Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 351 : Array Tembok Nasional dan Pertahanan


__ADS_3

Mo Lian sudah terbang lebih tinggi di langit Sekte Dongfangzhi. Sebelumnya ia ingin pergi ke Beijing, tapi teringat bahwa Dongfangzhi telah menjadi pusat dari Daratan Huaxia, bahkan Bumi itu sendiri.


Mo Lian sudah menempatkan satu klon di Taiwan untuk membantu memasang Array Tembok Nasional.


Bang!


Dentuman keras menyebar dengan gelombang udara seperti batu yang jatuh di ember air. Itu bergerak dengan kecepatan luar biasa dengan Mo Lian sebagai pusatnya saat melepaskan auranya. Kemudian dari berbagai tempat di perbatasan, pilar-pilar cahaya biru menjulang naik ratusan mil ke langit.


Cahaya itu melesat seperti pisau tajam yang membelah udara, bahkan ada suara keras saat cahaya itu naik. Cahaya itu bisa dilihat sampai jarak 10.000 mil dari sumber cahaya, angin juga bertiup kencang tapi tidak sampai melukai, ini seperti tiupan angin di padang rumput.


Dalam menciptakan sebuah susunan, tidak perlu lagi menggunakan Batu Giok Cermin atau Batu Spiritual. Semuanya bisa selesai dengan mudah hanya dengan sedikit tanda dengan energi spiritual.


Tidak perlu baginya untuk menggunakan Energi Sejati, itu terlalu berlebihan. Meskipun, energi di dalam tubuhnya sudah menjadi Energi Sejati, jadi sebanyak apa pun ia menolaknya, hanya akan ada Energi Sejati.


Energi Spiritual adalah dasarnya, biasanya tidak berbentuk atau bahkan terlihat. Setelah kultivasi dalam mengolah energi dalam tubuh lebih mahir dan kuat, biasanya akan berubah menjadi serpihan cahaya kecil, kemudian cahaya seperti aurora. Peningkatan terus berlanjut hingga membentuk kabut, embun, tetesan air, dan energi Mo Lian adalah Energi Sejati, sudah bisa memadat.


Bahkan jika ingin, ia bisa mengeluarkan energi dalam tubuhnya yang berwarna biru menjadi bentuk kristal. Kemudian melemparkannya seperti granat dan meledakkan bintang-bintang—sungguh luar biasa.


Aliran energi dalam tubuhnya juga seperti air terjun dengan ketinggian beberapa puluh mil, sehingga alirannya sangat deras dan itu berdampak pada daya serang maupun kecepatan dalam melepaskan serangan. Ia juga tidak akan pernah kehabisan energi, karena energi di sekitarnya akan terus masuk untuk mengisi kekosongan di dalam Dantian.


Kembali lagi pada array, pilar cahaya yang sudah menembus awan meledak menjadi ratusan ribu benang-benang tipis di udara. Mereka bergerak ke langit Sekte Dongfangzhi dan saling mengikat satu sama lain membentuk sangkar.


Vena Naga yang melihat itu langsung bertindak. Ia terbang perlahan saat melepaskan auranya ke segala arah yang bisa memberikan lebih banyak aura spiritual di atmosfer Daratan Huaxia. Aura di dalam tubuhnya terus naik saat hampir mencapai pusat dari Array Tembok Nasional.


Bang!


Dentuman keras terdengar saat Vena Naga menghantam Array Tembok Nasional, yang kemudian benang-benang tipis itu memancarkan cahaya emas murni yang sangat indah. Cahaya itu terus meluas sampai membentuk sebuah pelindung berbentuk kubah, dan samar-samar ada naga yang terbang di dalam pelindung dengan auman megah.


"Sekte Dongfangzhi sudah memasang Array Tembok Nasional. Aku harap tidak ada perkelahian antara sesama Bangsa Zhongguo, karena selain Bangsa Zhongguo kita yang bangkit, banyak ras-ras lain di luar sana yang mungkin akan menyerang kita. Termasuk Amerika, harusnya kalian tahu tentang kejadian empat belas tahun lalu."


Suara Mo Lian menggema di seluruh penjuru langit Kekaisaran Huaxia. Ini sudah disepakati bahkan sebelum Taotie dibunuh, bahwa Tiongkok atau China akan berganti nama. Dan, mulai saat ini, masing-masing kota akan memegang penuh kekuasaan.

__ADS_1


Seperti, Provinsi Chengdu—Kerajaan Sichuan—Kekaisaran Huaxia.


Walaupun sudah berubah menjadi Kekaisaran Huaxia, tapi pemerintahannya masih sama. Sungguh aneh, ini lebih seperti Serikat.


Sekte Dongfangzhi, akan bertugas sebagai tempat pembinaan para praktisi dan pusat dari praktisi. Yang kemudian bertugas, untuk tugasnya, belum ditentukan.


Vena Naga kembali muncul dari pusat array, tapi dengan ukuran yang lebih kecil meski masih memiliki aura yang sama kuatnya dari sebelumnya. Kekuatan Vena Naga itu sendiri dirasa setara dengan Dewa Merah tahap Menengah. Jika tidak membantu menciptakan Array Tembok Nasional, mungkin setara dengan Mo Lian saat ini.


Array Tembok Nasional ini mampu menahan serangan sampai Dewa Hitam tahap Akhir, dan mampu menghalau semua manusia atau ras yang bukan berasal dari Bangsa Zhongguo. Ada lagi kegunaannya: membalas serangan, sebagai alarm apabila ada penyusup yang tiba-tiba berteleportasi, mengisolasi, serta memperkuat aura spiritual di dalam Array Tembok Nasional.


Array Tembok Nasional tidak akan hancur apabila Vena Naga masih memiliki energinya.


Tapi ini belum selesai, karena masih ada tugas yang harus dilakukan, yaitu memasang Array Pertahanan yang melindungi Bumi.


"Terima kasih, Senior Naga." Mo Lian menangkupkan kedua tangan dengan maksud memberi hormat pada Vena Naga, kemudian ia terbang ke luar angkasa sebelum mendapatkan balasan. Saat ini ia sedang terburu-buru dan tidak ingin membuang lebih banyak waktu, bahkan mungkin saja waktu dengan istri-istrinya akan berkurang.


Sebelumnya, Mo Lian tidak akan peduli dengan masalah percintaan. Bahkan Qin Nian dan Yun Ning yang selalu menggodanya sebelum bertemu dengan Hong Xi Ning, tidak pernah diperhatikan dan ia selalu bersikap dingin, tapi setelah menikah, ia sangat menyayangi mereka berdua sama seperti ia menyayangi Hong Xi Ning.


Mo Lian menghela napas saat menggelengkan kepalanya, kemudian berkata penuh tekad, "Aku akan melakukan apa pun, untuk melindungi mereka bertiga."


Dalam hitungan detik, Mo Lian sudah berada di luar angkasa dan menyadari bahwa planet atau Bintang Terbengkalai lain mengalami evolusi masing-masing, meski tidak sebaik Bumi. Tapi setidaknya sudah bisa dihuni, bahkan Mars sudah mulai hijau dengan rumput-rumput yang tumbuh jarang.


Mo Lian melihat Bumi, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan keningnya. Ia merasa banyak ledakan energi dari berbagai tempat selain Kekaisaran Huaxia, itu adalah ledakan pertempuran. Tidak seperti Kekaisaran Huaxia yang damai karena sudah diberi tahu barusan, bahkan jauh-jauh hari pun sudah.


Mo Lian menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan sebelum berkata dengan datar, "Atas nama Mo Lian, aku memanggil kalian semua, Nadi Naga untuk hadir di hadapanku."


Tiba-tiba, auman naga tersebar dari belasan tempat di Bumi dengan cahaya berbeda. Cahaya-cahaya itu hanya titik-titik kecil, tapi terus membesar sampai membentuk naga. Nadi Naga ini tidak sebesar Vena Naga bahkan setelah kehilangan sebagian kekuatannya, tapi dengan jumlah seperti ini, sudah cukup mampu untuk membangun Array Pertahanan.


Tapi masing-masing Nadi Naga itu memiliki panjang ratusan mil dengan kepala sebesar delapan kali lapangan sepak bola. Itu sungguh besar, meski mereka hanya terbuat dari energi dan bukan daging asli, tapi bisa dipastikan Dewa Pemula akan terbunuh jika dimakan Nasi Naga dan menjadi nutrisi.


Tanpa membuang waktu lebih banyak lagi, Mo Lian mengangkat kedua tangannya. Dahinya memancarkan cahaya emas murni yang menembak dahi Nadi Naga tanpa meninggalkan satu pun.

__ADS_1


"Atas nama Mo Lian, aku memerintahkan kalian semua untuk bergabung dan melindungi Bumi."


Belasan Nadi Naga itu memancarkan cahaya masing-masing yang sangat murni tanpa ada kotoran. Kemudian mereka bersatu, membentuk Nadi Naga dengan ukuran yang sangat luar biasa.


Bang!


Nadi Naga melepaskan aura spiritual yang sangat kuat, menggema di seluruh Galaxy Bima Sakti dan auranya itu terus mengembang sampai melebihi kekuatan Mo Lian, mungkin sudah setara dengan Dewa Bumi tahap Menengah atau bahkan Akhir.


Tubuh Mo Lian memancarkan cahaya biru, putih dan emas secara bersamaan yang murni. Auranya membungkus Nadi Naga dan memerintahkannya untuk terbang mengelilingi Bumi sembilan kali untuk menyebarkan auranya ke segala arah. Samar-samar mulai terbentuk sebuah pelindung tipis setiap kali Nadi Naga terbang, tapi ada salah satu bagian dengan diameter 100 mil yang tidak terlindungi oleh energi dari Nadi Naga.


"Aku tidak bisa membiarkan lubang itu berada di atas Kekaisaran Huaxia. Amerika? Itu seperti pedang bermata dua, bisa digunakan untuk menghancurkan Amerika, tapi bagaimana jika ras-ras yang bangkit menyerangku dari belakang dan mengganggu konsentrasi saat menjaga Gerbang Pertahanan?"


Mo Lian yang mengangkat kedua tangannya di depan dada saling bersentuhan, sedang memindai Bumi untuk mencari tempat yang cocok untuk bertarung. "Antartika." Ia mendapatkannya, di sana ada sedikit manusia bahkan bisa dibilang tanpa kehidupan kecuali monster.


Auman naga kembali terdengar saat lubang di langit berpindah secara perlahan-lahan, aura yang dilepaskan Bumi tertahan di dalam Array Pertahanan, tidak seperti sebelumnya yang terlepas dan memengaruhi sekitarnya.


Ketika Mo Lian sedang mengendalikan susunan pertahanan, ia menyadari sesuatu. Awalnya satelit memang terputus, tapi masih mengitari Bumi, tapi sekarang benar-benar menghilang, dan terbang menjauh ke ujung Tata Surya.


Mo Lian hanya diam seraya mengangkat bahunya, tidak peduli dengan satelit yang telah menjauh. Ia bisa meminta Shen Jia Mee untuk mengirimkan teknologi terbaru jika perlu.


Mo Lian menghela napas panjang saat membuka kedua tangannya, ada naga kecil di antara kedua tangannya yang tercipta dari energi. Kemudian ia mengatupkan kedua tangannya kembali, menimbulkan dentuman keras dengan auman naga yang lebih mengerikan.


Pelindung terlihat lebih tebal dengan warna keemasan murni, dan samar-samar ada ratusan naga yang terbang di sana. Array Pertahanan ini tidak memiliki fungsi sebanyak Array Tembok Nasional. Hanya menghalau serangan, menahan aura di Bumi dan mengunci penyusup.


"Selesai." Mo Lian menurunkan kedua tangannya saat menghela napas lega.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2