Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 289 : Mengalahkan Guan Xan


__ADS_3

Melawan seseorang dengan tingkatan yang lebih tinggi darinya membuatnya sangat bersemangat, karena sudah lama sekali ia melupakan perasaan melawan musuh-musuh kuat. Terakhir kali ia melawan musuh kuat, itu sekitar delapan tahun lalu saat masih di Bumi.


"Sangat membosankan jika bertarung dengan serangan jarak jauh, bagaimana jika kita melakukannya dengan jarak dekat?" Mo Lian menyeringai dingin, mengetahui bahwa Iblis sangat buruk dengan pertarungan jarak dekat.


Iblis Hitam bernama Guan Xan menaikkan sudut bibirnya, menanggapi ucapan Mo Lian. "Heh! Aku adalah Iblis dengan kemampuan bertarung jarak dekat terbaik dari Alam Hanzi—" Ia terkejut dengan kedatangan Mo Lian yang tiba-tiba di depannya.


"Syukurlah." Mo Lian mengayunkan pedangnya secara menyilang, dari kiri atas ke kanan bawah.


Guan Xan menyilangkan kedua lengannya menahan serangan pedang dari Mo Lian. Memang tidak terluka, tapi tekanannya terlalu kuat sampai mendorongnya cukup jauh.


Tidak sampai disitu, Mo Lian sudah terlalu bersemangat karena sudah lama tidak menemukan lawan yang pantas. Ia melesat sangat cepat, tiba di depan Guan Xan dengan tinju kiri yang diselimuti oleh energi kuat bercahaya biru.


Bang!


Guan Xan terhempas ketika terkena pukulan Mo Lian yang setara dengan Heavenly Immortal, membuatnya melesat tajam menghantam ke bintang terbengkalai tanpa adanya aura.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya, lalu mengayunkan pedangnya secara vertikal.


Slash!


Ayunan pedang Mo Lian membuat bintang terbengkalai terbelah menjadi dua bagian, yang kemudian meledak dengan suara yang sangat keras.


Serangan seperti itu tidak mungkin bisa membunuh Guan Xan, dan Mo Lian mengetahui itu dengan baik. Tapi ia tidak langsung menyerangnya, melainkan menunggu sampai nyala api seperti matahari akibat ledakan itu menghilang.


Mo Lian melihat pedang hitam di tangan kanannya. "Pedang ini memang kuat, tapi tidak terlalu berdampak banyak pada Iblis, yang memang tahan dengan racun."


Mo Lian menyimpan pedangnya dan menggantikannya dengan Pedang Spiritual dari gabungan 11 Element. Warna utamanya adalah biru, dengan warna lain yang hanya mengitari pedang.


Wosh!


Nyala api yang sangat besar itu berlubang seperti donat, memperlihatkan Guan Xan yang berada di tengah-tengahnya sedang bergerak dengan kecepatan penuh ke arah Mo Lian. Ada energi merah dengan aura hitam yang menyelimuti sepanjang lengannya, membuat kekuatannya meningkat dan ada rasa dingin di angkasa luar.


Mo Lian tidak diam saja saat melihatnya, ia menyeringai dingin dan bergerak menuju Guan Xan seraya menyilangkan pedangnya di depan dada, yang kemudian mengayunkannya. Begitu pun dengan Guan Xan, yang memukulkan tinjunya mengarah pada kepala Mo Lian.


Bang!


Benturan dari keduanya mengakibatkan dentuman yang sangat keras, menghempaskan asteroid yang berada di sekitar dan mengubahnya menjadi debu.


Mo Lian tersenyum lebar saat merasakan adanya rasa nyeri di tangannya akibat benturan, ini adalah hal yang sudah hampir ia lupakan karena tidak pernah lagi merasakan sakit saat bertarung semenjak meninggalkan Bumi.

__ADS_1


Guan Xan mengayunkan tangan yang lain untuk menyerang pelipis kanan Mo Lian.


Mo Lian bergerak cepat untuk menangkap pergelangan tangan Guan Xan, membuat telapak tangan kirinya sedikit lecet dan pukulan Guan Xan tetap mengenai pelipisnya, terlihat ada darah yang sedikit mengalir.


Mo Lian mengangkat kaki kirinya, menendang pinggang kanan Guan Xan.


Boom!


Tendangan Mo Lian mengakibatkan terhempasnya Guan Xan yang melesat bagaikan kilatan cahaya. Tendangan ini sangat kuat karena mengandung sedikit kekuatan Dewa Semesta, yang cukup untuk melukai Heavenly Immortal.


Mo Lian menyentuh pelipis kanannya dengan tangan kiri, lalu melihat darah di jarinya. "Walaupun beberapa saat lalu aku sudah terluka, tapi darah kali ini adalah hasil pertarungan, bukan latihan ..."


"Aku hampir lupa rasanya bertarung seperti ini. Sepertinya, aku harus cepat-cepat turun ke Alam Hanzi agar kemampuanku tidak menumpul."


Guan Xan yang melesat itu mengeluarkan sepasang sayapnya untuk mengendalikan tubuhnya yang terlempar, membuatnya kembali berdiri di tempatnya dengan tenang. Ia melihat pinggangnya, terlihat ada darah hitam yang mengalir karena tendangan Mo Lian.


"Sepertinya kau menahan diri. Tapi, hanya dengan ini saja tidak akan mampu mengalahkanku."


Aura merah mulai menyelimuti Guan Xan seperti nyala api, yang perlahan membuat tubuhnya mengalami perubahan, seperti ada jirah merah yang menyelimuti.


Mo Lian yang melihat itu tidak tinggal diam dan membiarkannya begitu saja, ia bergerak sangat cepat menuju Guan Xan. Namun saat ia bergerak, Guan Xan juga bergerak sangat cepat meninggalkannya.


Keduanya bergerak sangat cepat menuju salah satu bintang, turun dengan kecepatan penuh di sana. Dentuman terus-menerus terdengar saat keduanya saling bertemu, mengakibatkan meledaknya bintang yang mereka datangi.


"Beginikah Iblis yang mengatakan hebat dalam jarak dekat?" Mo Lian menyeringai dingin ketika mengejar Guan Xan yang pergi menjauh, semakin menjauh dari Bintang Utama.


Guan Xan yang terbang di depan itu menoleh ke belakang dengan seringai dingin. Lalu berbalik seraya melepaskan pukulannya di ruang di depannya. "Aku sengaja membawamu kemari!"


Siluet pukulan sebesar bintang melesat ke arah Mo Lian yang mampu membelah ruang-ruang di sekitar, bahkan ada petir yang menyambar di angkasa luar.


Mo Lian mengayunkan pedangnya secara menyilang dari kiri bawah ke kanan atas, menciptakan siluet bulan sabit berwarna biru yang melesat bagaikan cahaya dan membelah serangan Guan Xan.


Duarr!


Ledakan yang sangat keras tercipta saat serangan Guan Xan terbelah, bersama dengan gelombang angin yang menyebar ke segala arah menghancurkan asteroid, mengubahnya menjadi meteorid yang kemudian hilang seperti debu.


Siluet bulan sabit masih saja bergerak ke arah Guan Xan, membuat Guan Xuan terbang lebih tinggi untuk menghindarinya.


Mo Lian tidak bisa membiarkannya, ia berpindah sangat cepat hanya dalam kedipan mata, dan sudah berada di atas Guan Xan seraya mengayunkan pedangnya. Tidak cukup, ia berpindah lagi ke belakang, bawah, kiri, kanan, dan setiap sudut yang ada.

__ADS_1


"Aku tahu kau membawaku ke sini karena pasukan Alam Hanzi datang menyerang Bintang Utama. Jika Alam Hanzi mampu menguasai Bintang Utama, maka Alam Semesta sudah berpindah tangan."


Wush! Wush! Duarr!


Semua serangan dari berbagai arah mengarah pada Guan Xan yang berada di tengah-tengah dan terlihat tidak bisa melarikan diri, hingga saat semua serangan bertemu, ledakan super keras terjadi, sampai menggetarkan bintang-bintang terbengkalai di sekitarnya.


Celah ruang juga terlihat di angkasa luar, mperlihatkan warna merah menyala yang merupakan Alam Hanzi, di sana banyak sekali aliran lahar panas dengan langit merah penuh debu.


Dengan kibasan tangannya, Mo Lian menghilangkan api yang membakar Guan Dan, terlihat musuh yang ia lawan terluka parah dengan sepasang sayap yang hancur, serta lengan kanan yang sudah menghilang tanpa ada tanda-tanda akan beregenerasi.


Tatapan mata Guan Xan terlihat sangat tajam, mengungkapkan perasaan benci dan marah yang bercampur. Ini adalah satu penghinaan yang diterimanya, yang sampai membuatnya tidak bisa berkutik di satu tempat dan menimbulkan luka parah.


Dengan menatap tajam Mo Lian dan mencengkeram bahu kanannya sendiri, Guan Xan berucap, "Bahkan jika kau menyadarinya, sudah terlambat untuk kembali ke Bintang Utama. Aku mengirimkan ribuan Dao Immortal untuk menyerang!"


Mo Lian hanya diam menatap datar Guan Xan, lalu bergerak lagi dan sudah tiba di depan Guan Xan. Ia mengulurkan tangan kirinya, mencengkeram erat Guan Xan. Ada cincin putih yang muncul di belakang punggungnya, membuat kekuatannya meningkat dan energi spiritual yang ia miliki tidak pernah habis.


"Aku akan membawamu melihatnya." Mo Lian menatap datar Guan Xan seraya mengayunkan pedangnya secara vertikal dan menyilang, memotong lengan lain maupun tubuh Guan Xan.


Guan Xan membuka mulutnya lebar saat merasakan sakit yang sangat menyiksa, namun ia tidak bisa mengeluarkan suara karena cengkeraman Mo Lian sangat kuat, setara dengan Kaisar Yama dari Alam Hanzi.


"Meski singkat, aku harus berterimakasih karena kau bisa memberikan rasa sakit. Kota juga sudah menghancurkan beberapa puluh bintang, itu menyenangkan ..."


"Karena itu, aku harus memberimu hadiah."


Mo Lian mengibaskan tangannya, menciptakan ruang biru di depannya. Tanpa berlama-lama, ia memasuki celah ruang dengan membawa tubuh Guan Xan yang terbelah dua.


Ketika mereka memasuki celah, mereka tiba tidak jauh dari Bintang Utama. Bisa dilihat ribuan Dao Immortal dari Alam Hanzi mulai mengambang di angkasa luar karena kehilangan nyawanya, semuanya terbunuh satu per satu karena serangan dari klon yang Mo Lian tinggalkan.


Guan Xan membelalakkan matanya lebar dengan darah yang menyembur dari dalam mulutnya. Pemandangan ini membuatnya terpukul, sampai mengakibatkan perubahan pada warna rambutnya yang mulai memutih.


Mo Lian menundukkan kepalanya melihat perubahan Guan Xan. "Oh? Karena terlalu berlebihan, sampai membuatmu seperti ini? Aliran energimu mengalir terbalik, di saat semua Meridian tersumbat."


Mo Lian mengangkat tangan kirinya, menatap tajam Guan Xan. "Tapi, jangan mati dulu, karena pemandangan yang sangat indah ini baru saja dimulai!"


"Mo- Mons ... ter ..."


Mo Lian menaikkan sebelah aslinya saat mendengar suara Guan Xan yang sangat serak itu. "Aku tidak ingin mendengar hal itu dari Iblis."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2