Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 311 : Perhitungan dengan Istana Neraka


__ADS_3

Mo Lian berdiri dan terbang di langit, sudah bersiap-siap untuk menerima Kesengsaraan Petir apa yang kali ini akan diterimanya.


Ketika sudah menunggu beberapa saat, ternyata bukanlah Kesengsaraan Petir yang didapatnya, melainkan Teratai Emas yang muncul di kekosongan dan melayang di langit.


Teratai Emas itu terlihat kuncup, ukurannya sangat besar, mungkin seperti Daratan Huaxia, China. Aura yang dikeluarkannya sangat kuat, tapi tidak mengandung niat membunuh, tapi tetap saja ia harus berhati-hati, mengingat Petir Putih yang tidak memiliki aura membunuh, namun memiliki serangan luas biasa.


Wusshh...


Angin berembus dengan kecepatan stabil saat salah satu kelopak teratai mulai terbuka perlahan, yang kemudian menurunkan serpihan cahaya emas yang mengelilingi Mo Lian dan terserap masuk ke dalam tubuhnya.


Apa yang dirasakannya bukanlah rasa sakit, melainkan hangat yang menenangkan tubuh maupun jiwa. Ia merasa jika 11 Element yang ia kuasai mulai meningkat terus-menerus hingga sampai ke puncaknya, yang artinya mulai dari sekarang, kecepatan kultivasinya akan lebih cepat lagi karena tidak perlu menaikkan 11 Element.


Wusshh...


Kelopak lainnya kembali terbuka, menimbulkan gejolak energi spiritual yang sangat murni di dalam Dunia Kecil. Hal ini juga berdampak pada Dantiannya yang semakin menguat, dan tidak mudah untuk dihancurkan.


Dantian berada di antara bawah dada dan atas pusar, tapi Dantian miliknya bukan berada di sana, Dantiannya adalah tubuhnya. Artinya, selama tubuhnya bisa beregenerasi, maka Dantiannya tidak akan pernah rusak.


Kelopak lain terbuka lagi, dan saat itu energi yang sangat murni kembali mengitari tubuh Mo Lian sebelum akhirnya terserap.


Ketika energi emas itu terserap memasuki tubuhnya, ada cairan hitam pekat yang mulai keluar dari pori-pori kulitnya, yang merupakan kotoran di dalam tubuh.


"Apakah aku masih memiliki kotoran? Setahuku, aku sudah menghilangkan semua kotoran. Apakah karena aku menggunakan teknik dan sumber daya? Sehingga hasilnya berbeda dengan kehendak Surga?"


Mo Lian tidak langsung membersihkan tubuhnya, dan memilih untuk menunggu mekarnya seluruh kelopak Teratai Emas.


Teratai Emas kembali mengeluarkan salah satu kelopaknya, dan ada lagi energi yang murni mengitari Mo Lian.


Mo Lian duduk bersila di langit dengan mata terpejam, mulai mengatur energi murni itu untuk meningkatkan 3 Kekuatan Utama, Fisik, Energi dan Jiwa. Ia meningkatkan kekuatannya sampai tahap Menengah dari Ranah God, dan itu menghabiskan setidaknya sepuluh kelopak bunga.


Kemudian, walaupun ia merupakan God tahap Awal, ia tetap bisa menggunakan kekuatan Dewa Semesta, yang mana kekuatannya lebih kuat dari kehidupan sebelumnya karena dibaptis oleh sinar Teratai Emas.


"Bukan hanya tubuhku sudah disembuhkan, tapi aku juga bisa menggunakan kekuatan Dewa Semesta dengan bebas, meski sepertinya sudah tidak perlu."


Walaupun sudah 13 kelopak yang mekar, tidak ada tanda-tanda akan berhenti ataupun menghilang. Teratai Emas itu semakin memancarkan sinar terangnya, dan mulai membuka kelopak lainnya bersamaan dengan memandikan Mo Lian dengan cahaya.


Mo Lian merasa senang-senang saja, karena dengan adanya energi murni yang tidak dapat meningkatkan Ranah, tapi setidaknya mampu meningkatkan Teknik, Element, Profesi, Tubuh, Jiwa, Dantian, Pohon Dunia, Dewa Semesta, Cincin Dewa, Inti Jiwa, Darah, Tulang, Daging, Kulit, Meridian dan lain sebagainya.


Entah reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh Hong Xi Ning nanti setelah melihat perubahannya selama tinggal di Alam Hanzi, bahkan sampai bisa menembus Ranah God dari Dao Immortal tahap Akhir.

__ADS_1


Biasanya, untuk menembus Dao Immortal Akhir ke Ranah God tahap Awal, setidaknya membutuhkan belasan bahkan puluhan ribu tahun. Apalagi dengan Tubuh 5 Element dan Tubuh Emas, harusnya waktu yang dibutuhkan akan berkali-kali lebih lama lagi.


Namun, dengan keberuntungan yang ditemui Mo Lian di Alam Hanzi, ia bisa menyingkatnya menjadi beberapa puluh tahun saja.


*7 Hari Kemudian


Akhirnya setelah menunggu begitu lama, 27 kelopak Teratai Emas sudah mekar seluruhnya, menimbulkan murninya aura spiritual di dalam Dunia Kecil.


Teratai Emas itu ada dua bagian, yang pertama memiliki 18 kelopak, dan di dalam Teratai Emas, ada lagi Teratai Emas dengan ukuran 1 : 10 dan memiliki 9 kelopak. Pada bagian Teratai Emas 2, bukan hanya memiliki energi murni, tapi juga Esensi Kehidupan dan menambah masa hidupnya.


Pohon Zhiliao dan Pohon Surgawi juga tumbuh dengan subur, bahkan sampai menembus awan dan tidak terlihat lagi puncaknya.


Dalam kultivasi ini, Mo Lian menciptakan sebuah tubuh baru, yang mana Tubuh Spiritual. Tubuh Spiritual ini memungkinkannya untuk mengolah energi apa pun menjadi energi spiritualnya, yang mana ia tidak perlu lagi takut kehabisan dan bermeditasi untuk memulihkan kekuatan.


Mo Lian membuka matanya perlahan dengan mengembuskan napas panjang. Ada aura menenangkan yang keluar darinya, tapi aura itu juga tidak kalah dari segi kekuatan.


Cincin Dewa muncul di belakangnya, bahkan jika tidak sedang ia maksudkan untuk menggunakannya. Cincin Dewa ini bisa muncul kapan saja tergantung pada emosi Mo Lian, atau bahkan saat dalam bahaya.


"Aku tidak menyangka akan hal ini. Bahkan, jika aku di kehidupan sebelumnya masih dalam masa puncak, aku yang sekarang bisa mengalahkan diriku di masa lalu."


Tentu saja sangat berbeda, bahkan tanpa bantuan Tubuh Spiritual dan Pohon Dewa, serta Dewa Semesta, Mo Lian yang sekarang mampu mengalahkan 5 God di Ranah yang sama secara bersamaan. Apalagi jika menggunakan seluruh kekuatan, lain lagi ceritanya.


"Sudah saatnya ..."


Mo Lian menghilang dalam kekosongan, ia meninggalkan Dunia Kecil untuk menghitung semua masalah dan mendatangi Istana Neraka yang berniat untuk membunuhnya.


***


Alam Hanzi


Mo Lian kembali ke daerah tempat di mana Kerajaan Iblis Hitam pernah berdiri kokoh, ia hanya diam, terbang di langit dan menunggu kedatangan pengejar yang dikirim oleh Yan Luo dari Istana Neraka.


Tidak ada yang datang meski telah menunggu selama satu hari penuh, walau ia bisa merasakan pergerakan sekecil mungkin di Alam Hanzi. Para pengejar tidak ada yang bergerak ke arahnya, melainkan berpencar dan menjauh.


"Bukankah kalian mencariku, tapi mengapa tidak ada yang datang."


Mo Lian merasa kesal, dan akhirnya memutuskan untuk berpindah langsung kke Istana Neraka.


Tempat di sini berbeda dengan Alam Hanzi lain, di sini tanahnya hitam tandus dengan langit seperti malam hari. Sungai-sungainya juga bukan berwarna merah lahar panas, melainkan biru yang merupakan aliran jiwa yang akan bereinkarnasi dengan kehidupan baru.

__ADS_1


Pilar-pilar hitam juga terlihat dengan api biru yang menyala pada bagian puncaknya, dan banyak makhluk yang berjaga di sekitar.


"Yan Luo! Keluar kau!" Mo Lian berteriak lantang, memprovokasi Istana Neraka untuk bergerak.


Blarr! Blarr! Blarr!


Tanah meledak-ledak saat terkena sambaran petir yang jatuh bagaikan hujan, mengubah warna langitnya menjadi warna biru dan putih secara bergantian karena ada dua petir yang warnanya berbeda.


Yan Luo tetap tenang-tenang saja di dalam Istana Neraka, karena merasa tidak perlu turun tangan dan membiarkan bawahannya saja yang membunuh Mo Lian.


"Aku tidak berharap kau bisa datang ke siji tanpa diketahui penjaga. Tapi, karena kau datang ke sini, berarti kau sudah bersiap-siap untuk menyerahkan harta yang kau miliki dan mati di tanganku?"


Yan Luo hanya mengirimkan suaranya di langit, membuat langit itu kembali hitam pekat seperti malam hari.


Mo Lian sengaja melemahkan kekuatannya, berpura-pura merasa tertekan dengan suara Yan Luo, yang mana saat itu juga ia menghilangkan petir yang menyambar.


Akan sangat menyenangkan jika melihat Yan Luo yang seperti di atas angin, kemudian jatuh terperosok ke jurang terdalam.


"Bahkan, jika kau sangat kuat dan mampu mengalahkanku, kau tidak akan bisa membunuhku. Harusnya kau tahu apa alasannya."


Mo Lian hanya diam tidak menanggapi pernyataan Yan Luo.


Alasan mengapa Yan Luo sangat percaya diri, adalah karena Alam Hanzi atau Istana Neraka akan kacau balau jika Yan Luo terbunuh, yang mana akan berdampak pada Alam Semesta.


Mo Lian terdiam dengan wajah datar tanpa ekspresi, kemudian menaikkan sudut bibirnya. Ia memiliki cara sendiri untuk menjalankan Alam Hanzi seperti biasanya, tidak mungkin ia akan datang ke Istana Neraka jika tidak ada ide.


Sreek! Sreek! Sreek!


Robekan pada langit mulai bermunculan terus-menerus, menciptakan celah ruang yang dari dalam sana terlihat ada Hei dan Bai, serta Gu Tau dan Be Bin.


Gu Tau dan Be Bin adalah sepasang penjaga menakutkan dari Di Yu (Akhirat), dalam Mitologi Tiongkok, tempat roh yang sudah meninggal akan menerima pengadilan atas perbuatan mereka sebelum bereinkarnasi. Gu Tau memiliki kepala kerbau dan Be Bin memiliki kepala kuda.


"Aku tidak menyangka akan menghadapi kalian semua, dua bawahan kepercayaan Yan Luo, dan dua penjaga terpandang ..." Mo Lian melihat 4 Heavenly Immortal tahap Menengah di depannya, kemudian melihat sekitarnya. "Aku juga dikelilingi oleh ribuan Dao Immortal."


"Ini ..." Mo Lian menundukkan kepalanya dan terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya kembali mendongak dengan seringai dingin. "Menyenangkan!"


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2