Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 293 : Pergi ke Alam Hanzi


__ADS_3

Mo Lian memeluk erat Hong Xi Ning dari belakang, dan saat ini mereka sedang berada di atas tempat tidur tanpa mengenakan sehelai benang yang melindungi tubuh mereka berdua. "Ning'er..."


Sebenarnya, aku merasa tidak nyaman karena harus menikahi Qin Nian dan Yun Ning yang sudah aku anggap adik sendiri, meski mereka lebih tua dariku. Tapi, menurut usia sekarang, aku bagaikan kakek buyut mereka.


"Ada apa, Gege?"


Mo Lian memegang dagu Hong Xi Ning, mendekatkan ke wajahnya dan mencium bibir Hong Xi Ning.


"Puah..." Hong Xi Ning mendorong dada Mo Lian, dan napasnya mulai berat dengan wajah yang memerah. "Sudah cukup, kita sudah melakukannya semalaman. Ning'er harus mengurus sekte, Ning'er juga sudah lama tidak melatih Mang Xian Guo dan Xia Xinxin."


Hong Xi Ning beranjak turun dari tempat tidur, tubuhnya mulai basah karena ada air yang membasuh tubuhnya, menghilangkan semua kotoran. Lalu angin hangat bertiup, mengeringkan tubuhnya yang indah untuk dipandang.


Mo Lian masih ingin melakukannya lagi, tapi harus menahannya karena memang ada urusan yang lebih penting. Pertemuan Sekte Zhongjian untuk membatas invasi Alam Hanzi ke Alam Semesta. Namun, ia tidak turut hadir dalam pertemuan.


Mo Lian duduk di tepi tempat tidur, memandangi Hong Xi Ning yang sedang berpakaian di depan cermin. "Setelah selesai, ayo lakukan lagi. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu lebih lama lagi."


Hong Xi Ning berbalik menatap Mo Lian. "Tentu, Sayang." Ia mengecup pipi Mo Lian.


Mo Lian tersenyum tipis, lalu duduk bersila dengan mata terpejam. Ia mulai melaksanakan tugasnya yang bukan lagi Pedang Sekte, tapi Penjaga Galaxy.


Hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk menyelesaikan tugasnya, itu di saat sudah tidak ada bahaya yang terlalu mencolok. Tugas ini ia lakukan setiap tiga jam sekali, untuk memeriksa Galaxy Pusat.


Mo Lian membuka matanya perlahan setelah selesai, tidak ada siapa pun lagi di dalam kamarnya, hanya ia seorang yang belum berpakaian.


Mo Lian beranjak turun dari tempat tidur, berdiri di depan cermin untuk berpakaian setelah ia membersihkan tubuhnya dengan Element Air.


"Ayah sudah mengetahui hal ini, aku hanya perlu memberi tahu Ibu dan Fefei. Hanya saja, bagaimana reaksi mereka nantinya."


Mo Lian yang sudah selesai berpakaian itu langsung menghilang, menyatu dengan atmosfer sekitar. Ia tidak ingin berjalan melalui jalanan, karena bisa menarik perhatian murid-murid Sekte Zhongjian. Bagaimanapun, masih ada beberapa yang tidak menyukainya karena bertunangan dengan Hong Xi Ning, tapi ia tidak peduli.


***


Can Qi Meiliafei


Tanpa berbasa-basi, Mo Lian langsung datang di ruang kerja Su Jingmei seraya berucap, "Ibu, apakah Ibu tidak ingin berjalan-jalan? Ibu tidak pernah keluar dari ruangan ini."


Su Jingmei menghela napas panjang, mendongak menatap Mo Lian di depannya. "Bagaimana Ibu bisa pergi? Banyak sekali pekerjaan, bahkan Ibu juga mengurus Tentara Bayaran di Kota Zhan."

__ADS_1


Mo Lian mengerutkan keningnya, lalu menoleh ke sekitar, tidak ada siapa pun selain dirinya dan Su Jingmei. "Mengapa tidak meminta An Zhuan Shen untuk mengurus Can Qi Meiliafei? Bagaimanapun, Ibu sudah terlalu lama berdiam di sini, atau Ibu cari saja pekerja lain."


Su Jingmei terdiam sejenak, memikirkan apa yang dikatakan Mo Lian. "Baiklah." Ia menutup laptopnya dan berdiri dari sofa. "Ibu akan berjalan-jalan, apakah Lian'er bisa menemani Ibu?"


"Tentu." Mo Lian berdiri meraih tangan Su Jingmei.


Su Jingmei mengandeng lengan Mo Lian, berjalan menuju pintu keluar dan menguncinya. "Apakah kau akhirnya mengambil keputusan? Kau juga akan menikah Qin Nian dan Yun Ning?"


Mo Lian tertegun, tak menduga jika Su Jingmei sudah mengetahui pembicaraan yang dibahas tadi malam bersama dengan Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning. Ia sendiri belum ada bercerita tentang hal ini, kecuali Ayahnya yang memberitahukannya.


Su Jingmei menoleh ke kanan menatap Mo Lian. Ia tersenyum tipis seraya menyentuh hidung putranya. "Ibu tidak marah, itu adalah keinginanmu. Dan, bukankah Ning'er mengizinkannya."


Mo Lian tersenyum tipis seraya menunduk membalas tatapan mata Su Jingmei. "Iya."


Keduanya menuruni tangga kayu, keluar dari Can Qi Meiliafei dan menarik perhatian semua pejalan kaki. Yang menjadi pusat perhatian adalah Su Jingmei karena kecantikannya, dan sangat jarang terlihat di muka umum, dalam waktu delapan tahun ini, hanya terlihat saat acara pembukaan Can Qi Meiliafei, Paviliun Fei Xiao dan pertunangan Mo Lian.


Mo Lian menunduk ke kiri menatap Su Jingmei. "Ibu ingin pergi ke mana?"


Su Jingmei terdiam sejenak dan terus melangkah ke pusat Kota Zhan. Ia menoleh ke sana kemari melihat dagangan yang dijual di toko ataupun kedai kecil pinggir jalan. "Ibu ingin membeli daging, bukan untuk rumah makan, tapi untuk kebutuhan sehari-hari. Sudah lama Ibu tidak berbelanja, biasanya tukang daging yang akan datang mengantarkannya."


"Baiklah." Mo Lian membalasnya singkat, dan terus berjalan mengabaikan tatapan mata dari semua orang yang lewat.


"Terimakasih, Ibu. Aku akan selalu berhati-hati."


Su Jingmei tersenyum cerah memandangi Mo Lian.


Keduanya benar-benar seperti pasangan, jika saja saat acara pertunangan beberapa tahun lalu tidak disiarkan, tentunya tidak akan ada yang mengetahui jika Su Jingmei adalah ibu Mo Lian. Yang kemudian menganggap Mo Lian memiliki kekasih lain di belakang Hong Xi Ning.


***


3 Hari Kemudian


Akhirnya, Mo Lian akan pergi meninggalkan Bintang Utama untuk ke Bintang Xanzan, melalui celah ruang di sana dan turun ke Alam Hanzi.


Mo Lian tidak bisa berpamitan pada Hong Xi Zhang dan Wang Yue Fei, karena mereka berdua belum selesai mengurung diri dan masih mencoba untuk menembus Ranah God tahap Awal dan Heavenly Immortal tahap Akhir.


Kini sudah ada Mo Qian, Su Jingmei, Hong Xi Ning, Mo Fefei, Qin Nian dan Yun Ning yang berada di depannya.

__ADS_1


Sekarang, mereka berada di angkasa luar di sekitar Bintang Utama, menaiki Profound Ark kepunyaan Hong Xi Ning.


"Ayah, jaga Ibu dan Fefei. Jangan lupa untuk berlatih." Mo Lian memberi salam, beradu kepalan tangan dengan Mo Qian.


Mo Qian tersenyum ringan membalas salam Ko Lian. "Tidak perlu kau bilang, Ayah akan menjaga mereka berdua."


Mo Lian menoleh ke kanan depannya, melihat Su Jingmei yang berdiri di sebelah Mo Qian. Seketika itu juga Su Jingmei memeluk erat tubuhnya, dan ada isak tangis yang terdengar, meski tidak terlalu keras.


Mo Lian hanya diam menepuk-nepuk punggung Su Jingmei, lalu melepaskannya dan memeluk Mo Fefei. "Jangan malas, terus berlatih dan jangan melawan orangtua."


Mo Fefei yang membenamkan wajahnya di dada Mo Lian itu menganggukkan kepalanya. "Fefei ... tahu itu ..." Ia menahan emosinya agar tidak pecah dan menangis.


Kemudian, Mo Lian diam mematung melihat Qin Nian dan Yun Ning. Ia masih ragu apakah harus memeluk keduanya, tapi tiba-tiba tubuhnya bergerak sendiri, dan ia tahu siapa yang mengendalikan tubuhnya.


Qin Nian terperanjat ketika dipeluk oleh Mo Lian, tapi tidak lama kemudian ia tersenyum bahagia dan jantungnya berdegup kencang. Sudah sangat lama ia tidak berkomunikasi dengan Mo Lian, apalagi mendapatkan pelukan seperti ini.


"Aku akan menunggumu." Qin Nian bersisik di telinga Mo Lian, kemudian melepaskan pelukannya.


Yun Ning langsung melompat memeluk Mo Lian sesaat setelah Qin Nian selesai. Ia menggesekkan wajahnya di dada Mo Lian sembari berucap, "Hati-hati, aku akan menunggumu kembali dari sana." Ia mendongak, mengecup pipi Mo Lian.


Mo Lian sedikit kaget dengan tindakan yang dilakukan Yun Ning, tapi dengan cepat ia kembali tenang dan memeluk erat Hong Xi Ning. "Tunggu aku datang, tolong jaga Galaxy Pusat saat aku tidak ada. Lalu, jangan lupa berlatih."


"Harusnya aku yang berbicara seperti itu, bagaimanapun aku adalah Mastermu." Hong Xi Ning menyandarkan wajahnya di dada Mo Lian.


Mo Lian tertawa kecil, tetap memeluk Hong Xi Ning untuk waktu yang cukup lama, lebih lama dari yang lain. Hingga akhirnya, Hong Xi Ning mendorong dadanya secara perlahan, dan mengecup lembut pipinya.


"Hati-hati."


"Terimakasih." Mo Lian mengecup lembut kening Hong Xi Ning, lalu ia melangkah mundur ke belakang untuk beberapa meter.


Tubuhnya mulai berubah seperti api yang membakar, dimulai dari bagian bawah kakinya sampai ke atas dan benar-benar menghilang dari tempatnya.


Keenam orang itu tidak meninggalkan tempat mereka berdiri, tetap di sana menatap kosong di depan mereka.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2