Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 121 : Pertukaran


__ADS_3

Mo Lian tidak tidur semalaman, itu karena kamar yang digunakannya untuk bermalam adalah kamar yang tidak dilengkapi dengan pengamanan yang baik. Ia juga tidak ingin memasangnya sendiri, karena itu hanya menghabiskan bahan-bahan dan Kertas Kuning Hu.


"Besok lusa adalah hari di mana seleksi penerimaan Istana Surgawi akan dimulai, aku tidak tahu tes apa yang akan dilakukan. Namun jika tes itu adalah bertarung dengan murid-murid dari sana, tentu saja aku harus melalukannya dengan serius, membunuh satu atau dua dari mereka tidak masalah, kan?"


Mo Lian menggeleng pelan, bahkan jika bukan itu tesnya, ia tetap akan membunuh mereka secara diam-diam. Meski kekuatannya cukup untuk membunuh secara terang-terangan, tapi tidak mungkin ia melakukan hal itu, mungkin saja itu malah berdampak pada pencariannya terhadap Ayahnya.


Bukan tidak mungkin juga jika informasinya yang bukan berasal dari Negeri Surgawi akan ditemukan, dan orang dari Istana Surgawi akan menghubungkannya dengan Ayahnya, yang mengakibatkan Ayahnya terbunuh sebelum ia sempat menyelamatkannya.


Jika Ayahnya terbunuh, apa yang harus dikatakan pada Ibunya setelah ia mengatakan jika Ayah masih hidup dan menghilang.


Mo Lian menghembuskan napas panjang menjelaskan kelelahan. Meski ia adalah reinkarnasi dari Dewa Semesta, yang memiliki pengetahuan tentang kultivasi, teknik dan segala macam dari Galaxy Pusat. Namun informasi yang dimilikinya di Bumi sangat terbatas.


Ia juga tidak terlalu bisa bergerak secara terang-terangan. Alasan dibalik ini adalah saat ia sudah merasa sangat hebat karena berhasil menembus Dao Immortal dalam waktu 300 tahun, ia menjadi sangat sombong. Akibatnya, teman terdekatnya menjadi korban dan beberapa Seniornya.


Pada saat itu, adik juniornya ditangkap oleh salah satu sekte besar yang memang bermusuhan dengan sektenya. Dengan percaya dirinya, ia pergi ke sana seorang diri meski sudah diperingatkan oleh para Senior, dan lebih baik menunggu Masternya untuk kembali.


Tapi karena kesombongannya itu tadi, ia membuat para Seniornya terbunuh untuk melindunginya dari serangan Patriak di sana. Jiwa Seniornya juga hancur dan tidak bisa meregenerasi tubuh, bahkan tidak bisa bereinkarnasi.


Karena kejadian itu, Mo Lian memutuskan untuk mengurung diri selama 200 tahun untuk meningkatkan kekuatannya, dan kemudian bepergian seorang diri menjelajahi Alam Semesta yang luas agar kejadian yang menyakitkan itu tidak terulang kembali.


Jika di Bumi ini ia tinggal sendirian, mungkin ia akan memiliki sikap yang sama dan bergerak secara terang-terangan. Namun kembali lagi, ia tidak sendirian, tindakan salah yang diperbuatnya, akan berdampak pada keluarganya.


Mo Lian beranjak dari tempat tidurnya, berjalan menuju pintu keluar dan melanjutkannya pergi ke lantai dasar tanpa membasuh wajahnya terlebih dahulu. Itu karena kamar yang dipesannya tidak memiliki kamar mandi, dan hanya ada satu ruangan saja.


Setelah sampai di lantai dasar, Mo Lian tidak menghentikan langkah kakinya dan terus berjalan menuju gerbang kota bagian barat yang berhadapan langsung dengan hutan lebat. Ia ke sana untuk melakukan beberapa persiapan untuk meningkatkan kekuatannya.


Mo Lian berpikiran akan memiliki waktu yang sedikit jika ia benar-benar dapat masuk ke Istana Surgawi. Jadi ia akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memurnikan Akar 5 Element.


Akar 5 Element miliknya memang belum sempat dimurnikan, itu karena ini sangatlah berharga, terlebih lagi dengan usia yang lebih dari 30 ribu tahun. Ia tidak ingin harta ini terbuang sia-sia jika dimurnikan di tempat yang energi spiritualnya sangat tipis.


Mo Lian bisa keluar masuk kota dengan mudahnya, itu karena ia memiliki Token Alkemis, sehingga ia tidak perlu dilemparkan beberapa pertanyaan oleh penjaga.


Ia berlari dengan kecepatan tertingginya, hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk tiba di hutan lebat yang jaraknya sekitar tiga mil dari Kota Xing.


"Aura di hutan ini cukup padat, lebih baik daripada Hutan Jinma yang sekarang sudah tandus itu," gumam Mo Lian sesaat setelah tiba di hutan.

__ADS_1


Mo Lian menghembuskan napas panjang, ia menekan kakinya di tanah sebagai pijakan, kemudian kembali berlari memasuki hutan untuk mencari tempat yang lebih kaya akan energi spiritual. Hingga tiga menit kemudian, ia sudah masuk lebih dalam ke hutan dan mendengar suara pedang yang saling beradu dari arah kanannya.


Tanpa berlama-lama lagi, ia pergi ke arah sumber suara. Bukan karena rasa penasaran akan pertempuran, melainkan ia merasakan aura yang sangat tidak asing baginya di tempat pertempuran itu.


Tidak lama kemudian, Mo Lian sudah sampai di tempat pertempuran, ia mengamatinya dari dahan pohon yang letaknya sekitar 100 meter dari pusat pertempuran. Terlihat dua wanita yang sedang dikelilingi oleh beberapa puluh pria, dua wanita itu adalah orang yang ditemuinya semalam saat di penginapan.


Tapi perhatian Mo Lian tidak tertuju pada dua wanita itu, melainkan tanaman yang digenggam oleh Wei Yian Ning. Itu termasuk barang berharga yang kebetulan sangat penting untuknya sekarang, barang itu bisa meningkatkan keberhasilan dalam menyuling dan kemurnian pil.


"Jika aku memilikinya, bukan hanya pil yang dibuat mampu membuka lima elemen, tapi juga langsung meningkatkan kekuatannya." Mo Lian tersenyum cerah saat melihat hal itu.


Mo Lian melompat turun dari dahan pohon, kemudian ia berlari dengan cepat dan memperlambat langkah kakinya saat jaraknya hanya tersisa belasan meter dari pertarungan.


"Ada apa ini?" tanya Mo Lian dengan wajah datarnya seperti tidak mengetahui apa yang terjadi.


Seketika itu juga semua orang mengalihkan perhatiannya pada Mo Lian dengan mata terbuka lebar, mereka tidak menyadari kehadiran orang yang datang, dan tiba-tiba sudah ada orang lain di antara mereka.


Mo Lian mengalihkan pandangannya pada Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning, terlihat jika pandangan keduanya membuka mata lebar dengan bola mata yang digerakkan ke arah lain, seperti meminta Mo Lian untuk pergi menjauh dari tempat.


Mo Lian tersenyum, biasanya jika memiliki cara lain untuk selamat, orang itu akan melimpahkan kesalahan pada orang lain. Tapi kedua wanita itu berbeda, ia malah diperingatkan untuk tidak mendekat.


"Tidak peduli siapa kau! Bunuh dia!" lanjut pemuda itu berteriak.


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya, ia bahkan belum menjawab namun sudah diincar.


Puluhan orang yang membawa senjata berlari ke arah Mo Lian. Kemudian melompat dan mengayunkan pedangnya secara bersamaan ke arah kepalanya.


Mo Lian menghembuskan napas panjang dengan rasa dingin, aura membunuh keluar darinya secara perlahan, ia mengangkat tangannya ke udara. Tiba-tiba tercipta ratusan pedang berwarna biru yang mengarah pada puluhan orang yang mengepungnya.


Dengan ayunan tangannya, ratusan pedang itu bergerak, menembus puluhan orang itu dan membunuhnya seketika tanpa membiarkan mereka untuk menyembuhkan diri. Tidak berhenti disitu saja, ia mengibaskan tangannya mengarah pada pemuda yang tampaknya merupakan pemimpin.


Seketika itu juga, kepala pemuda itu pecah menjadi bubur, membuat darah segar menyebar ke segala arah.


Kejadian ini sangat cepat, sehingga membuat mereka terlambat untuk bereaksi. Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning baru tersadar setelah beberapa detik, dan berteriak histeris.


"Ka- Ka- Kau. Ba- Bagaimana bisa kau membunuhnya secepat itu?" tanya Wei Yian Fei terbata-bata dengan keringat dingin mengalir di pipinya.

__ADS_1


"Karena mereka sangat lemah." Mo Lian menjawabnya santai sembari mengambil seluruh Cincin Ruang yang ada.


Mo Lian mengalirkan energi jiwa pada telapak tangannya, memunculkan api berwarna biru yang sangat panas, lalu ia melemparkan api itu pada puluhan mayat yang tergeletak di tanah, membuat puluhan mayat itu berubah menjadi abu sesaat setelah terkena api biru.


Ia berjalan menghampiri Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning, kemudian berhenti saat jaraknya tersisa satu meter dan berkata, "Aku menyukai tanaman yang kau bawa, apakah kau ingin melakukan pertukaran denganku?"


Keduanya terdiam sejenak saling menatap satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan menandakan bahwa memiliki satu pemikiran.


"Meski ini berharga, kami berencana untuk menjualnya agar bisa membiayai kebutuhan kami. Tapi karena kau menyelamatkan kami, kami akan memberikannya, bahkan tanpa kau menawarkan pertukaran," jawab Wei Yian Fei sembari menyerahkan tanaman pada Mo Lian.


Tanaman itu adalah Buah Persik Emas. Buah ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kekuatan jiwa seseorang yang memakannya, tapi jika diolah dengan baik, ini bisa digunakan sebagai tambahan dalam menyuling Akar 5 Element miliknya.


Buah Persik Emas sendiri sangat sulit untuk dijumpai, biasanya membutuhkan 1000 tahun untuk bisa dipanen. Kemudian persik ini bukan tumbuh di dahan pohon, melainkan di bawah tanah dan menempel di akarnya. Sehingga sangat sulit untuk menemukan di mana letak pastinya, terlebih lagi tidak mengeluarkan aura ataupun aroma.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, dan mengeluarkan dua botol giok yang berisikan beberapa pil, lalu menyerahkannya pada Wei Yian Fei. "Di dalam botol itu ada Pil Pembersih Tubuh tingkat empat, dengan Pil Energi Spiritual tingkat lima, dengan jumlah masing-masingnya sepuluh butir."


Wei Yian Fei membuka mulutnya lebar saat mendengar penjelasan Mo Lian. Ia membuka tutup botol giok, dan aroma harum yang menyegarkan keluar darinya. "I- Ini. A- Apakah tidak masalah? Pil ini sangat berharga, ini bisa menghidupi keluarga kecil untuk seratus tahun lebih, meski hidup dengan mewah."


"Tidak masalah." Mo Lian tersenyum tipis. Harga kedua pil di tangannya itu sangat rendah jika dibandingkan dengan Buah Persik Emas, bahan yang digunakan untuk membuat kedua pil tadi juga cukup mudah untuk dicari.


Berbeda dengan Buah Persik Emas, bahkan jika ini belum diolah, orang-orang akan membelinya meski harganya sendiri 10 ribu Batu Spiritual kualitas Rendah, atau 10 juta Tael Emas.


Wei Yian Ning memiringkan kepalanya keheranan menatap Mo Lian. "Tapi, apa itu Pil Pembersih Tubuh?" tanyanya sembari menunjuk botol giok.


"Pil Pembersih Tubuh adalah pil yang membersihkan tubuh kalian dari berbagai kotoran, bukan hanya memudahkan dalam kultivasi, tapi juga membuat penampilan kalian menjadi lebih muda," jelas Mo Lian sembari menyimpan Buah Persik Emas.


Keduanya membuka mulutnya lebar saat mendengar penjelasan itu.


Mo Lian mengangguk kecil, kemudian ia lebih masuk ke dalam hutan untuk mencari tempat yang sesuai dalam menyuling pil. Dua saudari Wei juga berlari mengikutinya, ia tidak masalah akan hal itu, karena ia tidak merasakan niat jahat dari keduanya, dan ia juga merasa jika mereka berdua memiliki niat yang sama untuk masuk ke Istana Surgawi.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2