Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 380 : Pencarian Tempat Suci di Bumi


__ADS_3

Mo Lian telah berhasil mengembangkan Bumi cukup makmur untuk saat ini, dan bahkan membangun planet palsu yang tidak memiliki Inti Spiritual di dalamnya, yang mana tidak hanya berguna untuk mempertahankan massa, tapi juga mengatur pergerakannya. Planet itu menggunakan Batu Spiritual yang ditanam di pusat, dan terus mendapatkan pasokan energi spiritual dari Bumi melalui Benang Spiritual.


Tapi, itu masih belum sempura karena Benang Spiritual bisa dipotong oleh mereka yang telah mencapai Dewa Bumi tahap Akhir ke atasnya.


Bulan buatan telah diciptakan kembali, dan di sana telah dibangun markas besar yang dilapisi oleh lapisan kaca berbentuk kubah. Markas di sana memiliki luas 16.411 km², seluas Kota Beijing sebelum perluasannya.


Karena adanya lapisan kaca tebal yang memiliki ketebalan mencapai tiga meter, manusia biasa yang bukan seorang kultivator bisa tinggal di sana karena adanya oksigen yang disediakan dengan beberapa metode khusus.


Hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, teknologi Kekaisaran Huaxia telah meningkat pesat dengan bantuan Keluarga Shen dari Kota Sheng.


Bahkan Kekaisaran Huaxia telah membangun sebuah pesawat ulang-alik seperti StarCraft, yang digunakan untuk mengangkut manusia yang ingin bepergian ke Bulan. Tentu, manusia biasa tidak bisa tinggal lama di sana karena tidak terlalu aman bagi mereka. Hanya tentara yang sudah berubah menjadi Pejuang yang bisa tinggal dengan bebas di sana.


Mata uang (Yuan) masih bisa digunakan dengan normal, meski ada beberapa pembayaran baru menggunakan Batu Spiritual. Batu Spiritual kualitas Rendah seharga ¥1.000.000. Walaupun, jika mengikuti harga emas yang ditukarkan, harusnya hanya ¥148.150 untuk harga Batu Spiritual kualitas Rendah, tapi karena kelangkaannya, akhirnya ditetapkan seharga ¥1.000.000.


Namun itu termasuk murah, jika Kebangkitan Spiritual tidak terjadi, Batu Spiritual bisa dihargai miliaran yuan, bahkan untuk kualitas terendah yang lebih rendah.


Untuk manusia biasa yang ingin pergi ke Bulan, mereka diharuskan untuk membayar ¥10.000.000. Adapun Pejuang, itu tergantung, jika dari markas militer, biaya mereka akan ditanggung. Jika sebaliknya, mereka harus membayar ¥2.000.000, dan harus melindungi manusia biasa di sana.


Hanya saja, persyaratan bagi Pejuang untuk datang ke Bulan harus Inti Perak ke atas, agar bisa bergerak bebas di sana dan menciptakan sebuah pelindung apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di sana.


Tapi, Inti Perak hanya berasal dari Istana Dongfangzhi, yang kebetulan tidak ingin pergi ke Bulan, mereka masih bisa tinggal di Stasiun Luar Angkasa, tapi tidak ingin ke Bulan karena kebutuhan di sana sangat rendah.


Apalagi Bulan tidak terhubung dengan Benang Spiritual. Jadi, sangat tidak mungkin untuk pergi, karena tidak bisa berkultivasi di sana.


...***...


Minggu, 04 Mei 2036


Mo Lian masih bersantai-santai karena memang tidak ada yang dilakukan selain berkultivasi dan kultivasi. Sekarang, dia berada di ambang batas untuk menerobos. Hanya saja masih enggan untuk melakukannya karena medan di Bumi tidak bisa untuk menerobos.

__ADS_1


Bintang Shu adalah tempat yang cocok untuk menerobos, tapi sangat disayangkan sudah dihancurkan olehnya dengan tebasan pedang dalam kekuatan penuh.


Mo Lian mendongak, memandang cakrawala yang luas. "Mungkin, aku bisa menerobos ke Organisasi Penjarah Spiritual. Aku tidak tahu di mana itu, tapi, Galaksi Bima Sakti bisa diibaratkan arah timur, dan Galaksi Pusat di tengah. Nanti, aku akan pergi ke barat."


"Aku bisa menerobos Dewa Bumi di sana saat berada di atas kota. Jika ada orang kuat yang datang, Kesengsaraan Petir akan bertambah, dan orang-orang yang datang akan terluka. Dengan demikian, aku bisa membunuh mereka dengan mudah."


Mo Lian tersenyum, kemudian mendorong kedua kakinya di tanah untuk menggoyangkan kursi. "Perjalanan kali ini mungkin memakan waktu yang sangat lama sebelum kembali ke Bumi untuk berpamitan."


Dia merasa Organisasi Penjarah Spiritual lebih dalam dan rumit serta sangat kuat. Itu didasari dari kematian Penatua Zhu Tong dan Lu Yi, yang mana mereka adalah Dewa Bumi, yang merupakan kekuatan tinggi, tapi setelah kematian mereka berdua, tidak ada pasukan yang datang untuk membalaskan dendam, seolah-olah memberi tahu bahwa kehilangan dua Dewa Bumi bukanlah hal yang spesial.


Jadi, Mo Lian menduga akan membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun, tapi karena sudah hidup beberapa ribu tahun di Zaman Keemasan dan Kuno, beberapa ratus tahun terasa singkat untuknya.


Tapi, dia masih berharap semuanya bisa selesai dengan cepat. Bukan karena ingin buru-buru pergi ke Alam Selestial, tapi karena dia ingin tenang. Meskipun, kultivator harus siap dengan masalah yang terus datang, tapi jika bisa bersantai dan tenang di pegunungan, mengapa tidak?


"Negeri Surgawi ..." Mo Lian bergumam. Sebelumnya, dia berencana untuk pergi ke sana dan mencari apakah bisa menemukan hal berharga, tapi ternyata setelah mendengar dari orang-orang yang berasal dari sana, Negeri Surgawi telah mengalami perubahan dan kekacauan.


Energi spiritual di udara sangat tipis, bahkan lebih tipis dari Bumi sebelum Kebangkitan Spiritual. Beberapa orang tua yang hendak menerobos, harus menanggung siksaan dan bahkan kematian karena menipisnya energi spiritual, yang membuat mereka tidak mampu mempertahankan kondisi Kesengsaraan Petir agar tetap stabil.


"Aku sudah pergi ke Gunung Kunlun, masih banyak gunung-gunung aneh yang belum aku datangi di Bumi, bahkan sebelum Kebangkitan Spiritual. Sepertinya, aku harus mendatangi beberapa gunung, siapa tahu menemukan peradaban lain selain Bangsa Zhongguo."


Mo Lian membuka buku-buku kuno yang dibelinya di toko-toko. "Lima Puncak Gunung, Empat Gunung Suci Buddhisme, dan Empat Gunung Suci Taoisme."


"Apakah mereka benar-benar ada?"


Mo Lian menggaruk kepalanya, tidak tahu di mana letak gunung tersebut. Kemudian, dia terus membalik buku untuk mengetahui di mana mereka berada, sampai berhenti di salah satu halaman. "Gunung Emei Shan? Sichuan?"


"Aku tidak pernah membuka peta China, Gunung Emei berada di Leshan. Berarti Gunung Emei di Chengdu bukan Emei yang asli."


Mo Lian menoleh ke belakang. "Nian'er Sayang!"

__ADS_1


"Iya!" Qin Nian balas berteriak, berlari dari dalam Istana Dongfangzhi. "Ada apa?"


"Siapa yang memberi nama gunung ini?"


Qin Nian terdiam, mencoba mengingat-ingat. Tapi, setelah hampir satu menit, dia menggelengkan kepalanya sambil mengangkat bahu. "Tidak tahu, Kakek membelinya dengan harga murah dari seorang Taoisme. Itu yang dikatakannya."


"Taoisme?" Mo Lian bertambah bingung, dan kembali melihat buku dan peta Sichuan secara bersamaan. "Taoisme menjual gunung Buddhisme?"


"Ini ... cukup konyol meski Gunung Emei ini bukanlah Gunung Emei Shan." Mo Lian tertawa, tapi tidak terlalu memikirkannya. Dia kembali menoleh ke kanan dan berkata, "Sayang, bilang pada yang lain, kita akan pergi ke Gunung Emei Shan di Leshan. Kemudian, Wutai Shan, Jiuhua Shan, Putuo Shan."


"Jalan-jalan?" Mata Qin Nian berkilau. Dia sangat bosan tinggal di Istana Dongfangzhi, meski tempat ini bisa dibilang sebagai Surga di Bumi, tapi untuknya yang sering keluar negeri sebelum Kebangkitan Spiritual, tinggal di sini seperti menjadi tahanan rumah saat kakeknya menahannya dulu.


"Haruskah kita makan dulu?" tanya Qin Nian menambahkan.


Mo Lian melihat waktu di jam tangannya, dan itu masih pagi. Untuknya yang sudah mencapai Dewa Hitam tahap Akhir, dia bisa tidak makan selama ratusan ribu tahun dan tidak tidur selama belasan ribu tahun. Tapi, dia sangat suka makan, dan sangat menghargai masakan istri-istrinya.


"Baiklah ..." Mo Lian berdiri dari tempat duduknya dan menyimpan buku yang dibacanya. Kemudian dia masuk bersama ke Istana Dongfangzhi bersama Qin Nian di sampingnya.


Hong Xi Ning dan Yun Ning datang menyambut.


Mo Lian mencubit pipi Hong Xi Ning. "Kau sudah jarang berlatih."


Hong Xi Ning menurunkan tangan Mo Lian. "Ning'er tidak seperti dulu, sekarang bernapas saja bisa menarik energi spiritual di udara. Jadi, bernapas sama saja dengan berkultivasi. Ini terjadi setelah Nan Ren membunuh Taotie."


Mo Lian mengangguk. Dia tahu perubahan pada tubuh Hong Xi Ning bukan hanya karena benang emas yang memasuki dahinya setelah dia membunuh Taotie, tapi karena Hong Xi Jiang secara diam-diam telah membuka segel Hong Xi Ning, meski hanya sebagian kecilnya saja.


Walaupun demikian, memang perkembangannya sangat memuaskan.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2