Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 334 : Godaan


__ADS_3

Acara pernikahan dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam dan semua pembudidaya dari tempat yang jauh terus berdatangan, termasuk koki yang memasak terus bertambah.


Koki yang memasak tidak meminta Batu Spiritual sebagai pembayaran, mereka semua sangat senang hanya dengan bertemu dengan Mo Lian.


Kemudian, karena acaranya terbilang sangat lama dan menghalau sinar matahari dalam wilayah yang cukup luas. Mo Lian meminta pada semua manusia biasa yang berada di bawah untuk naik ke atas awan dan makan bersama, kemudian setiap harinya makanan-makanan akan dibagikan kepada semua manusia yang membutuhkan.


Tidak peduli apakah berasal dari negara yang sama ataukah negara yang tidak bersahabat. Mo Lian memberikan mereka makanan tanpa memedulikan hal politik, karena ia adalah God tahap Akhir, sangat aneh jika mengurus hal-hal semacam perang di Bumi.


Bahkan, jika Bumi ada perang, Tiongkok akan tetap berdiri kokoh karena ada 2 Alam dan Manusia, 30 Inti Emas dan 98 Inti Perak, 489 Fase Lautan Ilahi, 888 Fase Mendalam dan 1.863 Fase Fondasi. Jika ditambah dengan Ong Hei Yun, Yu Lan Yue dan Zhing Xumei, akan bertambah 3 Jiwa Emas.


Tingkatan kultivasi di Bumi tidak lagi menggunakan Wu-Shi, Wu-Zun (Fase Fondasi), Wu-Zong (Fase Mendalam) Wu-Dan (Fase Lautan Ilahi), Wu-Sheng (Inti Perak) dan Wu-Zheng (Inti Emas). Sekarang, tingkat kultivasi di Bumi menggunakan tingkatan yang dipakai oleh semua pembudidaya di Alam Semesta.


Mo Qian, Su Jingmei dan Mo Fefei berencana untuk tinggal di Bumi selama tiga bulan, kemudian kembali ke Bintang Utama dan kembali lagi ke Bumi. Mereka berencana melakukan bisnis di dua tempat, sebelumnya tidak terpikirkan akan hal ini, tapi karena Mo Lian berencana membangun Gerbang Dimensi, mereka mulai melakukan pembangunan.


Ada alasan lain mengapa mereka bertiga melakukan bisnis di Bumi, itu karena binatang-binatang liar di Bumi bertranformasi setelah perubahan aura spiritual di Bumi. Untuk itu, Mo Qian membangun Pasukan Tentara Bayaran yang membunuh Monster Spiritual dan membeli Inti Spiritual dengan Batu Spiritual kualitas Rendah, Menengah ataupun Tinggi.


Bukan hanya bisa membantu pembudidaya di Bumi dengan Batu Spiritual, tapi juga tetap bisa mendapatkan untung dengan menjualnya lagi di Bintang Utama maupun di sekitarnya yang masih masuk dalam Galaxy Pusat.


Kembali lagi, karena kebaikan Mo Lian yang memberikan makanan hampir ke seluruh dunia, banyak manusia biasa yang mulai menyembah Mo Lian atau bahkan datang ke Tiongkok dengan menggunakan kapal, pesawat, bahkan ada yang sangat nekat karena berjalan kaki.


Hanya satu keinginan mengapa mereka datang ke Tiongkok, mereka ingin bergabung dengan Sekte Dongfangzhi, bahkan jika harus menjadi tukang sapu.


Negara-negara yang sebelumnya masih memiliki rasa percaya diri untuk menguasai Tiongkok setelah mengembangkan nuklir, tiba-tiba tidak lagi berkeinginan untuk mengambil alih. Mereka memilih untuk tetap diam, daripada negara mereka menghilang dari Bumi.


***


Rabu, 05 Maret 2036


Istana yang terbangun di atas awan sudah menghilang, bersama dengan semua pulau yang sengaja diciptakan untuk para tamu duduk.


Hadiah yang diterima Mo Lian cukup banyak, jika bagian Bumi kosong, harta yang didapatnya bisa mengisi bagian dalam Bumi.


Mo Lian sekarang berada di Istana Dongfangzhi yang terbang di atas Aula Sekte dengan ukuran bangunan yang sama. Ia tidak sendirian, ia bersama istri-istrinya sedang bersantai bermandikan sinar matahari.

__ADS_1


Aku sudah menikah, tapi aku belum melakukannya dengan Nian'er dan Ni'er.


Hong Xi Ning yang duduk dengan kaki melipat, membelai rambut Mo Lian yang tidur di pangkuannya. "Sayang, aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau ingin melakukannya, tapi bingung bagaimana harus membagi waktu, mengapa tidak langsung bertiga?"


Mo Lian tidak bisa berkata-kata saat mendengar ucapan Hong Xi Ning yang tepat sasaran. Wajahnya memerah, membayangkan melakukannya langsung dengan tiga wanita, bahkan tongkat ajaibnya tidak bisa tetap tenang dan mulai bergerak.


Qin Nian dan Yun Ning tertegun, wajah mereka merah padam. Kemudian pandangan mereka tertuju pada pangkal paha Mo Lian yang mulai naik, keduanya menatapnya seraya menutup wajah mereka dengan kedua tangan, meski masih bisa melihatnya melalui sela-sela jari.


Mo Lian menutup matanya untuk menghindari tatapan dan mencoba untuk menahan malu. "Jangan melihatnya seperti itu, ini masih siang hari, aku juga sedikit lelah karena banyak Kultivator yang datang untuk meminta tanda tangan."


Mo Lian masih gugup, apalagi dengan pemikiran berani Hong Xi Ning tadi.


Keempat orang itu tidak lagi berbicara, menjadikan suasana kembali hening dan canggung. Terutama Mo Lian yang merasakan tatapan pada bagian pangkal pahanya.


Ingin sekali Mo Lian membawa mereka bertiga masuk ke dalam Istana Dongfangzhi dan melakukannya langsung sampai pagi. Tapi, ia menahannya, setidaknya sampai hari mulai gelap karena kehilangan sinar matahari.


Mo Lian yang bersantai, mengerutkan keningnya saat mendengar suara raungan keras dari dalam Bumi, sepertinya Taotie sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk memakan semua manusia-manusia di Bumi.


"Taotie mulai berontak, apakah kalian ingin pergi ke sana untuk melihatnya?"


Mo Lian bergidik saat tiba-tiba ada sentuhan yang menimbulkan sengatan seperti listrik. Ia membuka matanya perlahan, dan matanya bertemu dengan Hong Xi Ning.


Qin Nian dan Yun Ning hanya diam, tidak menduga jika Hong Xi Ning yang anggun dan elegan akan sangat berani melakukan tindakan seperti itu. Keduanya menoleh melihat sekitar, dan merasakan ada formasi array yang sebelumnya tidak ada.


Qin Nian dan Yun Ning tahu array apa ini, array ini adalah array ilusi yang membuat siapa saja di luar tidak tahu apa yang terjadi di dalamnya. Keduanya bertukar pandang, kemudian mengangkat tangan seperti menopang langit, tiba-tiba ada tanah yang naik di sekitar mereka membentuk kubah, melindungi mereka berempat di dalamnya.


Qin Nian mengusap pipi Mo Lian. "Karena kita sudah menikah, maka aku tidak akan menahan diri lagi." Ia mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Mo Lian.


Yun Ning duduk di sebelah kanan Mo Lian, menunggu Qin Nian selesai, kemudian melakukan hal yang sama pada Mo Lian.


Mo Lian hanya diam mencoba untuk tetap tenang, tapi ternyata keinginannya mengalahkan ketenangannya. Biasanya, Heavenly Immortal tidak mudah kehilangan kendali, tapi Mo Lian meski sudah menjadi Dewa setelah menembus Ranah God, tidak bisa menghilangkan keinginan dari sifat manusia.


Biarlah, Kaisar Giok memiliki istri dan anak, jadi, aku tidak perlu menahan diri!

__ADS_1


Mo Lian membiarkan mereka bergantian mencium bibirnya. Ia juga tidak merasa tidak nyaman, ini adalah kebahagiaan.


Ggrrr!


Getaran raungan bisa dirasakan oleh Mo Lian yang sedang berbaring dan mengganggu ketenangan Mo Lian.


Mo Lian mengalirkan Energi Sejati di lima jari dari tangan kirinya yang menyentuh tanah.


Pada saat yang bersamaan, jauh di dalam inti Bumi yang berada di dalam dimensi berbeda, fluktuasi energi yang sangat kuat berkumpul di sekitar Taotie.


Tiba-tiba, suara rantai kapal mulai terdengar dan terlihat pusaran-pusaran cahaya biru bermunculan. Dari dalam pusaran terlihat ada rantai petir yang bergerak cepat dan sangat mengerikan, rantai itu mengikat Taotie yang mencoba untuk berontak.


Taotie membuka mulutnya lebar dan meraung lebih keras lagi, sebelum akhirnya kembali terdiam saat rantai biru mengikat mulutnya untuk tidak lagi bersuara. Ia tidak bisa menahan tekanan yang diberikan dari rantai, bahkan tekanan ini lebih kuat dari Zaman Kuno.


Kembali lagi pada Mo Lian yang sudah mengubah posisinya untuk duduk.


Mo Lian berdiri perlahan seraya melepaskan Kekuatan Jiwa, membuat tiga wanita yang berada di sebelahnya melayang perlahan meninggalkan lantai. Ia berbalik memasuki Istana Dongfangzhi dan formasi array yang mengelilingi bertambah kuat.


Ketika sudah memasuki Istana Dongfangzhi, Mo Lian membawa mereka bertiga ke sebuah ruangan yang luas dan indah, seperti kamar Kaisar dan di tengah-tengahnya ada kasur dengan ukuran besar yang mampu menampung lima orang dewasa.


Mo Lian melemparkan Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning ke atas kasur, kemudian ia melepaskan pakaiannya.


Qin Nian tersentak saat melihat tongkat Mo Lian, kemudian ia menoleh melihat Hong Xi Ning. "Ap- Apakah itu, memang sebesar itu?"


Saat Qin Nian kembali ke Bumi, ia kembali ke Kediaman Qin dan melihat keponakannya yang berusia tiga tahun keluar dari kamar mandi, tongkat itu sangatlah kecil, mungkin sebesar kelingking. Tapi, milik Mo Lian sangat besar.


Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, ia menepuk-nepuk pundak Qin Nian. "Iya, dan, suami kita sangat ganas, mungkin ini akan berakhir saat malam hari, bahkan pagi."


Qin Nian dan Yun Ning tidak bisa menahan raut wajah mereka untuk tetap tenang, ini adalah kali pertama mereka, dan apakah harus melakukannya sampai pagi?


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2