Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 436 : Sembilan Energi Dewa


__ADS_3

—Satu Bulan Kemudian—


Mo Lian masih mengasingkan diri di bawah tanah untuk menstabilkan kekuatannya, tapi apa yang sebenarnya dia lakukan adalah meningkatkan percepatan tumbuh Pohon Yin Surgawi. Hanya dengan meningkatkan Pohon Yin Surgawi, dia bisa memiliki keyakinan untuk mengkultivasikan Teknik Kultivasi Yang.


Dari luar terlihat biasa-biasa saja tanpa adanya fluktuasi, tapi sebenarnya di dalam Dunia Kecil-nya cukup kacau dengan badai angin dingin yang bertiup.


Di dalam Dunia Kecil, Mo Lian berdiri di bawah Pohon Yin Surgawi. Dia mengamati pertumbuhannya yang sangat lambat.


"Pohon Yin Surgawi hanya bisa tumbuh lebih cepat di tempat yang mengandung Energi Yin atau nutrisi dari Pohon Perunggu Surgawi, atau ..."


Mo Lian menggelengkan kepalanya. Betapa bodohnya dia memikirkan hal yang tidak manusiawi hanya untuk mempercepat pertumbuhan Pohon Yin Surgawi, dan cara itu adalah menyerap Energi Yin dari tubuh gadis muda.


Tidak hanya cara itu sangat kejam, tapi tidak tahu pasti apakah bisa mempercepat proses pertumbuhan Pohon Yin Surgawi. Jika dia membunuh banyak orang dan hasilnya kosong, bukan hanya Pohon Yin Surgawi gagal tumbuh, tapi kemungkinan, bukan lagi kemungkinan, dia pasti akan dibunuh oleh Hong Xi Jiang karena mengambil jalan yang salah.


"Bahkan meski menumbuhkan Pohon Yin Surgawi sangat penting, aku tidak boleh sampai menggunakan kehidupan orang lain untuk melakukannya. Jika aku melakukannya, bukankah aku tidak berbeda dengan Sekte Boneka dan Sekte Racun Minghai?"


Mo Lian menghela napas saat mundur beberapa langkah dan mengangkat kepalanya melihat Pohon Yin Surgawi yang ukurannya sudah menembus awan. "Nutrisi dari Pohon Perunggu Surgawi memang luar biasa. Mungkin Alam Selestial sudah mengirim pengejar untuk mencari tahu keberadaan Pohon Yin Surgawi, tapi dengan perlindungan Yue Fu, mereka tidak dapat mengetahuinya."


Mo Lian merenung sejenak ketika melihat Pohon Yin Surgawi. "Meski tidak mempengaruhi aliran energi di dalam tubuhku, tapi tidak ada salahnya untuk mempraktikkan Teknik Kultivasi Yang sedini mungkin untuk mengimbangi Energi Yin."


"Ngomong-ngomong, apakah Ni'er menyebabkan masalah lagi untukku? Aku sudah lama tidak melihatnya, dan kami belum berhubungan lebih dari satu tahun."


Mo Lian tersenyum tipis saat membayangkan dirinya memeluk Yun Ning di tempat tidur. Dia sangat mencintainya, tapi memikirkan bagaimana pertemuan pertama dan bagaimana perlakuannya padanya selama ini di Bumi, bahkan membawanya ke Bintang Utama tapi mengabaikannya selama sepuluh tahun, ini membuatnya merasa sangat bersalah.


Mo Lian menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit. "Aku harus memperhatikan mereka bertiga, satu bulan lagi, kali ini aku serius, setelah ini, aku akan keluar dari sini dan menemui mereka."


Setelah mengatakan itu, Mo Lian duduk di bawah Pohon Yin Surgawi dan mulai memaksa pertumbuhannya.


Energi biru keluar dari tubuhnya dengan kecepatan tinggi. Itu adalah energi awalnya, meski dia sudah memiliki Energi Yin dan Yang, tapi dia tetap tidak membuang energi yang memang miliknya sejak awal. Bisa dibilang, dia mengubah Energi Yin dan Yang untuk menjadi miliknya sendiri.


Adapun Energi Sejati yang sudah dikosongkan, dia tidak lagi menggunakan Energi Sejati. Bahkan tidak perlu menggunakan energi sudah bisa melepaskan serangan, dia bisa menggunakan alam di sekitarnya hanya dengan lambaian tangan untuk melepaskan serangan.


Tapi setelah beberapa percobaan, Mo Lian tahu bahwa penggunaan Alam Semesta sebagai metode serangan tidak selalu efektif. Ada sistem hierarki, di mana yang sangat kuat dan memahami Alam Semesta lebih dalam, maka memikirkan kekuatan lebih besar.


Karena itu, sampai saat ini dia masih mencari cara untuk melepaskan serangan tanpa harus memanfaatkan Alam Semesta dan Energi Sejati.


Dia juga tidak mungkin selalu meminta saran dari Hong Xi Jiang. Bahkan meski dia adalah menantunya, tapi Hong Xi Jiang selalu keras dan pembelajaran, mungkin dia akan mendapatkan pukulan hanya untuk sedikit saran.


Adapun Wang Yue Fei, dia tidak berpikir untuk meminta saran darinya, karena dia pasti akan tertahan tanpa bisa bergerak. Mungkin, saat selesai meminta saran, pipinya akan bengkak karena cubitan tanpa henti.

__ADS_1


Mengingat bagaimana Wang Yue Fei bersikap lemah di depannya selama ini dan dia mencoba melindunginya saat melakukan pertempuran di Bumi, tapi ternyata setelah bertemu satu tahun lalu sudah menembus tahap Akhir dari Dewa Surga, itu membuatnya terlihat bodoh.


Apalagi Hong Xi Jiang... Ahh ... dia tidak ingin memikirkannya lagi, ingin sekali memukul kepala Hong Xi Jiang sekali saja.


...***...


—Satu Bulan Kemudian—


Ruang bawah tanah di Paviliun Jarum Emas masih tenang-tenang saja tanpa ada pergerakan sekalipun selama dua bulan terakhir. Tidak ada suara, tidak ada angin, bahkan Mo Lian yang duduk bersila di atas batu giok tidak terdengar suara napasnya.


Tapi tiba-tiba, energi biru keluar dari tubuhnya berbentuk kabut cahaya yang terbang di atas kepalanya seperti uap.


Energi berbentuk kabut itu mulai memadat di belakangnya membentuk seperti bola air dan ada sedikit gelombang di permukaannya. Bola-bola energi itu berjumlah sembilan, dan masing-masingnya membawa kekuatan luar biasa, meski terlihat biasa-biasa saja tanpa ada ancaman yang dibawanya.


Mo Lian membuka matanya perlahan dan mengembuskan napas; energi biru berbentuk kabut keluar dari dalam mulutnya, memenuhi ruang bawah tanah. Tiba-tiba, tanah yang bersentuhan dengan napasnya mengalami perubahan, ada kecambah yang mulai tumbuh dan bahkan bebatuan berharga yang mengandung energi murni di dalamnya.


Mo Lian mengangkat tangannya, membuat salah satu bola energi di belakangnya bergerak menghampiri tangannya dan melayang di atasnya.


Melihat ini, Mo Lian memasang ekspresi rumit yang tidak dapat dijelaskan. "Metode kultivasiku, sudah sangat melenceng. Apakah aku masih bisa dianggap sebagai “Kultivator”?"


Mo Lian melambaikan tangannya, melempar bola energi yang melayang di atas tangannya.


Dinding batu di depannya langsung berlubang, membentuk lorong gua dengan diameter sepuluh meter dan panjang yang tidak diketahui. Anehnya, dalam pembuatan ini, tidak ada getaran ataupun ledakan seperti yang biasa terjadi, bahkan suara sekecil apa pun tidak terdengar.


Ini menandakan betapa baiknya pengendaliannya terhadap energi spiritualnya.


Mo Lian tidak terkejut ketika melihat apa yang terjadi di depannya, karena dia sudah mencobanya di Dunia Kecil. Tapi, dia tetap sedikit gugup apabila rasa ingin tahunya malah menghancurkan kota di atasnya.


"Aku akan menamakannya sebagai “Sembilan Energi Dewa”. Walaupun, sepertinya tidak mengandung Energi Dewa sama sekali, aku bahkan tidak tahu apa itu Energi Dewa."


"Bahkan mungkin tidak ada yang namanya Energi Dewa." Mo Lian sedikit tertawa dalam hatinya saat memberi nama. Tapi lebih baik daripada tidak ada nama dan dia memang harus mengakui bahwa cara penamaannya sangat buruk.


Mo Lian turun dari tempat duduk yang terbuat dari batu giok. Dia melangkah tanpa membuat suara ataupun meninggalkan jejak, seolah-olah ada pembatas antara telapak kakinya dan tanah di bawahnya.


Dia melangkah melewati pohon-pohon kecil yang tumbuh akibat napasnya tadi, melewati mereka dan menaiki tangga yang menghubungkan ke lantai dasar.


Saat dia menaiki tangga, debu-debu di langit-langit berjatuhan dan saat hendak mengenainya, mereka menghindar, seolah memiliki kesadaran. Bahkan, debu-debu di anak tangga membelah untuk membuka jalan bagi kakinya melangkah.


Sesampainya di lantai dasar setelah membuka pintu dan tiba di lobi, Mo Lian sedikit bingung dengan perubahan Paviliun Jarum Emas. Dia merasa bukan berada di toko obat, tapi berada di rumah makan.

__ADS_1


"Tuan Guru?"


Mo Lian menoleh mengikuti sumber suara. Dia melihat gadis berusia dua belasan tahun yang berdiri di samping kanannya. "Tuan Guru?" Ia memiringkan kepalanya, kemudian sadar. "Kau murid siapa di antara ketiganya?"


Gadis yang memakai pakaian hijau muda sederhana, rambut hitam dengan ikat kuda, mendongak menatap Mo Lian dengan mata hitamnya yang berkilau. "Saya murid dari Guru Qin Nian untuk menjadi Tabib. Tapi Nyonya Yun Ning juga membantu, meski dia membantu saya untuk menjadi Kultivator Abadi."


Mo Lian mengangguk kecil, dia melihat sekeliling dan Perusahaan Pengawalan Yun yang berada di seberang. Menerima murid? Kelihatannya sederhana, tapi dia tahu bahwa murid ini disiapkan oleh Qin Nian untuk mewarisi Paviliun Jarum Emas dan Perusahaan Pengawalan Yun. Bagaimanapun, mereka tidak bisa tinggal di sini selamanya.


"Dari mana kau tahu aku suami dari Qin Nian?"


Gadis itu menangkupkan kedua tangannya, menunduk dan menjawab, "Saya melihat Anda bersama dengan ketiganya di lukisan, dan Guru Qin memberitahukannya."


Mo Lian kembali mengangguk, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia pergi ke meja kasir dan duduk di sana, menunggu kedatangan istri-istrinya yang entah berada di mana.


Tepat saat pantatnya menyentuh kursi, tiba-tiba ada suara yang datang dari sampingnya.


"Nan Ren!"


Mo Lian menoleh ke kanan, melihat Hong Xi Ning yang melompat ke arahnya. Dia membuka kedua tangannya, memeluknya erat. "Dari mana? Mana yang lain?"


Hong Xi Ning membenamkan wajahnya di dada Mo Lian, menggosoknya sebentar sebelum mendongak dan menjawab, "Kami berada di luar kota untuk menunggu Sekte Pedang Dewa dan Boneka, tapi belum ada pergerakan. Jadi kami hanya berkeliling hutan dan berburu."


Sekte Pedang Dewa? Mo Lian mengerutkan keningnya. "Kalian mencari masalah?"


Hong Xi Ning mendengus tidak senang, kemudian menjelaskan tentang pertemuannya dengan Sekte Pedang Dewa.


Gadis yang melihat dari samping, tercengang dengan mata terbuka lebar ketika melihat Hong Xi Ning yang sangat manja. Hong Xi Ning yang dia tahu, sangat dingin dan elegan, tidak ada yang mampu mendekatinya, setiap hari hanya duduk di belakang meja kasir tanpa melayani pelanggan selain meminum teh hitam.


Mendengar penjelasan Hong Xi Ning, Mo Lian menganggukkan kepalanya berkali-kali. Dan akhirnya dia mengerti mengapa banyak kultivator yang tinggal di Paviliun Jarum Emas, dan semuanya cukup kuat untuk ukuran Bintang Hijau, lebih-lebih lagi energi mereka mengalir dengan baik, meski masih agak terhalang karena tidak semua Meridian dibuka.


Mo Lian tersenyum tipis. Masih ada setidaknya empat bulan sebelum mereka meninggalkan Bintang Hijau, dan sebelum meninggalkan tempat ini, dia harus memastikan tidak ada kekuatan yang bisa mengancam Paviliun Jarum Emas dan Perusahaan Pengawalan Yun.


Ada kemungkinan, meski sangat kecil, setelah semua selesai, dia akan kembali ke Bintang Hijau untuk melihat bisnis-bisnis yang dibukanya. Jika memang benar dia akan kembali dan ternyata semuanya hancur, maka dia harus memulainya dari awal dan itu merepotkan.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2