Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 138 : Datang!


__ADS_3

Mo Lian berjalan menuju pintu keluar, ia membuka pintu kembar di depannya secara perlahan. Saat itu juga ia sudah disambut oleh ratusan orang yang duduk dengan kaki terlipat di halaman Aula Sekte, ratusan orang itu mulai bersujud kepadanya sesaat setelah ia keluar bangunan.


"Bangun." Mo Lian menatap semua orang dengan wajah datar tanpa memperlihatkan perubahan ekspresi wajahnya.


"Aku akan membuat kalian semua berlatih selama seminggu penuh tanpa beristirahat. Aku tidak ingin hal ini terulang kembali, apakah kalian mengerti?" Mo Lian berucap dengan pelan, namun suaranya bisa didengar di telinga semua orang.


Semua orang bangun dari sujud mereka secara perlahan, dan kemudian berlutut bertumpu pada satu kaki. "Baik, Patriak Mo!"


"Bubar!"


Dengan tubuh bergetar, semua orang beranjak dari tempat mereka dan mulai berpencar ke tempat masing-masing. Ini adalah kali pertama mereka melihat Mo Lian yang sangat marah, tapi ini adalah hal yang wajar mengingat mereka mengarahkan senjata pada Mo Lian.


Ini juga tidak terlalu berat, itu hanyalah latihan selama seminggu tanpa beristirahat. Itu lebih baik ketimbang harus terbunuh oleh Mo Lian, tentunya rasa sakit yang mereka terima tidak bisa mereka tahan.


Mo Lian berjalan menuruni tangga batu dan berhenti saat sudah tiba di tepi danau yang mengering, ia mengarahkan tangan kirinya pada danau, membuat dasar danau itu bergetar dan terdapat retakan. Yang mana dalam retakan itu mulai mengeluarkan air dengan derasnya.


Tiga menit kemudian setelah air danau kembali terisi, Mo Lian berjalan di atas danau dan duduk bersila di tengah-tengahnya, ia menutup matanya perlahan menunggu kedatangan orang dari Klan Vampir yang memiliki kekuatan Alam dan Manusia.


Saat Mo Lian menutup matanya, terdengar suara langkah kaki dari beberapa orang yang menghampirinya dari belakang.


"Ma- Master."


Mo Lian membuka matanya perlahan, itu adalah suara dari orang yang cukup familiar baginya, Qin Nian.


Tanpa menoleh, Mo Lian membuka mulutnya dan berkata dengan suara datar, "Ada apa?"


"Master, maafkan saya. Saya rela mati untuk membayar semua yang terjadi hari ini, tapi saya mohon jangan libatkan Keluarga Qin." Suara Qin Nian terdengar pelan dan bergetar tersedu-sedu.


Mo Lian hanya diam mengabaikan perkataan Qin Nian dan kembali menutup matanya. Saat ini ia tidak ingin lagi membahas hal yang terjadi sekitar satu jam lalu, mengingatnya saja membuatnya marah dan emosi.


"Baiklah." Qin Nian mengalirkan energi spiritualnya pada tangan kanannya menciptakan sebuah pedang.


Bukan hanya Qin Nian, tapi dua orang lainnya yang merupakan Yun Ning serta Ong Hei Yun.


Setelah pedang yang tercipta dari energi spiritual telah muncul, mereka bertiga menutup mata dan mengarahkan pedang itu pada batang leher masing-masing, kemudian menebasnya dengan keras.


Bang!


Dentuman keras terdengar dengan embusan angin yang menyebar luas di sekitar mereka bertiga. Pedang yang mereka arahkan pada leher mereka masing-masing terhalang oleh pelindung berwarna biru, yang merupakan pelindung yang tercipta dari energi spiritual Mo Lian.

__ADS_1


"Sudah cukup," ucap Mo Lian yang menghancurkan pedang di tangan mereka bertiga tanpa menggerakkan tubuhnya.


"Ngomong-ngomong, maaf karena sudah menendang perutmu hingga organ dalam mu terluka parah," lanjut Mo Lian tanpa menoleh dan tetap memejamkan matanya.


Qin Nian menggeleng pelan dengan senyuman, entah mengapa ia merasa senang saat mendengar perkataan itu. "Tidak apa, saya 'lah yang harusnya meminta maaf karena lancang pada Master, tendangan tadi adalah hal yang ringan, bahkan saya rela jika harus mengorbankan nyawa untuk Master."


Mo Lian hanya terdiam tak membalas ucapan Qin Nian. Hingga lima menit kemudian, ia membuka matanya secara tiba-tiba dan berdiri dari tempat duduknya. "Mereka datang!"


"Ayah, mereka sudah datang. Ayah berjaga di sini, biarkan aku membunuh mereka semua!" Suara Mo Lian menggema di langit Sekte Dongfangzhi, membuat udara kembali bertekanan.


"Baik, karena mereka berani mengusik keluarga kita, tentu saja kita harus membalasnya, seperti saat kita bertarung bersama membunuh jutaan orang." Suara Mo Qian juga menggema di langit Sekte Dongfangzhi, membuat orang-orang yang mendengarnya bergidik ngeri.


Membunuh jutaan orang? Itu adalah sesuatu yang sangat mengerikan.


Mo Lian menghembuskan napas panjang saat mendengar Ayahnya berkata tentang membunuh jutaan orang, tapi ia tidak mempermasalahkannya. Yang menjadi permasalahannya sekarang adalah Klan Vampir, ia tidak tahu mengapa Perusahaan Meiliafei menjadi targetnya.


Apakah Perusahaan Meiliafei sudah dikenal di seluruh dunia? Kemudian memancing kekuatan lain yang tersembunyi untuk menguasai perusahaan? Entahlah.


Kemudian untuk resep Pil Pingyuan, ia tidak mengkhawatirkan hal itu. Meski resepnya diketahui oleh publik, jika tidak bisa mengolahnya ataupun tidak memiliki Embun Spiritual, maka tidak akan berhasil.


Mo Lian menekan kakinya di atas permukaan air, kemudian melompat sangat tinggi ke langit. Saat ia melompat, angin berembus kencang menerbangkan dedaunan yang berada jauh dari danau.


"Aku akan mengatakannya sekali, kembalikan seluruh sumber daya yang sudah kalian ambil, maka aku akan membunuh kalian dengan cepat tanpa ada rasa sakit," ucap Mo Lian datar tanpa memperlihatkan perubahan ekspresi wajahnya, namun dalam kata-katanya mengandung keinginan membunuh yang kuat.


"Apakah kau tahu, orang yang kau bunuh adalah Tuan Muda Keluarga Rosth. Serahkan kembali buku teknik yang sama, beserta seluruh resep pil yang kau miliki, maka Kepala Keluarga mungkin akan mengampunimu." Pria tua itu membalasnya dengan senyum dingin serta aura membunuh yang keluar darinya.


"Aku tidak menyangka kau bisa berbahasa Mandarin."


Pria tua itu tersenyum dingin, ia mengangkat tangannya, membuat belasan orang di belakangnya berubah dan menampilkan sayap kelelawar di punggung mereka.


"Bunuh dia!" Pria tua itu mengayunkan tangannya mengarah pada Mo Lian, memerintahkan bawahannya untuk menyerang.


Sontak belasan orang itu bergerak sangat cepat, seperti menghilang di udara kosong dan kembali muncul di sekitar Mo Lian.


Mo Lian hanya diam tak bergerak dari tempatnya berdiri, hingga saat pukulan orang di sebelah kiri hampir mengenai pakaiannya, ia merentangkan tangan kirinya menangkap batang leher orang itu.


"Mati!" Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada tangan kanannya, kemudian menusukkan tangannya pada dada pria paruh baya itu hingga menembus tubuhnya dan menangkap jantung pria paruh baya itu.


Zrash!

__ADS_1


Terdengar suara renyah yang mengerikan saat Mo Lian mencengkeram erat jantung yang telah berada di genggamannya, membuat jantung itu hancur menjadi bubur dengan darah segar yang menyebar.


Mo Lian menundukkan kepalanya saat merasakan energi kuat yang terfokus di belakangnya, benar saja, saat ia melirik ke atas, ia melihat energi spiritual yang melesat di atas kepalanya berbentuk tombak.


Mo Lian melepaskan energi spiritualnya pada seluruh tubuhnya, tiba-tiba tubuhnya mulai mengeluarkan api merah yang sangat panas, api itu menyebar luas dan mulai membakar beberapa orang di sekitarnya.


Hanya dengan api kecil yang keluar darinya, ia sudah membunuh setengah dari orang yang mengelilinginya. Saat ini ia sangat menahan kekuatannya. Bagaimanapun ini berada di daerah perkotaan, sangat berbeda dengan Negeri Surgawi yang sangat luas dan bisa dengan bebasnya melepaskan kekuatannya.


Jika ia mengeluarkan seluruh kekuatannya, mungkin Kota Chengdu sudah menghilang dari Provinsi Sichuan.


Sekarang di sekitar Mo Lian hanya tersisa empat orang yang mengelilinginya di empat sisi. Sedangkan untuk pria tua yang berada ditingkat Alam dan Manusia, itu hanya diam mengamati Mo Lian.


Alam dan Manusia tingkatan pria tua itu sendiri lebih lemah dari Ye Fu Tian yang dilawannya saat menyerang Istana Surgawi.


"Serang!"


Keempat orang bergerak secara bersamaan dengan kecepatan tinggi mengarah pada Mo Lian.


Mo Lian menarik kaki kirinya ke belakang menghindari serangan di depannya, kemudian ia mencengkeram erat batang leher pria dari belakang, dan menarik sayap kelelawar di punggung pria itu dengan kuat hingga terdengar suara renyah menandakan bahwa sayap itu terlepas.


"Aarrgh!" Pria paruh baya berambut pirang dengan taring panjang itu berteriak kesakitan.


Tidak berhenti disitu saja, Mo Lian kembali memukulkan tinjunya menembus punggung pria paruh baya itu. Saat tangannya menembus punggung, terlihat jantung yang berdetak di genggaman tangan Mo Lian, detik berikutnya, jantung itu hancur.


Mo Lian menghembuskan napas panjang menjelaskan malas. "Ini terlalu lama."


Setelah mengatakan itu, Mo Lian bergerak sangat cepat, melebihi kecepatan Alam dan Manusia tahap Menengah. Lalu muncul kembali di depan ketiga orang yang mengelilinginya, setiap kali ia muncul, akan ada suara ledakan besar yang dibarengi dengan uap darah.


"Hebat, hebat. Tidak heran kau bisa membunuh Tuan Muda, tapi karena kau bertemu denganku, maka kau akan ma— Keuk!" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba pria tua itu merasakan rasa sakit di perutnya bersamaan dengan kepalanya yang dicengkeram erat.


"Benarkah?" Mo Lian menatap tajam kedua mata pria tua yang berada di cengkeraman tangannya.


"Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah. Aku harap, kau dapat memuaskan amarahku yang memuncak!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2