
Berita mengenai pertunangan Hong Xi Ning menyebar ke seluruh penjuru Bintang Utama dalam waktu singkat, bahkan sampai bintang-bintang sekitaran juga mengetahui berita ini, dan menganggap pria yang mendapatkan hati Hong Xi Ning sangatlah beruntung.
Tidak sedikit pula yang ingin membunuh tunangan Hong Xi Ning atau orang yang menyebarkan berita ini, karena mereka menganggap bahwa berita yang disebarkan hanyalah omong kosong. Namun setelah mengetahui jika yang menyebarkan berita adalah Hong Xi Ning dan Wang Yue Fei, mereka terdiam seperti orang yang tidak tahu caranya untuk bicara.
Tapi, mereka tetap penasaran dengan siapa Hong Xi Ning bertunangan, Dewi Abadi yang sangat dikagumi dan tidak pernah muncul ke publik, kecuali ada hal mendesak.
Mo Lian yang merupakan tunangan dari Hong Xi Ning hanya berdiam diri di Kediaman Pusat, tanpa pergi keluar sama sekali. Ia tidak ingin kemunculannya menimbulkan masalah yang tidak perlu, dan lebih lagi ia dikurung oleh Wang Yue Fei di sini.
Wang Yue Fei duduk di depan Mo Lian dengan senyum tipis yang terukir. Pandangannya tidak berpindah dari Mo Lian dan terus memandanginya seperti sedang mengintrogasi seseorang.
"Yue Mu."
Wang Yue Fei memandangi Mo Lian seraya memiringkan kepalanya dengan pipi bertopang pada tangan. "Hum? Ada apa?"
"Bi- Bisakah Yue Mu jangan memandangiku seperti itu?"
Wang Yue Fei tertawa kecil dan menjawabnya, "Bukankah tidak masalah? Aku sangat senang karena Ning'er akhirnya akan menjadi seorang istri." Ia mengedipkan sebelah matanya.
Mo Lian benar-benar gugup, seperti bukan dirinya saja yang biasanya tenang. Ia menolehkan kepalanya perlahan ke kanan seperti pagar yang berkarat, memandangi Sekte Zhongjian melalui jendela kayu yang terbuka.
Sebelumnya ada Hong Xi Jiang dan Hong Xi Ning bersama, namun mereka berdua sedang membahas sesuatu di Aula Sekte, dan meninggalkannya bersama Wang Yue Fei.
"Setelah kau bertunangan nanti, akan banyak sekali orang yang menantangmu. Mungkin Dao Immortal, atau bahkan akan ada Heavenly Immortal lain yang tersembunyi."
Mo Lian yang masih memandangi sekte melalui jendela itu menjawabnya tenang, "Jika mereka benar-benar menantang, aku akan melawannya. Jika mereka berniat untuk membunuh, aku akan membunuhnya."
Wang Yue Fei tersenyum seperti sudah menduga akan mendapatkan jawaban seperti itu dari Mo Lian.
"Bagaimana jika kita saling menyerang satu sama lain."
Mo Lian mengalihkan pandangannya pada Wang Yue Fei. "Aku sangat senang apabila Yue Mu berpikir tinggi tentangku, tapi jika kita bertarung, akan ada kehancuran yang tidak bisa dihindari."
Wang Yue Fei mendengkus kesal ketika mendengar jawaban Mo Lian. Tapi memang akan terjadi kehancuran jika keduanya bertarung, meski hanya melepaskan sedikit kekuatan. Ia juga merasa kekuatan Mo Lian tidak sesederhana yang terlihat.
"Aku ingin cepat-cepat memiliki cucu."
"Pfff— Gulp! Uhuk-uhuk!" Mo Lian hampir menyemburkan air minum dari dalam mulutnya ke wajah Wang Yue Fei, namun ia tahan dan telan.
__ADS_1
Mo Lian mengambil sapu tangan dari dalam Cincin Ruang dan membersihkan bibirnya. "Kami bahkan belum menikah, dan Yue Mu sudah meminta cucu."
Wang Yue Fei terlihat kesal akan jawaban Mo Lian. Ia melipat kedua tangannya di depan dada dan melihat keluar jendela. "Humph!"
"Mereka datang." Wang Yue Fei berdiri dari tempat duduknya seraya menekan kedua tangannya di atas meja.
Mo Lian menoleh ke kiri melihat ke arah pintu kembar yang terbuka, terlihat Hong Xi Jiang dan Hong Xi Ning yang datang bersama, dengan Wang Yue Fei yang melompat ke arah Leluhur Hong.
Ia tidak lagi menahan diri dan ragu-ragu saat di depan Hong Xi Ning, kali ini ia bisa memperlihatkan perhatiannya pada Hong Xi Ning.
Mo Lian berdiri menghampiri Hong Xi Ning dengan kedua tangan yang terbuka, seperti memberi tanda pada tunangannya untuk masuk ke dalam pelukannya.
Hong Xi Ning berlari-lari kecil menghampiri No Lian dan masuk ke dalam pelukan. "Pertemuan hari ini sangat melelahkan." Ia menyandarkan kepalanya di dada Mo Lian.
Mo Lian tersenyum tipis seraya mengusap punggung dan kepala Hong Xi Ning. "Apakah banyak yang bertanya tentang pertunangan kita?"
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan itu.
Hong Xi Jiang tidak lagi protes atau kesal saat melihat Mo Lian yang memeluk putrinya, karena Wang Yue Fei juga memperbolehkan hal itu.
"Mo Lian, dari yang ku dengar kau juga dekat dengan wanita bernama Qin Nian dan Yun Ning. Siapa mereka berdua?"
"Mu- Muridku."
Hong Xi Ning yang berada di pelukan Mo Lian itu tertunduk dan kedua tangannya mencengkram erat pakaian Mo Lian.
"Aku dengan mereka berdua sudah pernah mengutarakan perasaannya padamu. Apa jawabanmu?"
Mo Lian terdiam untuk beberapa saat, kembali memikirkan jawaban yang tepat. Ia sendiri memang berencana untuk berkonsultasi tentang hal ini, namun tidak berharap akan dibahas terlebih dahulu oleh Hong Xi Jiang.
"Aku ... menolak mereka berdua, dan mengatakan sudah memiliki wanita yang dicintai."
Hong Xi Jiang menganggukkan kepalanya, kemudian duduk di kursi di mana Wang Yue Fei tadi duduk. "Sebagai seorang Ayah, aku tidak ingin putriku memiliki persaingan dalam rumah tangga. Tapi, jika Ning'er tidak masalah dengan hal itu, aku tidak akan berkomentar."
Mo Lian hanya diam memeluk erat Hong Xi Ning dan tidak menanyakan hal itu. Ia tidak ingin pertanyaannya malah membuat tunangannya terpukul atau marah. Bahkan, jika ia diizinkan, sangat tidak mungkin langsung menikahi tiga orang.
Seraya memeluk Hong Xi Ning, ia mendekatkan bibirnya. "Persik Merah Surgawi sudah aku dapatkan dan matang. Apakah kau ingin benda itu sekarang?" bisiknya.
__ADS_1
Hong Xi Ning menggeleng pelan dan menjawabnya, "Tidak perlu, kau bisa menyimpannya."
"Baiklah. Terimakasih."
***
Mo Lian kembali ke Can Qi Meiliafei seorang diri untuk mempersiapkan diri untuk pertunangan besok hari, dan memikirkan tentang hadiah apa yang akan ia berikan pada calon mertuanya nanti.
Hari ini sendiri, Can Qi Meiliafei mulai sibuk karena harus merias bangunan, termasuk Paviliun Fei Xiao yang juga mendekor. Bukan hanya dua bangunan saja, hampir seluruh Kota Zhan mulai didekorasi dengan lampion yang menggantung di rumah-rumah atau melayang di atas jalan.
Semua biaya ditanggung oleh Sekte Zhongjian, Can Qi Meiliafei dan Paviliun Fei Xiao, yang setidaknya menghabiskan 10.000.000 Batu Spiritual kualitas Tinggi. Itu setara dengan empat bulan penghasilan keluarga-keluarga besar dalam satu tahun.
Uang sebanyak itu hanya cukup untuk satu hari, dan pertunangan Mo Lian dengan Hong Xi Ning direncanakan akan menghabiskan waktu tujuh hari penuh.
Mo Lian dalam posisi tidur di sofa panjang seraya melihat daftar barang yang akan ia berikan. "Daun Pohon Zhiliao, Dahan Pohon Zhilao, Dahan Persik Surgawi dan Ikan Sisik Naga."
"Aku juga akan memberikan Sisik Naga."
Mo Lian mengubah posisinya dan duduk. "Berbicara tentang Sisik Naga. Aku belum melihat Lan Zhuan Shen di Desa Kunlun."
Mo Lian berdiri dari sofa, berjalan menuju pintu keluar. "Aku akan berkunjung ke sana dan melihat kabar Kakek Wu dan Nenek Xu."
Mo Lian turun dari lantai teratas ke lantai dasar melalui tangga kayu yang kokoh, dan ketika sudah sampai di lantai dasar, ia melihat Su Jingmei yang sedang memberi arahan untuk para pegawainya.
"Ibu, aku akan pergi ke Desa Kunlun."
Su Jingmei menoleh ke belakang melihat Mo Lian yang sudah di depan pintu keluar. "Baik, titip salam untuk mereka yang di sana."
"Baik." Mo Lian melambaikan tangan kanannya tanpa menoleh ke belakang dan keluar dari ruangan.
Identitasnya sebagai Murid Ketiga sudah diketahui dan tidak ada yang mencari masalah lagi dengannya saat di Kota Zhan, namun masih tidak ada yang mengetahui tentang dirinya yang merupakan tunangan dari Matriak Hong.
Entah reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh masyarakat pada esok hari. Baru beberapa hari menjadi murid, dan sekarang akan menjadi tunangan, yang nantinya memerintah Sekte Zhongjian.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...