
Mo Lian melompat ke arah arena dengan santainya tanpa ada rasa takut sama sekali, atau mungkin ia terlihat sangat senang karena bisa mempermalukan Penatua Jia di depan umum, atas kekalahan semua murid yang dikirim.
"Aku sudah siap."
Ketika Mo Lian sudah siap, dari daratan yang sedikit jauh dari arena, di mana Penatua Jia duduk di sana, ada cahaya oranye yang melesat dari sana dan mendarat puluhan meter di depan Mo Lian. Saat cahaya itu meredup dan menghilang, terlihat seorang pemuda berambut cokelat panjang dengan ikatan tunggal pada bagian belakang.
Pemuda itu mengenakan pakaian berwarna merah gelap tanpa jubah, dan ada pedang berwarna yang sama dengan pakaiannya menggantung di pinggang kiri.
"Aku akan menghukummu atas nama Senior!" Pemuda itu menarik bilah pedangnya.
Senior? Mo Lian hampir tidak bisa menahan tawanya, memang dari siapa yang masuk ke dalam Sekte Zhongjian, ia adalah seorang junior dan lawannya kali ini adalah senior. Tapi, dari segi kekuatan, ia berada di atas!
"Apakah kita harus saling memperkenalkan diri?—"
"Tidak perlu!" Pemuda itu memotong ucapan Mo Lian dan langsung melesat sangat cepat.
Mo Lian yang sebelumnya tersenyum, ekspresi wajahnya mulai berubah dan menatap dingin pemuda yang tidak ingin memperkenalkan diri. Ia mengangkat tangan kanannya perlahan sejajar dengan pelipisnya, dan melihat pedang yang sudah mengarah ke wajahnya.
Mo Lian memiringkan kepalanya menghindari serangan pedang, dan mengayunkan tangannya menampar wajah kiri pemuda yang merupakan Murid Ketiga dari Penatua Jia.
Boom!
Tamparan Mo Lian ini sangat keras, membuat pemuda itu menghantam lantai arena dan menggetarkannya, ada gelombang angin juga yang menyebar ke sekitar mengakibatkan asap putih di atas arena.
Wosh!
Angin kembali bertiup, menghilangkan asap putih penuh debu yang menghalangi pandangan itu menghilang, memperlihatkan Murid Ketiga dari Penatua Jia tidak sadarkan diri, tergeletak di lantai dengan mulut yang berbusa.
Kejadian yang sangat cepat ini mengejutkan semua orang.
Mo Fefei yang melihatnya dari salah satu daratan melayang, melompat kegirangan dan berteriak keras, "Kakak hebat!"
Qin Nian dan Yun Ning juga menganggukkan kepala bersamaan, yang kemudian saling mengucapkan kata yang sama, "Suamiku sangat hebat."
Kebisingan terjadi di dalam sekte maupun Kota Zhan karena kehebatan Mo Lian dalam mengalahkan Jiwa Emas tahap Awal dengan tamparan ringan. Tidak ada yang bisa mengalahkan Jiwa Emas tahap Awal dengan cara seperti ini, bahkan tahap Menengah pun harus sedikit melepaskan teknik.
__ADS_1
Tapi bagi Mo Lian yang Tiga Kekuatan Utama sudah mencapai Dao Immortal tahap Akhir dan setara dengan Heavenly Immortal, pertandingan ini sangat membosankan. Ia bisa membunuh lawannya hanya dengan mengangkat jari apabila ia benar-benar serius.
Mo Lian melangkah perlahan ke ujung arena, kemudian berhenti dan menangkupkan kedua tangan ke arah Penatua Jia. "Terimakasih kepada Penatua Jia karena bersikap baik dan mengirimkan murid lemah kepadaku!"
"Kau!" Penatua Jia sangat kesal.
"Tidak-tidak, aku benar-benar berterimakasih. Sungguh." Mo Lian tersenyum ringan, kemudian menaikkan sudut bibirnya menghina Penatua Jia di depan umum.
Penatua Jia sangat kesal, tapi mencoba untuk tetap tersenyum. "Bagus sekali, karena Junior Mo sangat hebat dalam mengalahkan Murid Ketiga. Bagaimana jika aku mengirim Murid Kedua?"
"Tidak perlu." Mo Lian mengangkat tangan kanannya dan melambaikannya malas.
Penatua Jia menyeringai lebar, menolak tawaran Penatua adalah tindakan kurang ajar dan sangat tidak sopan. Karena itu, ia memiliki kesempatan untuk menghukum Mo Lian, namun baru saja membuka mulutnya untuk berbagai, Mo Lian berbicara terlebih dahulu.
"Terlalu lambat harus melawan satu per satu, kirimkan semua murid dari Penatua yang ada."
Pernyataan Mo Lian ini benar-benar mengejutkan dan tidak sepatutnya, karena ini sama saja merendahkan para murid. Tapi, Hong Xi Ning tidak khawatir sama sekali.
Mo Lian sendiri ini adalah hal biasa, ia lebih memilih menghadapi semuanya langsung saat ini juga, daripada harus melawan satu per satu di setiap kesempatan, atau ada yang datang ke kediamannya dan menantangnya. Ia bahkan berkeinginan untuk menantang semuanya sekaligus, tapi itu hanya akan merendahkan kualitas sekte.
Mo Lian melompat mundur dan berdiri di tengah-tengah arena, membuatnya dikelilingi oleh puluhan murid Ranah Jiwa Emas tahap Awal sampai tahap Akhir.
"Tiga puluh empat dari delapan Penatua. Lumayan." Mo Lian meletakkan kedua tangannya di belakang pinggang.
Pemuda berambut hitam panjang dibiarkan terurai, mengenakan pakaian biru tua melangkah maju. Ia membawa kipas tangan dan dari ekspresi wajahnya, ia sangat kesal. "Aku Murid Pertama dari Penatua Jia. Berlutut dan jilat kakiku sampai—"
Plak! Boom!
Mo Lian bergerak sangat cepat dan menampar wajah pemuda itu, membuatnya melesat bagaikan angin dan menghantam lereng dari gunung lainnya.
Mo Lian menatap tajam Penatua Jia, kemudian menoleh ke belakang melihat murid-murid yang ingin menyergapnya. "Berlutut!"
Tekanan aura yang sangat kuat terlepas dari dalam tubuh Mo Lian, membuat puluhan murid terjatuh dan menghantam lantai arena tanpa bisa bergerak sama sekali, seperti ada gunung besar nan berat yang menindih tubuh mereka.
"Beraninya kau!" Penatua Jia juga melompat dari tempatnya dan mendarat di arena, tepat berdiri di depan Mo Lian.
__ADS_1
Hong Xi Ning bergerak sangat cepat, berdiri di antara Mo Lian dan Penatua Jia. "Berhenti." Ia menghentikan Penatua Jia yang hendak memukul Mo Lian. "Apakah kau tidak menghargai ku sebagai Matriak? Beraninya kau ingin memukul muridku di hadapanku."
"Seperti yang sudah disepakati ribuan tahun lalu, arena ini hanya diperuntukkan bagi murid-murid untuk menantang Murid Langsung yang baru diangkat!" Hong Xi Ning membuka matanya lebar dan melepaskan auranya.
Duarr!
Penatua Jia meledak menjadi kabut darah dan hanya meninggalkan Inti Jiwa berwarna kuning yang melayang di udara kosong.
Mo Lian yang berdiri di belakang Hong Xi Ning itu melepaskan kekuatannya ke langit, mengaktifkan Mata Langit dan menatap tajam Penatua yang juga ingin pergi. Seketika itu juga, banyak Penatua yang tubuhnya bergetar ketakutan dan bertekuk lutut.
"Acara hari ini cukup sampai di sini!" Hong Xi Ning kembali berteriak dan membawa Mo Lian kembali ke area luas puluhan meter di atasnya.
Penatua Jia yang hanya tinggal Inti Jiwanya saja itu bergerak dan kembali ke daratan yang melayang, yang kemudian membentuk tubuh barunya. Ia mengepalkan kedua tangannya erat, dengan tatapan tajam yang haus akan darah melihat punggung Hong Xi Ning. "Aku memang tidak bisa berbuat apa-apa di sekte, tapi karena kau menyinggungku ..."
"Can Qi Meiliafei dan Paviliun Fei Xiao akan aku hancurkan, mereka yang di sana akan aku bunuh beserta Desa Kunlun."
Mo Lian bisa mendengar suara yang sangat pelan dari Penatua Jia. Tapi ia bersikap tetap tenang seperti tidak tahu apa-apa, namun ia berniat akan membunuh Penatua Jia jika benar-benar berani menyentuh tiga tempat yang disebutkan tadi.
***
Kota Zhan
Semua penduduk yang melihat acara barusan, tidak pernah menduga akan ada kejadian seperti itu. Murid Langsung yang baru memasuki Sekte Zhongjian, mampu menghadapi puluhan langsung murid, bahkan sampai membuat Hong Xi Ning turun tangan sendiri untuk menghentikan Penatua Jia.
Sebelumnya, banyak juga yang meragukan kekuatan Mo Lian, karena memiliki marga yang sama-sama 'Mo', Murid Langsung dari Hong Xi Jiang. Mereka menganggap Mo Lian dapat memasuki Sekte Zhongjian karena status Mo Qian, yang akibatnya Hong Xi Ning terpaksa menerima Mo Lian.
Tapi setelah kejadian ini, tidak akan ada yang meragukan Mo Lian. Kemudian saat layar masih menyiarkan keadaan di dalam Sekte Zhongjian, tiba-tiba ada hal yang lebih mengejutkan lagi, 4 Dewi Kecantikan berlutut di depan Mo Lian, dan memanggilnya dengan sebutan 'Master'.
Namun itu belum seberapa, jika ada yang mengetahui Mo Lian adalah Pedang Sekte, maka semua orang akan lebih terkejut. Bagaimanapun, bukan hanya sebagai orang kepercayaan, tapi juga bisa dianggap terkuat setelah Matriak Hong.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1