
"Tempat ini adalah yang terburuk."
Mo Lian sudah keluar dari gua yang sangat luas dan gelap, yang mampu menghilangkan semua indra. Ia melihat hamparan tanah tandus berwarna merah, yang ada aliran sungai lahar panas dan ada api yang menyembur keluar.
Mo Lian merasa bersyukur karena menunda keberangkatannya lima tahun lalu. Jika ia tetap memaksa datang saat masih Dao Immortal tahap Awal, mungkin ia akan terluka sangat parah, atau bahkan mati terpanggang karena suhunya yang sangat panas.
"Tidak ada apa pun di sini selain tanah tandus dan sungai lahar."
Mo Lian menoleh ke belakang melihat gua besar tanpa cahaya ataupun kehidupan, lalu kembali mengalihkan perhatiannya ke depan. "Meski tidak ada musuh, aku tidak boleh mengendurkan kewaspadaan. Bagaimanapun, Ras Iblis sangat mahir menggunakan teknik yang menyembunyikan keberadaan."
Walaupun di kehidupan sebelumnya sudah mencapai Ranah God dan hampir naik ke Alam Selestial. Ia tidak pernah turun ke Alam Hanzi, karena itulah ia sangat asing dengan Alam Hanzi, dan sedikit bingung harus melakukan apa.
Yang dilakukannya saat ini hanyalah menoleh ke sekitar, melihat apakah ada hal yang menarik perhatiannya. Ia melakukannya berulang kali karena memang tidak ada hal yang bisa ia lakukan di sini. Ini seperti ia terdampar di pulau terpencil di lautan luas, dan tidak tahu harus melakukan apa agar bisa keluar.
Akhirnya, Mo Lian memutuskan untuk membangun sebuah tempat bernaung dari Element Tanah di luar gua yang gelap. Serta meletakkan perlengkapan bersantai lainnya di sana.
Mo Lian melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Aku akan menunggu mereka datang dan membunuhnya, atau meminta mereka untuk membawaku ke kota."
Waktu berjalan cukup lambat, karena cuaca di sini tetap dan tidak berubah sama sekali. Entah berapa lama sudah berlalu semenjak kedatangan Mo Lian di Alam Hanzi. Hingga setelah merasa bosan menunggu, akhirnya Mo Lian terbang lurus ke depan, yang entah mengarah ke mana.
Dengan melalukan hal ini, ia sadar akan risikonya, seperti tersesat dan membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk keluar.
Tapi, meski harus menunggu ratusan tahun, ia tetap bertekad untuk menyelesaikan janjinya dengan Hong Xi Ning.
Mo Lian terbang mengikuti aliran sungai lahar yang sangat panjang. "Aku sudah bisa merasakan gerakan kecil di Galaxy Pusat, dan di sini aku tidak bisa merasakan apa pun. Apakah masih jauh?" Ia mendongak melihat jauh ke depan.
Karena sangat lambat dan tidak tahu ke arah mana ia bergerak, akhirnya ia berteleportasi terus-menerus ke depan tanpa tahu akan sampai di mana. Ia juga sudah meninggalkan satu klon di gua besar agar bisa kembali, atau jika tidak, ia akan memaksa menembus Heavenly Immortal agar bisa membelah ruang.
Teleportasi yang dilakukan Mo Lian cukup banyak, hingga belasan kali melakukannya, akhirnya ia melihat tanah berwarna hitam pekat dengan sungai yang tidak lagi merah lahar. Sungai yang ia lihat adalah sungai hitam yang bercahaya biru, yang sepertinya itu adalah jiwa-jiwa orang yang sudah mati.
Tentunya mati karena usia atau secara alami, dan kebanyakan adalah manusia biasa, bukan Kultivator.
__ADS_1
Api berwarna biru juga terlihat menyala dari dalam tanah tandus, dan ada banyak penjaga yang menjaga sungai ataupun tanah-tanah tandus.
"Aku tidak menduga, semua yang dikatakan dalam cerita rakyat ternyata benar." Mo Lian melihat penjaga yang berkepala banteng, kuda dan lain sebagainya.
Termasuk Hitam dan Putih yang memiliki lidah panjang, meski berjaga di depan istana hitam.
Hei Bai Wu Chang (Hanzi: 黑白無常) adalah dua dewa, satu pendek, satu tinggi, dirantai menjadi satu pada pergelangan kaki mereka, bertugas memberi berkah pada orang baik dan hukuman pada orang jahat. Keduanya adalah bawahan Yan Luo Wang atau raja akhirat dalam kepercayaan Taoisme dan bertugas untuk mengawasi perbuatan baik dan buruk manusia di dunia. (Wikipedia)
Kekuatan Hei dan Bai sendiri setara dengan Mo Lian, meski lebih lemah lagi.
Apakah ada pemberontakan di Alam Hanzi? Aku merasa yang menyerang ke Bintang Utama, bukan berasal dari tempat ini.
Jika aku menghancurkan Alam Hanzi, apa yang akan terjadi pada manusia biasa yang mati? Apakah jiwa mereka akan bergentayangan di Alam Semesta? Jika iya, itu akan membahayakan Alam Semesta.
Sepertinya, aku hanya perlu menghilangkan pemberontak dan membiarkan Alam Hanzi bekerja semana mestinya.
Mo Lian cukup bimbang apakah harus menghancurkan Alam Hanzi yang mungkin berdampak buruk bagi Alam Semesta, tapi jika tidak dihancurkan, Ras Iblis akan datang. "Hah!" Ia mengacak-acak rambutnya.
"Ah!" Mo Lian tersentak saat keberadaannya di ketahui oleh Hei (Hitam) yang berjaga. Tapi meski demikian, ia tetap melayang di langit gelap tanpa berpindah tempat. "Aku manusia, dari Alam Semesta."
Hei dan Bai datang menghampiri Mo Lian dalam sekejap mata, yang tiba-tiba sudah berdiri di depan Mo Lian. "Apa yang manusia lakukan di sini?" Keduanya bertanya secara bersamaan. "Kau tahu, makhluk hidup tidak diperbolehkan untuk datang."
Mo Lian terdiam sejenak seraya menoleh ke sekitar, melihat bawahan Yan Luo yang mulai berdatangan. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki penampilan yang sama, seperti yang menyerang Alam Semesta. "Dalam lima tahun terakhir, Ras Iblis dari Alam Hanzi naik ke Alam Semesta dan mengacau ..."
"Aku turun karena ingin menghilangkan semua bahaya, tidak terkecuali kalian apabila kalian juga mengacaukan Alam Semesta." Mo Lian melepaskan sedikit kekuatannya, yang membuat badai petir di langit hitam.
Hei dan Bai terlihat marah saat mendengar kalimat terakhir Mo Lian, ini seperti mengancam dan merendahkan Yan Luo. Aura merah mulai menyelimuti keduanya, yang juga menimbulkan badai petir merah di langit hitam.
"Tunggu!" Suara yang menggema terdengar dari dalam istana dan menghilangkan badai petir di langit, meski tidak mampu menghilangkan petir Mo Lian.
Hei dan Bai berbalik, membungkukkan badan mengarah pada Istana Neraka. "Salam, Yan Luo."
__ADS_1
Mo Lian tetap diam dan berdiri tegak tanpa memberikan salam. Ia melihat Istana Neraka dari kejauhan, menunggu apa yang akan dilakukan Yan Luo. Apakah akan datang menyerangnya, atau akan membiarkannya masuk untuk berbincang.
"Aku tidak pernah mengirim bawahan ke Alam Semesta. Kami ke sana hanya untuk mengambil jiwa-jiwa manusia yang sudah mati. Bahkan jika kami datang, hanya sebagian kecil saja yang mampu melihat kami ..."
Mo Lian masih tetap diam, menunggu Yan Luo menyelesaikan semua kata-kata yang ingin diucapkan. Ia juga mulai menyadari tentang hal itu, yang bisa dibilang adalah pengetahuan umum.
"Kemudian, kami semua berasal dari Alam Semesta, yang sudah mati miliaran tahun lalu dan bertugas di sini. Untuk Ras Iblis, kami memang sedikit berselisih dengan mereka."
Mo Lian mengerutkan keningnya ketika mendengar informasi ini. Informasi yang sangat berharga dan tidak pernah diketahui di Alam Semesta, bahkan Heavenly Immortal saja tidak tahu akan hal ini. "Apakah kau tidak mempermasalahkan jika aku menghilangkan Ras Iblis?"
"Tidak masalah, kau bisa menghilangkan Ras Iblis." Yan Lao menjawabnya langsung tanpa berpikir terlalu lama, dan di setiap perkataannya mengandung dendam.
Wosh...
Angin mulai bertiup dan ada cahaya hitam yang muncul di depan Mo Lian, yang secara perlahan cahaya hitam itu berubah menjadi gulungan kertas berwarna cokelat, yang sepertinya merupakan peta dari Alam Hanzi.
Mo Lian mengibaskan tangan kanannya menangkap gulungan kertas dan langsung membukanya, terlihat ada beberapa tempat yang bertanda 'X' berwarna merah, yang sepertinya itu merupakan tempat di mana Ras Iblis berdiam.
Luas Alam Hanzi sendiri sekitar setengah dari Alam Semesta, dan hanya ⅕-nya saja yang dikuasai oleh Istana Neraka, Yan Luo.
Melihat dari peta yang tertera, Mo Lian menduga akan menghabiskan setidaknya 25 tahun untuk tinggal di Alam Hanzi. Tapi ia akan melakukannya secepat mungkin dengan membelah tubuhnya menjadi beberapa bagian.
"Terimakasih." Mo Lian menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Istana Neraka, lalu menghilang dalam sekejap.
Hei dan Bai merasa heran mengapa Yan Luo memberikan peta berharga, tapi karena Yan Luo tidak mengatakan apa-apa, mereka juga tidak bisa memaksa untuk mengetahuinya.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1