Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 217 : Musuh dalam Selimut


__ADS_3

Mo Lian kembali ke Penginapan Menara Bulan dalam hitungan detik, dan disambut oleh Zhang Jianheeng dengan berbagai pertanyaan yang sangat menyebalkan.


"Aku hanya berjalan-jalan ke selatan Kota Mengyin, tidak lebih, dan tidak ada yang spesial di sana." Mo Lian berjalan melewati Zhang Jiangheeng, dan naik ke lantai lima di mana ia tinggal.


Mo Lian menghentikan langkah kakinya yang menaiki tangga kayu. "Ngomong-ngomong, di sana banyak sekali tikus liar. Tapi pemimpin tikus ini masih tetap diam dan tidak bertindak sama sekali."


Zhang Jiangheen terdiam dan menoleh pada bawahannya, memastikan apakah yang didengarnya tadi salah atau benar. Pasalnya, tidak ada satupun yang berani pergi ke selatan Kota Mengyin, kecuali orang itu sudah menembus Alam dan Manusia tahap Menengah.


Bahkan, ia yang merupakan mertua dari Walikota yang telah mencapai Alam dan Manusia tahap Akhir saja masih tidak berani untuk datang ke sana.


***


Mo Lian membuka matanya perlahan, menyelesaikan meditasinya karena suara ketukan dari balik pintu. Ia beranjak turun dari tempat tidurnya, dan berjalan menuju pintu keluar. Ketika ia membuka pintu, terlihat seorang wanita berpakaian putih mengenakan rompi merah muda, rambut hitam yang diikat pendek.


"Tuan Muda. Tuan Zhang meninggalkan surat ini untuk Anda. Saya ingin memberikannya beberapa hari lalu, namun tidak ada jawaban dari Anda."


Mo Lian menerima amplop surat berwarna putih, dan membukanya, di sana tertulis jika Pertandingan Beladiri akan dimulai. Menurut tanggal yang tertulis, itu adalah hari ini dan sebentar lagi akan dimulai.


"Terima ini." Mo Lian memberikan Tael Emas sebagai uang tip, dan pergi meninggalkan Menara Bulan.


Ia memang benar ingin pergi seorang diri ke pusat Kota Mengyin, namun tidak menyangka akan terlambat seperti ini. Kemudian dari apa yang dikatakan pelayan tadi, pelayan tadi berbicara omong kosong. Ia sangat sensitif terhadap gerakan, meski ia sedang berkultivasi.


Mo Lian menyingkap lengan bajunya melihat jam tangan, jam tangan yang waktunya telah ia atur sesuai dengan waktu Bintang Tianjin. "Lima belas menit sebelum pertandingan dimulai. Untungnya pertandingan ini tidak dalam sistem daftar, melainkan ditantang dan menantang."


"Aku sendiri tidak tertarik dengan pertandingannya, melainkan kelompok orang yang datang."


Mo Lian berjalan di kerumunan manusia, dan menghilang saat kerumunan itu semakin dikit.


Ketika ia kembali, ia sudah berada di gang kecil yang berada di pusat kota. Terdapat puluhan ribu manusia yang berdesakan, dan ada sebuah podium arena yang luasnya sekitar setengah lapangan sepakbola. Ia juga melihat ada podium batu lain yang lebih tinggi, dan terlihat ada lima kursi yang berada di sana.


Di salah satu kursi itu duduk Zhang Jianheeng, dan yang di sebelahnya terlihat seperti Walikota. Berambut hitam panjang, mengenakan pakaian putih dengan mantel bulu berwarna biru.


Mo Lian masih bersandar di gang kecil yang gelap, mengamati semua orang yang ada di sini. "Organisasi Angin Hitam yang kurasakan beberapa hari lalu berada di sini, dan aku juga merasakan adanya pergerakan Jiwa Emas yang berada di selatan."

__ADS_1


"Menarik." Ia menaikkan sudut bibirnya.


Belasan menit kemudian berlalu, dan Pertandingan Beladiri akan segera dimulai.


Walikota yang duduk di sebelah kanan dari kursi tengah itu berdiri dari tempatnya duduk setelah melihat Plat Giok yang memancarkan cahaya hijau. Ia mengangkat tangannya ke udara, kemudian berucap dengan lantang, "Pertandingan Beladiri akan segera dimulai! Mari kita sambut Penatua Jian dari Sekte Qingzhou!"


Terlihat cahaya oranye yang terbang dari arah tenggara, dengan aura yang sangat kuat di sekitarnya, membuat udara semakin berat untuk bernapas.


Mo Lian terdiam dengan mulut terbuka, ia tidak berharap Pengawas dalam Pertandingan Beladiri di Kota Mengyin ternyata berasal dari Organisasi Angin Hitam, yang beberapa hari lalu ia biarkan.


Cahaya oranye itu mendarat tepat di depan kursi di atas podium batu yang lebih tinggi. Saat ia mendarat, ia melepaskan aura kultivasinya yang kuat, memperlihatkan cincin cahaya yang menyebar dengan gelombang angin.


"Kultivator Iblis, Setengah Jiwa Emas, namun dapat seimbang melawan Jiwa Emas tahap Menengah." Mo Lian tersenyum tipis saat melihat pria paruh baya berpakaian oranye dengan jubah berwarna merah, rambut merah dengan mata hitam.


"Tapi, untuk usia yang telah menyentuh angka dua puluh ribu tahun, hanya dapat mencapai Setengah Jiwa Emas, bakat yang sangat buruk."


"Bahkan, tukang kebun di Sekte Dongfangzhi hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk menembus Fase Lautan Ilahi, dan untuk Jiwa Emas, setidaknya seratus sampai tiga ratus tahun."


Penatua Jian dari Sekte Qingzhaou itu melangkah ke depan, menatap semua orang di sebagian tempat di mana Organisasi Angin Hitam berada. "Peraturan Pertandingan Beladiri kali ini cukup sederhana, yaitu, tidak ada aturan!"


Penatua Jian menatap tajam Zhang Jianheeng. "Bisakah kau diam?! Ini adalah aturan baru dari Sekte Qingzhaou. Hadiah pertama bukan hanya senjata, tapi juga dapat menjadi Murid Dalam Sekte Qingzhaou!" Ia melepaskan auranya, membuat Zhang Jianheeng melangkah mundur.


Ketika Penatua Jian melepaskan auranya untuk mengalihkan perhatian Zhang Jianheeng, Walikota dan dua orang lainnya. Anggota dari Organisasi Angin Hitam dari berbagai sisi mendatangi podium arena secara diam-diam, dan memasang formasi array.


Mo Lian yang masih berada di dalam gang kecil hanya diam mengamati formasi apa yang akan dipasang. "Oh? Array Darah?"


"Aturan ini dibuat oleh tikus tua itu, dan Array Darah digunakan untuk mengambil darah mereka yang terbunuh di arena, kemudian digunakan untuk meningkatkan kekuatan."


Mo Lian tersenyum tipis dan berjalan keluar dari gang kecil. Sebelumnya ia hanya ingin melihat saja jika peraturannya dilarang untuk membunuh. Namun karena telah berubah, tentunya ia harus mengikutinya, karena pertandingan yang mengharuskan untuk membunuh adalah kesukaannya.


"Apakah benar-benar tidak masalah untuk membunuh di atas arena?"


Suara Mo Lian tidak terlalu besar, namun dapat didengar oleh semua orang, dan itu seperti petir yang menyambar bagi mereka semua. Bagaimanapun, tidak ada orang bodoh yang ingin mempertaruhkan nyawanya hanya untuk bergabung ke Sekte Qingzhaou, meski itu menjadi Murid Dalam.

__ADS_1


Penatua Jian menyeringai dingin dan memancarkan keinginan membunuh dari matanya. "Silakan naik."


"Sialan! Apa yang dilakukan anak muda itu?!" Zhang Jianheeng mengumpat kesal dengan suara rendah.


Mo Lian melompat naik ke atas podium dengan santainya. Ia menoleh ke sekitar mencari siapa yang pantas untuk dibunuh. Namun, belum sempat ia memilih, sudah ada yang naik dan berdiri belasan meter di depannya.


Organisasi Angin Hitam. Mereka tidak menantang kawannya sendiri, dan memilih untuk menunggu lawan.


"Man Zhong, Inti Emas tahap Akhir."


Mo Lian tersenyum tipis. "Mo Lingdao, Inti Emas tahap Awal."


Man Zhong melesat tajam mengarah pada Mo Lian setelah Penatua Jian memberikan aba-aba dimulainya pertandingan. "Mati kau!"


Banyak yang menganggap Mo Lian sangat bodoh, dan akan mati terbunuh tanpa sempat memberikan perlawanan, mengingat lawan yang dihadapi dua tahap lebih tinggi darinya.


Mo Lian yang melihat Man Zhong membawa senjata hanya diam di tempat tanpa bergerak sama sekali. Hingga saat pedang hampir mengenai wajahnya, ia memiringkan kepalanya menghindari serangan. Kemudian ia mengangkat tangannya, dan menampar wajah Man Zhong sekeras mungkin.


Zrash!


Terdengar suara renyah yang mengerikan berasal dari Man Zhong, terlihat jika kepalanya telah hancur menjadi bubur.


Tidak berhenti disitu saja, Mo Lian menusukkan tangan kirinya menembus dada Man Zhong. Di antara jari telunjuk dan tengahnya terlihat Inti Jiwa berwarna oranye dengan api yang selaras.


Mo Lian tidak membiarkan Man Zhong untuk membentuk tubuh baru, dan menghancurkan Inti Jiwa itu dalam genggamannya.


Ketika ia telah membunuh Man Zhong, darah yang berada di lantai podium mulai terserap di antara celah-celah lantai, yang kemudian ia merasakan adanya fluktuasi energi di selatan Kota Mengyin.


Semua orang yang melihat bagaimana Mo Lian membunuh hanya dapat diam tanpa bisa berucap, tidak ada yang pernah menyangka pertarungan akan berlangsung singkat, dengan kemenangan mutlak Mo Lian.


Darah di sana, antara digunakan untuk meningkatkan kekuatan, atau digunakan sebagai pengorbanan memanggil Hewan Buas.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2