Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 275 : Banteng Berlian


__ADS_3

Mo Lian memandangi Mo Fefei yang bersiap-siap untuk menyerang, ia sangat penasaran serangan apa yang akan dilepaskan, karena saat di Bumi dulu ia tidak pernah melihat Mo Fefei melepaskan serangan elemen.


Mo Fefei berlari di permukaan rumput dengan sangat cepat seraya mengangkat kedua tangannya di depan dada untuk mengumpulkan energi spiritual. Kemudian ia berlutut seraya menyentuh permukaan rumput. "Teknik Pohon Surgawi, Akar Penghancur!"


Getaran mulai terjadi di hamparan rumput luas, dan terdapat retakan-retakan membentuk parik dalam yang lebar. Dari dalam parit itu mulai terlihat akar pohon yang tumbuh sangat cepat, bergerak mengarah pada Banteng Berlian.


Serangan Banteng Berlian sendiri hanya menerjang dengan kepalanya saja, dan mampu meretakkan daratan hanya dengan hentakkan kaki. Namun selain dari itu, tidak ada serangan lain.


Energi spiritual berwarna biru tua seperti nyala api mulai menyelimuti tubuh Mo Fefei, yang berefek pada akar pohon yang semakin membesar dan menguatkan ikatannya pada Banteng Berlian.


Mo Fefei berdiri dan mengepalkan tangannya mengarah pada Banteng Berlian.


Lilitan akar pohon pada Banteng Berlian bertambah kencang, hingga terdengar suara retakan dan renyah mengerikan dalam hitungan detik. Bisa dilihat Banteng Berlian sudah hancur dengan darah yang merembes keluar dari sela-sela akar pohon.


Qin Nian juga tidak tinggal diam saat melihat Mo Fefei yang melepaskan serangan. Ia membuat segel tangan yang tidak terlalu banyak dan sulit, kemudian mengakhirinya dengan saling menyentuhkan telapak tangannya. "Teknik Element Api, Empat Pilar Api!"


Tanah terbelah di empat sudut ruang, yang kemudian api mulai melonjak naik membentuk pilar api. Keempat pilar api itu mulai berputar seperti tornado, yang semakin membesar dan membakar Banteng Berlian hingga berubah warna menjadi merah seperti besi yang dipanaskan, meski tidak membunuh mereka.


Yun Ning yang sudah membuat segel tangan, ada gumpalan air kecil yang berada di ujung jari telunjuk dan tengah dari tangan kanan. Kemudian ia mengibaskan jarinya secara menyilang mengarah pada Banteng Berlian. "Teknik Element Air, Ledakan Gelombang Air!"


Gumpalan air yang dilemparkan mulai membesar dan meledak, membentuk gelombang air seperti tsunami yang menggulung Banteng Berlian.


Karena penurunan suhu yang sangat cepat, suhu panas yang berada di dalam tubuh Banteng Berlian tertahan, dan mulai ada retakan-retakan kecil pada bagian kulitnya, meski tidak membunuh monster itu.


Hu Lan Yue berjongkok dengan kedua tangan menyentuh tanah. "Teknik Element Tanah, Pasak Bumi!"


Getaran kembali terjadi di daratan, dan mulai terlihat tanah runcing yang mencuat keluar, menyerang Banteng Berlian melalui celah-celah kecil pada retakan yang ada.


Mo Lian yang berada di kejauhan tampak terkejut dan mengerutkan keningnya, saat merasa elemen yang mereka gunakan sangat berbeda dari yang ia ketahui di awal. "Apakah Master mengubah elemen bawaan mereka? Ini seperti mengubah takdir."


"Jika orang yang tidak berpengalaman melakukannya, maka yang menerima tidak akan bisa berkultivasi lagi."


"Tapi, daripada mengubah, aku merasa elemen mereka bertambah. Bukan lagi pengguna satu elemen, tapi dua."


Mo Lian mengembuskan napas panjang dan menggeleng pelan, tidak ada yang aneh akan hal itu, karena ia sendiri memiliki 5 Element Utama dengan 6 Element Superior.

__ADS_1


Mo Lian terus mengamati pertarungan mereka yang nampak berjalan sesuai rencana, meski kewalahan saat menghadapi Jiwa Emas tahap Menengah. Hingga akhirnya ia menoleh kembali ke arah kanan, rerumputan di sekitar mulai tercabut satu per satu dari akarnya dan melayang naik di sekitarnya.


"Aura membunuh kalian benar-benar terasa. Kalian hanya akan menganggu pelatihan Adik dan murid-muridku." Mo Lian membuka matanya lebar seraya melepaskan energi spiritualnya, membuat puluhan rumput itu melesat seperti pedang tajam yang mampu membelah gunung seperti mentega.


Rumput-rumput itu melesat sangat cepat membelah udara, dan menembus tubuh puluhan orang yang terbang ke arah Padang rumput, yang kemudian meledakkan mereka semua tanpa meninggalkan jejak.


Mo Lian mengangkat tangan kirinya sejajar dengan dada, dan tiba-tiba di telapak tangannya sudah sds puluhan Cincin Ruang.


Kemudian Mo Lian kembali mengalihkan perhatiannya pada pertarungan melawan Banteng Berlian, terlihat mereka semua sudah terluka parah dengan darah yang mengalir di sepanjang lengan.


Hu Lan Yue adalah yang balik parah mendapatkan luka, lengannya terputus karena terkena terjangan dari Banteng Berlian.


Mo Lian mengangkat jarinya, memindahkan semua orang ke belakangnya. Kemudian ada angin yang berembus dengan kecepatan stabil, serba akar-akar pohon yang melilit pergelangan kaki Mo Fefei dan 4 Dewi Kecantikan.


Akar pohon itu mengambil semua Esensi dari Element Kayu yang mengandung Esensi Kehidupan dari sekitar, yang membuat luka-luka mereka berlima sembuh dengan sangat cepat tanpa meninggalkan bekas luka, hanya saja ada darah yang mengering di permukaan kulit.


"Kalian melakukannya dengan baik." Mo Lian tersenyum ringan, memuji semuanya meski masih tersisa Jiwa Emas tahap Menengah.


"Tapi—" Qin Nian yang hendak berucap itu berhenti saat merasakan hangat di kepalanya.


Mo Lin mencabut sehelai rumput di sampingnya, kemudian menjepitnya di antara kuku jari tengah dan ibu jari. Kemudian ia memberikan melesatkan rumput itu.


Rumput itu melesat mengarah pada Banteng Berlian, yang kemudian membelahnya menjadi dua seperti mentega.


"Daging Banteng Berlian memiliki rasa yang sangat enak, dan dagingnya lembut seperti Wagyu. Kalian bisa mengambilnya, lalu untuk sisiknya, bisa dijadikan Senjata Dao tingkat Tiga."


Walaupun bukan sebuah perintah, Qin Nian bergerak kembali ke tempat pertempuran sebelumnya yang sudah benar-benar berantakan, untuk mengambil daging dan sisiknya.


Yang lain juga pergi untuk membantu mengambil jarahan dari monster yang dibunuh.


Mo Lian menunggu mereka semua selesai seraya menyantap bekal yang dibuat oleh Ibunya sebelum ia pergi. Ia juga bisa mengambil makanan dari Can Qi Meiliafei melalui klon yang ia tinggalkan, melewatinya melalui Dunia Kecil dan ia ambil.


"Seperti yang diharapkan dari Ibu. Walaupun terlihat sederhana, ada rasa kebahagiaan dan kasih sayang di setiap suapannya."


Beberapa jam kemudian, Mo Fefei dan yang lain sudah kembali dengan pakaian mereka yang kotor karena darah yang menempel.

__ADS_1


Mo Lian menyentuhkan telapak tangan kanannya pada permukaan rumput, membuat getaran hebat di belakangnya yang menciptakan rumah kayu nan kokoh. Di dalamnya sudah ada kolam air panas untuk membasuh tubuh.


"Kalian bisa berganti pakaian di dalam sana, aku akan menunggu di sini. Kemudian kita melanjutkan perjalanan." Mo Lian merasakan ada yang pergi ke arah tenggara untuk mencari Pohon Persik.


Tentunya Mo Lian ingin pergi ke sana dan membunuh mereka semua, karena orang-orang yang pergi adalah orang dari Sekte Macan Hitam dan 7 Organisasi Utama lain.


Ketika Mo Lian berada di luar rumah seorang diri, ada suara yang memasuki benaknya, dan suara ini berasal dari orang yang familiar.


"Mo Lian."


Mo Lian mengerutkan keningnya. "Master?"


"Aku mendapatkan pesan dari Ayahku, dan pesan ini sangat penting. Ini menyangkut masa depanku dan masa depanmu, setelah kau berhasil mengambil Persik Merah Surgawi, segeralah kembali ke Sekte Zhongjian."


Mo Lian tidak tahu pesan apa yang dikatakan oleh Leluhur Hong, yang sampai membuat Hong Xi Ning terdengar malu-malu dan tidak ingin mengatakannya sekarang.


Meskipun Mo Lian sangat penasaran dsn ingin pergi ke Sekte Zhongjian dengan mengirimkan klon, tapi ia mengurungkan niatnya karena dirasa tidak sopan terhadap Masternya. Apalagi ia tidak dalam bahaya yang sampai harus mengirimkan sebuah klon.


"Baiklah, aku akan kembali secepat mungkin."


"Kakak, kami sudah selesai."


Mo Lian berdiri perlahan dari tempatnya duduk, dan berbalik melihat yang lain, mereka semua mengenakan pakaian yang indah dengan wajah yang benar-benar cantik.


"Kita akan mempercepat jadwal. Kita akan kembali besok." Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya untuk menyelimuti mereka semua, kemudian membawanya melayang perlahan meninggalkan daratan.


Walaupun mereka tidak tahu apa yang membuat Mo Lian terlihat sangat tergesa-gesa, mereka hanya diam dan tidak menanyakannya.


Mo Lian mengembuskan napas panjang, kemudian melesat sangat cepat bagaikan angin dengan membawa mereka semua ke arah tenggara.


Mengambil Buah Persik Merah Surgawi pastinya tidak akan mudah karena banyak monster tingkat tinggi yang menjaga, dan ribuan orang yang menginginkan buah itu. Namun, daripada hanya membawa buahnya saja, lebih baik memindahkan satu pohon.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2