
Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah dua hari terlewati. Hari ini adalah hari dimana pelelangan Pil Pingyuan akan dilaksanakan di Paviliun Baozang pada pukul 19.30 waktu setempat.
Saat ini Mo Lian masih berada di Mansion Bai Long. Ia duduk bersila dengan mata terpejam di halaman belakang, ia berusaha sekuat tenaga untuk dapat menembus Ranah Inti Perak. Ia berkultivasi tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya.
Ketika ia membuka matanya, langit berubah warna menjadi jingga, dengan satu tangan menyentuh tanah dan satu tangan lainnya menyentuh lutut, ia menopang badannya untuk berdiri seraya menepuk-nepuk dedaunan yang menempel di pakaiannya.
"Kultivasi hari ini tidak ada kemajuan. Aku masih belum bisa menembus Ranah Inti Perak. Menggunakan Array Perampok Roh juga tidak lagi berguna."
Mo Lian masuk ke dalam kediamannya, ia langsung menuju lantai dua untuk membersihkan keringat yang menempel di tubuhnya.
Tidak lama kemudian, ia turun ke lantai dasar. Di sana sudah berdiri dua wanita yang sangat cantik, itu adalah Ibu dan Adiknya. Keduanya memakai gaun pesta berwarna putih dan biru yang memperlihatkan dada bagian atas hingga leher, serta dibagian bawahnya terbelah memperlihatkan salah satu kaki.
"Ibu, kau sangat cantik," ucap Mo Lian melihat Ibunya. Ia menolehkan kepalanya menatap Mo Fefei. "Fefei, itu terlalu cepat bagimu untuk mengenakan gaun itu."
Mo Fefei menggembungkan pipinya, ia menggigit bibir bawahnya kemudian menolehkan kepalanya menatap Ibunya. "Ibu. Lihat kakak, dia mengejekku lagi," ucapnya dengan nada sedih.
Su Jingmei terkekeh kecil dengan tangan kanan menutupi bibirnya. Ia menatap wajah Mo Lian. "Lian'er. Kau jangan selalu menggoda Adikmu."
"Baik, Bu."
Mo Fefei menatap tajam, kemudian dengan satu mata tertutup seraya menjulurkan lidahnya, ia mengejek balas Mo Lian.
Melihat itu, Mo Lian hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalanya pelan.
Mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar, kemudian keluar dari halaman Mansion Bai Long. Di depan gerbang terlihat mobil terparkir, yang sepertinya baru saja tiba, dan didepannya terlihat wanita muda yang sangat cantik yang tak lain ialah Qin Nian.
Qin Nian berjalan menghampiri Mo Lian. "Selamat malam, Master."
Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Malam," balasnya singkat.
Setelah memberikan salam, mereka berempat masuk ke dalam mobil. Kemudian Qin Nian mengemudikan mobilnya menuju Paviliun Baozang.
Puluhan menit kemudian, mobil yang mereka kendarai berhenti di bangunan bergaya China klasik yang tak lain adalah Paviliun Baozang. Di depannya sudah terparkir puluhan mobil mewah, serta belasan mobil dari pihak media.
__ADS_1
Ketika mereka berempat keluar dari mobil, banyak kamera yang tertuju pada mereka. Terlebih lagi dengan penampilan tiga wanita cantik, dan untuk Mo Lian, ia terabaikan.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka berempat memasuki Paviliun Baozang dan langsung naik ke lantai dua menuju tempat di mana pelelangan dilaksanakan.
Saat mereka tiba di aula lelang, sudah banyak orang-orang yang duduk di kursi yang disediakan maupun di balkon lantai tiga.
Su Jingmei dan Qin Nian naik ke podium lelang. Sedangkan untuk Mo Lian dan Mo Fefei duduk di barisan depan, untuk pelelangan kali ini sendiri dibawakan oleh Qin Nian.
Berbicara tentang pelelangan, Keluarga Qin dan Yun lainnya sudah tiba terlebih dahulu sebelum Mo Lian datang. Mereka semua duduk di kursi terdepan yang sejajar dengan Mo Lian.
Qin Nian menolehkan kepalanya melihat sekitar, kemudian ia menganggukkan kepalanya. Ia mengambil microfon yang telah disiapkan di atas meja yang tak jauh darinya. "Selamat malam dan selamat datang di Paviliun Baozang. Saya Qin Nian sebagai pembawa acara dalam pelelangan kali ini ..."
"Semua orang yang ada di sini pastinya sudah tahu apa yang akan dilelang. Kami akan melelang Cairan Pil Pingyuan dari Perusahaan Meiliafei. Sebelum kita menentukan harganya, mari kita demostrasikan bagaimana efek dari cairan ini."
Saat Qin Nian menyelesaikan perkataannya, dari belakang tirai panggung muncul wanita muda membawa nampan yang di atasnya terdapat botol kecil 120 ml. Wanita muda itu tidak sendiri, ia bersama seorang wanita tua berambut putih dan wajahnya dipenuhi kerutan. Serta beberapa wanita muda lainnya yang membawa bak kecil berisikan air.
Qin Nian menatap wajah Su Jingmei. Kemudian keduanya menganggukkan kepala bersamaan, Su Jingmei berjalan menghampiri wanita muda yang membawa nampan, ia mengambil botol kecil di atasnya.
Su Jingmei menuangkan Cairan Pil Pingyuan ke dalam bak kecil yang telah disiapkan. Seketika air di dalam bak berubah warna menjadi merah muda keunguan dengan kilauan putih, ia menolehkan kepalanya menatap wanita tua dan kemudian menganggukkan kepalanya.
Wanita tua itu berjalan menuju bak kecil, ia mengeluarkan kain bersih yang telah disiapkan, kemudian mencelupkannya ke dalam bak air. Beberapa detik kemudian setelah direndam, ia mengangkat kain putih itu dan mengusapkannya di wajah serta rambutnya.
Pada saat itu juga, fenomena menakjubkan terpampang jelas dihadapan semua orang yang hadir. Mata mereka terbelalak lebar dengan rahang yang hampir terjatuh, mereka mengusap kedua mata mereka memastikan apakah apa yang mereka lihat benar ataukah hanya khayalan.
"I- I- I- Ini. Ba- Ba- Bagaimana mungkin. Kerutan di wajahnya menghilang, rambut putihnya juga sudah mulai menghitam. Apakah aku bermimpi."
"Apakah ini mungkin? Bukankah aneh, hanya dalam hitungan detik penampilannya berubah. Bagaimana jika itu hanyalah akal-akalan mereka, siapa tahu dia bukan wanita tua, melainkan wanita muda yang menyamar!"
"Hai kau! Apakah menurutmu mungkin keluarga besar dari Provinsi Sichuan dan Shaanxi yang memiliki kekayaan berlimpah menipu orang. Terlebih lagi Bintang Huaxia, Yun Ning juga menjadi bintang iklannya!"
Seketika obrolan berhenti, mereka juga berpikiran tidak mungkin jika dua keluarga besar dari dua provinsi untuk menipu orang-orang hanya untuk kekayaan. Bagaimanapun keuangan dua keluarga ini sangat-sangat berlimpah, bahkan jika kekayaan semua orang di sini digabungkan, itu belum cukup untuk menyamai keuangan salah satu dari mereka, bahkan untuk setengah hartanya.
Setelah percakapan antara para tamu telah berhenti. Su Jingmei kembali membuka suaranya. "Kami menjual berbagai tipe Cairan Pil Pingyuan, hanya saja untuk cairan yang ini hanya kami jual sebanyak 50 botol dalam setahun. Itupun tidak sembarang orang yang bisa membelinya, harus ada beberapa ketentuan ..."
__ADS_1
"Jadi jangan lewatkan kesempatan ini untuk memiliki Cairan Pil Pingyuan. Malam ini kami hanya mengeluarkannya satu botol." Su Jingmei melanjutkan perkataannya.
Semua orang kembali terdiam dengan kedua tangan mencengkeram lututnya. Mereka sudah tidak sabar untuk menawar harga, namun sayangnya pihak pelelangan belum memberikan harga yang harus ditawar.
Qin Nian memandangi semua orang, entah itu di aula lelang maupun di balkon lantai dua. Ia tersenyum lembut kemudian mengangkat microfon. "Harga awal adalah 1.000.000 Yuan, untuk setiap kenaikan harga tidak boleh kurang dari 100.000 Yuan!"
Segera semua orang mengangkat tangannya ke udara mulai menawar harga. Meski terbilang mahal untuk sebotol kecil, tapi bagi mereka yang ingin penampilannya terlihat sempurna, botol kecil itu patut untuk diperjuangkan.
"1.000.000 Yuan!" Peserta lelang di kursi nomor 123 mengangkat tangannya.
"1.500.000 Yuan!" Kali ini peserta yang berada di balkon nomor lima.
"1.700.000 Yuan!"
"2.000.000 Yuan!"
Penawaran terus berlanjut hingga tak berselang lama akhirnya berhenti saat harga sudah mencapai 3.500.000 Yuan. Segera Qin Nian mengumumkan pemenang lelang Cairan Pil Pingyuan setelah memastikan bahwa tidak ada lagi penawaran. "Selamat kepada tamu VIP nomor 6 karena memenangkan Cairan Pil Pingyuan dengan harga 3.500.000 Yuan!"
Mendengar itu, semua orang hanya bisa menggeleng kecewa dengan napas berat keluar dari mulutnya karena tidak dapat memenangkan pelelangan. Mereka semua berpikiran akan sangat menguntungkan jika dapat memiliki Cairan Pil Pingyuan itu, kemudian dianalisa bahan-bahannya, lalu dijual kembali dengan harga yang lebih murah.
Tapi yang tidak diketahui mereka adalah metode pembuatan Pil Pingyuan tidak sama dengan metode pembuatan produk kecantikan di Bumi. Mo Lian juga sudah mengantisipasi hal-hal lainnya seperti Cairan Pil Pingyuan yang akan dibagi-bagi kemudian dijual kembali.
Walaupun Pil Pingyuan bisa dilarutkan dalam 100 liter air dan efeknya masih terlihat. Namun dalam pelelangan ini sudah diaturnya hanya untuk air satu bathtub. Sehingga tidak ada orang-orang yang menjual produknya kembali.
Setelah Cairan Pil Pingyuan telah dilelang. Semua orang tanpa terkecuali keluar dari gedung Paviliun Baozang, mereka kembali ke tempat masing-masing, dan ada pula yang berkumpul bersama untuk dapat merebut Cairan Pil Pingyuan yang telah dimenangkan.
Hari ini, 21.33 tanggal 22 April 2020. Berita tentang kemanjuran dari Cairan Pil Pingyuan sudah tersebar luas di seluruh media. Pada saat itu juga nilai saham Perusahaan Meiliafei melonjak naik, bahkan sebelum penjualan resminya.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1