
Semua orang sudah keluar dari Dunia Kecil dan berdiri di belakang Hong Xi Jiang, menunggunya membuka penghubung antara Alam Semesta dan Alam Selestial.
Mo Lian mengepalkan tangannya, masih sedikit gugup karena harus naik ke Alam Selestial. Dia tahu, peperangan ini tidak akan berakhir dengan indah, pasti banyak korban yang berjatuhan, dan mungkin pihaknya akan mendapatkan korban lebih banyak. Bagaimanapun, mereka hanya ratusan orang, berbeda dengan Alam Selestial yang memiliki ribuan.
Bahkan, meski Alam Selestial tidak semakmur dulu di mana Dewa Abadi setara dengan Pohon Perunggu Surgawi, tapi mereka masih merupakan kekuatan tertinggi di Tiga Alam.
Mo Lian menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan dan tatapan matanya mengungkapkan tekad.
Hong Xi Jiang mengatur napasnya. Dia mengangkat tangannya, membuat ruang berfluktuasi dengan kekuatan yang mengerikan. Petir-petir muncul, memaksa untuk menghancurkan ruang di atas.
Mo Lian yang berdiri di barisan belakang, merasakan fluktuasi yang sangat kuat dan ada energi berbeda yang membuat penolakan.
Kekuatan itu memaksa Hong Xi Jiang untuk mundur setengah langkah, sampai tubuhnya gemetar. Tapi, dia menggertakkan gigi dan menghentakkan kakinya.
Dengan dentuman yang menggelegar, fluktuasi di atas semakin kuat dan ada tabrakan yang mengguncang. Retakan-retakan ruang bermunculan, dan samar-samar ada suhu panas yang datang dari bawah, seolah Alam Hanzi akan bergabung dengan Alam Semesta.
Mo Lian menarik napas, dia menengadahkan kepalanya dan tidak melihat ada cahaya putih seperti yang dilihatnya dulu. "Yue Mu, aku pernah melihat ada awan di sana. Mengapa Yue Fu tidak membelah ruang langsung? Bukankah itu lebih cepat daripada melewati Gerbang Selestial?"
Wang Yue Fei tidak berada di barisan depan dan memilih berdiri di samping Mo Lian. Ketika dia mendengar itu, dia tersenyum dan menjawab, "Melewati awan maka akan dianggap sebagai serangan dan ada imbas balik. Tapi jika melewati Gerbang Selestial, Dao tidak akan bergerak dan menganggap kita naik karena kemampuan sendiri, bukan penyerangan. Namun, ini juga karena Pohon Perunggu Surgawi sudah melemah. Jika masih kuat dan masih mengendalikan Dao, kita tidak akan naik."
"Begitu ..." Mo Lian menganggukkan kepalanya, tersenyum tipis saat mengetahui pengetahuan baru.
Wang Yue Fei tersenyum. Dia mengangkat tangannya, mengusap kepala Mo Lian dengan lembut.
Mo Lian sudah terbiasa dengan ini dan tidak pernah menolak saat mendapatkan perlakuan seperti anak kecil. Bahkan, istri-istrinya mulai melakukan hal yang sama, memintanya untuk sedikit membungkuk agar mereka bisa menyentuh kepalanya. Ini bisa dianggap tidak sopan, tapi dia tidak menolaknya, bahkan merasa senang.
Tepat saat Mo Lian ingin berbicara, tiba-tiba suara dengung datang dari atas. Dia mendongak, melihat fluktuasi energi yang memaksa membuka ruang.
Ruang itu terbuka perlahan seperti mata yang terbuka, hanya saja semuanya putih. Ada penekanan yang datang menyerang Hong Xi Jiang, dan suara yang agung bergema.
“Kaisar Manusia. Apakah kau ingin memulai perang dengan Alam Selestial?”
Mo Lian merasa familiar dengan suara yang datang dari ruang seperti mata. Dia menunduk, mengusap dagunya dan mencoba mengingat-ingat. Ketika dia ingat, dia tercengang dan mendongak. "Dao?"
Hong Xi Jiang terlihat kesal ketika diinterupsi oleh Dao. "Jika itu sebelumnya, mungkin aku akan takut denganmu. Tapi sekarang berbeda."
Hong Xi Jiang menengadahkan kepalanya. "Apa kau ingin ikut campur? Aku tidak keberatan untuk menghilangkan Dao Surgawi dan menggantikannya dengan Jalan lain."
Dao Surgawi terdiam untuk beberapa saat, kemudian menghilang, tapi meninggalkan kata-kata: “Aku tidak akan ikut campur dalam perang ini. Tapi, aku berpesan jangan hancurkan Alam Selestial.”
Hong Xi Jiang mendengus dingin, dia mengangkat tangan seperti memukul langit. Kekuatan penghancur berkumpul di tangannya, melesat seperti kilatan yang memborbardir suara dari atas.
Celah putih yang terbuka, bergetar hebat dan mengeluarkan raungan marah. Tapi Hong Xi Jiang tidak peduli, dia membuka tangannya yang terangkat, kemudian mengepalkannya lagi dan menariknya.
Celah itu terbuka lebih besar, kemudian ada sinar yang jatuh menyinari mereka semua di bawahnya.
Mo Lian tercengang ketika melihat pemandangan di depannya. Dia tidak tahu kalau membuka penghubung antara Alam Semesta dan Alam Selestial dengan cara seperti ini. Dulu, dia harus mengasingkan diri selama ratusan tahun dan mencoba berkomunikasi dengan Dao, tapi pada akhirnya, dia terbunuh.
"Pergi!" Hong Xi Jiang memimpin rombongan, memasuki celah yang menutup perlahan.
__ADS_1
Segera, semua orang naik memasuki celah cahaya.
Mo Lian mengikuti di barisan belakang dengan hati-hati. Dia masih teringat tentang kegagalannya yang naik ke Alam Selestial di kehidupan sebelumnya, dan itu membawa kekhawatiran tersendiri.
Cahaya yang menyilaukan membuatnya kesulitan untuk melihat. Kemudian sampai waktu yang tidak diketahui, pandangannya kembali pulih.
Mo Lian mengedipkan matanya berkali-kali, dan melihat pemandangan yang tidak pernah diharapkannya.
Dia menarik napas dalam-dalam. Pemandangan di sini sangat mengenaskan: lorong putih kusam, pilar-pilar tinggi yang patah maupun tumbang, mayat-mayat tergeletak di lantai putih dengan bercak darah, berbagai macam senjata tertancap di pilar, dinding maupun lantai dan mayat.
Aura yang menekan datang dari segala arah, dan Mo Lian dapat merasakan semangat bertarung yang masih tertinggal di sini.
Mo Lian menutup matanya, dia bisa membayangkan betapa kerasnya pertarungan di sini dan berapa banyak korban yang berjatuhan.
Wang Yue Fei menghela napas berat. "Rekan-rekan kami yang tidak selamat dan tidak bisa bereinkarnasi. Peliharaan kami yang dirawat sepenuh hati, terbunuh."
Mendengar itu, Mo Lian melihat sekeliling, dan memang banyak binatang yang ukurannya melebihi gunung bahkan ada yang sama dengan ukuran Bumi. Melihat ini, dia teringat akan Dunia Rahasia di Bintang Xiang.
"Yue Mu. Di tempat penyimpanan Catatan Kaisar Manusia, apakah ada hewan yang ditugaskan untuk menjaganya?"
Tepat ketika Wang Yue Fei ingin menjawab, tiba-tiba datang dentuman keras dari jauh di depan.
Wang Yue Fei langsung bergegas ke depan dengan kecepatan penuhnya. Berdiri di samping Hong Xi Jiang dan memukulkan telapak tangannya ke udara.
Telapak tangan berwarna oranye melesat ke depan. Kemudian menghantam tombak emas yang ukurannya sama besar, kedua serangan itu bertabrakan, menimbulkan getaran yang mengguncang, kerusakan yang menghancurkan dinding-dinding maupun pilar.
Ratusan rekan Kaisar Manusia mengambil tindakan. Mereka melepaskan serangan berbagai ukuran dan bentuk, bahkan Domain untuk menghancurkan serangan dari Jalan Surgawi 99.999 Langkah.
Mo Lian yang berdiri di belakang, tiba-tiba berbalik seraya mengibaskan tangannya secara horizontal.
Tebasan pedang berbentuk sabit berwarna merah darah melesat, membawa aura kematian dan penindasan yang pekat.
Bang!
Dentuman keras datang dari belakang, membawa gelombang kejut yang menimbulkan debu dan asap naik.
Kemudian asap itu terbelah, memperlihatkan tangan emas raksasa yang turun.
Mo Lian mengayunkan tangannya secara vertikal ke atas, membuat lantai sedikit bergetar, lalu pedang biru mencuat, menyerang tangan emas dan menembusnya.
Tangan emas itu sedikit bergetar, seperti berjuang untuk terus turun dan menyerang Mo Lian.
Mo Lian mengepalkan tangannya. Pedang itu membesar dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang, kemudian meledak dan menghancurkan tangan emas.
Setelah menghancurkannya, Mo Lian berbalik dan kembali mengambil langkah. Dia bergegas bersama istri-istrinya yang berada di sampingnya, tapi setelah beberapa ratus langkah, tiba-tiba gravitasi meningkat pesat dan membuatnya melambat.
Bahkan Mo Lian sedikit membungkuk karena tekanan yang didapatnya. Dia mendongak, dia melihat yang lain sudah melangkah sangat jauh, bahkan tidak ada kesulitan saat membalas serangan.
"Keluarkan."
__ADS_1
Mo Lian mendengar suara Hong Xi Jiang di benaknya. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengeluarkan Pohon Yin Surgawi.
Angin bertiup kencang, aura kematian yang pekat muncul dan menyebar di Jalan Surgawi 99.999 Langkah. Serangan yang datang dari segala arah, bergetar dan mulai muncul retakan di permukaannya.
Dengan kedatangan Pohon Yin Surgawi, tekanan yang ditanggung mulai turun dan membuat langkah mereka lebih ringan.
Chu Yeyu, Pan Shanyu dan yang lain berhenti melangkah. Berbalik dan tercengang ketika melihat Pohon Yin Surgawi.
Daun-daun hitam yang memancarkan aura ungu, berjatuhan tertiup angin. Ketika menyentuh Jalan Surgawi 99.999 Langkah, jalan putih kusam itu sedikit retak dan meninggalkan jejak hitam dengan aura yang tidak nyaman.
Mo Lian menarik perhatian, tapi dia tidak peduli. Dia terus berlari membawa istri-istrinya, mengejar Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei yang sudah tiba di ujung Jalan Surgawi 99.999 Langkah.
Sesaat setelah sampai, Mo Lian bisa melihat ada dua mayat raksasa yang tergeletak di kiri-kanan Gerbang Selestial. Mayat itu seperti Ras Malaikat, dan dari keadaannya, baru saja terbunuh.
Malaikat di kiri, tertancap di dinding dengan pedang yang menembus dadanya. Yang kiri, dadanya berlubang dengan tangan yang tercetak di sana.
Gerbang Selestial sendiri seperti gerbang pada umumnya. Berwarna emas dengan ukiran Naga dan Phoenix yang saling berhadapan. Kemudian ada pedang menyilang yang tertindih oleh Naga dan Phoenix.
Mo Lian mengayunkan tangannya. Pohon Yin Surgawi bergetar dan menjatuhkan dedaunan yang bergerak menuju Gerbang Selestial.
Gerbang Selestial memberikan penolakan, tapi Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei menyerangnya dengan sekuat tenaga, membuatnya bergetar hebat dan menimbulkan gelombang kejut.
Karena penolakan itu menghilang, daun-daun dari Pohon Yin Surgawi bisa bergerak dengan bebasnya dan menempel di Gerbang Selestial.
Mo Lian mengatupkan kedua tangannya sampai menimbulkan suara dentuman yang keras. Kemudian daun-daun itu meledak, melepaskan aura kematian yang menyebar membentuk sarang laba-laba di Gerbang Dimensi.
Gerbang Dimensi itu kembali bergetar, tapi bukan karena perlawanan, melainkan karena energi yang digunakan untuk bertahan mulai dimakan oleh daun-daun dan menjadi nutrisi bagi Pohon Yin Surgawi.
Sampai waktu yang tidak terlalu lama, seluruh Gerbang Dimensi telah berubah warna menjadi hitam dan memancarkan aura kematian.
Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei, melepaskan pukulan dengan telapak tangannya.
Booom!
Gerbang Selestial itu sedikit bergetar, kemudian terhempas ke dalam saat berubah menjadi beberapa potongan.
Hong Xi Jiang mengulurkan tangannya yang lain, mengirimkan serangan berbentuk kelereng kecil.
Tidak ada ledakan atau gelombang udara seperti yang diharapkan, tapi semua orang di sini tahu itu tidak sesederhana kelihatannya.
Hong Xi Jiang menunggu sebentar, kemudian memimpin semua orang untuk masuk.
Mo Lian menarik kembali Pohon Yin Surgawi atas perintah Hong Xi Jiang. Kemudian masuk ke Alam Selestial melewati Gerbang Selestial yang sudah dihancurkan.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1