Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 211 : Kembali Pulih


__ADS_3

Hong Xi Ning membawa Mo Lian kembali ke Pulau Miyako, mendatangi lima orang yang berada di sana.


Turunnya Mo Lian yang kembali ke Bumi ini mendapatkan sambutan yang meriah, kamera satelit terfokus pada Mo Lian, termasuk media lain yang bergegas mengejarnya yang berada di Pulau Miyako.


Hal ini sangat mengejutkan mereka, sebelumnya mereka sudah pernah melihat wujud Mo Lian yang setinggi satu mil, namun kali ini lebih mengerikan karena Matahari seukuran ibu jari, dan Bumi seperti debu di tangan Mo Lian.


"So pretty."


"Totemo kirei."


Banyak yang takjub dengan kecantikan Hong Xi Ning yang seperti Dewi keluar dari dongeng. Dengan cepat mereka semua mengabadikan momen ini dengan kamera masing-masing, entah mengabadikan Mo Lian ataupun Hong Xi Ning.


Mo Lian yang baru tiba di Pulau Miyako langsung saja disambut oleh pelukan hangat dari Su Jingmei. Ia membalas pelukan Su Jingmei dengan erat, menepuk-nepuk punggung Ibunya. "Ibu, aku tidak apa-apa, bukankah Ibu melihatnya sendiri tadi jika keadaanku baik-baik saja?"


Su Jingmei melepaskan pelukannya, dan mengamati tubuh Mo Lian dari depan maupun belakang. Kemudian kembali memeluknya dari depan dan membenamkan wajahnya di dada Mo Lian. "Jangan lakukan hal yang membahayakan dirimu ..."


Mo Lian hanya diam tanpa menjawabnya, karena hal itu tidak mungkin. Bahaya adalah teman yang akan selalu datang padanya mulai dari sekarang, karena ia harus berpetualang seorang diri dari Bumi ke Bintang Utama di Galaxy Pusat.


Mo Lian mendongak menatap Mo Qian dan Mo Fefei. "Kita akan kembali ke sekte saat ini juga, ada yang harus ku jelaskan pada kalian semua." Ia mengalihkan pandangannya pada Qin Nian dan Yun Ning. "Kalian juga beritahukan pada yang lain, kumpulkan semua Penatua di Aula Sekte."


Qin Nian dan Yun Ning mengangguk kecil kemudian melakukan panggilan telepon pada orang-orang di Kota Chengdu maupun Kota Xi'an untuk pergi ke Sekte Dongfangzhi secepatnya.


Setelah itu, semuanya juga mulai bersiap-siap secepat mungkin, mereka kembali ke penginapan untuk melakukan check out. Begitupun dengan Hong Xi Ning yang mengikutinya dari belakang.


Di langit, saat dalam perjalanan ke penginapan, Mo Lian selalu mencuri-curi pandang melihat Hong Xi Ning yang sangat ia kagumi. Bukan hanya dari sifatnya yang baik hati, yang mau mengajarinya dan memanfaatkan semua kesalahannya di kehidupan sebelumnya. Namun juga dari kekuatan maupun keindahannya saat tersenyum, yang dapat mencuri hati pria manapun.


***


Kelompok tujuh orang itu sudah tiba di Sekte Dongfangzhi dalam hitungan detik saja karena Hong Xi Ning yang membawa. Bahkan mereka yang masih di Kota Xi'an juga dibawanya, setelah melihat ingatan Mo Lian.


"Cukup bagus untuk sekte di bintang terbengkalai yang kekurangan energi spiritual." Hong Xi Ning berjalan di atas permukaan air danau.


Mo Lian menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Hong Xi Ning. "Terimakasih, Master."


Qin Nian dan Yun Ning tidak tahu mengapa No Lian sangat menghormati Hong Xi Ning. Bagaimanapun mereka tidak pernah melihat Mo Lian yang menangkupkan kedua tangan, bahkan meski itu berbicara pada orang yang memiliki kedudukan tinggi di China.

__ADS_1


Mo Lian berdiri di sebelah Hong Xi Ning, dan membukakan pintu kembar Aula Sekte. Ketika pintu terbuka, di sana sudah duduk 11 Penatua yang kemudian berdiri.


"Salam, Patriak Mo!"


Mo Lian mengangguk kecil seraya sedikit mengangkat tangannya membalas salam semua orang yang sudah tiba terlebih dahulu. Ruangan ini sendiri dapat menampung seribuan orang, namun hanya Penatua dan yang penting-pentingnya saja yang dipersilakan untuk masuk.


Yun Hengtian duduk di kursi Penatua, dengan Qin Nian dan Yun Ning yang berdiri di belakang keluarga masing-masing.


Mo Lian mempersilakan Hong Xi Ning untuk duduk di Kursi Patriak, dan ia berdiri di kanan belakangnya.


Hal ini sangat mengejutkan, dan tidak pernah terpikirkan oleh mereka semua akan ada yang duduk di Kursi Patriak selain No Lian. Bahkan Mo Lian terlihat senang-senang saja.


"Aku, Hong Xi Ning, Matriak dari Sekte Zhongjian di Galaxy Pusat, Master dari Mo Lian. Mo Lian sendiri adalah Murid Ketigaku."


Hong Xi Ning terdiam sejenak, menunggu semua orang kembali dari keterkejutan mereka. "Aku akan membawa kalian ke Galaxy Pusat, pikirkan apakah kalian semua ingin ikut dan meninggalkan Bumi. Aku akan menunggu jawabannya selama sebulan, karena dalam sebulan aku akan kembali."


Qin Nian mengangkat tangan kanannya. "Ap- Apakah Master Mo juga akan pergi?"


Hong Xi Ning mengerutkan keningnya menatap Qin Nian. "Tentu, tapi dia tidak pergi bersama, aku memintanya untuk pergi seorang diri ke Galaxy Pusat."


"Tidak!" Hong Xi Ning menjawabnya, bahkan sebelum menunggu Qin Nian menyelesaikan perkataannya. "Itu hanya akan menambah beban bagi Mo Lian. Dalam perjalanannya, akan menemui banyak sekali Alam dan Manusia, bahkan Dao Immortal seperti yang dilawannya tadi."


Qin Nian terdiam tak bisa berkata-kata. Ia menyadari bahwa ia akan menjadi beban jika mengikuti Mo Lian pergi, dan tentunya itu akan membahayakan Mo Lian sendiri.


"Kepergian Mo Lian sendirian adalah sebagai pelatihan yang harus dijalaninya. Itu saja." Hong Xi Ning berdiri dari Kursi Patriak, kemudian berjalan menuju pintu keluar bersama Mo Lian.


Mo Lian mengirimkan transmisi suara pada semua orang yang berada di sini. "Master Hong Xi Ning adalah orang terkuat nomor dua di seluruh Alam Semesta, sangat mudah baginya untuk menghancurkan Bumi. Bahkan dengan hembusan napasnya saja dapat menghilangkan Matahari."


Dua belas Penatua serta Qin Nian dan Yun Ning terdiam dengan mulut terbuka. Merkea tidak berharap jika wanita yang terlihat sangat muda ternyata orang yang sangat kuat, bahkan sampai membuat Mo Lian yang seperti Dewa Surga sangat menghormatinya.


Mo Lian membukakan pintu kembar, dan membawa Hong Xi Ning ke halaman belakang untuk menyembuhkan luka dalamnya yang cukup parah karena beban yang harus ditanggung.


"Ngomong-ngomong, dari ingatan yang kulihat. Kau mempraktikkan Teknik Iblis, apakah kau melupakan sumpah Sekte Zhongjian?"


Mo Lian menghentikan langkah kakinya, dan menangkupkan kedua tangannya mengarah pada punggung Hong Xi Ning. "Maafkan saya Master. Teknik ini memang berasal dari salah satu Sekte Iblis yang saya hancurkan di kehidupan sebelumnya, namun teknik ini belum lengkap, sehingga saya sempurnakan ..."

__ADS_1


"Teknik ini juga tidak mengambil nyawa, jiwa, ataupun darah dari gadis suci untuk meningkatkan kekuatan. Saya hanya perlu pergi ke tempat yang penuh dengan aura kematian, dan mengubah aura kematian menjadi energi murni ..."


Mo Lian terdiam sejenak, melirik Hong Xi Ning. "Jika itu menyinggung Master, saya siap menanggung akibatnya."


Hong Xi Ning diam untuk beberapa saat, hingga akhirnya berbalik menatap Mo Lian. "Aku tidak marah dengan apa yang kau lakukan, hanya saja jangan terlalu sering menggunakan Teknik Budidaya Pemurnian Hitam."


Mo Lian mengangkat kepalanya perlahan, membalas tatapan Hong Xi Ning. "Terimakasih, Master."


Keduanya kembali berjalan menuju Pohon Surgawi di halaman belakang, dan saat sudah sampai di sana, Mo Lian duduk bersila menghadap Pohon Surgawi, dengan Hong Xi Ning yang duduk di depannya.


Meski sudah sering berada dalam keadaan seperti ini, Mo Lian masih tidak bisa menyembunyikan kegugupannya saat memandangi wajah Hong Xi Ning.


"Angkat tanganmu."


Mo Lian mengangkat kedua tangannya ke depan, membuat tangan mereka berdua saling bersentuhan.


Mo Lian yang duduk bersila dengan mata terpejam itu mulai merasakan energi murni yang memasuki tubuhnya melalui kedua telapak tangan. Energi murni yang sangat berlimpah dan kuat, mulai memperlebar jalur Meridiannya yang tidak pernah dibukanya, karena tidak ada yang memiliki kemampuan untuk membuka Meridian selain dirinya.


Karena hal itulah, peningkatan Mo Lian terbilang sangat lambat. Jika saja dari awal ada yang membukakan jalur Meridiannya, itu adalah hal lain.


Napas Mo Lian menjadi lebih halus dan segar saat semua Meridiannya terbuka. Ini benar-benar berkah karena Masternya tidak membunuhnya di awal, saat ia menggunakan dua teknik dari Sekte Zhongjian, meski ia harus bepergian ke Galaxy Pusat seorang diri.


Bang!


Ledakan yang teredam terdengar dari dalam tubuh Mo Lian, menandakan bahwa ia mengalami kenaikan tingkat dalam kultivasinya. Dari dalam tubuhnya, cahaya biru melonjak naik ratusan mil ke langit, menembus udara seperti pisau tajam.


Mo Lian mengabaikan fakta bahwa ia berhasil menembus tahap Menengah dari Alam dan Manusia, dan tetap fokus pada aliran energi murni yang diberikan oleh Masternya.


Puluhan menit berlalu, Mo Lian membuka matanya perlahan, memperlihatkan mata hitamnya yang terlihat sangat dalam, seperti dapat menelan apapun.


Aku, kembali pulih. Lalu dengan melebarnya jalur Meridian, yang sebelumnya membutuhkan satu tahun untuk pulih, sekarang hanya membutuhkan tiga sampai enam bulan.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2