Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 472 : Membunuh Huo Yang


__ADS_3

"Gerbang penghubung antara Alam Manusia dan Alam Bawah telah terputus! Bagaimana kau bisa datang ke sini dan dengan tujuan apa kau kemari?!"


Mo Lian mengabaikannya dan mengamati kekuatan Dewa Kuno. Dia tidak tahu Dewa Kuno ini memiliki berapa Garis Simbol Dewa, tapi merasakan dari aura yang sedikit bocor, harusnya setara dengan Simbol Dewa 3 Garis. Ini lebih rendah dari Leluhur Dewa Agung, tapi bukan berarti tidak kuat.


Merasa diabaikan, Dewa Kuno bernama Huo Yang sangat marah. Tapi dia menarik napas dan mencoba tenang. Walaupun dia emosi karena ini adalah kali pertama ada yang berani mengabaikannya, dia tidak ingin bertindak bodoh menyerang manusia yang bisa datang ke Alam Bawah.


"Manusia, bisakah kau kenalkan dirimu? Dari mana kau berasal, dan untuk apa kau kemari?" Huo Yang kembali bertanya dengan senyuman, tapi senyum itu membeku saat dia menyadari bahwa pertanyaannya sama seperti sebelumnya. Terutama saat dia menanyakan dari mana asal manusia ini.


Huo Yang membuka mulutnya ingin mengatakan hal lain, tapi tiba-tiba Mo Lian sudah berada di depannya.


Mo Lian tiba di depan Huo Yang, tidak menggunakan Cincin Dewa Jarum. Tapi dia bisa memanfaatkan kekuatan itu, kekuatan seperti Elemen Logam, tapi terasa lebih mudah karena dia tidak hanya bisa memperkuat tubuh, tapi bisa menciptakan logam dari energi maupun darahnya.


Mo Lian mengangkat kedua tangannya, lalu pergelangan tangannya terpotong, mengeluarkan darah merah.


Dia memiliki dua warna darah, yang pertama berasal dari Tubuh Abadi Emas, dan terakhir dari Dewa Kematian. Darahnya bisa digunakan sebagai racun ataupun penawar racun dan bisa digunakan untuk menyuling pil.


Kembali lagi ke darah merah, darah yang keluar dari sayatan pada pergelangan tangannya itu membentuk sebuah pipa logam yang berkilau.


Mo Lian menggenggamnya erat, sampai terdengar suara derak logam di tangannya. Dia mengayunkannya seperti mengayunkan pedang, mengarahkannya ke kepala Huo Yang dengan kerasnya.


Huo Yang terkejut dengan kedatangan Mo Lian. Dia mengangkat tangannya yang telah berubah menjadi api, dia berniat untuk membakar logam darah.


Mo Lian sudah menebak Huo Yang akan mengangkat tangan, tapi tidak menghentikannya dan ingin melihat bagaimana cara Huo Yang mengantisipasi ini.


Swoosh!


Suara dentuman yang diharapkan Mo Lian tidak terdengar, melainkan suara udara terbelah. Logam darah yang diayunkannya, menembus tangan Huo Yang tanpa halangan, seolah-olah dia benar-benar melewati api.


Huo Yang maju selangkah dan memukul dada Mo Lian dengan kekuatan penuhnya.


Bang!


Mo Lian sedikit terhempas ketika pukulan api itu menghantam dadanya, menimbulkan gelombang udara panas yang membelah langit dan daratan. Dia mengendalikan tubuhnya yang awalnya kehilangan kendali karena hempasan, dia melihat dadanya dan ada bekas terbakar.


Dia menyentuh dadanya, dan mengangguk kecil setelah memahaminya. "Api di tubuhnya bisa digunakan untuk menyerang, dan bisa digunakan untuk mengabaikan serangan. Memadatkan api, dan menguraikannya seperti udara."


Huo Yang melihat tangannya sendiri yang terbuat dari api dan berkobar. "Sepertinya seranganku masih terlalu lemah." Ia mendongak setelah mengatakannya, menatap Mo Lian. "Tapi untuk manusia bisa menahannya, maka kau setara denganku, Dewa Kuno."


"Dewa Kuno?" Mo Lian menurunkan tangan kanannya dari dadanya yang sudah sembuh. "Apakah Dewa Kuno memiliki tingkatan yang berbeda? Ras Manusia menggunakan sistem Simbol Dewa. Aku tidak tahu bagaimana Dewa dari Alam Bawah."

__ADS_1


Huo Yang terdiam sejenak sebelum menjawab, "Biarlah, tidak ada salahnya. Dewa Kuno memiliki tingkatan yang berbeda, dan di atasnya ada Kaisar Dewa Kuno. Tapi, tidak semestinya Kaisar Dewa Kuno yang terkuat, ada Dewa Kuno yang lebih kuat dari Kaisar Dewa Kuno ..."


"Jelasnya, di Alam Selestial ada Kaisar Giok dan Dewa Abadi." Huo Yang mempersingkat penjelasannya yang lebih mudah.


Mendengar itu, Mo Lian menganggukkan kepalanya. Itu lebih mudah dipahami, dan dia tahu Kaisar Giok bukan yang terkuat di Alam Selestial, ada Pohon Perunggu Surgawi, yang tidak memimpin Alam Selestial, tapi Kekuatannya lebih tinggi dan sama-sama memiliki kedudukan.


Memanfaatkan Mo Lian yang lengah, Huo Yang mengangkat tangan dan mengepalkannya.


Tiba-tiba, Mo Lian sudah berada di dalam tungku api yang sangat panas. Udara di sekitarnya terbakar, bahkan tanah-tanah yang berada jauh di bawahnya mulai meleleh seperti es.


Mo Lian yang berada di dalamnya, tidak panik sedikit pun dan tetap tenang seolah tidak ada yang terjadi. Dia bahkan mengamati sekeliling, menyentuh bagian dalam tungku api untuk mengecek suhunya. "Elemen Api, dia belum sampai ke tingkat Dao Api."


Whuuush...


Api menyala dari tubuhnya dan penampilannya tidak berbeda jauh dari Huo Yang saat mengabaikan serangannya tadi. Dia melangkah perlahan tanpa rasa takut, dia melewati dinding tungku api dengan mudahnya.


Mo Lian yang sudah keluar, langsung melintasi ruang dan tiba di depan Huo Yang. Dia melalukan serangan yang sama dengan logam darah, tapi diselimuti oleh api yang lebih kuat dari milik Huo Yang.


Huo Yang tersenyum tipis mengungkapkan penghinaan terhadap Mo Lian karena menyerang dengan serangan yang sama, meski awalnya dia terkejut karena Mo Lian mampu keluar dari tungku apinya.


Aura kuat meledak dari dalam tubuh Mo Lian; Diagram Delapan Yin dan Yang muncul di langit merah, menekan aura Huo Yang sampai apinya padam.


Huo Yang terkejut dengan menghilangnya api yang menyelimutinya. Dia ingin mengerahkan semua kekuatan, tapi dia terlambat karena logam darah mengenai kepalanya.


Huo Yang melesat seperti meteor. Tubuhnya terbakar bukan karena api yang dikuasainya, melainkan karena serangan Mo Lian. Ketika dia menghantam tanah, dia menghancurkan daratan luas dan mengguncang bumi.


Mo Lian mengulurkan tangan kirinya ke arah Huo Yang yang di dalam tanah seraya mengangkat tangan kanannya. Pipa logam itu berubah bentuk menjadi tombak darah, di bagian belakangnya di kelilingi petir, dan bagian mata tombaknya diselimuti embun es.


Mo Lian melemparkan tombak, itu melesat sangat cepat dan terdengar gemuruh yang menggelegar di langit. Petir muncul dan menyambar seperti hujan, udara yang terbelah mengeluarkan suara lolongan dan serpihan es mulai berjatuhan.


Booom!


Tombak itu menghantam tanah dan menembus dada Huo Yang.


Huo Yang tersentak dan memuntahkan darah dari mulutnya. Dia meringis menahan sakit di dadanya, rasa sakit yang dingin menembus tulang dan jiwa.


Huo Yang menggertakkan giginya, dia meraih tombak di dadanya dan berusaha untuk mengeluarkannya. Tapi...


Freeze!

__ADS_1


Tiba-tiba tangan Huo Yang membeku dan mengalami keretakan seperti kaca. Tapi es yang membeku itu tidak berhenti, dan ledakan es datang dari tombak seperti ledakan nuklir. Es meledak membentuk pilar tajam yang menembus langit, itu seperti gunung es, tapi dengan posisi yang terbalik.


Mo Lian tidak ingin berlama-lama lagi di Alam Hanzi, karena semakin lama dia berada di sini, semakin tidak nyaman perasannya. Mungkin, Kaisar Dewa Kuno yang dikatakan Huo Yang tadi sedang mengawasi dari jauh, dan bisa datang kapan saja.


Dengan kekuatannya yang sekarang, dia tidak bisa mencari masalah dengan Kaisar Dewa Kuno.


Dewa Cincin Jarum bergabung dengan Diagram Delapan Yin dan Yang di langit. Aura penindasan yang tak terbayangkan menggetarkan daratan tandus, bumi bergetar, magma mulai naik kembali ke permukaan membentuk aliran lahar panas.


Jarum-jarum itu turun dengan sudut 90°, mengarah langsung ke Huo Yang di dalam gunung es.


Mo Lian melambaikan tangannya, membuat jarum-jarum itu melesat turun. Ruang dan waktu dihancurkan, mengirimkan jarum-jarum di sekitar gunung es.


Seolah tertunda, tidak ada efek dari jatuhnya jarum. Bahkan getaran pun tidak tercipta seperti sebelumnya, tapi detik berikutnya, kehancuran yang tak terbayangkan terbentuk.


Gunung es dihancurkan mengakibatkan gelombang udara dingin yang membekukan Alam Hanzi. Daratan terbelah ke segala arah dengan bentuk sarang laba-laba, ruang terbelah memperlihatkan kegelapan tak berujung, langit hancur mengungkapkan ruang hitam dengan kilauan bintang di atasnya.


Freeze!


Celah ruang yang terbuka di udaranya itu membeku, membuatnya tertunda saat hendak menutupnya lagi.


Mo Lian tidak mengungkapkan perubahan ekspresi saat melihat dampak yang dihasilkan. Dia hanya fokus menatap ke bawah, melihat di mana Huo Yang berada.


Dia mengerutkan keningnya ketika melihat serpihan cahaya hitam dan merah yang keluar dari daratan es. Serpihan cahaya itu terbang perlahan seolah daun kecil yang tertiup angin, serpihan cahaya itu menuju Mo Lian, dan memasuki tubuhnya perlahan.


Mo Lian merasakan dingin yang menusuk tulang dengan Energi Yin yang berlimpah. Energi ini sama seperti saat dia membunuh Dewa Abadi, tapi mengandung energi yang berbeda.


"Eh?!" Mo Lian merasakan bahwa Energi Yin ini tidak bisa digunakan untuk yang lain. Energi Yin dari membunuh Dewa Kuno langsung diarahkan ke Pohon Yin Surgawi.


Mo Lian menutup matanya dan mengamati Pohon Yin Surgawi. Dia melihat ada Mantra Dao yang mengelilingi Pohon Yin Surgawi, mantra itu mengandung Hukum Api yang dikuasai Huo Yang selama ini.


"Begitu ..." Mo Lian membuka matanya perlahan. "Membunuh Dewa Abadi dapat meningkatkan Kekuatan Fisik dan Spiritual. Membunuh Dewa Kuno bisa meningkatkan Kekuatan Jiwa dan mengambil Hukum yang dikuasai Dewa Kuno menjadi milikku sendiri."


Mo Lian menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Jadi yang ditulis di Catatan Kaisar Manusia itu benar. Ras Manusia adalah yang terkuat di Tiga Alam, tapi dengan kemampuan seperti ini, membunuh Dewa Abadi dan Dewa Kuno bisa meningkatkan kekuatan, tentunya akan menjadi yang terkuat di Tiga Alam."


Mo Lian tersenyum tipis ketika terbesit ide gila di benaknya. "Tidak, tidak, tidak!" Ia menggelengkan kepalanya.


"Tidak baik terlalu serakah, sekarang kembali ke Bumi terlebih dahulu. Masalah Dewa Kuno, bisa diurus di masa depan."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2