Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 477 : Panggilan Untuk Kembali


__ADS_3

Mo Lian sudah tinggal di Sekte Teratai Putih selama satu minggu, dan dia hanya bersantai-santai tanpa melakukan kegiatan apa pun. Dia bermalas-malasan, tidak berlatih sedikit pun, karena di Ranah Simbol Dewa sekarang, Alam Semesta tidak lagi mampu membuatnya meningkat. Hanya dengan membunuh Dewa Abadi dan Dewa Kuno, dia bisa meningkatkan kekuatannya.


Hanya dengan menambahkan teknik, barulah dia bisa meningkatkan kekuatannya. Tapi, teknik-teknik yang didapatnya tidak terlalu berguna. Lawannya sekarang adalah Dewa Abadi dan Dewa Kuno, tidak sembarang teknik mampu melukai mereka.


Bahkan Teknik Sembilan Pukulan yang merupakan salah satu teknik terkuat dari Sekte Zhongjian, seperti mainan anak-anak di hadapan Dewan Hitam, apalagi Dewa Abadi.


Mo Lian ingin menciptakan teknik yang terhubung langsung dengan Dao, tapi Dao yang benar-benar dia pahami adalah Dao Pedang. Jadi, dia hanya bisa menciptakan teknik yang berhubungan dengan pedang. Adapun pemahamannya tentang Dao, dia harus mengakuinya sendiri bahwa kekuatannya masih sangat dangkal.


Yang bisa dilakukannya hanyalah menemukan metode baru, seperti serangan yang dihasilkan dari Jalan Enam Reinkarnasi, Diagram Delapan Yin dan Yang, Cincin Dewa Jarum. Tapi dia tahu, tidak mudah untuk menemukan metode serangan semacam itu, hanya keberuntungan yang bisa membawanya ke sana. Adapun Teknik Kaisar Manusia (Sembilan Perubahan), dia belum mempraktikkan karena saat ini belum kembali ke Bumi.


Teknik Kaisar Manusia bukan berarti tidak bisa dipraktikkan di tempat lain, hanya saja Mo Lian menganggap Bumi adalah tempat teraman untuk mempraktikannya.


"Kakak!"


Mo Lian tersentak dan tersadar dari lamunannya yang sedang memikirkan metode ketika dia mendengar teriakan Mo Fefei. Dia menoleh ke belakang, melihat Mo Fefei yang berlari ke arahnya.


"Ada apa?" Mo Lian merasa ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat Mo Fefei seperti ini, tapi dia tidak ingin berburuk sangka dan menunggunya.


Mo Fefei melompat, memeluk Mo Lian dari belakang. "Menjadi Matriak sangat melelahkan. Banyak hal yang harus diurus, itu merepotkan."


Mo Lian tertawa kecil. Dia tidak berbalik dan tetap membiarkan Mo Fefei memeluknya dari belakang. "Apakah Fefei menyesalinya?"


Mo Fefei merenung sejenak, sedang ada pertarungan di dalam pikiran internalnya. Setelah ragu-ragu, dia menjawab, "Ya ... dan tidak. Fefei menduga hanya seperti mengurus Paviliun Xiao Fei, tapi ternyata lebih merepotkan. Banyak hal yang harus diurus, terutama Teratai Putih baru berumur tujuh hari. Tapi, Fefei senang saat melihat banyak yang mencoba masuk ..."


"Jadi?" Mo Lian kembali bertanya.


"Meski melelahkan, tapi Fefei menikmatinya." Mo Fefei melepaskan pelukannya, lalu dia berdiri di samping Mo Lian yang sedang memancing. Dia melihat danau tersembunyi di belakang Puncak Utama yang tenang ini, lalu mendongak. "Kakak, tidak ada ikan di sini. Mengapa Kakak memancing di tempat ini? Jika Kakak ingin memancing, lebih baik di sungai."


Mo Lian tersenyum tipis, dia tahu apa yang sedang dilakukannya, tapi dia tidak ingin mengatakannya dan memilih untuk tetap diam.


Melihat senyuman itu, Mo Fefei memfokuskan perhatiannya pada pelampung yang mengambang di permukaan air. Dia mengamatinya dengan saksama, mencoba untuk mencari tahu apa yang spesial dengan danau ini.


Mo Fefei masih tidak mendapatkan apa yang spesial dari danau ini. Dia menggaruk kepalanya dengan bingung, tapi meski begitu, dia tidak menyerah. Karena Mo Lian sudah seminggu di sini, pasti ada yang spesial!

__ADS_1


Mo Lian mengangkat tangan kirinya, menepuk-nepuk kepala Mo Fefei dengan lembut saat menatapnya hangat. Dia ingin sekali Mo Fefei tetap bahagia, tanpa harus mengkhawatirkan tentang perubahan Alam Hanzi dan Alam Selestial.


"Ayah dan Ibu mungkin akan berkunjung di masa depan, karena itu, pastikan Sekte Teratai Putih-mu menjadi yang terkuat di Galaksi Houhu." Mo Lian mengecup kepala Mo Fefei.


Mo Fefei mengabaikan ucapan Mo Lian, saat ini perhatiannya teralihkan oleh pelampung yang mengambang di permukaan air. Samar-samar dia melihat aturan tertentu yang menariknya, aturan ini membawa Hukum Kultivasi.


Hukum Kultivasi ini adalah Hukum yang didapat Mo Lian dari Tulang Monster Dewa Surga. Dia mentransfernya ke danau ini, dan selama ini dia menunggu Mo Fefei datang untuk memahaminya.


"Jika kau memahaminya sampai puncaknya, maka akan ada waktu di mana Dao datang dan menguji pemahaman mengenai Dao yang kau kejar." Mo Lian menepuk kepala Mo Fefei, lalu mundur menjauh, memberikan ruang untuk Mo Fefei.


Mo Fefei duduk bersila di tepi danau dan menutup matanya perlahan. Hal yang dilihatnya setelah memperhatikannya dengan saksama tadi adalah kilatan petir. Dia mulai mencerna pemahaman yang tiba-tiba datang tentang Hukum Petir.


Tubuhnya diselimuti oleh petir ungu yang mulai menyengat sekitarnya, sambaran-sambaran kecil menghantam rumput-rumput, membakarnya dan mengubahnya menjadi abu.


Mo Lian tidak ingin mengganggu Mo Fefei, tapi dia juga tidak bisa meninggalkannya seorang diri. Dia berjaga-jaga apabila ada keanehan yang bisa berdampak buruk bagi fondasi Mo Fefei, dan dia tidak menginginkan hal itu terjadi.


...***...


Mo Lian masih memperhatikan Mo Fefei tanpa mengalihkan pandangannya, bahkan dia tidak tidur sampai saat ini, dan ini tidak seperti dirinya yang biasanya tidur apabila ada waktu.


Sekte Teratai Putih telah berkembang menjadi yang terkuat di Bintang Peng, dan reputasinya telah menyebar ke bintang tetangga meski Mo Fefei sudah mengasingkan diri dan sampai saat ini belum keluar.


Yang mengurus sekte selama ini adalah Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning. Kedatangan mereka berdua di publik menarik perhatian banyak orang karena kecantikannya.


Pada saat ini, Mo Lian yang mengamati Mo Fefei, mengerutkan keningnya dan menundukkan kepala. Dia mengeluarkan Batu Komunikasi yang bergetar, dia melihat pesan yang tertulis di sana.


“Aku tahu kau sudah menyelesaikan masalah Organisasi Penjarah Spiritual. Sudah waktunya kembali, setelah itu, kita akan pergi ke tempat tertentu untuk mengambil rekan-rekanku yang ikut bertarung melawan Dewa Abadi dulu.”


Mo Lian merenung sejenak dan mendongak melihat punggung Mo Fefei. "Bisakah ..." Ia berhenti dan menggelengkan kepalanya, lalu meralatnya, "Dia pasti bisa melakukannya sendiri. Aku harus percaya pada adikku sendiri, dia sudah dewasa, dia hampir berusia empat puluh."


Meski mengatakan demikian, dia masih meninggalkan Inkarnasi di kedalaman Sekte Teratai Putih.


Mo Lian berdiri, menarik napas dalam-dalam, kemudian berpindah ke Puncak Utama.

__ADS_1


Dia memasuki Aula Sekte di mana Hong Xi Ning berada.


"Kalian bertiga, kita akan kembali ke Bumi sekarang."


Ketiganya tertegun dengan penuh keterkejutan di wajah mereka.


"Bagaimana dengan Fefei?" Hong Xi Ning terlihat khawatir. Mo Fefei sedang memahami Hukum Kultivasi, tidak baik ditinggal sendirian karena terlalu berisiko.


Mo Lian menghela napas. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Aku tahu apa yang Ning'er khawatirkan. Tapi, dia sudah dewasa, dia sudah tahap Menengah dari Dewa Pemula, kemudian, bukankah kita sudah meninggalkan pencegahan? Harusnya tidak masalah."


Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, kemudian dia meninggalkan Inkarnasi-nya di sini. Begitu pun dengan Qin Nian dan Yun Ning, mereka meninggalkan Inkarnasi.


Kekuatan ketiganya sudah meningkat: Hong Xi Ning sudah menembus Dewa Surga tahap Menengah; Qin Nian dan Yun Ning sudah Dewa Merah tahap Menengah.


"Ngomong-ngomong ..." Yun Ning mengangkat tangannya perlahan. "Mengapa kita buru-buru? Tidak bisakah kita tinggal di sini sebentar lagi?"


Mo Lian tersenyum, tapi dia menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa. Pada awalnya, kita sudah berdiskusi untuk tinggal di sini selama satu bulan, dan sekarang sudah waktunya. Kemudian, Yue Fu memintaku untuk kembali, ada urusan penting, dan perang melawan Alam Selestial sebentar lagi akan dimulai."


"Pohon Yin Surgawi sudah menyerap banyak kekuatan, dan aku juga merasa sudah waktunya. Walaupun aku tidak percaya diri bisa membunuh Pohon Perunggu Surgawi, tapi untuk menahannya, tidak ada keraguan." Bukan tanpa alasan dia percaya diri. Pohon Yin Surgawi mengalami transformasi, dan penyerapannya terhadap Energi Yang dari Pohon Perunggu Surgawi dan mengubahnya ke Energi Yin meningkat sebanyak 70%.


Mendengar itu, Qin Nian yang memiliki pikiran yang sama dengan Yun Ning, menelan kata-katanya dan tetap diam.


Melihat ketiganya yang tidak lagi berbicara, Mo Lian menganggukkan kepala. Dia tahu mereka ketiga enggan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, dan setelah semuanya berakhir, mereka bisa bersantai sepanjang waktu, bisa tinggal di rumah kecil, bisa membuat anak sebanyak mungkin dan hidup bahagia.


Mo Lian mengeluarkan Batu Komunikasi khusus. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian berkata, "Fefei ... kami kembali ke Bumi. Ada keperluan yang harus kami selesaikan, jika memungkinkan, kau datanglah ke Bumi setidaknya setahun sekali untuk menemui Ayah dan Ibu..." Ia terus berkata cukup lama setidaknya selama sepuluh menit sebelum meninggalkannya di atas meja.


Setelah meninggalkan pesan, Mo Lian menatap istri-istrinya. Kemudian dia melambaikan tangannya, membuat mereka berempat meninggalkan Sekte Teratai Putih, Bintang Peng, bahkan meninggalkan Galaksi Houhu.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2