
Desa Kunlun berada di lahan kosong di bagian tenggara Kota Zhan, yang merupakan tanah tandus seluas belasan ribu mil persegi, namun setelah kedatangan mereka ke Bintang Utama, tanah itu berubah menjadi subur karena bantuan Hong Xi Ning dan diolah dengan baik.
Wilayah dengan ukuran 120 × 120 mil sangatlah luas, bahkan keluarga besar tidak memiliki wilayah seluas itu di Kota Zhan. Namun karena ada aturan tak tertulis, yang mengatakan siapa saja boleh menguasai wilayah tandus, asalkan mampu mengembangkannya, maka Desa Kunlun memiliki hak untuk mendapatkan wilayah seluas itu.
Desa Kunlun masih tidak mengetahui tentang kabar Mo Lian yang hendak bertunangan, mereka mendekor desa hanya karena perintah dari Hong Xi Jiang.
Mo Lian sudah berada di depan gerbangnya, dan ditahan oleh empat penjaga yang mengenakan pakaian biru tua.
"Maaf, jika ingin masuk, maka harus memperhatikan tanda—"
Mo Lian mengeluarkan Plat Giok Patriak Dongfangzhi yang berwarna hijau, bertuliskan '東方之' dengan warna emas dan ada lambang yang sama di bawahnya.
Lambang Matahari yang dikelilingi oleh garis putih bersih, dengan pedang biru di tengah-tengah Matahari. Lambang ini sama seperti yang ada di atas gerbang Desa Kunlun.
Penjaga itu terdiam saat melihatnya, merasakan takut dan tubuhnya gemetaran. Mereka merupakan warga biasa, yang kemudian belajar kultivasi di Desa Kunlun dan bekerja di sini. Mereka mendapat pengetahuan jika ada Plat Giok yang mampu memerintah Desa Kunlun, yang bahkan Wu Yengtu dan Xu Xumei saja tidak memilikinya.
Plat Giok Matahari Pedang! Tanda Patriak Sekte Dongfangzhi! Pemilik Desa Kunlun!
"Jika masih kurang." Mo Lian kembali memperlihatkan Plat Giok Murid Ketiga dan Plat Giok Zhongjian.
"Apakah masih perlu?" Mo Lian berencana untuk mengeluarkan lebih banyak lagi, namun ia segera dihentikan.
"Cukup. Silakan masuk."
Mo Lian menaikkan sebelah alisnya, merasa tidak menyenangkan karena ia masih ingin mengeluarkan identitas yang lainnya. Ia menyimpan semua tanda, kemudian berjalan memasuki Desa Kunlun.
Desa Kunlun, seperti namanya, ini adalah desa yang berada di dalam kota dan banyak orang-orang yang juga berkunjung ke sini, terlihat dari penginapan-penginapan yang berjejer serta bangunan-bangunan lain.
Orang luar yang berdagang di sini sepertinya akan dikenai biaya pajak, berbeda dengan penduduk asli yang digratiskan.
Aura spiritual di sini juga lebih banyak dari Kota Zhan, meski tidak sampai sepertiga dari aura di dalam Sekte Zhongjian. Mo Lian juga merasakan ada menara yang berada di pusat Desa Kunlun, itu adalah Menara Kultivasi yang memiliki jumlah aura dan tekanan tertentu di setiap lantainya.
"Sepertinya Desa Kunlun memberikan Menara Kultivasi sebagai destinasi."
Menara Kultivasi memang tidak langka sama sekali, namun hanya bisa dimiliki oleh kekuatan besar yang penghasilan untuk satu tahunnya mencapai 30.000.000 Batu Spiritual kualitas Tinggi. Kemudian apabila ada tempat yang memperbolehkan memasuki Menara Kultivasi hanya dengan membayar beberapa Batu Spiritual, tentunya banyak yang akan datang.
Mo Lian terus berjalan dan terkadang menghilang saat berada di kerumunan orang, yang kemudian berpindah ke tempat lain, lalu muncul kembali, begitu seterusnya sampai tiba di depan kediaman mewah yang cukup luas.
"Kakek! Nenek!" Mo Lian berteriak keras di depan gerbang, yang menarik perhatian semua orang yang lalu lalang.
Dua penjaga gerbang tersentak saat mendengar teriakan Mo Lian, mereka bergerak hendak mengejar, namun gerbang terbuka lebih dulu.
__ADS_1
Terlihat ada wanita yang sangat bersemangat, yang tidak pernah keluar dari Kediaman Pusat di Desa Kunlun.
Xu Xumei berlari ke arah Mo Lian dengan kedua tangan terbuka, yang kemudian memeluk erat Mo Lian. "Sejak kapan kau datang?"
"Mungkin satu bulan lalu?" Mo Lian memiringkan kepalanya, tidak tahu pasti kapan ia datang.
Xu Xumei mendongak menatap Mo Lian. "Jika kau datang sejak sebulan lalu, mengapa tidak mengabari Nenekmu?!" Ia sedikit berteriak karena kesal dengan tangan berkacak pinggang.
Mo Lian tertawa kecil melihat Xu Xumei yang kesal. "Maaf-maaf, aku fokus berlatih dan mengerjakan beberapa tugas dari Master."
"Ah!" Xu Xumei tersentak dengan mulut sedikit terbuka, teringat akan sesuatu saat Mo Lian menyinggung tentang Hong Xi Ning. "Berbicara tentang Master, aku mendengar Mastermu akan bertunangan, apakah kau baik-baik saja? Bukankah kau sangat mencintainya."
Mo Lian tertegun kemudian tersenyum ringan. "Aku baik-baik saja, ngomong-ngomong aku datang karena ingin memberi tahu pada kalian untuk datang ke Sekte Zhongjian besok, di saat Master bertunangan."
Xu Xumei terdiam menatap penuh kasih ke arah Mo Lian. Ia tahu jika Mo Lian sangat sedih saat mendengar Hong Xi Ning akan bertunangan, apalagi besok ketika melihat Hong Xi Ning yang melaksanakan pertunangannya.
"Jangan bersedih, semuanya pasti baik-baik saja, kau pasti bisa mendapatkan wanita lain." Xu Xumei kembali memeluk Mo Lian mencoba menghiburnya.
Mo Lian merasa tidak nyaman karena hal ini, tapi ia masih tidak berencana untuk memberitahukannya. Ia ingin memberikan kejutan pada esok hari, terutama untuk Penatua Jia yang sebelumnya sangat menentangnya sebagai Murid Ketiga.
Tapi, Qin Nian, Yun Ning, Ong Hei Yun dan Hu Lan Yue sudah mengetahui tentangnya yang akan bertunangan dengan Hong Xi Ning.
"Terimakasih."
Xu Xumei mendongak dan tersenyum, kemudian menarik tangan Mo Lian untuk membawanya masuk ke dalam Kediaman Pusat.
Mo Lian bersantai di Desa Kunlun sampai malam hari untuk membahas tentang petualangannya dari Bumi hingga akhirnya sampai ke Bintang Utama. Kemudian ia kembali saat tengah malam, meski sebenarnya ia diminta untuk menginap. Tapi tentunya ia tidak bisa karena harus bangun pagi-pagi sekali.
***
Keesokan Harinya, Sekte Zhongjian
Hari yang dinantikan akhirnya telah tiba dan hari pertunangan Hong Xi Ning disiarkan langsung ke seluruh penjuru Bintang Utama, serta bintang-bintang sekitar karena ini adalah momen yang luar biasa dan harus dilihat.
Terutama, untuk identitas asli pria yang mendapatkan Hong Xi Ning.
Banyak sekali yang datang ke Sekte Zhongjian, tidak terkecuali dari 9 Organisasi Utama lain selain Sekte Zhongjian.
Puluhan Dao Immortal sudah datang duduk di tempat yang telah disediakan, mereka menahan niat membunuh sekuat mungkin karena amarah terhadap calon menantu dari Hong Xi Jiang. Hampir semua Dao Immortal yang datang hari ini adalah barisan patah hati karena ditolak Hong Xi Ning, bahkan sebelum melamarnya.
Ketika banyak yang menyembunyikan aura membunuh, tiba-tiba ada aroma yang sangat harum bertebaran dan menyatu dengan atmosfer sekitar.
__ADS_1
Bang!
Aula Sekte terbuka lebar dengan angin kencang yang berembus, terlihat dari dalam aula keluar empat sosok manusia, yang saling berpasang-pasangan.
Hong Xi Jiang dengan Wang Yue Fei dan Mo Qian dengan Su Jingmei.
Mang Xian Guo dan Xia Xinxin terkejut saat melihat orangtua Mo Lian yang keluar bersama dengan Leluhur Hong dari Aula Sekte. Dari hal ini, mereka berdua sudah bisa menebak siapa sebenarnya yang menjadi pasangan Hong Xi Ning.
Upacara sakral hari ini tidak terlalu banyak, dan hanya dibuat sesederhana mungkin, karena ingin menghemat waktu. Karena setelah ini, Hong Xi Ning dan Mo Lian akan mengurung diri, sampai waktu yang tidak diketahui. Namun itu jika acara berjalan dengan lancar, meski sepertinya tidak mungkin.
Dua pasang suami istri yang baru keluar dari Aula Sekte itu berpisah ke dua arah yang berbeda, pergi menuju kursi merah yang telah disiapkan di sisi halaman yang sudah dilapisi dengan kain merah.
Dayang yang berada di pertengahan tangga batu, mengenakan bawahan putih dengan bordiran bunga, atasan hijau muda itu menundukkan kepala seraya membungkuk kecil mengarah pada semua tamu undangan.
"Tanpa berbasa-basi, mati kita sambut bintang utama hari ini!" Dayang itu mendongak dan berucap dengan suara yang cukup keras.
Perhatian semua tamu undangan tertuju pada Aula Sekte yang terbuka, tidak ada yang berkedip sedikitpun karena ingin melihatnya dengan baik. Hingga belasan detik berlalu, tidak ada seorang pun yang keluar dari sana.
Wosh!
Angin kembali bertiup kencang dengan aliran energi spiritual yang berlimpah di Sekte Zhongjian, dari udara kosong juga terlihat dedaunan pohon mulai berjatuhan seperti gerimis
Daun-daun ini adalah daun dari Pohon Zhiliao.
Tidak lama kemudian, ada sinar kuning keemasan yang turun dari langit menerangi halaman Aula Sekte, membuat semua orang menengadahkan kepala melihat ke langit. Bisa dilihat oleh mata semua orang, sepasang kekasih yang mengenakan Cheongsam berwarna merah.
Penatua serta semua murid dari Sekte Zhongjian, 10 Tetua Desa Kunlun, dan tamu undangan lain tidak bisa menahan keterkejutan di wajah mereka saat melihat pria yang menjadi pasangan Hong Xi Ning.
Tetua Desa Kunlun memang sudah melihat Mo Qian dan Su Jingmei yang keluar dari Aula Sekte, tapi mereka membuang pikiran tentang Mo Lian yang menjadi tunangan Hong Xi Ning. Mereka mengira itu adalah hal yang wajar karena Mo Qian merupakan murid dari Hong Xi Jiang.
Mo Lian dan Hong Xi Ning melayang turun ke bawah dengan pelan. Ekspresi keduanya terlihat sangat bahagia, menandakan tidak ada paksaan dalam pertunangan ini.
...
***
*Bersambung...
Cheongsam Suit
__ADS_1