Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 446 : Kebingungan Dewa Abadi


__ADS_3

Hari ini mereka berencana meninggalkan tempat yang sudah cukup untuk mereka anggap sebagai rumah, meski masalah terus berdatangan, tidak terlalu menyusahkan dan kehidupan di sini membawa sedikit kebahagiaan, karena di sini kekuatan bukanlah segalanya. Tapi setelah banyak yang melangkah ke Jalan Kultivasi, lain lagi ceritanya.


Banyak hal telah terjadi, yang membuat berat untuk meninggalkan Kota Louhu... Ini adalah waktu terlama di mana mereka berada di satu tempat, biasanya mereka hanya tinggal tidak lebih dari sebulan.


Hal damai yang sudah dinikmati selama ini, tidak lagi bertahan lama. Setelah pergi ke Wilayah Barat, mungkin bahaya akan selalu datang tanpa henti, selalu menjadi target pengejaran, entah dari Organisasi Penjarah Spiritual atau Alam Selestial.


Tapi, Organisasi Penjarah Spiritual sudah tidak lagi Mo Lian anggap, mereka sangat lemah dan mudah dihancurkan. Yang menjadi masalah, Dewa Abadi dari Alam Selestial yang turun semakin kuat setiap waktunya.


...


Mo Lian dan yang lain, saat ini menatap Xiao Yi yang berada di depan mereka, sedang berdiri diam.


Xiao Yi tidak tahu untuk apa dia dipanggil ke halaman belakang. Dia memainkan jari-jarinya saat menyembunyikan kedua tangannya di belakang pinggang, dia mendongak, menunduk, mendongak dan menunduk lagi.


"Apa kau tahu mengapa kami memanggilmu ke sini?"


Xiao Yi mendongak menatap Mo Lian, lalu menggelengkan kepalanya dalam diam.


Mo Lian menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Besok, kami berempat akan meninggalkan Bintang Hijau, dan mulai dari sekarang, kau adalah penerus dari Paviliun Jarum Emas dan Perusahaan Pengawalan Yun."


Xiao Yi terdiam, dia mendengarnya, tapi tidak tahu harus memberi respon apa. Dia sudah tahu cepat atau lambat akan ada masanya, tapi dia tidak menyangka akan secepat ini, baru setengah tahun dia bergabung dengan Paviliun Jarum Emas, dia masih dalam bimbingan, tapi sekarang harus ditinggalkan dan melakukan semuanya sendiri.


"Guru ..." Xiao Yi terisak saat air mata mengalir di matanya, dan memeluk pinggang Qin Nian.


Qin Nian diam, mengangkat tangannya dan mengusap kepala Xiao Yi.


Xiao Yi menengadahkan kepalanya menatap Qin Nian. "Guru! Xiao Yi ingin ikut bersama Guru!"


Qin Nian melihat Xiao Yi yang semakin sedih dan air matanya mengalir lebih deras. Dia menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Maaf, itu tidak mungkin. Xiao Yi memiliki keluarga di sini, Xiao Yi harus bersama mereka, dan Xiao Yi masih muda. Tempat yang kami tuju sangat berbahaya, bahkan Dewa Merah bisa mati dengan mudah di sana ..."


"Kami tidak ingin membawa Xiao Yi, meski ini jahat, tapi Xiao Yi harus tahu alasannya mengapa. Kemudian, Xiao Yi harus terus berlatih di sini, banggakan orangtuamu, dan ..." Qin Nian terdiam sejenak menatap Xiao Yi.


Xiao Yi mengerti maksudnya, dia adalah beban apabila mengikuti Qin Nian dan mengabaikan tentang Dewa Merah. Dia hanya merasa kecewa dan tak berdaya karena lemah.


"Cobalah mencapai Dewa Merah, kemudian pergi ke Wilayah Timur. Datang ke Bumi, temukan Sekte Dongfangzhi, di sana adalah tempat kami berasal. Jika Xiao Yi datang, kau pasti memiliki status yang tinggi, karena bagaimanapun Xiao Yi adalah murid kami berempat."


Xiao Yi terdiam, matanya memancarkan tekad yang membara. Dia mengangguk, bertekad untuk terus berkultivasi sampai Dewa Merah dan pergi ke Wilayah Timur, meski dia tahu tempatnya berlawanan, tapi dia merasa bahwa Sekte Dongfangzhi pasti adalah tempat terbaik. Karena dia tahu, hanya di sanalah kemungkinan terbesar dia akan bertemu lagi dengan empat orang ini.

__ADS_1


Xiao Yi membenamkan wajahnya di perut Qin Nian, dia menganggukkan kepalanya dan berkata, "Baik, Guru. Xiao Yi akan mengikuti arahan Guru ..."


Hong Xi Ning dan Yun Ning membantu Qin Nian menghibur Xiao Yi. Entah mengapa, mereka menjadi lembut, mungkin mereka sangat menginginkan seorang anak, dan menganggap Xiao Yi sebagai putri mereka sendiri.


Mo Lian melihatnya sebentar, lalu berbalik meninggalkan mereka. Dia tidak perlu berada di sana, dia ingin kembali beristirahat sebentar dan mencari Organisasi Penjarah Spiritual melalui Kesadaran Ilahi-nya. Sudah cukup menunda-nunda.


Hong Xi Ning mengeluarkan Plat Giok berwarna hijau muda dan menyerahkannya pada Xiao Yi. Tidak ada lambang apa pun, tapi ada energi tersembunyi yang tertanam di dalamnya, hanya Penatua dari Sekte Dongfangzhi yang mampu merasakannya dengan metode tertentu.


Tentu, Ong Hei Yun, Hu Lan Yue dan Zhing Xinmei memiliki kualifikasi menjadi Penatua, tapi mereka sangat malas, namun mereka tetap memiliki otoritas dan bebas bergerak di dalam Sekte Dongfangzhi.


...***...


—Sekte Dongfangzhi, Bumi, Wilayah Timur—


Sekte Dongfangzhi telah berkembang menjadi yang terkuat di Wilayah Timur, bahkan murid-murid dari Sekte Zhongjian sering datang berkunjung untuk mencari pengalaman.


Tapi meski menjadi yang terkuat, mereka tetap tidak bertindak sembarangan. Jangan membunuh orang yang tidak bersalah, jangan mencari masalah dan tetap rendah diri, tapi membalas apabila ada yang mencari masalah. Kemudian apabila ada yang melanggar, konsekuensinya adalah menghancurkan Dantian.


Jika melarikan diri, Penatua akan turun langsung dan memburunya. Bahkan, mungkin Mo Qian yang sudah sangat terkenal di Sekte Dongfangzhi akan turun, jika Mo Qian yang turun tangan, kematian sudah pasti hasilnya.


...


"Putramu sama sepertimu, sama-sama liar. Sejauh ini, dia sudah membunuh lima Dewa Abadi dari Alam Selestial."


Mo Qian tertawa rendah dan menjawab, "Aku teringat masa lalu, di mana aku membunuh ribuan orang saat masih tergabung dalam Pasukan Mata Setan. Itu sangat menyenangkan, tapi sekarang aku merasa bosan."


Hong Xi Jiang menganggukkan kepalanya. "Dia sudah mendapatkan Lima Garis Simbol Dewa. Yang berhubungan dengannya mendapatkan karma baik, kalian adalah orangtuanya, mendapatkan karma lebih banyak. Tidak berlatih, tapi sekarang sudah Dewa Pemula tahap Menengah."


Mo Qian tersenyum tipis. "Tapi, aku merasa istri-istrinya mendapat lebih banyak. Kau tahu ..." Ia mengangkat kedua alisnya berkali-kali, memberi kode yang harusnya bisa dimengerti.


Hong Xi Jiang menghela napas, mengabaikan maksud Mo Qian.


...***...


—Istana Taiyi, Alam Selestial—


Istana emas megah dibangun di atas awan putih bersih. Jalan menuju istana adalah ribuan anak tangga berwarna emas, yang setiap anak tangga membawa tekanan berat. Hanya yang diizinkan yang bisa melewatinya dengan mudah.

__ADS_1


Bagian dalamnya sangat luas dan megah, dan sekarang sedang diadakan pertemuan.


Banyak yang datang, berdiri di kiri-kanan dari ruang tengah. Ukuran mereka berbeda-beda, tapi setiap orang membawa aura abadi di tubuhnya.


Berada di pusat, ada seorang pria paruh baya yang memakai pakaian emas, duduk di singgasana berukuran naga. Dia memakai Mahkota Kaisar, matanya tertutup, tapi bisa melihat semua orang yang hadir hari ini.


Pertemuan hari ini sangat penting, dan semua orang sangat gugup.


Kaisar Giok membuka mulutnya, kemudian menutupnya lagi. Tapi suaranya tetap terdengar menggema di ruangan. "Tiga belas Dewa Abadi sudah dikirim turun ke Alam Manusia, tapi mereka semua tidak ada kabar, bahkan mati. Apakah ada yang tahu apa yang terjadi? Apakah Kaisar Manusia terlahir kembali, atau ada Kaisar Manusia baru?"


Salah seorang menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk. "Maaf Yang Mulia Kaisar Giok. Sudah ratusan juta tahun Dao Surgawi memutuskan Energi Yang dengan Alam Manusia, dan Jalan Enam Reinkarnasi di Alam Hanzi sudah dihancurkan. Mustahil ada Kaisar Manusia baru yang lahir ..."


"Adapun Kaisar Manusia sebelumnya, kita sudah tahu bahwa dia meledakkan diri saat pertarungan Tiga Alam. Meski Alam Manusia memiliki Energi Yin dan Yang setelahnya, tapi masih mustahil untuk menciptakan Kaisar Manusia baru." Dia sangat gugup saat mengatakannya, bahkan Cincin Dewa Abadi di punggungnya sampai bergetar.


Kaisar Giok terdiam sejenak, lalu kembali bertanya, "Bagaimana dengan Pak Tua Perunggu Surgawi, apakah dia sudah mendapatkan koordinasi di mana Pohon Yin Surgawi berada?"


Tidak ada yang menjawab, semuanya tidak berani berbicara dan hanya menunduk dalam diam.


"Satu hari, kita sudah mengirim tiga belas Dewa Abadi. Hanya bisa mengirim dua lagi, dan setelahnya, harus menunggu satu bulan. Satu hari di sini, satu tahun di Alam Manusia, setelah kita mengirim dua lagi, maka manusia masih memiliki waktu tiga puluh tahun untuk kiriman yang lain."


Masih tidak ada yang berani membalas dan mereka tetap diam. Mereka tahu tentang hal ini, ada batasan berapa banyak Dewa Abadi yang bisa turun ke Alam Manusia melalui Gerbang Selestial. Jika melebihi batas, Gerbang Selestial akan rusak dan itu berdampak buruk.


Yang awalnya hanya bisa dibuka dari Alam Selestial, setelah rusak, Alam Manusia (Semesta) dan Alam Semesta benar-benar terhubung. Jika terhubung, Energi Yang di Alam Selestial akan bocor, dan lebih menguatkan Alam Manusia. Itu adalah kerugian. Belum lagi jika benar-benar ada Kaisar Manusia yang datang ke Alam Selestial, Alam Selestial akan kacau.


Kaisar Giok membuka matanya perlahan. Matanya bercahaya emas dan membawa kesan misterius, tapi seperti bisa menembus apa pun yang dilihatnya.


Pandangannya terus maju menuju Gerbang Selestial dan terus menembusnya. Dia melihat Alam Manusia yang masih sama, bahkan terlihat memburuk. Pandangannya terus berubah, dia mengamati bintang-bintang, sampai pada akhirnya menuju Planet Biru di mana Kaisar Manusia terlahir.


Tepat saat hendak mengamati Planet Biru. Tiba-tiba...


Bang!


Dentuman keras terdengar di tengah-tengah aula dengan badai petir keras yang menyerang semua orang. Bahkan Kaisar Giok sampai tersentak dan pandangannya kembali ditarik. Dia terengah-engah, keringat dingin mengalir di punggungnya, tapi yang lebih menarik perhatian, itu adalah darah yang mengalir di kedua matanya.


Kaisar Giok mencengkeram erat sandaran lengan di kursi sampai hancur. "Kaisar Manusia ... masih hidup! Dia, lebih kuat dari sebelumnya!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2