Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 430 : Hong Xi Jiang—Kaisar Manusia


__ADS_3

—Alam Selestial—


Awan menggulung seperti ombak di lautan, deru angin sesekali terdengar, cahaya emas seperti aurora juga bisa terlihat di mana-mana. Aurora itu adalah energi Yang murni, yang sangat dihargai oleh kehidupan yang tinggal di sini dan tidak rela apabila ada kehidupan luar yang mengambilnya.


Pulau yang luas melayang di udara, di pulau itu ada sebuah pohon yang menjulang berwarna perunggu. Dahannya meluas dan bercabang, daunnya lebat dan rindang. Besarnya pohon itu seolah-olah mampu menutupi seluruh galaksi.


Pohon itu sangat tenang tanpa ada gerakan bahkan di saat angin bertiup seperti badai. Hingga secara tiba-tiba, ada getaran hebat di pohon itu yang sampai membuat pulau yang melayang ikut bergetar.


Angin bertiup lebih kencang dan energi emas bergerak lebih liar ke arah Pohon Perunggu Surgawi.


Sampai setelah waktu yang tidak diketahui berlalu, Pohon Perunggu Surgawi yang memancarkan sinar itu mulai menyusut sedemikian rupa membentuk siluet manusia yang dibalut cahaya perunggu-emas pucat.


Ketika cahaya yang membalutnya meredup, penampilannya berangsur-angsur mulai terlihat. Seorang pria tua berambut putih yang mengenakan pakaian putih sederhana, tertiup angin membuat pakaian berkibar dan terlihat seperti abadi. Matanya berwarna perunggu seperti bola lampu.


Dia berdiri tegak di pulau, tidak terlihat seperti orang tua yang biasanya bungkuk.


Walaupun terlihat lembut, tapi auranya yang dibawanya tidak bisa membohongi orang-orang dengan penglihatan baik. Dia sangat licik dan kejam, akan melakukan apa pun untuk meningkatkan kekuatannya, termasuk mengendalikan Surga dan Dao dari balik layar.


Pada saat ini, ada delapan sosok merah yang merupakan Gagak Berkaki Tiga. Hanya ada delapan dari sembilan yang hadir, karena satu dari mereka tertahan di Alam Semesta di suatu tempat bernama Planet Biru. Tidak ada yang tahu tentang hidup-matinya, semuanya abu-abu.


Gagak Berkaki Tiga berubah menjadi sosok-sosok manusia: lima pria dan tiga wanita, penampilan mereka hampir sama. Kedelapannya berdiri di depan pria tua dan berlutut.


"Ada apa, Tuan Dewa?" Salah seorang dari mereka bertanya.


Pria tua itu merenung sejenak dan menutup matanya untuk mencoba merasakannya. "Pohon Yin Surgawi, entah bagaimana telah muncul kembali. Dia terhubung denganku, dan terus menyerap energi dariku untuknya tumbuh."


Saudari Keenam tertegun dan mendongak menatap Tuan Dewa. "Tuan Dewa, bagaimana itu mungkin? Apakah Anda bisa mengambil energinya dengan paksa sebagaimana dia mengambil energi Anda?"


Tuan Dewa menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Aku tidak bisa merasakan tepat di mana Pohon Yin Surgawi berada, apalagi menyerap balik kekuatannya. Jika begini, mungkin Perang Besar Tiga Alam akan kembali terulang."


Tuan Dewa mengungkapkan ekspresi ketidakberdayaan dan kesedihan, tapi siapa yang mengerti tentangnya, pasti tidak akan memercayai apa yang diperlihatkan oleh wajahnya. Karena bagaimanapun, itu semua palsu!


Saudara Keempat yang merupakan paling besar dan kasar, tidak bisa menerimanya. "Biarkan kami turun dan mencarinya! Kami akan membunuh manusia rendahan di sana!"


Saudara Pertama menoleh dan mengedipkan matanya. Saudara Ketiga mengerti, lalu menampar belakang kepala Saudara Keempat. "Jangan bicara omong kosong! Jika kita turun, kita mungkin tidak akan bisa kembali selama seratus ribu tahun! Gerbang Selestial tidak stabil karena hancurnya Jalan Enam Reinkarnasi!"


Tapi yang tidak diduga, Tuan Dewa tersenyum tipis dan mengangguk setuju, menyetujui keinginan Saudara Keempat. "Jika kau ingin pergi, kau bisa menyerang Planet Biru di Alam Semesta. Mungkin kalian bisa bertemu dengan Saudara Kedua kalian yang disegel di sana."


Pernyataan ini mengejutkan, bukan karena Saudara Kedua mereka yang berada di sana, tapi karena Tuan Dewa menyetujui keinginan Saudara Keempat dengan mudahnya. Bahkan tanpa harus berdiskusi terlebih dahulu dengan Kaisar Giok dan Permaisuri Surga.

__ADS_1


Tapi mereka tidak mempertanyakannya, karena Sembilan Gagak Berkaki Tiga terlahir dari Pohon Perunggu Surgawi.


"Pergi!" Tuan Dewa memerintahkan mereka untuk turun ke Alam Semesta.


Tanpa penundaan, Gagak Berkaki Tiga meninggalkan pulau, tapi hanya Saudara Keempat yang berniat untuk meninggalkan Alam Selestial.


Setelah mengirim Gagak Berkaki Tiga pergi, seringai dingin terlihat di wajah Tuan Dewa. "Bodoh, mereka masih mengira bahwa aku adalah Pohon Perunggu Surgawi yang sebenarnya."


Dia mengambil alih tubuh Pohon Perunggu Surgawi. Ini adalah keuntungannya karena mampu menjadi yang terkuat di Alam Selestial, tapi setelah kemunculan Pohon Yin Surgawi, dia merasa sedikit terancam. Karena itu, saat tahu bahwa Saudara Keempat ingin menghancurkan Pohon Yin Surgawi, dia dengan senang hati mengirim mereka.


Adapun keselamatan Saudara Keempat, dia tidak peduli sama sekali.


Tuan Dewa kembali bercahaya setelah mengatakan itu dan tubuhnya membesar, membentuk Pohon Perunggu Surgawi seperti sebelumnya.


***


—Paviliun Jarum Emas, Kota Louhu—


Mo Lian mengembuskan napas panjang dan matanya terbuka perlahan. Auranya sangat halus, bahkan lebih halus daripada saat terakhir kalinya menenangkan diri di dalam Dunia Kecil.


Mo Lian menyentuh dadanya, dan merasakan ada sesuatu yang tiba-tiba tumbuh di dalam Dunia Kecil. Ketika dia mencoba memeriksanya, dia menemukan bahwa Dunia Kecil telah terbagi menjadi dua area.


Area pertama terang seperti biasa yang ditumbuhi oleh Pohon Dunia, Pohon Surgawi dan Pohon Zhillao. Di sisi lain, ada area gelap yang dingin seperti malam hari di Kutub Utara, dan di sana terlihat ada pohon kecil setinggi pinggang orang dewasa.


Mo Lian tidak tahu pohon apa itu karena tidak pernah melihatnya, dan meski membawa aura yang tidak nyaman, aura itu tidak menyakitinya, tapi malah memberikan sedikit peningkatan pada kekuatannya.


Dia membuka matanya lagi penuh kejutan. "Energi Yin. Tapi ini tidak seperti Jalan Enam Reinkarnasi."


Tepat saat Mo Lian hendak bangkit, tiba-tiba ada yang menyentuh pundaknya di kedua sisi dan memaksanya untuk duduk kembali.


Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning yang pada awalnya ingin datang membantu karena ada tangan yang menahan Mo Lian, tiba-tiba berhenti saat melihat siapa yang menahan Mo Lian.


"Aku tidak menyangka Pohon Yin Surgawi yang kita cari-cari selama ini ternyata ada padanya."


Mo Lian mendengar suara feminim dan lembut yang dikenalnya. Dia menoleh ke belakang, melihat wanita yang cantik seperti Hong Xi Ning, tapi wajahnya lebih halus dan mudah mengungkapkan perasaannya melalui ekspresi dibandingkan dengan Hong Xi Ning yang dingin.


"Yue Mu?" Mo Lian tidak mengerti mengapa Wang Yue Fei tiba-tiba datang di belakangnya dan menahannya.


"Bocah Gila! Aku juga di sini!"

__ADS_1


Suara tidak menyenangkan datang dari sisi lain di mana ada yang memegang pundaknya. Mo Lian mau tidak mau menoleh dan tersenyum. "Yue Fu?"


Hong Xi Jiang mendengus dingin dan duduk di kursi lain. "Kau harusnya sudah membaca Catatan Kaisar Manusia dan sudah mengetahui garis besarnya, kan?"


Mo Lian mengerutkan keningnya. Tidak tahu dari mana Hong Xi Jiang bisa mengetahui tentang Catatan Kaisar Manusia, bahkan sampai mengetahui bahwa dirinya sudah selesai membaca Catatan Kaisar Manusia.


Seperti mengetahui apa yang sedang dipertanyakan oleh Mo Lian di pikirannya, Wang Yue Fei mengusap kepala Mo Lian dan tertawa kecil. "Aku yang menulis tentang Catatan Kaisar Manusia, dan Kaisar Manusia itu adalah Yue Fu-mu."


Mo Lian mengangguk kecil memahaminya. Tapi tiba-tiba, dia tercengang dengan mata terbuka lebar. "Kaisar Manusia?!" Ia memandang Hong Xi Jiang dengan pandangan tak percaya. "Sangat baik dan memiliki kesadaran tinggi terhadap sekitar?"


"Itu tidak mungkin, kan?" Mo Lian memandang Hong Xi Jiang dari bawah ke atas berulang kali dan menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin ..."


Hong Xi Jiang mengangkat alisnya saat menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Kemudian dia merentangkan tangan kanannya ke depan dengan jari tengah ditahan ibu jari, kemudian dia melepaskannya.


Ctak!


Mo Lian tersentak ketika sentilan kecil Hong Xi Jiang yang tiba-tiba mengenai dahinya, membuatnya sampai hampir terjatuh. Ketika dia menyentuh dahinya, ada benjolan sebesar kepalan tangan dan berwarna merah. "Sial! Ini sakit!"


Wang Yue Fei tertawa kecil saat melihat dahi Mo Lian. Dia duduk di pangkuan Hong Xi Jiang dan berkata, "Alam Selestial memiliki Pohon Perunggu Surgawi. Awalnya tidak ada masalah, sampai suatu waktu, Pohon Perunggu Surgawi mampu memaksa Dao untuk patuh. Hanya Pohon Yin Surgawi yang mampu bersaing ..."


Wang Yue Fei menunjuk dada Mo Lian. "Pohon Yin Surgawi berada di dalam tubuhmu. Rawat dengan baik sampai melebihi ukuran Pohon Dunia, setidaknya sepuluh ribu kalinya. Dengan demikian, Pohon Perunggu Surgawi di Alam Selestial tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengendalikan Dao."


"Ngomong-ngomong, karena Lian'er adalah menantuku dan aku menyayangimu, kami tidak akan mengambil tindakan seperti yang kami rencanakan." Wang Yue Fei tersenyum lembut saat menarik tangannya dari dada Mo Lian.


Mo Lian bergidik saat melihat senyum Wang Yue Fei, dan dia bisa menebak tindakan apa yang sudah direncanakan. "Apakah itu ..."


Tidak memberi kesempatan Mo Lian untuk mengatakannya sendiri, Wang Yue Fei memotongnya dan menjawabnya, "Ya! Membelah tubuhmu dan mengambil Pohon Yin Surgawi darimu."


Mo Lian mengangkat kedua tangannya dan menyilangkan tangannya di depan dada. Dia juga berdiri dan mundur beberapa langkah.


Wang Yue Fei tertawa kecil dengan tangan menutupi mulutnya. "Lian'er sangat lucu seperti biasanya. Ngomong-ngomong, karena Lian'er memiliki Pohon Yin Surgawi, aku harus minta maaf karena harus membawamu bersama kami untuk menghadapi Alam Selestial. Tapi tidak untuk saat ini, kami akan membiarkanmu melakukan apa yang ingin kau lakukan ..."


Wang Yue Fei berdiri, melangkah ke arah Mo Lian dan mengusap kepalanya. "Kemudian, mungkin akan ada yang mengincarmu dari Alam Selestial. Tapi sepertinya, mereka akan datang ke Bumi terlebih dahulu."


Setelah mengatakan itu, Wang Yue Fei mundur selangkah dan menghilang. Begitu pun dengan Hong Xi Jiang yang menghilang tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Mo Lian, dibiarkan diam membeku di tempat. Walaupun dia sudah mendengarnya dengan jelas, tapi masih sulit dipercaya. Hong Xi Jiang, Kaisar Manusia?! Itu adalah informasi yang sangat mengejutkannya, melebihi apa pun yang selama ini dia tahu.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2