Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 190 : Mengurung Diri


__ADS_3

Mo Lian kembali ke pepohonan yang berada di belakang Perusahaan Meiliafei setelah mengambil semua harta benda di ruang penyimpanan bawah tanah, yang berada jauh di bawah Piramida. Untungnya ia membawa Cincin Ruang lain, yang memang sudah bergabung dengan Element Kayu, sehingga ia bisa menggunakannya kapanpun ia mau.


Jika saja ia sudah menembus Dao Immortal, ia bisa menciptakan ruang sendiri yang dapat digunakan sebagai pengganti Cincin Ruang, meski ukurannya sendiri tidak terlalu besar, sekitar sepuluh kontainer.


Pada saat pertempuran terjadi di Kota Giza, tubuh asli Mo Lian masih berada di Perusahaan Meiliafei dan dijaga oleh Su Jingmei untuk tidak melakukan tindakan yang berbahaya.


"Lian'er, apakah kau yang membuat kekacauan di Mesir?"


Mo Lian yang sedang duduk bersandar sembari memainkan handphone itu menoleh ke kiri, melihat Su Jingmei yang duduk di meja kerja. "Kenapa aku? Bukankah Ibu melihatnya sendiri saat ini aku berada di depan Ibu."


Su Jingmei menutup laptopnya dan berdiri dari tempat duduknya, berjalan menghampiri Mo Lian. Ia yang berdiri di depan Mo Lian itu menunduk dengan tatapan tajam, kemudian memegangi wajah Mo Lian sekali lagi. "Ibu tahu kau sangat kuat, dan bisa menjaga diri sendiri. Tapi sudah berapa kali Ibu katakan, sebagai orangtua, tidak peduli sekuat apapun dirimu, kau tetaplah bayi kecil Ibu," ucapnya lembut dan mengecup keningnya.


Meski Mo Lian sudah sering mendengar kata-kata yang diucapkan Su Jingmei, ia tetap merasakan perasaan hangat yang menyelimuti tubuhnya. "Baiklah, Ibu. Tapi Ibu tahu, kan? Energi spiritual ku berwarna biru ..."


Mo Lian mengangkat tangannya, memperlihatkan rekaman yang tahu-tahu sudah berada di laman internet. "Di rekaman ini energi spiritualnya berwarna merah, sangat berbeda sekali denganku."


Su Jingmei terdiam sejenak dengan mata menyipit, kemudian melepaskan tangannya pada wajah Mo Lian sembari berdiri dengan benar dan menghembuskan napas panjang. "Baiklah, Ibu percaya padamu."


Mo Lian tersenyum tipis, ia berdiri dari sofa tempatnya duduk. "Ibu, aku akan kembali pulang dan berlatih."


Su Jingmei menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan membiarkan Mo Lian untuk pergi.


Mo Qian melihat punggung Mo Lian, kemudian tersenyum tipis. Ia tahu jika orang yang membuat kekacauan di Kota Giza adalah Mo Lian, namun ia tetap diam dan tidak memberitahukannya pada Su Jingmei.


Mo Lian yang menyadari tatapan Mo Qian juga tersenyum tipis dan terus berjalan tanpa menolehkan kepalanya. Setelah ia keluar dari ruang kerja, ia berjalan menuruni gedung dengan menggunakan lift, dan pergi ke semak-semak belakang gedung.


Di semak-semak sana, lebih tepatnya di belakang pohon rindang terdapat akar pohon berukuran sangat kecil seperti sehelai rambut. Akar pohon itu bergerak pada Cincin Ruang yang dikenakan Mo Lian, dan memancarkan cahaya biru, mengirimkan semua harta benda yang didapatnya.

__ADS_1


"Aku sudah selesai memindahkan semua harta dari kloning ke dalam Cincin Ruang, dan saat aku pulang, aku akan mengambil semua energi murni yang terkandung di dalam artefak maupun pil, serta rempah dan herbal." Mo Lian tersenyum tipis sembari mengepalkan tangan kirinya.


Mo Lian berbalik, melihat lantai tertinggi gedung, kemudian pergi meninggalkan tempat, dan kembali ke Sekte Dongfangzhi.


Hanya membutuhkan hitungan menit saja untuknya sampai. Saat ia turun di halaman depan Aula Sekte, ia disambut oleh Mo Qian yang tersenyum penuh makna, seperti mengetahui semua tindakan Mo Lian.


"Bagaimana, apa yang kau dapatkan dari peetarunganmu di sana? Bahkan sampai merusak warisan dunia."


Mo Lian terdiam sembari tersenyum canggung, kemudian menaiki tangga batu dan berucap, "Hanya beberapa tumpukan emas tidak berguna, dan beberapa artefak maupun senjata yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan."


"Ayah, aku akan mengurung diri selama dua sampai tiga bulan, aku ingin menembus tahap Akhir dari Inti Emas," lanjut Mo Lian yang menyerahkan beberapa artefak maupun senjata, yang cocok untuk digunakan Mo Qian.


Mo Qian mengangguk kecil dan menyimpan semua barang yang diberikan. "Baiklah, Ayah akan mengatakannya pada Ibumu," balasnya yang melihat Mo Lian memasuki Aula Sekte.


Waktu tiga bulan adalah waktu yang sangat singkat untuknya berlatih, tapi setidaknya itu cukup untuk dapat melawan Aliansi Revolusi Dewa yang akan bergerak setidaknya tiga bulan dari sekarang. Tapi ia merasa tidak sesederhana itu, mungkin masih banyak kekuatan lain yang ikut bergerak.


"Aku tidak tahu apakah informasi yang kudapatkan dari Organisasi Dunia Hitam dan Aliansi Revolusi Dewa akan benar-benar terjadi. Kemudian, di Amerika ada pasukan khusus lain yang menggunakan teknologi. Hanya saja, mengapa mereka tidak bertindak?" ucap Mo Lian seorang diri yang berjalan menuju ruang bawah tanah.


Dengan tindakan yang dilakukannya di Amerika tempo lalu, sangat aneh jika pasukan yang memiliki teknologi luar biasa tetap diam dan tenang selama ini tanpa bertindak sedikitpun.


Mo Lian menggeleng pelan, ia membuang semua pikiran yang tidak pasti, dan jikapun benar-benar ada teknologi yang mampu melukai Kultivator, setidaknya Sekte Dongfangzhi sangat aman karena array yang melindungi.


Mo Lian menggambar lingkaran array yang sangat besar di bawah tanah, ruangan bawah tanah ini mencakup dari Aula Sekte, sampai pada halaman depannya, yang mana di dalam ruangan ini mampu menampung sekiranya 2000 orang, dan itupun masih banyak ruang yang tersisa.


Belasan menit kemudian, akhirnya ia berhasil menyelesaikan membuat lingkaran array yang sangat besar itu, dan menyebarkan seluruh sumber daya yang ditemukannya di Piramida, beserta sebagian besar harta dari Cincin Ruang dari pemberian naga.


"Jika seluruh bahan ini ditukar dengan uang, setidaknya aku menghabiskan dua ratus miliar dollar untuk pelatihan ini, dan itupun hanya untuk membuatku menembus Ranah Inti Emas tahap Akhir," ucap Mo Lian yang sedikit tak nyaman.

__ADS_1


Dengan uang sebanyak itu, ia bisa melakukan apapun jika membahas tentang dunia, tapi jika digunakan untuk berkultivasi, yang sebanyak itu tidak terlalu berarti banyak. $200.000.000.000. Jika di Galaxy Pusat, uang sebanyak itu hanya memiliki harga 12 Batu Spiritual kualitas Tinggi, sungguh perbedaan yang sangat besar.


Mo Lian kembali menunduk dan melihat Cincin Ruang di jari tengahnya. Ia mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, dan mengeluarkan Batu Spiritual berbagai tingkat, dengan jumlah ribuan.


"Dengan tambahan ini, mungkin dapat membuatku setengah Alam dan Manusia!"


Mo Lian berjalan ke tengah-tengah lingkaran array berwarna biru itu, dan mengambil duduk bersila. Ia membuat segel tangan dengan kecepatan stabil, kemudian mengakhirinya dengan kedua telapak tangan yang saling bersentuhan, dan meletakkannya di atas paha.


Perlahan, semua bahan itu bergetar, dan kemudian memancarkan cahaya berbeda warna yang bergerak menghampiri Mo Lian. Mengelilingi Mo Lian dengan kekuatan yang sangat luar biasa dan embusan angin kencang.


Cahaya-cahaya berbeda warna itu mulai memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulit tubuhnya, menciptakan tekanan tertentu yang membuat Mo Lian sampai meringis menahan rasa sakit dan keringat mulai membasahi wajahnya.


Energi murni yang memasuki tubuhnya terlalu banyak, bahkan mulai terlihat retakan-retakan tipis di sekujur tubuhnya, meski dengan sekejap mata bisa menghilang karena kecepatan regenerasinya.


Belasan menit kemudian, Mo Lian sudah kembali tenang dengan energi murni yang sangat berlimpah. Ia tidak lagi merasakan rasa sakit, dan napasnya mulai membaik seperti semula, seperti tidak ada tekanan yang menahannya. Jika saja ini adalah orang lain, mungkin beda halnya.


Bagaimanapun Mo Lian memiliki Tubuh 5 Element dan Tubuh Emas. Dantian, Meridiannya juga sudah sangat berbeda, bahkan tulang-tulangnya sudah memiliki pola emas tersendiri.


"Ayah, dalam waktu tiga bulan ini, Sekte Dongfangzhi aku serahkan padamu bersama dengan dua belas Penatua lain, untuk menjaga sekte. Aku akan keluar setelah menembus Ranah Inti Emas tahap Akhir, dan apabila benar-benar ada serangan, tapi aku masih berkultivasi. Maka aku hanya bisa mengirimkan satu klon." Sebelum ia benar-benar tenggelam dalam pelatihan, ia mengirimkan pesan melalui transmisi suara pada Mo Qian.


"Tentu, Ayah akan menjaga sekte. Kau fokuslah pada pelatihanmu." Terdengar balasan dari dalam benaknya, setelah menunggu untuk beberapa saat.


Mo Lian tersenyum tipis, kemudian aura di sekitarnya berubah drastis, karena ia benar-benar masuk dalam keadaan kultivasi serius.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2