Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 313 : Berkumpul Kembali dengan Hong Xi Ning


__ADS_3

Sekte Zhongjian, Bintang Utama


Hong Xi Ning menunggu di kamarnya dan terlihat khawatir bercampur panik, ia juga merasakan rindu karena tidak bertemu dengan suaminya selama hampir enam tahun, banyak hal yang terjadi terutama dua tahun terakhir ini.


Dalam dua tahun terakhir ini, Hong Xi Ning sangat lelah dan banyak pikiran, banyak hal yang harus dikerjakannya karena merupakan Matriak dari Sekte Zhongjian. Dan, salah satu dari dua Heavenly Immortal yang menjaga Galaxy Pusat.


Hong Xi Ning duduk di kursi samping jendela, ia melihat keadaan Sekte Zhongjian yang terlihat sunyi dan tegang. Tatapan matanya terlihat sayu seperti kehilangan semangatnya untuk hidup, alasannya karena tidak tahu kabar suaminya yang sudah lama pergi ke Alam Hanzi.


"Walaupun ..." Hong Xi Ning seperti enggan meneruskan ucapannya, karena hanya menambah rasa rindu pada Mo Lian. "Aku adalah Mastermu dan lebih tua darimu, tapi, aku tidak berpengalaman. Sayang, aku mohon, kembalilah padaku."


Hong Xi Ning mengigit bibir bawahnya menahan rasa rindu, air matanya juga mulai mengalir membasahi wajahnya. "Aku, merindukanmu." Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Wang Yue Fei yang sedang berada di balik pintu kamar, hanya diam tidak jadi mengetuk pintu. Sudah tiap hari ia datang selama dua tahun ini, mendatangi putrinya yang mengurung diri karena merasa bersalah atas semua yang menimpa Bintang Utama.


Wang Yue Fei menghela napas panjang, menyandarkan kepalanya di daun pintu. Kemudian, ia berbalik meninggalkan tempatnya. "Lian'er, cepat kembali. Sayang, kapan kau keluar dari pengasingan? Putrimu membutuhkan kita."


Kembali lagi pada Hong Xi Ning yang masih di dalam kamar, tubuhnya terlihat sangat kurus. Ia seperti manusia biasa yang akan kurus karena tidak pernah makan, meski dahulu pernah sampai ratusan tahun tidak makan maupun minum, tubuhnya tetap terjaga.


Hong Xi Ning menundukkan kepalanya, kedua tangannya mencengkeram pakaian Mo Lian yang ada di pangkuannya.


Tes, tes, tes... Tes, tes, tes...


Air mata yang mengalir dari sudut mata ke pipi dan berkumpul di dagu, akhirnya terjatuh mengenai kedua punggung tangannya.


"Sayang... Ning'er merindukanmu. Aku mohon, cepatlah kembali."


Hong Xi Ning mendongak, mengambil bingkai foto mereka berdua saat bertunangan. Ia melihat wajah Mo Lian, mengusap foto itu perlahan dengan air mata yang terus menetes.


Hingga belasan menit kemudian, Hong Xi Ning menguatkan dirinya dan berdiri. "Aku tidak bisa seperti ini, aku akan menyusulmu ke Alam Hanzi."


Hong Xi Ning menoleh ke kanan, melihat ke arah luar melalui jendela. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, ia menyimpan pakaian Mo Lian dan bingkai foto, kemudian mengangkat kaki kanannya berniat untuk melompat keluar.


Namun, langkah Hong Xi Ning terhenti saat mendengar suara pria yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Ning'er..."


Hong Xi Ning tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian mengencangkan bibirnya dan mengusap air matanya. "Tidak mungkin dia berada di sini, ini hanyalah halusinasi karena aku sangat merindukannya."


"Ning'er..."


Hong Xi Ning tidak bisa berkata-kata lagi, dan ia hampir marah karena mendengar suara yang sangat ia rindukan. Tapi, saat ada yang menggenggam pergelangan tangannya, tubuhnya terperanjat dan gemetaran.


Hong Xi Ning menoleh ke belakang secara perlahan, melihat tangan yang menggenggam pergelangan tangannya. Kemudian ia mengangkat kepalnya perlahan, melihat sosok yang menghentikannya untuk melompat.


Alangkah terkejutnya Hong Xi Ning saat melihat siapa itu, walau penampilannya tak lagi sama, ia bisa mengenalinya dengan jelas. Air mata kebahagiaan mengalir deras, hatinya yang terasa sakit terasa hangat kembali.


"Sayang!" Hong Xi Ning melompat ke arah Mo Lian dan memeluknya erat, ia menangis sejadi-jadinya mengeluarkan emosinya yang tertahan.


Mo Lian tidak berucap sama sekali, hanya diam dan memeluk erat Hong Xi Ning yang keadaannya memprihatinkan. Ia ingin bersikap tenang seperti Dewa yang tidak memiliki emosi, tapi, melihat keadaan istrinya yang sekarang, ia tidak bisa menahannya dan air mata mulai mengalir di sudut matanya.


"Ning'er, aku kembali. Maaf, aku terlambat, pasti berat bagimu." Mo Lian tidak bisa menahan tangisnya melihat keadaan Hong Xi Ning saat ini, suara istrinya juga sangat serak dan berat, seperti kehabisan energi.


"Whuaahhh!..." Hong Xi Ning tidak menahannya lagi dan mengeluarkan semuanya, ia sangat merindukan pelukan dan suara Mo Lian.


Hong Xi Ning mendongak, menyentuh dan menatap wajah Mo Lian. "Sayang, apa yang terjadi padamu? Rambutmu memutih, dan basis kultivasi, aku tidak merasakan energi darimu."


Mo Lian terdiam sejenak dan terasa sakit di dadanya saat melihat ekspresi Hong Xi Ning yang terlihat khawatir, yang mana harusnya ia yang mengkhawatirkan keadaan Hong Xi Ning. "Aku, mengubah energi menjadi Energi Sejati, dan berhasil menembus Ranah God tahap Menengah."


Hong Xi Ning tersenyum cerah saat mendengarnya, tapi merasa aneh secara bersamaan. "Bagaimana Lian Gege bisa melakukannya? Bukankah saat pergi, Ranah Gege adalah Dao Immortal tahap Akhir?"


Mo Lian mengusap air mata Hong Xi Ning dan mengecup keningnya. "Aku bertemu Tao Wu, God tahap Awal. Aku berhasil mengalahkannya, dan memurnikan Esensi Darah dan Inti Spiritual."


Hong Xi Ning membuka mulutnya lebar tak percaya dengan apa yang didengarnya. "Bukankah itu berbahaya? Bagaimana jika Gege yang diambil alih?— Hem? Eemmhh."


Mo Lian mencium dalam bibir Hong Xi Ning, dan lidah mereka saling bertemu. Ia juga melepaskan kekuatannya, mengunci jendela dan memasang array agar tidak ada yang membuka pintu.


"Puaahhh..." Hong Xi Ning melepaskan ciuman Mo Lian yang terlalu liar, membuatnya kesulitan untuk bernapas.

__ADS_1


Mo Lian menggendong Hong Xi Ning dan membawanya ke tempat tidur. Ia berniat ingin melakukannya, tapi dengan kesehatan fisik Hong Xi Ning yang saat ini, itu terlihat tidak memungkinkan.


Seperti mengetahui kekhawatiran Mo Lian, Hong Xi Ning menelan Pil Surga dari dalam Cincin Ruang, membuat tubuhnya bersinar dan secara perlahan tubuhnya mulai pulih dan terlihat cerah, tidak pucat seperti sebelumnya.


Tanpa berlama-lama, Mo Lian yang melihat Hong Xi Ning yang sudah pulih kembali, ia melepaskan pakaiannya sendiri dan kembali mencium bibir istrinya.


"Sa- Sayang, a- ada yang ingin Ning'er katakan ..." Hong Xi Ning ingin mengatakan sesuatu tentang keadaan Bintang Utama saat ini, yang berdampak pada Qin Nian dan Yun Ning.


Mo Lian menahan bibir Hong Xi Ning dengan jarinya. "Aku tahu, saat aku kembali dari Alam Hanzi, aku merasakan adanya hal aneh di Bintang Utama. Itu juga berpengaruh terhadap orang-orang yang aku kenal, aku tahu itu, tapi, saat ini aku hanya ingin bersamamu." Ia kembali mengecup bibir Hong Xi Ning.


Mo Lian mengecup lembut kening, pipi, bibir dan dagu Hong Xi Ning. Kemudian bergerak ke leher dan terus turun ke dua gunung lembut.


"Aaahhh... Mmmhhh..."


Rintihan merdu terdengar dari bibir Hong Xi Ning, dan suaranya membuat Mo Lian semakin bersemangat.


Walaupun Mo Lian bisa dianggap Dewa dan tidak seharusnya memikirkan hal fana dan duniawi. Tapi, tidak mungkin ia hanya diam saja saat memiliki istri yang sangat cantik, perhatian, penyayang dan penyabar seperti Hong Xi Ning.


"Ge- Gege, Ning'er belum mandi." Hong Xi Ning mencoba mendorong kepala Mo Lian yang berada di atas perutnya.


Mo Lian mendongak menatap wajah Hong Xi Ning. "Aku juga, sudah lima tahun lebih belum mandi."


"Ka- Kalau begitu ..."


Mo Lian kembali mencium bibir Hong Xi Ning, dan melanjutkan hubungan mereka. Ia tidak ingin berhenti di tengah jalan hanya untuk membersihkan tubuh, lagi pula ia tidak merasa tubuh istrinya bau, bahkan ia menyukai aromanya.


Setelah cukup melakukan pemanasan, Mo Lian langsung memasukkan tongkat ajaib ke tempatnya dan menggoyangkan pinggulnya.


Walau ruangan ini sudah ditahan oleh formasi array, keduanya tetap berciuman agar tidak menimbulkan terlalu banyak suara.


Air mata kebahagiaan kembali mengalir di sudut mata Hong Xi Ning. Ia merasa hangat di hatinya, dan bersyukur karena bisa bertahan menunggu Mo Lian selama ini, ia hampir kehilangan kendali berkali-kali dan selalu berkeinginan untuk pergi ke Alam Hanzi.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2