Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 349 : Taotie—Mati!


__ADS_3

Mo Lian dan Taotie sudah berada di sisi lain dari Galaxy Bima Sakti; saling memandang dari kejauhan dengan kebencian yang mendalam satu sama lain; niat pertempuran mulai bangkit dari lubuk hati yang terdalam.


Taotie membuka mulutnya dan berkata dengan suara menggema, "Aku tidak menyangka ada manusia yang mampu menyegelku, tapi saat itu kau beruntung karena kekuatanku melemah. Tapi sekarang, di mataku kau hanyalah sampah! Aku bahkan bisa membunuhmu hanya dengan tendangan!"


Mo Lian hanya menganggukkan kepala tanpa ekspresi. Kekuatan Taotie hanyalah Dewa Merah tahap Menengah, tidak seperti dirinya yang sudah Dewa Hitam tahap Awal, tapi hampir menembus tahap Menengah.


Mo Lian bisa membunuhnya dengan mudah, dan menggunakan Niat Pedang terlalu berlebihan untuk membunuh serangga kecil seperti Taotie. Tapi, ia masih tidak ingin bergerak karena belum melihat kemampuan Taotie.


Taotie sangat marah karena diabaikan, dan tiba-tiba ia memancarkan cahaya terang yang menyilaukan mata. Ketika cahaya menghilang, tubuhnya berubah menjadi bentuk manusia dengan ukuran normal.


Whooooosh!


Taotie yang sudah berubah; rambut hijau panjang mengenakan celana merah tanpa baju, melesat bagaikan angin yang tiba di depan Mo Lian.


Mo Lian tidak mengharapkan jika Taotie akan menggunakan serangan jarak dekat dan berubah menjadi bentuk manusia ketimbang menggunakan kekuatan aslinya.


Taotie yang tiba di depan Mo Lian, mendorong tangannya yang membentuk cakar itu ke arah wajah Mo Lian. Ada pusaran yang membuat ruang terdistorsi sampai menghisap rambut Mo Lian untuk masuk dan menghilang.


Mo Lian memiringkan kepalanya saat serangan itu hampir mengenainya. Kemudian ia mengangkat kaki kirinya menendang siku Taotie dalam kecepatan tinggi, membuat Taotie menjerit kecil bersamaan dengan tangannya yang terangkat.


"Ack!" Taotie tidak menduga jika Mo Lian akan sangat cepat sampai mengubah serangannya. Pusaran hitam di tangannya itu mendorong kekuatan yang tak terbayangkan, dan tiba-tiba bintang di atas mereka menyusut seperti tersedot ke dalam lubang pembuangan air.


"Kekuatan ruang yang mengesankan." Mo Lian mengayunkan kaki kirinya yang sebelumnya terangkat karena menendang siku kanan Taotie.


Bang!


Tendangan Mo Lian terlalu kuat, apalagi saat Taotie belum terlalu siap karena kejutan awal dan akibatnya tendangan itu mengenai pundaknya sampai tulangnya patah. Bukan hanya tulang pundaknya saja, tapi gelombang kejut itu mematahkan semua tulang rusuk bagian kanannya.


Gelombang kejut dari tendangan Mo Lian menyebar ke segala arah seperti air yang dilempar batu di tengah-tengahnya. Bintang-bintang yang berada di sekitar mulai bergetar hebat atau bahkan meledak satu demi satu dengan api yang menyala di kegelapan angkasa.


Tidak berhenti disitu, Mo Lian mengayunkan tangannya mengarah pada leher Taotie dengan kekuatan yang sudah ditahannya agar tidak langsung membunuh. Dengan Ranah yang satu sampai dua tahap di atasnya saja bisa dibunuh, apalagi Taotie yang satu ranah di bawahnya.


Taotie tidak menyadari jika ada serangan yang diarahkan padanya, apalagi saat sebelah matanya tertutup dan tangan kirinya menahan pundaknya yang patah. Hingga tiba-tiba, serangan keras mengenai tepat bagian lehernya, membuat kepalanya jatuh ke belakang karena tulang yang patah.


Mo Lian kembali mengangkat kaki kirinya, menendang tulang rusuk Taotie yang sudah patah dengan kekuatan yang masih ditahan.


Bang!


Taotie tidak bisa menahan tubuhnya agar berada di tempat yang tetap, sehingga ia terhempas dengan kecepatan kilat.


Booom! Booom! Booom!


Taotie menghantam bintang demi bintang dan meledakkan mereka semua menjadi debu di angkasa. Setiap bintang yang meledak, akan menimbulkan gelombang kejut dengan kekuatan luar biasa.

__ADS_1


Mo Lian mengangkat tangan kanannya. Tidak perlu lagi mengumpulkan energi spiritual untuk berkumpul di tangan. Hanya dengan gerakan ringan, semuanya sudah tercipta.


Jika saat Ranah Dewa, Mo Lian memang tidak perlu lagi mengalirkan energi di telapak tangan atau lain sebagainya. Tapi saat itu masih ada jeda sekitar dua sampai tiga detik. Seperti yang diketahui, semakin tinggi kekuatan, waktu sangat berarti, bahkan setengah detik bisa menciptakan keajaiban.


Telapak tangan biru yang besarnya seperti beberapa bintang yang bersatu sudah muncul di atas Taotie dan itu turun dengan kecepatan yang mengerikan.


Booom!


Telapak tangan menghantam Taotie dan menghancurkan semua organ dalamnya; tulang-tulangnya telah hancur dan tidak ada lagi yang menopang tubuhnya, bahkan tidak lagi bisa beregenerasi.


Gelombang kejut yang dihasilkan sangat kuat, meledakkan apa pun dalam radius 100.000 mil. Itu sudah ditahan sebaik mungkin agar tidak terlalu menyebar luas, bahkan di arena itu banyak klon Mo Lian yang berjaga.


Semua serangan Mo Lian hanya berlangsung satu detik dari tendangan awal dan tangan yang jatuh.


Mo Lian terpana melihat serangannya, kemudian ia tersenyum tipis. "Jika aku menembus Dewa Surga, sepertinya aku akan menyatu dengan Alam Semesta. Tidak ada yang luput dari pandanganku, aku bisa memutuskan apakah orang itu ingin hidup atau tidak. Bahkan, kematian tidak berarti, selama aku menginginkannya untuk hidup, maka hiduplah!"


"Saat aku baru masuk Ranah Dewa, aku bisa menghancurkan Galaxy Bima Sakti. Tapi, setelah Bumi kembali menjadi pusat Semesta, mungkin Dewa Bumi tidak bisa menghancurkannya."


"Kemudian, aku merasa kekuatanku yang sekarang, beberapa galaksi bisa dihancurkan dengan genggaman tangan."


"Di Semesta, ada dua triliun galaksi. Aku tidak percaya jika Sepuluh Organisasi Utama adalah yang terkuat."


"Sebelumnya, aku terlalu naif jika berpikiran bahwa aku tak terkalahkan. Tapi, siapa yang peduli? Dewa Semesta harus memandang rendah mereka semua yang ada di Semesta!"


Bang!


Saah satu Cincin Dewa melesat ke arah Taotie dan membiarkan sedikit kekuatan. Cahaya putih yang masuk itu menyembuhkan semua luka Taotie, serta mengembalikan bentuk aslinya yang lebih besar dari Bumi.


Taotie merasa pandangannya sangat gelap dengan semua indra yang tidak lagi berfungsi. Ia masih bertanya-tanya di dalam hatinya bagaimana ia bisa dikalahkan bahkan belum dua detik. Yang ia tahu, ia mendapatkan tendangan dan semuanya berubah menjadi gelap.


Saat Taotie berada di dalam jurang keputusasaan, tiba-tiba ia merasakan hangat dan ada secercah cahaya yang membangunkannya. Aura tubuhnya naik, kemudian ia membuka mata merahnya yang mengandung kebencian mendalam.


"Hahahaha! Manusia ternyata sangat bodoh! Untuk berpikir bahwa kau menyembuhkan—"


Taotie yang sudah sembuh dan merasa bersemangat untuk menyerang, tiba-tiba terdiam saat pandangannya miring. Kepalanya berputar-putar di angkasa sampai akhirnya bisa melihat tubuhnya sendiri tanpa kepala.


Walaupun Taotie adalah Dewa Merah dan bisa beregenerasi setelah disembuhkan Mo Lian. Tapi, serangan ini terlalu fatal karena memotong lehernya, memisahkan Kesadaran Spiritual-nya dengan Inti Spiritual di dalam dadanya.


Mo Lian tiba di samping tubuh Taotie tanpa kepala, dengan tangan terangkat, di tangannya sudah ada Inti Spiritual berwarna hijau dengan aura merah yang keluar.


Taotie masih memiliki kesadarannya, dan amarah yang kuat terlihat di matanya saat melihat Inti Spiritual-nya sendiri sudah diambil. Bahkan, itu belumlah akhir dari segalanya, ada cahaya biru yang melesat di antara dahinya.


Kepalanya terasa sangat panas dan sakit, sampai akhirnya terlihat ada gumpalan darah yang keluar. Itu adalah Esensi Darah!

__ADS_1


Taotie tidak bisa berkata-kata dan sampai akhir kematiannya, ia terus mengutuk Mo Lian yang tidak berperasaan—kejam—iblis—monster! Ia merasa Mo Lian sengaja membuatnya mati perlahan agar bisa melihat tubuhnya sendiri dibongkar, dan itu sangat mengesalkan.


Mo Lian mengarahkan tangan kanannya; menangkap kepala Taotie dan menyimpannya di dalam Cincin Ruang.


Kemudian perhatiannya kembali teralihkan pada mayat Taotie yang mulai memancarkan cahaya keemasan murni dengan aura spiritual yang sangat kaya. Aura spiritual itu masuk ke dalam tubuh Mo Lian dengan kecepatan yang luar biasa, dan sebagiannya lagi melesat ke arah Bumi yang jaraknya ratusan juta mil.


......***......


Bumi


Beberapa menit setelah Taotie terbunuh dan Mo Lian sudah kembali ke Sekte Dongfangzhi. Bumi mulai bergetar hebat dengan kekuatan yang luar biasa. Dari angkasa luar bisa terlihat daratan mulai meluas dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata.


Gunung-gunung bermunculan, lautan meluas dengan pulau-pulau yang mencuat dari dalam lautan. Tapi ada hal lain lagi yang lebih mengejutkan, yaitu banyak energi emas yang jatuh seperti hujan deras.


Hujan energi emas murni itu hampir mengenai seluruh permukaan Bumi, tapi Daratan Huaxia mendapatkan lebih banyak. Pada saat itu, internet kembali ramai karena banyak yang merasa mereka memiliki kekuatan luar biasa.


Mo Lian yang berada di Istana Dongfangzhi, melihat hujan emas yang jatuh dari langit dengan kedua tangan berada di belakang pinggang. "Bangsa Zhongguo masih ada sampai sekarang, tapi karena puluhan ribu berlalu, darah mereka terus menurun sampai tidak memiliki kualifikasi untuk berkultivasi ..."


"Tapi, sekarang, setelah aura kembali, Bangsa Zhongguo mulai bangkit kembali. Bahkan anak kecil berusia lima tahun sudah bisa berkultivasi dan masuk ke Fase Fondasi."


Mo Lian menoleh ke belakang, melihat Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning yang diselimuti energi emas.


Ning'er bukan berasal dari Bangsa Zhongguo, tapi dia mendapat berkah yang sama. Bahkan, Yue Fu dan Yue Mu mendapatkannya juga. Mungkin, ini semua karena aku mendapatkan manfaat terbanyak, dan Ning'er adalah istriku.


Aku sering berhubungan dengan Ning'er, jadi bisa dibilang Esensi Darah-ku bergabung dengannya.


Kemudian, ada darah Yue Fu dan Yue Mu di pembuluh darah Ning'er, jadi mereka berdua juga mendapatkannya.


Mo Lian mengerutkan keningnya saat menoleh ke arah barat dan timur secara bergantian. Ia merasakan adanya aura seperti keluarga Rosth, Klan Vampire.


Sepertinya, hal ini bukan hanya memberikan berkah, tapi juga petaka. Klan Vampire, Klan Serigala Darah, Klan Gorila Bertangan Empat, Klan Rubah Merah, Klan Merpati Putih, Klan Banteng Sisik Naga.


Mo Lian mendongak kepala melihat cakrawala yang terus meluas. "Sepertinya, masalah baru akan datang. Aku harus memasang Array Tembok Nasional!"


Gruoahhhh!


Pada saat itu, Vena Naga meraung keras dan terlihat ada getaran di permukaan danau, yang kemudian naga biru keemasan terbang di langit Sekte Dongfangzhi. Naga itu terbang mengelilingi Daratan Huaxia, dan kemudian terdengar raungan naga lain yang bersahutan seperti menanggapi panggilan dari Vena Naga.


Mo Lian terpana melihat fenomena di depannya, kemudian tersenyum tipis karena melihat Vena Naga yang menganggukkan kepala saat melihatnya.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2