Giok bercahaya dengan warna emas, energi kuat itu menghempaskan tangan Hong Xi Jiang. Tubuhnya yang terluka, langsung pulih dengan cepat.


Hong Xi Jiang memukul dada Kaisar Giok dengan tangan yang lain, terlihat sosok naga emas yang keluar dari tangannya, itu melesat menerjang dada Kaisar Giok.


Sementara itu, Mo Lian masih bertukar pandang dengan Pohon Perunggu Surgawi. Dia tidak berharap pihak lain masih sangat kuat meski sudah dilemahkan, tapi dia tahu, Dao Surgawi tidak lagi berada di bawah kendali Pohon Perunggu Surgawi.


Mo Lian menarik napas dalam-dalam, kemudian dia melayang perlahan meninggalkan daratan. Dia berdiri sejajar dengan Pohon Perunggu Surgawi, dan jarak keduanya sangat jauh.


Tidak ada yang berdiri di antara keduanya, dan tekanan masing-masing sangat kuat sampai membentuk Domain khusus yang samar-samar memisahkan keduanya dari tempat pertempuran.


Bahkan meski banyak yang ingin membunuh Mo Lian, dan bahkan jika reputasi Pohon Perunggu Surgawi telah menurun, masih tidak ada yang berani mengganggu Pohon Perunggu Surgawi. Tidak ada yang berani mengambil lawan Pohon Perunggu Surgawi.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2