Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 148 : Pecahan Pedang


__ADS_3

Dalam perjalannya menuju Kediaman Keluarga Rosth, Mo Lian akan melewati seluruh intalasi negara dan menghancurkannya, namun tetap menyisakan bagian kesehatan. Meski ia kejam dan bengis, tapi ia masih akan tetap meninggalkan tempat untuk berobat para penduduk.


Setelah itu ia melanjutkan perjalannya kembali ke arah timur laut, mengarah pada suatu perbukitan hijau yang mulai tidak ada lagi bangunan-bangunan, entah itu perumahan ataupun gedung lain. Namun dari aura yang dirasakannya, di tengah-tengah perbukitan yang diapit oleh hutan rimbun adalah tempat tinggal Keluarga Rosth.


Mo Lian turun perlahan dan mendarat tepat di depan hutan rimbun. Ia mengangkat tangannya mengarah pada hutan di depannya dan menutup matanya perlahan. "Ada susunan array yang digunakan untuk mencegah orang lain untuk tidak dapat masuk. Jika tidak memiliki darah dari Leluhur Rosth, atau tidak ditanam darahnya, maka orang yang mencoba masuk akan terbakar." Ia membuka matanya perlahan.


Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat ke langit, di sana tidak ada apa-apa, namun jika diamati lebih teliti, di sana terlihat lingkaran array yang memiliki pola seperti milik para Kultivator Dao. Lingkaran itu berwarna emas darah, dan melepaskan aura membunuh. "Sepertinya Keluarga Rosth masih memiliki rahasia lain, mereka memiliki array yang digunakan untuk menyegel suatu makhluk. Jika makhluk itu terlepas, Bumi akan sangat kacau, lebih dari saat ini ..."


Mo Lian terdiam sejenak sembari berbalik menoleh ke arah Gedung Putih yang dihancurkannya tadi. "Jika saja ini tidak menyangkut dua negara, dan Ayahku tidak berpesan padaku untuk tidak membunuh Presiden Amerika, mungkin aku sudah mengamuk di sana," gumamnya.


Tubuh utama Mo Lian yang berada di Kota Chengdu mendapatkan pesan dari Mo Qian, Ong Lei Yang, Tetua Pasukan Mata Setan, Tetua Pasukan Taring Naga, serta Pejabat Negara untuk tidak terlalu bertindak gegabah di Amerika. Itu karena banyak sekali orang-orang dari Negara China yang tinggal di Amerika akan menjadi korban, serta akan memicu terjadinya Perang Dunia 3.


Tentunya Mo Lian tidak ingin hal itu terjadi, jika Perang Dunia terjadi, akan banyak sekali tempat-tempat yang hancur dan membuat aura semakin tipis dan menyulitkan untuk berkultivasi. Ia ingin meninggalkan Bumi, tapi tidak sendiri, ia ingin membawa seluruh Sekte Dongfangzhi, meski hal itu sangat sulit untuk dicapai, karena harus meningkatkan kekuatan semua orang sampai Ranah Inti Emas sebagai jaminan.


Mo Lian kembali berbalik melihat array di depannya, kemudian mengalihkan perhatiannya pada lingkaran array berwarna merah yang berada di langit. Ia menekan kakinya di tanah dan melompat tinggi tepat di bawah array, ia mengangkat tangannya menyentuh array itu, dan melepaskan energinya untuk memancing agar array aktif.


Saat itu juga angin mulai berembus, berputar-putar seperti tornado yang berada di sekelilingnya, bersama dengan lingkaran array yang semakin terlihat dengan jelas. Pola dalam lingkaran array itu bercahaya merah dan terus bergerak, hingga seluruh pola sudah berwarna.


Ketika seluruh pola sudah memancarkan cahaya merah terang, dari lingkaran itu memperlihatkan kepulan asap merah kehitaman yang menyebar. Hingga tak lama kemudian, terlihat dua telapak kaki yang memiliki ukuran seperti bus, berwarna merah gelap seperti darah, serta memiliki kuku hitam.


Mo Lian mundur perlahan dari bawah lingkaran array sembari mempersiapkan serangan. Saat wujud makhluk yang tersegel itu terlihat secara sepenuhnya, ia akan melepaskan serangannya.


Semakin kaki itu terlihat lebih jelas, fenomena yang terjadi menjadi lebih banyak dan mengerikan. Kilatan petir terus menyambar di sekitar, udara juga menjadi lebih berat dan mampu menekan Kultivator dibawah Ranah Alam dan Manusia. Namun karena kekuatannya sudah setara dengan Alam dan Manusia, ia tidak terpengaruh oleh tekanan itu.


Sekitar lima menit berlalu, akhirnya mulai terlihat kepala dari monster merah yang setinggi 300 meter, wujudnya hampir sama seperti perubahan Gerlad Rosth, Kepala Keluarga Rosth, hanya saja tidak memiliki sayap.


"Hahaha! Aku bebas! Apakah ada masalah sehingga Pak Tua Rosth itu membebaskan ku?" Monster itu tertawa dengan suara berat dan serak.


Dari tawanya itu menciptakan sebuah getaran di daratan yang cukup untuk disebut gempa bumi, angin juga semakin kencang bertiup, dengan gemuruh di langit.


Monster itu menundukkan kepalanya melihat Mo Lian, kemudian menyeringai lebar memperlihatkan taringnya. "Hahaha! Manusia yang cukup kuat! Sudah lama aku tidak memakan—"


Duarr!

__ADS_1


Tangan kanan Mo Lian mengeluarkan asap sesaat ia melemparkan tombak cahaya pada monster di depannya, dan membuat tubuh bagian atas monster itu menghilang tanpa bersisa. Raut wajahnya sangat dingin, tatapan matanya sangat tajam, keinginan membunuh yang keluar darinya sangat kuat hingga membuat daratan di bawahnya mulai retak.


"Alam dan Manusia tahap Menengah, sedikit lebih tua dari bahan pil yang telah ku dapatkan." Mo Lian menurunkan tangannya perlahan, ia mengalihkan pandangannya pada array yang melindungi hutan rimbun di bawahnya.


Dengan kekuatan jiwanya yang disebarkan, ia mengangkat tangan kirinya secara perlahan dengan posisi menekuk seperti hendak memukul. Perlahan daratan kembali bergetar sangat hebat, dari empat sisi yang melindungi hutan rimbun mulai mengeluarkan retakan yang sangat besar, tanah di empat sisi itu mencuat dan memperlihatkan tugu batu berwarna merah.


Di keempat tugu batu itu terdapat pola-pola yang tidak menggunakan bahasa yang umum digunakan untuk membuat array, namun ia mengetahui arti dari tulisan itu.


"Darah dan jiwa sebagai bahan, udara sebagai perantara, bumi sebagai pijakan ..."


Array yang melindungi hutan rimbun di bawahnya hampir sama seperti pelindung Sekte Dongfangzhi, hanya saja terlalu banyak kelemahan karena menggunakan darah dan jiwa sebagai bahan dalam array. Harus berapa banyak manusia yang dikorbankan untuk membuat array, dan setelah beberapa tahun, array ini harus diperbaiki dengan tambahan darah.


Mo Lian membuka tangannya mengarah pada keempat tugu batu itu, kemudian mengepalkannya seperti sedang menangkap sesuatu, membuat keempat tugu itu meledak menjadi kepingan batu.


Ketika tugu batu itu hancur, array yang melindungi hutan rimbun mulai terbuka dari bagian atas dan menghilang secara perlahan, dan memperlihatkan mansion yang sangat megah di tengah-tengah hutan itu. Bahkan Mansion Bai Long, mansion termewah di Kota Chengdu kalah saing.


Mo Lian turun di tengah-tengah hutan, tepat di depan mansion dan pada saat itu juga ia disambut oleh ratusan anjing penjaga, yang sepertinya sudah berevolusi menjadi semacam monster yang mampu melepaskan serangan api, itu ditandai dari bagian atas kepalanya yang terbakar.


Mo Lian mengibaskan tangannya, menciptakan gelombang udara yang sangat kuat, dan meledakkan seluruh monster yang hampir menghampirinya.


"Mungkin karena inilah, penampilan Kepala Keluarga berubah. Dia menggunakan tubuh dan jiwanya sebagai pertukaran untuk mendapatkan kekuatan seperti itu."


"Kekuatan yang terbilang tabu untuk para Kultivator Dao karena meminjam kekuatan dari Dunia Bawah, dan biasanya akan diburu oleh Kultivator lain karena membawa perubahan di Alam Semesta."


Mo Lian berjalan menaiki tangga berwarna putih kemerahan, dan berhenti saat sudah berada tepat di depan pintu masuk. Ia mengangkat kaki kanannya perlahan, dan menendang pintu itu, membuat pintu kembar hancur dan terlempar ke dalam.


Di bagian dalam, terdapat ruangan yang sangat luas dengan karpet merah. Ia menengadahkan kepalanya, melihat lantai tiap lantai yang jumlahnya sekitar enam lantai.


"Aku akan langsung pergi ke ruang bawah tanah, untuk tiap lantainya, aku bisa mengambil seluruh harta itu setelah menyelesaikan urusan di bawah." Mo Lian berjalan lurus ke depan, mencari jalan untuk turun ke ruangan bawah tanah.


Saat ia berjalan, di tempatnya berdiri tadi sudah berdiri kloning lain yang baru saja diciptakannya. Kloning itu digunakan untuk menjaga apabila ada orang yang datang kemari, meski hal itu sangatlah tidak mungkin, karena sebelumnya tempat ini sangatlah tersembunyi.


Mo Lian terus berjalan dari lorong ke lorong, di setiap lorong ia akan menemukan lukisan kuno yang terpajang di dinding, dan tentu saja ia akan mengambil semua barang yang ditemuinya di sepanjang jalan.

__ADS_1


Hingga belasan menit ia berjalan, akhirnya ia sampai di depan pintu kecil yang terbuat dari baja. Ia menendang pintu itu, membuat pintu baja terlempar menghantam dinding sejauh belasan meter di depannya.


Di depan Mo Lian terdapat ruang yang terbuat dari bata berwarna cokelat, dengan penerangan lampu berwarna kuning. Ia menoleh ke kanan, di sana terdapat sebuah tangga batu yang turun ke ruangan bawah tanah.


Mo Lian terus turun secara perlahan, dan tiba-tiba ia merasakan suatu energi yang tidak asing. "Aura ini, sepertinya aku mendapatkan harta berharga."


Ia mempercepat kecepatannya, bahkan melompat dari tangga yang memutar, dan hanya dalam hitungan detik saja, ia sudah mendarat jauh di bawah tanah yang kedalamannya hampir mencapai 300 meter.


Di sini cukup gelap, tanpa adanya sedikitpun cahaya. Ia mengangkat tangannya, di telapak tangannya tercipta sebuah cahaya berbentuk bola untuk menyinari jalan.


Mo Lian menoleh ke segala arah, tidak ada apapun di sini, tidak ada benda berharga. Namun di depannya, yang berjarak belasan meter, terdapat sebuah pintu kembar berwarna hitam yang terbuat dari baja, setinggi 30 meter.


Menggunakan kekuatan jiwanya, Mo Lian mengarahkan tangannya ke depan, kemudian menariknya secara tiba-tiba dengan kerasnya, membuat pintu kembar itu terbuka secara paksa hingga terlepas.


Mo Lian bisa melihat di dalam ruang itu didominasi oleh warna cokelat, dengan obor sebagai penerangan yang digantung di pilar-pilarnya, maupun dinding. Ia berjalan memasuki ruangan itu, dan sesaat itu juga merasakan perubahan yang signifikan.


Aura di sini lebih berat, sangat tidak cocok untuk dijadikan tempat berkultivasi bagi Kultivator Dao sepertinya. Berbeda dengan Kultivator yang memilih jalan Iblis. Ia juga merasa aura yang dirasakannya tadi semakin kuat, aura itu berasal dari belakang singgasana yang berada jauh di depannya.


Mo Lian menekan kakinya di lantai, kemudian melesat sangat cepat dan tahu-tahu sudah berada di belakang singgasana. Tepat di belakang singgasana, terdapat sebuah pecahan logam yang terlihat seperti ujung dari pedang.


"Ini ..." Tebakannya ternyata benar, ini adalah barang yang dicarinya sudah dari lama. "Pecahan lain dari pedang yang kudapatkan dari Beijing."


"Sangat disayangkan pecahan lainnya berada di Cincin Ruang tubuh utama ..."


Mo Lian menghembuskan napas panjang mengungkapkan perasaan tidak senang. "Terpaksa aku harus menyimpannya di dalam Cincin Ruang jelek ini." Ia melihat Cincin Ruang di jari telunjuk tangan kanannya.


Mo Lian menggeleng pelan, ia berjongkok dan mengambil pecahan logam itu, lalu menyimpannya ke dalam Cincin Ruang. "Sudah selesai, saatnya mengambil barang-barang di atas, lalu kembali ke rumah untuk menyempurnakan pedang ini," ucapnya sembari berdiri.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2