Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 222 : Datangnya Pengganggu


__ADS_3

Karena ada yang mengikutinya dari kegelapan, dan kekuatan mereka lebih tinggi dari tiga pengawal Bai Junda, membuat mereka yang berada di dalam kegelapan sangat percaya diri untuk membunuhnya, itu didasari dari niat membunuh yang ia rasakan.


Mo Lian berhenti berjalan saat di sebelah kirinya ada gang kecil yang terbentuk karena sela antara dua bangunan. Ia menoleh ke arah gang kecil itu, kemudian memasukinya tanpa ragu.


Mo Lian berjalan sampai ujung gang, dan diam di sana untuk sementara waktu tanpa membuat pergerakan. Hingga belasan menit berlalu, ia berbalik dan mendongak ke atas. "Mau sampai kapan kalian bersembunyi? Bukankah kalian ditugaskan untuk menjaga Mas~ter Mu~da kalian yang sangat tam~pan itu?" tanyanya dengan nada menghina.


Bayangan yang gelap mulai bergerak-gerak dan memperlihatkan enam pria yang mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah, dan kekuatan mereka adalah Inti Emas tahap Akhir, dan satu Setengah Alam dan Manusia. Kekuatan yang cukup tinggi untuk ukuran pengawal.


"Apakah kau tahu akibat dari menyinggung Paviliun Kongqi Hei'an?"


Mo Lian memiringkan kepalanya ke kiri ke kanan, meregangkan otot-otot lehernya yang sedikit kaku. "Maksudmu Organisasi Angin Hitam?"


Kelompok enam orang itu tertegun saat mendengar apa yang dikatakan Mo Lian, meski organisasi mereka baru terbentuk selama 100 tahun dan tersebar di Tiga Daratan Utama, tapi tidak ada yang benar-benar mengetahui nama asli dari organisasi yang mereka sembunyikan selama ini.


"Apakah kalian bingung bagaiman aku bisa mengetahuinya? Itu dari Penatua Jian. Dia sangat bodoh sekali, mengatakan yang terkuat atau apalah," ucap Mo Lian mendekati pria berpakaian hitam itu.


Salah seorang dari mereka mundur selangkah karena merasakan tekanan yang aneh berasal dari Mo Lian. Hingga tak lama, ia memberi perintah untuk melakukan serangan. "Bunuh!"


Mo Lian melebarkan kedua kakinya, membuat getaran di tanah yang berada di gang kecil ini, dan kemudian tanah yang dipijak enam orang itu terbelah dua, mengubur setengah tubuh mereka di dalam tanah.


Keenam orang itu meronta-ronta dan melepaskan pukulan mereka di permukaan tanah, mencoba untuk lepas dari tanah yang mengapitnya.


Mo Lian berjalan perlahan, dan semakin ia melangkah, semakin erat pula tanah yang mengapit itu. Ia berjongkok di depan salah satu dari mereka, kemudian ia mencari tahu ingatan darinya.


Yang dilihat dari ingatan itu hanyalah perintah yang harus dikerjakan dan isi dari perintah adalah untuk menculik gadis-gadis muda di Kota Xingmai, yang kemudian dibunuh untuk diambil darahnya. Perintah yang diberikan juga bukan dari saling bertemu, melainkan surat yang dikirim melalui merpati.


"Tidak ada informasi yang berharga ..." Mo Lian menakan kedua tangannya di atas lutut, menopang badannya untuk berdiri. "Kalau begitu, kalian tidak berguna."


"Aaarrrggh—"


Keenam orang itu berteriak dengan rasa yang sangat menyakitkan saat tubuh mereka terbelah menjadi dua bagian, terbelah bukan dengan cara ditebas pedang, melainkan dijepit oleh dua tanah yang menekan.


Ketika Mo Lian meninggalkan gang kecil itu, keenam orang yang masih bernapas itu tenggelam di dalam tanah yang terbelah, dan kemudian ditekan sampai menjadi daging giling.


Mo Lian menoleh ke kanan, masih ada kerumunan orang yang melihat gerbong kereta milik Paviliun Kongqi Hei'an dan Bai Junda yang masih tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Ia menunjuk jarinya ke langit yang berada di atas gerbong kereta. Fluktuasi energi spiritual yang kuat tercipta dan menciptakan sebuah pedang berwarna biru muda. Dengan arahan dari jarinya, pedang itu jatuh dari langit, menembus Bai Junda dari bagian kepala dan membunuhnya di tempat.


Teriakan-teriakan ketakutan dan kepanikan terdengar dari kerumunan orang, membuat mereka semua berlarian dari tempat kejadian karena takut disalahkan, yang akibatnya berurusan dengan Paviliun Kongqi Hei'an.


Di saat yang lain sedang berlarian karena panik, Mo Lian mengarahkan telapak tangannya pada mayat Bai Junda, dan melepaskan Cincin Ruang yang digunakan. Cincin Ruang itu melesat cepat dan hanya terlihat seperti cahaya biru yang terbang.


Mo Lian menangkap Cincin Ruang yang bergerak ke arahnya. "Cincin Ruang ini memiliki tanda di mana akan memberikan titik koordinat saat pemiliknya terbunuh." Ia mengalirkan energi yang, dan mengacaukan mantra yang tertanam di dalamnya.


Cincin Ruang itu memancarkan cahaya oranye, dan memperlihatkan huruf-huruf kuno dengan pola-pola aneh. Dengan hembusan angin dari dalam mulutnya, ia menghancurkan mantra itu.


Hanya Alam dan Manusia yang memasang mantra pada Cincin Ruang, sangat mudah untuk menghancurkannya. Apalagi ini hanya Mantra tingkat Tiga.


Mo Lian menoleh ke kiri, dan pergi bersama kerumunan orang yang berlari ketakutan. Mungkin penampilannya sudah diketahui, dan akan tersebar pamflet yang mengatakan ia sebagai buronan tidak lama lagi.


Puluhan menit ia berjalan, ia sudah sampai di perempatan yang masih bagian dari selatan Kota Xingmai. Di kanan depan di seberang jalan, terdapat penginapan yang terlihat lebih modern, dan hampir memiliki model seperti di Bumi.


Tanpa berlama-lama lagi, ia berjalan menyeberangi jalan dan masuk ke dalam Penginapan 9 Lantai. Nama yang terbilang sederhana dan tidak ada istimewanya, karena hampir semua penginapan memiliki jumlah lantai yang sama.


"Berapa hari?"


Ia tidak menyangka akan ada Jiwa Emas tahap Menengah tersembunyi di Kota Xingmai, yang mana kekuatan setinggi itu setidaknya akan menjadi Panglima Perang di Kekaisaran Tang ini.


"Tiga Batu Spiritual kualitas Rendah. Di Penginapan Sembilan Lantai tidak diperbolehkan menimbulkan kekacauan, jangan berisik, jangan membuat masalah, jangan bertarung di sini, atau aku akan mematahkan tulang-tulangmu," tutur pria tua itu yang masih duduk di kursi.


"Untuk makanan, akan diberikan dua hari sekali, pagi dan malam."


Mo Lian menganggukkan kepalanya, dan meletakkan tiga Batu Spiritual di atas meja.


Pria tua itu mengangkat satu jarinya, menggerakkan kunci yang tergantung di dinding yang berada di belakangnya, dan terlempar ke arah Mo Lian.


Mo Lian mengibaskan tangannya, menangkap kunci perunggu dengan kayu berwarna emas sebagai gantungan. "Berikan makan malam ku untuk saat ini juga."


Pria tua itu mendongak menatap Mo Lian, kemudian menoleh ke kanan memberi perintah pada putrinya untuk membuatkan makanan melalui transmisi suara.


Mo Lian berbalik dan duduk di samping jendela kaca, bahkan sebelum pria tua itu mempersilakannya untuk duduk. Ia duduk di kursi dan menutup matanya perlahan seraya menyebarkan kesadarannya mencari informasi di sekitar.

__ADS_1


Mo Lian mendengar pembicaraan di mana-mana yang tengah membahas tentang kematian Bai Junda, dan langkah apa yang akan dilakukan Paviliun Kongqi Hei'an ke depannya.


Organisasi Angin Hitam, ia merasa tidak sesederhana yang terlihat. Dengan adanya Kultivator Jiwa Emas tahap Akhir seperti Kaisar dari Tiga Kekaisaran, seharusnya sangat mudah untuk mengetahui apakah itu Kultivator Dao atau Iblis, itu apabila kultivasi mereka benar-benar dalam dan tidak sebatas asal menaikkan tingkat.


Organisasi Angin Hitam, mungkin ada pelindung yang lebih kuat di belakangnya, seperti Kaisar? Mungkin saja! Tapi, cara mereka memberikan perintah bukan dari pertemuan, melainkan surat. Jika begitu, maka aku tidak bisa merasakan aura dari pemberi perintah.


"Tuan, makanan Anda sudah datang."


Mo Lian membuka matanya perlahan, melihat wanita muda yang mengenakan pakaian merah dengan celemek putih nan bersih, serta pengikat rambut yang merapikan rambut cokelatnya.


"Terimakasih."


Wanita yang sekiranya 18 tahun itu mengangguk, kemudian berbalik menuju dapur.


"Oh?" Mo Lian menaikkan sebelah alisnya saat melihat makanan di atas meja. "Dumpling? Mie Wonton dan Dandan? Ini adalah kali pertama aku melihat makanan berbeda di Bintang Tianjin ini."


Mo Lian menyantap dumpling, dan rasanya benar-benar sangat berbeda dari yang pernah ia makanan. Rasa ini lebih enak dari restoran terbaik di Beijing, mungkin ini karena bahan-bahannya mengandung energi spiritual. Tapi daripada bahan, yang membuat adalah hal terpenting.


Mengolah makanan yang mengandung energi spiritual lebih sulit daripada yang biasa, karena harus menjaga kandungan energi di dalamnya. Ia juga merasakan kultivasi wanita tadi setidaknya sudah mencapai Setengah Inti Emas.


"Anak muda, sepertinya ada tamu yang datang untuk mencari perhitungan denganmu."


Mo Lian mendongak menatap pria tua yang berjalan menghampirinya. "Apakah Anda bisa mengurusnya untukku?"


"Kenapa harus—" Pria tua itu menghentikan perkataannya saat merasakan aura mengerikan dan menekan yang berasal dari Mo Lian. Dengan cepat ia berbalik menuju pintu keluar. "Baik, aku yang akan mengurusnya."


"Terimakasih." Mo Lian tersenyum tipis dan melanjutkan makanannya, yang saat itu juga aura yang menekan mulai menghilang, dan kembali seperti sedia kala.


Pria tua itu sendiri tidak tahu mengapa, tapi yang ia tahu, Penginapan 9 Lantai akan hancur jika menolak permintaan dari pemuda itu. Ia yang Jiwa Emas tahap Menengah saja tidak pernah tertekan, meski berdiri dihadapan Kaisar Tang saat berkunjung ke Kota Xingmai.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2