Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 57 : Menyerang Perusahaan Heiqiu


__ADS_3

Wu-Dan? Dua orang? Ong Hei Yun terdiam dengan senyum masam terlihat di wajahnya. Di Pasukan Taring Naga memang ada seorang Wu-Dan, namun sekarang sedang dalam kondisi yang tidak memungkinan untuk bertarung, itu karena orang yang berdiri di depannya 'lah yang membuat Pemimpin dari Pasukan Taring Naga cedera dan harus dirawat khusus.


Mo Lian yang merasakan tatapan mata dari Ong Hei Yun hanya bisa menghela napas panjang. "Baiklah, aku akan datang ke Perusahaan Heiqiu," ucapnya malas.


Ia berjalan menghampiri keluarganya. "Ibu, untuk sekarang lebih baik kita meliburkan perusahaan. Paling tidak sampai jadwal penjualan berikutnya."


Su Jingmei terdiam sejenak, ia menolehkan kepalanya melihat bangunan perusahaan, dan ratusan karyawan lainnya. Ketika melihat keadaan karyawannya, ia hanya bisa menghela napas berat, sebagai CEO dan Direktur, ia harus memastikan bagaimana keadaan pegawainya. Ia menolehkan kepalanya kembali menatap Mo Lian. "Baiklah, Ibu akan mengikuti saranmu."


Setelah mengatakan itu, Su Jingmei berjalan menghampiri ratusan pegawainya, kemudian ia menjelaskan tentang apa yang disarankan oleh Mo Lian tadi, ia juga menambahkan akan membayarkan gaji bulanan mereka dua kali lipat untuk bulan ini karena kejadian yang menimpa mereka.


Gaji bulanan karyawan di Perusahaan Meiliafei sendiri sebanyak 10.000 Yuan, cukup tinggi untuk gaji orang-orang yang baru bergabung. Biasanya gaji orang-orang yang baru bergabung di perusahaan hanya berkisar 4000 Yuan, dan yang tertinggi adalah 6000 Yuan.


Perusahaan Meiliafei sendiri tidak merasa rugi menggaji karyawannya dengan jumlah yang cukup banyak, itu karena keuntungan yang mereka dapat perbulannya sangat-sangat banyak. Bahkan jika mereka menggaji dua kali lipat seluruh karyawannya, yang mana gajinya berbeda-beda untuk tiap divisi, mereka hanya membayarkan uang dengan jumlah kurang lebih 9.000.000 Yuan.


Para karyawan yang mendengar itu berteriak gembira, mereka berterimakasih pada Su Jingmei. Kemudian berjalan masuk ke dalam gedung untuk membersihkan kekacauan yang terjadi sebelumnya.


Mo Lian yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. Ia melihat jam tangannya, kemudian berbalik menatap Ong Hei Yun. "Lebih baik kita berangkat sekarang ke Perusahaan Heiqiu. Takutnya mereka sudah membuang semua bukti-bukti yang berkaitan dengan Organisasi Dunia Hitam."


Ong Hei Yun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju, ia berbalik dan menginstruksikan kepada seluruh bawahannya untuk berangkat ke Perusahaan Heiqiu.


Keluarga Qin juga tidak tinggal diam, mereka semua juga pergi ke sana dengan anggota kepolisian yang mereka bawa. Tentu saja Su Jingmei dan Mo Fefei bergabung bersama mereka, sedangkan untuk Mo Lian, ia memilih untuk terbang, bagaimanapun identitasnya sudah diketahui orang-orang, sehingga tidak terlalu ada perbedaan jika ia berangkat menggunakan mobil.


Mo Lian menekan kakinya di tanah, kemudian terbang melesat menuju pusat Kota Chengdu, lebih tepatnya Perusahaan Heiqiu.


Saat Mo Lian terbang, sekali lagi pandangan semua orang tertuju padanya, tidak sedikit pula dari mereka yang sengaja naik ke atas mobil untuk dapat mengambil gambar Mo Lian. Ada juga yang menghentikan laju mobil mereka hanya untuk bisa melihat manusia yang terbang di langit kota.


Tiga menit kemudian setelah keberangkatannya dari perusahaan, ia sudah tiba di gedung seberang Perusahaan Heiqiu. Ia bisa saja langsung masuk ke dalam, tapi Mo Lian berpikiran jika lebih baik menunggu anggota dari kepolisian Kota Chengdu dan Pasukan Taring Naga.


Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah lebih dari 40 menit terlewati semenjak kedatangannya di pusat kota. Ia menundukkan kepalanya melihat jalan, terlihat puluhan mobil telah tiba di halaman perusahaan. Melihat itu, ia juga tidak tinggal diam, ia kembali menekan kakinya di atas gedung, dan terbang menuju dinding kaca lantai teratas dari gedung Perusahaan Heiqiu.


Tanpa berlama-lama lagi, ia menarik tangan kanannya yang terkepal, kemudian memukulkannya keras ke depan mengarah pada dinding kaca lantai teratas.


Gesekan antara tinjunya dengan udara sekitar membuat udara bertekanan tinggi melesat tajam ke arah dinding kaca. Seketika itu juga terdengar suara nyaring yang memekakkan telinga, suara itu bukanlah suara pecahan kaca, melainkan benturan antara udara bertekanan tinggi dengan dinding spiritual yang cukup besar berwarna hitam transparan.


Mo Lian tersenyum tipis, ia sengaja tidak mengeluarkan kekuatan penuhnya, ini dimaksudkan untuk melihat tindakan apa yang akan dilakukan oleh Perusahaan Heiqiu. Dan ternyata benar saja, Perusahaan Heiqiu mengeluarkan dinding spiritual, dengan ini sangat jelas bahwa mereka memiliki seorang Pejuang.

__ADS_1


Apalagi dinding spiritual itu mampu menahan serangan Mo Lian.


Melihat itu, anggota dari Pasukan Taring Naga merasa lebih yakin jika Perusahaan Heiqiu adalah markas dari Organisasi Dunia Hitam yang berdiam di Kota Chengdu.


Mo Lian kembali menarik tangan kanannya, kemudian memukulkannya keras ke arah dinding kaca.


Wush! Bang!


Pukulan kali ini berbeda dari sebelumnya, pukulannya yang sekarang menggunakan seperlima dari kekuatan fisiknya. Akibatnya dinding transparan yang melindungi bangunan itu hancur berkeping-keping, kemudian memecahkan dinding kaca.


Ketika ledakan besar terjadi di lantai teratas, di pintu masuk gedung terlihat ratusan orang yang keluar darinya. Pasukan Taring Naga yang melihat itu langsung bergegas menahan mereka semua untuk diperiksa.


"Perusahaan Heiqiu. Ah! Tidak! Organisasi Dunia Hitam! Keluarlah, kalian sudah tiga kali menyinggung perasaan ku. Hari ini, di Kota Chengdu, aku menyatakan perang pada Organisasi Dunia Hitam!" Mo Lian menatap tajam ke arah lantai teratas yang sudah hancur. Ketika ia berbicara, suaranya dapat terdengar di langit sekitar, membuat semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri.


"Anak muda. Jangan terlalu berlebihan, aku tidak tahu dari mana kau mendapatkan kabar jika markas Organisasi Dunia Hitam di sini. Kami juga tidak dapat menyangkalnya, bagaimanapun kau adalah seorang Wu-Dan, tentunya memiliki teknik yang dapat melihat ingatan seseorang."


Terdengar balasan dari dalam bangunan yang suaranya juga bergema dan dapat didengar di telinga semua orang.


"Tapi. Apa kau yakin ingin menyatakan perang terhadap Organisasi Dunia—"


Saat udara bertekanan tinggi hampir mengenai lantai teratas, tiba-tiba dari dalam gedung keluar dua orang pria paruh baya berpakaian tradisional China berwarna hitam selaras. Kedua pria itu mengibaskan tangannya bersamaan, seketika itu juga udara bertekanan tinggi berubah arah ke halaman perusahaan, yang membuat belasan mobil meledak.


"Sepertinya kau berhasil mengalahkan Tetua Ping. Tapi dia hanyalah seorang Wu-Dan tahap Menengah, berbeda dengan kami berdua yang selangkah lagi menembus tingkat Wu-Sheng."


Mo Lian terdiam dengan satu alis terangkat, ia masih tidak mengerti mengapa Organisasi Dunia Hitam tidak bergerak jika mereka memiliki kekuatan sebesar itu. Di kehidupan sebelumnya ia juga tidak pernah mendengar tentang Organisasi Dunia Hitam, bahkan sampai dua tahun ke depan. Apakah karena kelahiran kembalinya diriku membuat peristiwa-peristiwa sebelumnya ikut berubah?


Ketika ia masih berpikir, tiba-tiba ia merasakan fluktuasi energi dari samping tubuhnya. Tanpa berpikir panjang, ia menyilangkan kedua tangannya menangkis fluktuasi energi spiritual yang datang menghampirinya.


Mo Lian melirik ke arah energi spiritual yang ditangkisnya, terlihat dua orang pria paruh baya berpakaian hitam dengan tangan terkepal. "Oh! Ternyata kalian," ucapnya dingin.


Ia mengalirkan energi spiritual di kedua telapak tangannya dengan jumlah yang berlimpah.


Dengan sigap kedua pria paruh baya itu mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan Mo Lian. Namun seberapapun kerasnya mereka berusaha, mereka tidak dapat melepaskan cengkeraman tangan Mo Lian.


Akhirnya keduanya memukulkan tangan lainnya yang bebas, mereka mengayunkan tangannya mengarah pada wajah Mo Lian.

__ADS_1


Mo Lian yang melihat itu mengumpat kesal, mau tak mau ia melepaskan cengkeramannya dan membatalkan serangan pelepasan energi spiritual.


"Anak muda. Kau cukup kuat untuk bisa menahan serangan kami berdua, tapi kau melupakan satu hal, kau membawa orang-orang yang tidak berguna. Apakah kau bisa bertarung dengan melindungi mereka semua?" ucap pria paruh baya yang memiliki rambut lebih panjang dari rekannya melihat kerumunan orang yang telah pergi menjauh.


Ketika mendengar itu, angin di sekitar berembus kencang, dedaunan yang berada di pepohonan beterbangan mengikuti arah angin dan mendekat ke arah Mo Lian. Amarahnya kembali memuncak, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya saat ia melawan Tetua Ping.


Mo Lian paling benci jika ada yang mengancamnya, apalagi mengancamnya menggunakan orang-orang sekitar, ia sendiri tidak terlalu memikirkan keselamatan orang lain. Namun diantara orang-orang itu ada keluarga, dan muridnya.


Ia menghirup napas panjang kemudian menghembuskannya pelan. Dengan sedikit gerakan, ia menghilang dari pandangan semua orang, dan kemudian muncul kembali tepat di depan pria paruh baya yang mengancamnya.


Dengan tinju diselimuti energi kuat berwarna biru, ia memukulkan tinjunya pada pria paruh baya itu dengan kekuatan puncaknya. Kekuatan ini cukup untuk membunuh Wu-Dan tahap Akhir sekali serang bahkan jika mereka berbaris 20 orang.


Namun saat tinjunya hampir mengenai pakaian pria paruh baya itu, tiba-tiba di antara tinjunya dan pria paruh baya muncul energi kuat yang melindungi pria paruh baya. Meski dikatakan melindungi, tapi karena pukulan Mo Lian sangat kuat, pria paruh baya itu melesat tajam menembus gedung berlantai 30 dan menghantam daratan dengan kerasnya.


"Artefak?" Mo Lian mengerutkan keningnya. "Aku tidak menyangka ada Artefak yang dapat menahan serangan ku, namun itu hanya sekali pakai, tapi meski dia menggunakan Artefak, ia tetap mengalami luka yang cukup parah," lanjutnya.


"Baji—" Pria paruh baya yang lainnya hampir mengumpat kesal, namun belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba ia merasakan rasa sakit yang berada di lehernya.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya, ia mencengkram erat leher pria paruh baya lainnya yang ia sendiri tidak mengetahui namanya. Ia mengayunkan tangan kanannya menghempaskan pria paruh baya ke daratan yang jaraknya sekitar 100 meter.


Wush! Boom!


Pria paruh baya menghantam tanah dengan keras, membuat lubang besar yang cukup dalam dengan radius lebih dari 50 meter dan retakan-retakan besar bagaikan jaring laba-laba.


Tidak berhenti disitu saja, Mo Lian mengalirkan sejumlah energi spiritual di tangan kanannya, kemudian ia memukul udara kosong mengarah ke bawah.


Angin bertekanan tinggi yang kekuatannya dapat disandingkan dengan nuklir itu melesat tajam ke arah pria baru baya yang tergeletak di tanah. Saat angin mengenai tanah, daratan dalam radius satu mil bergetar hebat bagaikan gempa bumi, dan tentunya pria paruh baya yang berada di pusat serangan mati begitu saja tanpa meninggalkan jejak.


Mo Lian menampilkan raut wajah datar saat melihat tanah yang telah hancur, ia menolehkan kepalanya melihat kejauhan. "Sekarang giliranmu!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2