
—Sekte Boneka, Gunung Awan Ungu—
Sekte Boneka berada di tempat yang tersembunyi dan tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali orang yang bersangkutan yang membawanya. Bahkan setelah dibawa, mereka akan ditanamkan kutukan agar tidak mengatakan tempat persembunyian.
Alasannya sederhana, karena Sekte Boneka berhubungan dengan mayat, dan artinya banyak orang yang tidak menyukainya karena Sekte Boneka terbiasa menggali makam.
Hal yang paling tidak bisa diterima adalah, saat Sekte Boneka memiliki musuh, Sekte Boneka akan mengirim salah satu tim yang memiliki kemampuan untuk menghindari deteksi untuk memasuki kawasan inti wilayah musuh. Kemudian menggali makam Leluhur mereka, dan membiarkan Leluhur mereka untuk menghadapi keturunannya sendiri.
Dengan tindakan mereka yang tidak bermoral pada makam yang lebih tua, tentunya banyak yang tidak menyenanginya dan membuat Sekte Boneka menjadi musuh bersama. Tapi masih saja ada yang meminta bantuan kepada Sekte Boneka meski sudah tahu konsekuensinya.
Konsekuensi itu seperti meminta tumbal darah segar yang harus dari anak-anak di bawah usia sepuluh tahun. Mengapa anak-anak? Itu karena mereka masih belum terkontaminasi, energi mereka masih murni dan darahnya bisa membuat peningkatan yang cepat.
Kemudian rumor mengatakan, Sekte Boneka bahkan tidak membiarkan pendahulu mereka mati dengan tenang. Pendahulu yang harusnya beristirahat, tubuhnya digunakan sebagai boneka tempur.
...
Karena masalah Utusan belum diselesaikan, semua orang-orang penting di Sekte Boneka sedang melakukan pertemuan. Bahkan meski Utusan memiliki kekuatan yang rendah, tapi tetap saja cukup berharga karena anggota Sekte Boneka tidak banyak.
Terutama Utusan yang bertanggung jawab atas Kota Louhu memiliki kemampuan yang hebat dalam mata-mata dan mencari informasi. Sangat disayangkan Sekte Boneka kehilangannya.
Itu adalah kerugian besar karena Patriak dan Penatua telah menggunakan banyak sumber daya untuk membesarkannya. Karena itu, meski Utusan sudah mati, mereka ingin mencari pelakunya. Bukan karena ingin membalas dendam atas nama Utusan, tapi ingin memperjelas bahwa Sekte Boneka tidak bisa disinggung.
Hampir semua orang yang berada di dalam ruangan memiliki penampilan yang sama, mereka semua memakai mantel jubah berwarna hitam untuk menutupi penampilan mereka. Bahkan meski mereka sudah berada di sekte yang sama selama ratusan tahun, masih ada yang tidak tahu bagaimana penampilan asli rekan mereka.
"Apa kau sudah tahu siapa yang membunuh Utusan?" Seorang sosok hitam duduk di kursi utama, tubuhnya bergerak-gerak seperti bayangan. Tepat di belakangnya berdiri dua sosok mayat hidup dengan kulit abu-abu pucat, melepaskan aura penindasan dari Jiwa Emas tahap Awal.
Sosok hitam lain berlutut menghadap Patriak Sekte Boneka. "Kami sudah mencari tahu melalui Giok Jiwa, dan bayangan terakhir sebelum kematian Utusan hanyalah bayangan hitam. Saat kami mendatangi tempat melalui aura terakhir di mana dia berada, kami menemukan tempat itu berada di Kerajaan Teratai Api."
Kerajaan Teratai Api? Semua orang terdiam dan saling memandang, mereka tahu bahwa Utusan ini hanya bertugas di Kota Louhu yang ada di Kerajaan Angin. Adapun Kerajaan Teratai Api, ada Utusan lain yang bertanggung jawab di sana.
Mereka tidak mendapatkan alasan mengapa Utusan yang mereka kirim ke Kota Louhu, tapi tiba-tiba datang ke Kerajaan Teratai Api dan terbunuh di sana.
__ADS_1
"Patriak. Hamba menebak alasan kematiannya berhubungan dengan Keluarga Guo. Menurut informasi yang Hamba dapatkan, Tuan Muda Keluarga Guo, Guo Jian. Bermasalah dengan pemuda bernama Mo Lian dan mengirimkan Tim Bayangan untuk membunuhnya, tapi Tim Bayangan kalah telak dan menjadi bodoh. Ada kemungkinan besar bahwa Utusan dibunuh oleh Mo Lian." Sosok hitam itu sedikit takut setelah mengatakan penjelasan ini, dan berharap bisa keluar hidup-hidup dari ruang pertemuan.
Patriak mengangkat alisnya, tidak pernah tahu masalah itu, bahkan Patriak Guo tidak menjelaskan masalah ini padanya. Tapi, dia cukup terkejut saat mengetahui bahwa Tim Bayangan dikalahkan, dia tahu Tim Bayangan cukup kuat di Kota Louhu dan hanya Wali Kota yang bisa mengalahkannya.
Setelah merenung dan ragu-ragu, Patriak menganggukkan kepalanya. "Jika dia bisa membunuh Utusan, maka dia adalah Kultivator Abadi. Kirim lebih banyak orang yang lebih kuat, tangkap dia hidup-hidup dan bawa dia kemari. Aku ingin mengubahnya menjadi mayat hidup."
"Patriak." Pada saat ini, Penatua Ketujuh yang berada di kursi ketiga di kiri depan Patriak mengangkat tangannya. "Bagaimana jika aku yang berangkat? Aku sudah terlalu lama berada di Sekte Boneka dan ingin mencari darah segar."
Semua orang mengalihkan pandangannya pada Penatua Ketujuh yang wajahnya setengah terungkap. Bibirnya hitam dan hidungnya bengkok, Penatua Ketujuh terkenal sangat kejam terhadap bahan-bahan yang digunakan untuk meningkatkan mayat hidup. Penatua Ketujuh akan membuat korban sangat ketakutan sampai mentalnya hancur, barulah membunuhnya dengan kejam.
Tidak ada yang menyela Penatua Ketujuh. Mereka semua yakin dengan kemampuan Penatua Ketujuh, dan tahu bahwa Penatua Ketujuh tidak bisa diatur, bahkan Patriak merasa tidak mampu. Alasannya, itu karena Penatua Ketujuh memiliki mayat hidup di Ranah Jiwa Emas tahap Menengah, lebih tinggi dari boneka Patriak.
Patriak tidak ragu-ragu dan langsung menjawabnya, "Baiklah, Penatua Ketujuh bisa pergi ke Kota Louhu untuk menangkapnya. Aku akan memberikanmu harta yang memuaskan."
Penatua Ketujuh tersenyum menghina. Disk tahu bahwa Patriak menginginkan darah dari orang yang membunuh Utusan, tapi dia tidak akan menyerahkannya dan akan menggunakannya untuk kepentingannya sendiri.
"Tentu, aku akan membawakannya untukmu." Nada suara Penatua Ketujuh terdengar dingin dan menghina.
***
—Paviliun Jarum Emas, Kota Louhu—
Mo Lian bersandar di kursi sambil menutup matanya. Dia sudah selesai makan, dan saat ini masih mencoba menyatu dengan alam tanpa mengerahkan energi spiritual.
"Sebagai seorang Kultivator Abadi, prioritas pertama kami adalah berkultivasi. Hanya dengan dekat dengan alam seseorang dapat memahami alam."
“Hanya dengan mengikuti hati kita, kita bisa menjadi riang. Jika terlalu memperhatikan apa yang disebut fasad (bagian luar), itu tidak akan memberi banyak keuntungan."
“Harus tahu bahwa hal-hal baik itu seperti air, manfaat mengalir ke banyak orang tetapi tidak menghargai kebaikan yang dilakukan. Membiarkan alam mengambil jalannya adalah cara…”
Mo Lian merenungkan kata-kata yang pernah didengarnya dan mencoba untuk terus memahaminya. Tapi, dia masih tidak memahaminya dengan jelas. Kalimat itu mudah dipahami, tapi untuk mencapainya dan menyatu dengan alam cukup sulit.
__ADS_1
"Saat aku masih Jiwa Emas, aku mudah memahami sesuatu untuk menembus Dao Immortal. Tapi mengapa setelah mencapai Dewa Surga, pemahamanku sepertinya ditekan."
Ketidakberdayaan, kemarahan, kekesalan dan lain sebagainya tercampur menjadi satu ketika mengingat perasaan ditekan oleh Dao setelah menembus Dewa Surga.
"Kemudian aku merasa ada yang hilang di Alam Semesta, tapi aku tidak bisa tahu apa itu." Mo Lian merasakan sedikit kosong, dan itu berhubungan dengan Alam Semesta.
Mo Lian menghela napas dan berdiri. "Sepertinya memang harus menemukan Catatan Kaisar Manusia untuk mengetahui apa yang kosong ini." Ada sedikit kesedihan di matanya karena bukan dia yang mendapat Catatan Kaisar Manusia.
Mo Lian membuka pintu belakang, memasuki bangunan untuk menemukan Hong Xi Ning. Dia tidak bisa pergi untuk mengambil Catatan Kaisar Manusia dari Mo Fefei, tapi Hong Xi Ning bisa melakukannya.
Segera, Mo Lian menemukan Hong Xi Ning yang berada di Perusahaan Pengawalan Yun. Hong Xi Ning sedang berada di bawah pohon, duduk bersantai dengan menyesap teh hangat.
Hong Xi Ning segera menoleh ke gerbang saat menyadari kedatangan Mo Lian. "Ada apa, Nan Ren?"
Mo Lian duduk di samping Hong Xi Ning dengan ekspresi rumit.
Hong Xi Ning melihatnya, dan segera menyadari bahwa ada masalah penting yang membuat Mo Lian sedikit tertekan. "Katakan. Ning'er pasti akan membantu Nan Ren."
Mo Lian tertegun sejenak, menatap Hong Xi Ning untuk beberapa saat. Kemudian dia mengangguk, mengambil tangan kanan Hong Xi Ning dan menyentuhkannya di dadanya sendiri. "Tolong kirim klon ke Fefei. Ning'er bisa mengetahui koordinat Fefei dari energi yang aku tanamkan di dalam tubuhnya, dan ambil buku emas yang ditemukannya di dalam gua."
Melihat ekspresi Mo Lian, Hong Xi Ning sedikit bingung, tapi tidak mempertanyakannya dan mengangguk kecil. Dia menutup matanya perlahan, merasakan energi yang disegel Mo Lian dan mencari tahu energi yang serupa.
"Ini cukup jauh." Hong Xi Ning berkata saat matanya masih tertutup. "Tapi karena sudah ada energi Nan Ren di Fefei, Ning'er bisa memanfaatkannya."
Aliran energi biru muda mengalir ke dalam tubuh Mo Lian dari telapak tangan Hong Xi Ning. Energi itu bergerak melalui jarak yang tak terhitung jumlahnya untuk kembali ke Wilayah Timur di mana Mo Fefei berada.
Mo Lian mengangkat tangannya, menyisir rambut Hong Xi Ning ke samping telinganya, kemudian dia tersenyum hangat.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...