Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 332 : Hari Pernikahan


__ADS_3

Rabu, 20 Februari 2036


Tidak terasa sudah satu minggu berlalu semenjak kedatangannya kembali ke Bumi dan hanya tersisa satu minggu lagi sebelum acara pernikahannya akan dilaksanakan. Banyak persiapan yang sudah dilakukan, salah satunya adalah pemesanan pakaian pada penjahit terkenal dari Bintang Utama dan menghabiskan banyak Batu Spiritual kualitas Tinggi.


Acara dilaksanakan di langit Sekte Dongfangzhi, hanya para Kultivator Inti Perak saja yang bisa melihatnya dari dekat karena hanya mereka yang bisa terbang, kecuali menggunakan helikopter.


Walaupun, Fase Lautan Ilahi sebenarnya bisa terbang di langit, meski hanya beberapa saat saja sebelum akhirnya kehabisan energi spiritual.


Pembangunan tempat acara di langit menghabiskan banyak biaya, dan karena ini adalah pernikahan dari Ranah God pertama yang diketahui, maka orang-orang penting dari Galaxy Pusat turut membantu seperti menjaga keamanan Bumi.


Karena banyaknya Jiwa Emas dan Dao Immortal yang datang ke Bumi, Taotie yang bersembunyi di dalam Bumi semakin liar dan ingin keluar untuk memakan semua Kultivator. Tapi, dengan adanya segel dari Mo Lian, Taotie tidak bisa berbuat banyak.


Mo Lian yang harusnya berada di rumah untuk membantu persiapan acara, kini berada di atas awan Segitiga Bermuda, duduk di sana dengan membawa pancing di kedua tangannya.


Panjang pancing itu lebih tinggi dari Burj Khalifa dan benangnya turun sampai ke dalam Segitiga Bermuda.


Mo Lian berencana untuk mendapatkan ikan dari Segitiga Bermuda, bukan untuk dikonsumsi, tapi untuk dijadikan pakan bagi Ikan Sisik Naga yang berada di dalam Dunia Kecil-nya. Akan lebih cepat jika langsung masuk dan mengambilnya, tapi ia memilih menggunakan cara biasa karena ingin bersantai.


Ketika Mo Lian sedang duduk bersila di atas awan, ada tiga bola cahaya yang bergerak dari arah barat dan meninggalkan ekor cahaya di belakangnya, mereka adalah Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning.


"Ada apa?" Mo Lian tidak menoleh, bahkan matanya masih terpejam.


Qin Nian dan Yun Ning mendarat terlebih dahulu di permukaan awan, keduanya terlihat sangat gugup karena baru pertama kali berdiri di atas awan tanpa bantuan Hong Xi Ning, dan pertama kalinya mereka langsung di Segitiga Bermuda. Meski tidak semengerikan tempat di Bintang Utama, tapi karena sudah terdoktrin tentang Segitiga Bermuda yang dipenuhi misteri, mereka berdua tidak bisa tenang.


Hong Xi Ning duduk di samping kanan Mo Lian, menundukkan kepala menembus awan hitam dan melihat air laut yang bergolak dengan gelombang pasang. "Tidak ada ikan di sini, kebanyakan dari mereka adalah monster. Sepertinya setelah aura di Bumi kembali pulih, banyak monster-monster yang berkultivasi dan mulai keluar dari tempat persembunyiannya."


Mo Lian tersenyum canggung saat ketenangannya dikacaukan oleh Hong Xi Ning. "Bahkan jika ikan telah menjadi monster, ikan tetaplah ikan."


Hong Xi Ning tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tertawa kecil. Ia tahu apa yang baru saja dilakukannya, ia tidak sadar jika Mo Lian datang ke Segitiga Bermuda untuk menenangkan diri sebelum acara pernikahan, tapi ia malah mengacaukannya.


"Apakah kita harus pergi ke Alam Selestial?" tanya Hong Xi Ning. Ia sedikit khawatir dengan Mo Lian yang harus membawa mereka bersama, karena untuk naik ke Alam Selestial, harus menerima Kesengsaraan Petir dari Dao.


Kemudian, dengan membawa tiga orang tambahan, Kesengsaraan Petir yang diterima pastinya akan lebih kuat lagi.

__ADS_1


Mo Lian membuka matanya saat mendengar pertanyaan Hong Xi Ning. Ia menghela napas panjang, kemudian menjawab, "Mau tidak mau. Aku sudah melawan Surga, dan hukuman yang diberikan akan sangat luar biasa. Aku tidak ingin tetap di Alam Semesta dan membuat masalah di sini. Apalagi ..."


Mo Lian terdiam sejenak sebelum melanjutkan perkataannya, "Aku sudah mengacaukan Alam Hanzi yang dipimpin Yan Luo, dan Yan Luo adalah bawahan Kaisar Giok. Jika aku terlalu lama di Alam Semesta, Prajurit Surgawi bisa turun untuk memburuku. Jadi, lebih baik aku datang sendiri ke sana."


"Apakah kalian menyesal?" tanya Mo Lian penasaran. Walaupun ia ingin menikahi ketiganya, tapi jika ketiganya menyesal dan tidak ingin bersama, lebih baik pernikahan ini dibatalkan.


Hong Xi Ning menggelengkan kepala. "Mana mungkin, kita semua adalah Kultivator, itu sudah melawan Surga. Dan, aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu."


"Benar!" Qin Nian sedikit berteriak saat duduk di samping kiri Mo Lian. "Jika aku tidak bertemu denganmu, mungkin Nenek sudah pergi sejak lama, dan aku tidak menginginkan hal itu."


Yun Ning menganggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang dikatakan Qin Nian, karena ia berada dalam kondisi yang sama saat menyelamatkan Kakeknya.


Senyum hangat terlihat di wajah Mo Lian saat mendengar jawaban semuanya, tapi tidak mungkin ia membiarkan mereka bertiga dalam bahaya. Karena itu, ia harus meningkatkan lebih banyak lagi kekuatannya, terutama untuk menghalau serangan dari Prajurit Surgawi yang mungkin saja menyerangnya.


Kekuatan terlemah Prajurit Surgawi yang merupakan Ras Malaikat, setidaknya Ranah God tahap Awal, dan itu hanyalah yang terlemah.


"Ning'er, kau harus menerobos Ranah God." Mo Lian menoleh ke kanan, kemudian menoleh ke kiri. "Kalian berdua, kalian baru Jiwa Emas tahap Menengah, berusaha lebih keras lagi untuk menerobos Dao Immortal."


Ketiganya menganggukkan kepala bersamaan, meski berat, tapi mereka akan berusaha sekuat tenaga.


Mo Lian tersenyum. Sebelum aku pergi, aku harus menambah kekuatan. Tidak cukup hanya dengan Dewa Semesta, Dewa Kehidupan, Dewa Matahari, Pohon Dunia dan Kekuatan Garis Keturunan.


Aku akan mengkultivasikan keterampilan melukis, bermain musik dan catur. Dan, memahami Dao Catur!


Untuk melakukannya, aku akan membagi Kesadaran Spiritual agar bisa mendapatkan hasil maksimal dalam waktu singkat.


"Apakah Gege akan membawa Fefei?" Hong Xi Ning menyandarkan Mo Lian dari pemikirannya sendiri.


Mo Lian terdiam saat mendapat pertanyaan dari Hong Xi Ning; tidak tahu harus menjawabnya seperti apa, ia memang dekat dengan Mo Fefei dan selalu merawatnya. Tapi, ia merasa tidak baik jika selalu bersama, Adiknya akan selalu menjadi anak kecil yang tidak bisa dewasa.


Mo Lian menghela napas panjang, kemudian menjawab, "Sepertinya tidak, aku ingin dia tetap bersama Ayah dan Ibu."


Hong Xi Ning menganggukkan kepala, setuju jika Mo Fefei lebih baik tinggal daripada ikut.

__ADS_1


Keempat orang itu masih duduk di sana tanpa berpindah tempat, hanya mengobrol untuk mengisi keheningan. Hingga malam harinya, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali setelah Mo Lian menangkap paus sepanjang 65 meter.


***


Rabu, 27 Februari 2036


Banyak Profound Ark yang mengelilingi Bumi, bahkan sinar matahari sampai terhalang karena terlalu banyaknya. Yang datang bukan hanya dari Galaxy Pusat, banyak dari galaksi-galaksi lain yang datang dengan maksud tertentu, seperti mencari hubungan kerja sama Datau sebagainya.


Di langit Sekte Dongfangzhi, sudah terbangun lantai-lantai besar dengan jumlah cukup banyak, dan ada bangunan dengan bentuk seperti Istana Kekaisaran.


Helikopter yang telah ditingkatkan setelah 14 tahun, terbang di sekitar Gunung Emei untuk menangkap gambar upacara pernikahan Mo Lian dengan Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning.


Kamera satelit juga menangkap gambar Profound Ark yang mengelilingi Bumi, dan ini sangat membuat semua penduduk Bumi bersemangat, terutama untuk anak-anak yang tidak pernah tahu tentang Peristiwa Perang Angkasa.


Mo Lian berada di dalam istana sedang berpakaian, dan keringat dingin juga terlihat mengalir di pipinya karena gugup. Tidak pernah terpikirkan olehnya akan menikah dengan tiga wanita langsung, dan yang terpenting adalah bagaimana ia bertindak saat malam pertama.


Apakah bergantian dari satu malam ke malam lain, ataukah langsung melakukannya di satu kamar.


Kreekk... _.suara pintu terbuka.


"Lian'er, jangan terlalu lama." Su Jingmei melangkah dari belakang menghampiri Mo Lian dan berdiri di depannya. "Sudah satu jam dan kau belum selesai-selesai." Ia membantu Mo Lian mengenakan pakaian.


Mo Lian merentangkan keduanya saat Su Jingmei membantunya mengenakan pakaian. "Ibu, aku sangat gugup."


Su Jingmei mendongak menatap tajam Mo Lian. "Kau bisa membunuh monster, bahkan turun ke Alam Hanzi. Kau sangat percaya diri saat ke sana, dan sekarang, kau gugup?"


Mo Lian tidak lagi bersuara dan memilih untuk diam, karena urusannya akan panjang jika ia menjawabnya.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2