Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 397 : Ras Mekanik


__ADS_3

Wilayah Barat


Di suatu tempat tersembunyi yang sangat gelap dan sepi, tidak ada satu pun bintang hidup di sana, bahkan bintang terbengkalai tanpa kehidupan pun tidak ada. Tempat ini sangat terisolasi, tapi anehnya ada aura yang sangat kuat dengan keinginan membunuh yang padat dari tempat ini.


Tiba-tiba ada riak di sekitar seperti permukaan air yang disentuh, kemudian fluktuasi spasial tercipta yang perlahan-lahan memperlihatkan benda logam yang ukurannya sangat besar, entah harus dibandingkan dengan apa. Bahkan Bintang Cahaya Biru yang berkali-kali lipat dari Bintang Utama, masih terlihat kecil di benda ini.


Dan, harus diketahui, benda yang muncul dari kekosongan itu terbentuk dari bahan logam. Sangat sulit untuk membuatnya, membutuhkan waktu panjang, tidak seperti seorang kultivator yang menciptakan planet, itu bisa selesai dalam sekejap mata.


Bentuk benda itu seperti pesawat luar angkasa yang mampu menampung ratusan Bintang Cahaya Biru bersamaan.


...


Pada bagian dalamnya, di suatu tempat rahasia dari pesawat luar angkasa. Sedang ada pertemuan yang terlihat sangat penting, semua orang di sana dalam ekspresi serius. Ada sedikit kemarahan dan ketidakpercayaan di wajah mereka.


Yang memimpin pertemuan ini adalah seorang pria muda berambut pirang pendek, kulitnya putih seperti pada umumnya, namun pada bagian lengannya dan dimulai dari dada ke bawah, itu terbuat dari logam yang memperlihatkan aliran cahaya biru seperti sirkuit listrik.


Matanya berwarna biru dan saat memancarkan cahaya, itu memanifestasikan hologram yang melayang di udara. "Koneksi dengan artefak yang kita tanam di Wilayah Selatan telah terputus. Pasokan energi yang kita terima berkurang pesat, penciptaan yang kita rencanakan, mungkin akan tertunda."


Suaranya seperti manusia biasa, meski sedikit kaku, seolah-olah tidak bisa membuang sifat mekanik.


"Alex, bukankah kau mengatakan omong kosong? Kau bilang, alat dari Ras Mekanik tidak ada tandingannya, tapi sekarang? Alat yang kau banggakan telah kehilangan koneksi."


Salah seorang berkata, dia adalah seorang pria muda berambut hitam panjang, mengenakan pakaian Taoisme berwarna putih. Dari aura yang dilepaskan, setidaknya dia adalah Dewa Surga tahap Menengah, hampir menembus tahap Akhir.


Bang!


Sekretaris yang berdiri di samping Alex, membanting tangannya saat menatap tajam Taoist. "Bicara sekali lagi, Ras Mekanik tidak akan lagi bekerja sama dengan kalian."


Taoist itu mengerutkan keningnya, kemudian tersenyum tipis dan mendengus dingin. "Katakan sekali lagi." Suaranya pelan tanpa emosi, tapi aura yang keluar darinya membuat ruang bergetar, bahkan seluruh pesawat luar angkasa mulai bergoyang.


Wanita mekanik itu menggertakkan giginya dan hendak berkata, tapi dihentikan Alex mengangkat tangannya. "Cukup!"


Taoist mendengus dingin saat berdiri dari kursi, dia berbalik menghadap dinding besi. Dengan melangkahkan kakinya ke depan, dinding tebal itu hancur, memperlihatkan kegelapan angkasa. "Percepat! Kalian hanya bongkahan besi berkarat, serap semua energi, kalau perlu, bunuh wanita di sampingmu untuk memasok energi."


Setelah mengatakan itu, Taoist menghilang dalam sekejap mata, meninggalkan ruangan pertemuan.


Suasana kembali hening, sampai salah satu orang dari Ras Mekanik memukul meja logam di depannya. "Sialan!" Ia berdiri, memandang Alex. "Ketua! Apakah kita akan membiarkan ini terus berlanjut?! Sampai kapan ras kita berada di bawahnya?"

__ADS_1


Alex mengerutkan keningnya, kemudian membuka mulutnya dan seolah-olah menghela napas. "Tunggu sedikit lagi, tunggu sampai aku berhasil menghilangkan penindasan dari Dewa kita. Setelah itu, kita bisa membunuhnya."


Mendengar itu, belasan orang dari Ras Mekanik menganggukkan kepala dengan kemarahan. Penindasan di sini sudah tertanam sejak lama, sejak mereka semua yang ada di sini diciptakan. Penindasan ini membuat mereka tidak bisa melakukan apa pun terhadap manusia yang dikenali di dalam program, Taoist tadi adalah salah satunya.


Ras Mekanik terlahir dari ketidaksengajaan, awalnya ada kultivator yang sangat kuat di Wilayah Barat. Memahami berbagai macam teknologi, dari dasar sampai puncaknya. Seorang kultivator yang genius, tapi setelah melakukan sedikit kesalahan, dia diusir dari keluarga.


Kultivator itu pergi menjauh dari galaksi tempatnya berasal dan menciptakan robot untuk membantu pekerjaan, lalu mulai meneliti tentang berbagai macam hal. Karena penasaran, dia menciptakan sebuah Teknik Budidaya untuk robot yang diciptakan, yang sudah ditanam A.I.


Kultivator itu menanamkan beberapa energi di dalam robot yang diciptakan, energi itu dimaksudkan untuk mengendalikannya atau tanda bahwa pemilik energi itu tidak boleh diserang. Tapi, setelah mempelajari Teknik Budidaya, hal tak terduga terjadi, robot yang awalnya datar, tiba-tiba membangunkan kesadaran sendiri tanpa ada program A.I, dan langsung membunuh penciptanya.


Setelah membunuh, robot mengalami kerusakan parah dan A.I yang tertinggal di dalamnya memaksanya untuk melaksanakan apa pun yang diperintahkan oleh pemilik energi yang tersisa di dalam tubuhnya.


Alex adalah orang yang membunuhnya, dan sampai sekarang masih merasakan penindasan dari Taoist yang baru saja pergi. Walaupun kekuatannya setara dengan Dewa Surga tahap Menengah, dia bahkan tidak bisa melakukan apa pun pada Dewa Bumi tahap Awal yang energinya masih tertanam di tubuhnya.


Jika Mo Lian datang ke sini, mungkin tidak akan percaya dengan asal-usul terciptanya Ras Mekanik. Tapi inilah kebenarannya.


Alex berdiri perlahan seraya memandang kegelapan angkasa. "Kita semua memiliki penindasan yang sama. Ciptaan kita tidak memilikinya karena bukan Dewa yang menciptakannya, tapi kekuatan mereka terlalu rendah. Teknologi kita saja tidak bisa mengimbanginya."


Mendengar itu, semua orang mengangguk dalam diam. Bahkan meski mereka terbuat dari logam, namun mereka memiliki inti seperti Inti Jiwa, itu menyerap energi spiritual seperti seorang kultivator. Energi itu menguatkan tubuh mekanik mereka sehingga tidak perlu membutuhkan sumber energi listrik untuk menghidupinya, dan kekuatan mereka juga terus meningkat.


Mereka memiliki tingkatan kultivasi sendiri, energi spiritual di inti mereka hanya sebatas Dewa Bumi, tapi dengan tambahan teknologi, senjata yang tertanam dan lain sebagainya, kekuatan mereka mampu mengimbangi Dewa Surga.


Alex berbalik dan keluar ruangan melalui pintu logam. "Tolong perbaiki dinding itu."


Setelah Alex keluar, ekspresinya terlihat muram dengan lampu biru di tubuhnya yang redup. Ada jejak penyesalan, seandainya dia tidak membunuh “Dewa”, mungkin tidak akan ada penindasan. Lagi pula, saat itu “Dewa” sedang sakit dan hampir mati, tidak seharusnya membunuh, dan lebih baik membiarkannya mati perlahan.


Karena dirinya, Ras Mekanik harus merasakan tekanan dan dimanfaatkan untuk mengambil Inti Bintang.


Mereka senang-senang saja mengambil Inti Bintang karena bisa meningkatkan kekuatan dan menghilangkan penindasan, tapi tidak suka bekerja untuk orang lain. Jika mampu lepas dari penindasan, Ras Mekanik akan membunuh Taoist tadi, kemudian membunuh semua manusia atau memperbudaknya.


...***...


Wilayah Selatan


Mo Lian duduk di tepi tempat tidur dengan badan sedikit membungkuk saat melihat tangannya sendiri. Dia masih merasakan mati rasa, dan kadang-kadang terasa nyeri. Untuk membuat tubuh utamanya mendapatkan efek seperti ini dari klon, bola logam yang ditemukannya tadi pastinya sangat kuat.


Mo Lian memegang sikunya, kemudian tangannya langsung terpotong tanpa ada darah yang keluar. Tangan yang terpotong langsung tumbuh kembali, lalu dia menghancurkan tangan yang dipegangnya.

__ADS_1


Tangan itu berubah menjadi serpihan cahaya biru keemasan, dan ada titik hitam yang bercampur di sekitarnya.


Mo Lian mengamatinya dengan saksama. "Apakah ini racun? Itu bisa mengikis energi di dalam tubuh, metode apa yang mereka gunakan?"


"Bola logam tadi, aku merasa berasal dari Ras Mekanik, tapi metode lain yang tertanam di dalamnya berasal dari Kultivator Iblis. Apakah mereka berasal dari ras berbeda dan menciptakan satu organisasi?"


Mo Lian mengerutkan dahi saat banyak sekali pikiran di benaknya. Dia menghela napas dan mengambil Botol Giok Penyimpanan, lalu menyimpan massa hitam yang bercampur sebelum menyerap kembali energi biru keemasan di udara.


Dia mencoba merasakan tubuhnya, kemudian menghela napas lega saat mengetahui tidak ada kotoran yang tertinggal.


"Sayang."


Mo Lian mendongak, melihat Qin Nian yang memasuki kamar tidur. "Ada apa?"


"Kami bertiga sudah selesai masak, makan siang sudah siap."


"Baik." Mo Lian berdiri dari tempat tidur, berjalan menghampiri Qin Nian. "Apakah Ni'er ikut membantu?" Ia masih sedikit trauma saat memakan masakan Yun Ning, itu terlihat seperti racun mematikan di dalam mangkuk.


Qin Nian tertegun, kemudian tertawa kecil seraya menutupi mulutnya dengan tangannya. "Dia sudah lebih baik, dia terus berlatih memasak. Bahkan meski tidak enak, itu masih bisa dimakan."


"Siapa bilang tidak enak?!" Yun Ning melangkah dengan langkah kaki berat saat tiba-tiba muncul di depan Qin Nian.


Qin Nian sedikit terkejut, tapi langsung tersenyum dan menghampiri Yun Ning. "Ayolah, aku hanya bercanda," ucapnya lembut tanpa rasa bersalah saat menarik Yun Ning.


Yun Ning mendengus dingin, tapi tidak mengatakan apa pun saat dibawa Qin Nian.


Hong Xi Ning datang dari samping Mo Lian. "Nan Ren."


Mo Lian menoleh ke kanan menatap Hong Xi Ning. Sebelum bisa berbicara, Hong Xi Ning menerjang bibirnya dan memasukkan lidahnya. Dia sedikit terkejut, tapi menutup matanya dan menikmatinya.


Hong Xi Ning mundur selangkah saat melepaskan ciumannya, tatapannya sangat dalam saat menatap mata Mo Lian. "Terima kasih atas makanan pembukanya."


Mo Lian terdiam tanpa kata saat mendengarnya, dan tidak mengatakan apa-apa saat melihat Hong Xi Ning yang berjalan menyusul Qin Nian dan Yun Ning.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2