
"Ayah dengar, kau ingin pergi ke Alam Hanzi."
Mo Lian menundukkan kepalanya seraya menghela napas panjang, lalu mendongak menatap Mo Qian yang duduk di seberangnya. "Iya, tapi aku masih menunggu Ning'er selesai. Aku tidak bisa langsung pergi begitu saja."
"Begitu." Mo Qian menganggukkan kepalanya dan meletakkan botol arak di atas meja. "Berapa lama?"
Mo Lian diam untuk beberapa saat seraya menoleh ke kanan, melihat indahnya kota melalui jendela yang terbuka. "Tidak tahu, Alam Hanzi sangat luas. Tidak bisa selesai hanya dalam hitungan tiga atau lima tahun, mungkin aku akan berada di sana selama sepuluh, atau bahkan dua puluh tahun."
Mo Qian terkejut mendengar rencana Mo Lian yang tinggal di Alam Hanzi ternyata cukup lama. "Be- Begitu." Ia kembali mengambil arak dan meneguknya sampai habis. "Pastikan kau beri tahu Fefei, walaupun dia seperti itu, dia sudah memafaatkanmu. Tapi, dia merasa bersalah karena membentakmu tadi."
"Baik, Ayah."
Mo Qian tersenyum, lalu keduanya melanjutkan acara minum-minum mereka dan memesan lebih banyak makanan pelengkap untuk minum.
Mo Lian merasa aneh saat menenggak arak tanpa henti, meski sudah menghabiskan belasan botol. Ia tidak merasa mabuk sama sekali, tapi mengingat racun berbahaya tidak berefek padanya, maka hal ini bukanlah hal aneh.
Mo Lian yang melihat gelas di tangannya itu, akhirnya mendongak melihat Mo Qian yang sudah tergeletak di atas meja karena terlalu banyak minum. Arak yang mereka pesan sendiri memiliki kandungan alkohol tertinggi, dan harga satuannya bukan lagi emas, melainkan Batu Spiritual kualitas Menengah.
"Dia tertidur." Mo Lian mengarahkan tangannya, mengalirkan energi spiritualnya menyelimuti Mo Qian untuk menghilangkan rasa mabuknya.
Jika dibiarkan saja tanpa dihilangkan, tentunya Ibunya akan memarahi Mo Qian tanpa henti.
Walaupun sudah menghilangkan rasa mabuk Mo Qian, Mo Qian tidak terbangun dan tetap tertidur pulas. Ia juga tidak memilih untuk pulang, ia tetap menenggak arak langsung dari botolnya hingga puluhan botol.
Mo Lian menolehkan kepalanya ke kanan, melihat indahnya Kota Zhan di malam hari. "Senior Mang dan Senior Xia sudah bertunangan, sepertinya mereka mengambil tindakan setelah aku bertunangan dengan Ning'er ..."
Mo Lian mengerutkan keningnya ketika merasakan adanya fluktuasi energi spiritual di Dimensi Ruang milik Sekte Zhongjian. "Apakah dia?"
"Tapi, ini baru satu hari. Mungkin besok Ning'er akan menembus tahap Menengah."
Kebahagiaan terlihat jelas di wajah Mo Lian saat menyadari Hong Xi Ning hampir selesai, tapi ada juga kesedihan karena jika Hong Xi Ning menembus tahap Menengah, maka ia akan turun ke Alam Hanzi.
Mo Lian menghela napas berat ketika menerima fakta bahwa akan meninggalkan Alam Semesta. Ia berdiri dari kursi empuk seraya menekan kedua tangannya di atas meja, ia meninggalkan 100 Batu Spiritual kualitas Menengah di atas meja, dan kemudian berjalan menuruni tangga membawa Mo Qian.
Meski sudah malam hari, Kota Zhan masih dipenuhi oleh pejalan kaki yang berkeliling, atau orang-orang yang pergi ke rumah bordil.
Terutama di utara Kota Zhan yang terdapat Rumah Surgawi, rumah di mana yang menyediakan minuman bermutu dengan pelayan wanita yang sangat cantik.
__ADS_1
Mo Lian sendiri tidak tahu mengapa Hong Xi Ning mengizinkan adanya hal-hal semacam itu, tapi ternyata alasannya karena tidak ingin memotong pendapatan mereka, meski cara untuk mencari uangnya salah.
Mo Lian menoleh ke kanan menatap Mo Qian yang masih tidur. "Kami menjadi pusat perhatian."
Ketika sudah sampai di Can Qi Meiliafei, Mo Lian langsung melempar Ayahnya ke sofa dan meninggalkannya begitu saja. Lalu ia pergi ke atas atap, melihat langit malam seraya menunggu Hong Xi Ning selesai.
Mo Lian menutup matanya dan mengubah posisi duduk. "Aku akan melepaskan kesadaranku, menyebarkannya ke seluruh penjuru Galaxy Pusat."
Hanya membutuhkan waktu singkat saja untuknya mampu merasakan semua hal-hal kecil di Galaxy Pusat. Ia merasakan aura berbahaya, tapi membiarkannya saja karena bukan berasal dari Kultivator Iblis atau Iblis itu sendiri.
Aura berbahaya itu hanyalah kelompok bandit kecil, atau tanaman beracun yang bisa membunuh Jiwa Emas dalam hitungan detik. Ia tidak peduli akan hal itu, karena tidak ingin merusak tatanan geografis di sana.
Celah ruang di Bintang Xanzan juga masih tenang, sepertinya setelah kematian Guan Xan tidak ada lagi serangan dari Alam Hanzi. Tapi Mo Lian tahu, itu bukanlah akhir, ini hanyalah awal dari segala hal.
Karena itu, sebelum semuanya terjadi, sebelum Alam Semesta diserang, lebih baik menyerang Alam Hanzi terlebih dahulu.
Mo Lian terus mengecek satu per satu tempat di Galaxy Pusat, dan tak terasa ketika ia membuka matanya perlahan, langit sudah mulai jingga dari arah timur, bertanda bahwa sinar matahari mulai menyinari daratan Bintang Utama.
"Sudah pagi." Mo Lian berdiri dari atap bangunan, menghilang menyatu dengan atmosfer sekitar.
Mo Lian muncul lagi tepat di depan pintu ruang kerja dan berdiri di sana menunggu pintu dibuka dari dalam. Tidak membutuhkan waktu lama untuk pintunya terbuka, terlihat Mo Fefei yang tertunduk dengan tubuh gemetar merasa bersalah.
Tubuh Mo Fefei bergetar ketika mendengarnya. Ia mendongak menatap wajah Mo Lian. "Ke- Kenapa?"
Mo Lian hanya diam tanpa menjawabnya dan kembali memeluk erat Mo Fefei. Tapi, tidak lama kemudian ia mulai menceritakan tentang niat awalnya yang memang ingin menguasai Alam Hanzi saat masih di Bumi dan Bintang Tianjin.
Ada rasa sedih saat mendengarnya, tapi Mo Fefei mencoba untuk tetap tersenyum dan tidak ingin menyusahkan Kakaknya lagi.
Mo Fefei yang masih berada di dalam pelukan Mo Lian, mendongak menatap wajah Kakaknya. "Baiklah, Fefei akan menjadi adik yang baik dan menunggu kedatangan Kakak ..."
"Fefei juga akan berlatih, tidak lagi bermain-main. Kakak jangan terlalu lama di sana, atau Kak Qin Nian dan Yun Ning akan merasa sedih."
Mo Lian mengerutkan keningnya, merasa aneh mengapa harus menghubungkannya dengan Qin Nian dan Yun Ning.
Wush! Bang!
Mo Lian mendongak menatap lurus ke depan, menembus dinding bangunan melihat wilayah Sekte Zhongjian. Cahaya putih melonjak naik ribuan mil ke langit seperti pedang tajam, lalu meledak membentuk cincin putih.
__ADS_1
Itu adalah tanda di mana Hong Xi Ning menembus tahap Menengah dari Ranah Heavenly Immortal.
"Pergilah."
Mo Lian menundukkan kepalanya melihat Mo Fefei yang tersenyum cerah. Ia membalas senyuman itu, dan mengecup hangat keningnya. Kemudian, tubuhnya menghilang menyatu dengan udara.
***
Dimensi Ruang, Sekte Zhongjian
Mo Lian muncul di tempatnya berkultivasi tempo hari, dan melihat Hong Xi Ning yang melayang beberapa mil di langit, yang turun perlahan. "Istriku sangat cantik, bagaikan Dewi yang turun dari Surga."
Hong Xi Ning menundukkan kepalanya melihat kedatangan Mo Lian. Wajahnya yang halus bagaikan sutra, ekspresinya yang dingin seperti es itu berubah cerah saat melihat Mo Lian. "Sayang!"
Hong Xi Ning yang sudah mendarat langsung berlari, lalu melompat ketika jaraknya hanya tersisa beberapa meter dari Mo Lian.
Mo Lian membuka kedua tangannya, lalu memeluk erat Hong Xi Ning dan berputar-putar seperti sedang berdansa bersama. "Apakah kau merindukanku?"
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Mo Lian. "Iya!"
Mo Lian tersenyum hangat, kemudian ia merasakan rasa sakit di dadanya, dan saat ia melihatnya, Hong Xi Ning mencengkeram erat bajunya sampai menggores kulitnya. "Kau sudah tahu jika aku akan pergi?"
Hong Xi Ning hanya diam tanpa bersuara dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku ingin menepati janji yang kita buat, mungkin masih lama untuk bisa menikah, karena aku harus menyusulmu ke Alam Selestia—"
"Tidak!" Hong Xi Ning berteriak lantang di dada Mo Lian. Detik berikutnya, ia mendongak menatap Mo Lian. "Ning'er tidak ingin pergi ke Alam Selestial sendirian, Ning'er akan bersama Gege untuk bisa pergi bersama."
Mo Lian tertegun, tidak mengharapkan akan hal itu. Tapi, ia merasa sangat senang. "Baiklah, tapi aku akan tetap turun ke Alam Hanzi. Aku harap kau tetap tinggal di sini dan menjaganya."
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, lalu kembali memeluk erat Mo Lian.
Mo Lian tersenyum ringan seraya mengusap tengkuk Hong Xi Ning. Dengan ini ia sudah selesai berpamitan, hanya perlu pergi minggu depan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...