Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 487 : Pertempuran di Alam Selestial


__ADS_3

Cahaya menyilaukan mata membuatnya kesulitan untuk melihat apa yang ada di depannya, dan setelah penglihatannya kembali membaik, dia menyadari bahwa dia sudah sampai di hamparan tanah yang terbakar dengan lubang besar. Mayat-mayat tergeletak di berbagai tempat, dan mereka terlihat baru saja terbunuh.


Mo Lian melihat sekeliling, dia mengabaikan pasukan yang melayang di udara dan melihat yang lain. Lautan awan yang sangat jauh, terbelah menjadi dua bagian, dan lautan awan di tempat lain terhempas.


"Kaisar Manusia ..."


Suara yang dalam penuh penekanan datang dari langit. Itu membawa emosi yang bercampur: ada marah, dendam, benci dan heran.


Mo Lian mendongak melihat sosok pria paruh baya berpakaian megah dengan Mahkota Kaisar di atas kepalanya. Dari situ, dia bisa menebak identitas pihak lain, akan sangat bodoh jika dia tidak bisa menebaknya setelah melihat penampilan pihak lain yang mencolok seperti itu.


Kemudian, banyak yang datang dari segala arah. Aura yang dimiliki masing-masing dari mereka sangat kuat, tapi itu tidak mengejutkannya, yang mengejutkannya adalah kekuatannya yang menurun secara bertahap, sampai turun sebanyak 25%. Ini terlalu banyak.


"Apakah ini penindasan Alam?" Mo Lian mengerutkan keningnya. Walaupun dia sudah siap, tapi tetap tidak mengharapkan hal ini dan merasa tidak nyaman.


Kekuatannya yang menurun jelas suatu kerugian, terutama untuk Qin Nian dan Yun Ning yang masih sangat sedikit dalam membuka jalan di Jalan Belantara.


Hong Xi Jiang mengabaikannya, dan malah bertanya, "Di mana besi tua berkarat itu? Apakah dia bersembunyi di pulau setelah mengirim burung kecil ke Alam Manusia?"


Bahkan meski Mo Lian tidak melihatnya secara langsung, tapi dia bisa mengetahuinya. Pihak yang dimaksud Hong Xi Jiang adalah Pohon Perunggu Surgawi. Tapi, apakah perunggu bisa berkarat?


Jelas Kaisar Giok kesal ketika mendengarnya. Bahkan meski dia tidak menyukai Pohon Perunggu Surgawi dan sekarang telah jatuh, Pohon Perunggu Surgawi pernah memiliki reputasi tinggi di Istana Taiyi. Tapi bagaimana dia pernah menghormati Pohon Perunggu Surgawi, dan ketika mendengar hinaan Hong Xi Jiang, ini sama saja dengan menghinanya karena menghormati pria tua berkarat.


Kaisar Giok mundur dan menyingkat jarak ratusan ribu mil. Dia mengangkat tangannya, membuat ruang terbentuk di atas Gerbang Selestial. Dari dalam ruang, terlihat ada Prajurit Surgawi yang keluar dari sana, banyak dari mereka, dan kekuatannya lebih kuat dari yang pernah ditemui Mo Lian.


Jika membandingkan, Ras Malaikat di Zaman Kuno sangat lemah, bahkan sentuhan kecil bisa membunuhnya.


Tanpa menunggu perintah lebih jauh dari Kaisar Giok, Prajurit Surgawi sudah mulai bertindak.


Mereka mengangkat Tombak Emas yang mengeluarkan sengatan listrik berwarna emas, membuat ruang terdistorsi dan angin bertiup seperti badai. Dengan tusukan ke arah Gerbang Selestial, petir menyambar dengan ganasnya.


Mo Lian tertegun. Dia bisa merasakan ancaman yang nyata dari serangan ini. Awalnya, dia mengira hanya Pohon Perunggu Surgawi yang kuat, tapi dia terlalu berpikiran sederhana.


Mo Lian mengangkat tangannya, telapak tangan biru muncul di udara. Telapak tangan itu sangat besar, dan di hadapan Prajurit Surgawi, Prajurit Surgawi terlihat seperti semut. Tapi dari segi kekuatan, telapak tangan ini sangat rapuh.


Bahkan tidak ada tanda-tanda retak, telapak tangan itu langsung meledak. Asap putih bergolak seperti ombak, udara menyebar seperti badai pedang.


Serangan tombak itu tidak kehilangan momentum, bahkan terlihat lebih ganas lagi saat terus bergerak.


Mo Lian sudah menduganya dan tidak terlalu terkejut. Tapi dia tidak berhenti, dia mengepalkan tangannya dan mengangkatnya sekuat tenaga.

__ADS_1


Tanah di depannya bergetar dengan retakan kecil, kemudian terlihat percikan darah yang sedikit keluar, sebelum akhirnya menyembur deras seperti ledakan.


Dinding darah muncul di depannya, itu menahan serangan tombak sepenuhnya. Tombak Emas tertahan tanpa ada perlawanan, darah-darah yang berhasil menangkap itu memakan tombak dengan aura kematian yang pekat, membuatnya hancur perlahan-lahan.


Mo Lian sangat percaya diri akan kekuatan Dewa Kematian setelah mengalami peningkatan dalam Pohon Yin Surgawi. Terutama dia merasa kekuatan Pohon Yin Surgawi bukannya menurun, bahkan meningkat di Alam Selestial, seolah Pohon Yin Surgawi memaksa menyerap energi di sini dan menjadikannya sebagai kekuatannya sendiri.


Dia mendorong tangannya ke depan, membuat dinding darah itu meledak menjadi tetesan darah yang tak terhitung jumlahnya. Darah itu melesat menuju Ras Malaikat yang masih melayang di udara.


Diam-diam, Mo Lian mengaktifkan Pohon Yin Surgawi dan mengirimkan energinya memasuki tetesan darah.


Ras Malaikat menyipitkan mata, menebas tetesan darah di depannya.


Booom!


Darah yang ditebas, meledak menjadi kabut darah dan itu terlihat bergerak menelan Ras Malaikat. Kemudian terdengar raungan yang terdengar menyakitkan dari dalam.


Hong Xi Jiang sedikit tersenyum. Dia bisa menyerahkan masalah Ras Malaikat untuk No Lian. Adapun pasukan lain yang akan datang, yang kekuatannya lebih tinggi, rekan-rekannya bisa mengambil alih.


"Ke mana kau?" Hong Xi Jiang tiba-tiba sudah berada di belakang Kaisar Giok.


Pengawal yang berada di sisi Kaisar Giok, tertegun. Keduanya termasuk kuat di Istana Taiyi, tapi tidak bisa merasakan aura Hong Xi Jiang.


Hong Xi Jiang membalas serangan dengan langkah yang sama, tapi tentu perbedaan kekuatan kedua belah pihak berbeda jauh.


Bang!


Tangan kedua pengawal itu hancur menjadi bubur, dan karena ledakan itu, keduanya terhempas.


Secara alami, Kaisar Giok menjauh dari pusat ledakan. Tapi sebelum dia bisa melangkah lebih jauh, Hong Xi Jiang sudah mengulurkan tangan dan meraih kerah bajunya.


Hong Xi Jiang berbalik seraya mengayunkan tangannya secara vertikal, melemparkan Kaisar Giok dengan kekuatan penuh.


Bang!


Momentum dari lemparan itu menimbulkan ledakan udara yang mengakibatkan gelombang kejut yang menghempaskan segalanya.


Kaisar Giok melesat seperti meteor, menghantam salah satu pulau dan menghancurkannya menjadi debu.


Asap dan debu naik, bahkan lautan awan di bawahnya yang selalu tetap, akhirnya berubah dan melonjak seperti air yang dilempar batu.

__ADS_1


Bang!


Dentuman yang membosankan kembali datang, itu membuang asap dan awan yang menghalangi. Terlihat ada Kaisar Giok yang mengalami sedikit luka lecet, tapi hanya dengan kedipan mata, luka itu sembuh.


Hong Xi Jiang menatapnya datar. Tidak ada keterkejutan di wajahnya saat melihat kecepatan penyembuhan Kaisar Giok.


Sebagai Kaisar Giok, pastinya terintegrasi dengan Alam Selestial, sehingga sedikit banyaknya, Alam Selestial akan membantu. Begitu pun dengan Kaisar Manusia, yang mampu mempengaruhi Alam Semesta.


Kemudian, alasan mengapa Kaisar Giok saat di Istana Taiyi terluka parah, itu karena Pohon Perunggu Surgawi masih kokoh, tidak seperti saat ini.


"Kau kembali. Kau harus berterima kasih pada kami, karena kami, Tua Berkarat itu melemah dan Alam Selestial kembali mendukungmu."


Mendengar ini, Kaisar Giok tertegun. Dia memperlihatkan ekspresi rumit yang tidak bisa dijelaskan. Tentu, dia sangat senang dengan penurunan Pohon Perunggu Surgawi, tapi dengan ini Alam Selestial tidak bisa menekan Alam Hanzi dan Semesta.


Hong Xi Jiang tidak menunggu Kaisar Giok berpikir. Dia melesat seperti angin, tiba di depan Kaisar Giok dan menendangnya.


Kaisar Giok tersadar, dia mengangkat kedua tangannya untuk menghalau serangan, tapi dia terlambat. Dia kembali terhempas, tapi kali ini mendapat luka yang lebih parah, tulang rusuknya patah dan menembus paru-parunya.


Hong Xi Jiang menyadari ini, tidak peduli seberapa kuat serangannya, akan sulit untuk membunuh Kaisar Giok. Kecuali, membunuhnya dengan sekali jalan.


Hong Xi Jiang mengejar Kaisar Giok, terus bertukar pukulan.


Pulau-pulau meledak, banyak kehidupan yang terbunuh di sana, tapi tidak ada yang peduli. Kaisar Giok tidak ingin memikirkan kehidupan rendahan, bahkan meski sama-sama tinggal di Alam Selestial, ada tingkatan yang berbeda. Adapun Hong Xi Jiang, Alam Selestial maka Alam Selestial, kau di Alam Selestial, maka musuh Alam Semesta.


Mo Lian melirik sekilas, kemudian kembali ke medan pertempuran. Ras Malaikat diserahkan kepada Wang Yue Fei, dan dia hanya membunuh yang lemah seperti Dewa Abadi Surgawi, yang mana Dewa Abadi pertama yang dia bunuh.


Saat dia masih melirik, ada musuh yang berdiri di depannya. Mo Lian mengulurkan tangan kirinya, menangkap kepala pihak lain.


Darah muncul di tangannya, darah itu mengalir deras dan menyelimuti pihak lain. Kemudian, di dalam darah, terdengar teriakan keras dengan rasa sakit yang luar biasa, seolah jiwanya tersiksa.


Ketika Mo Lian menarik tangannya lagi, darah yang membungkus itu menghilang, dan memperlihatkan kerangka tulang yang jatuh ke tanah.


Dia menunduk, mengungkapkan kekecewaannya. "Tidak ada kekuatan yang ditarik. Sepertinya aku mengambil jalan yang berbeda. Ngomong-ngomong, teknik ini seperti Teknik Kultivasi Iblis. Yue Fu tidak akan membunuhku, kan?"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2