
Mo Lian tidak tahu tentang Kesengsaraan Petir yang memanggil petir berwarna putih, tapi ia merasa kekuatan yang dihasilkan berkali-kali lipat dari Naga Petir Emas yang menyambarnya saat menembus Inti Emas. Bahkan, mungkin saja petir ini lebih kuat dari Petir Surgawi dan Petir Manusia.
Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!
Ada suara yang bergerak cepat ke arah Mo Lian dari belakang, bukan hanya satu atau dua, ada lebih dari sepuluh Heavenly Immortal yang mendatanginya, yang salah satunya sudah mencapai tahap Akhir.
Mo Lian tidak menoleh ke belakang meski ada kehadiran kuat di belakangnya. "Jangan ganggu aku, atau kalian akan mati sekarang juga."
Salah seorang pria yang berada di belakang Mo Lian, mengenakan pakaian hitam dengan rambut yang sama, matanya hitam berkulit putih, dan ada corak garis berwarna hitam di pipinya. Ia terlihat sangat marah dengan ucapan Mo Lian yang terdengar menghina.
"Brengs**!" Pria itu mengangkat tangannya mengarahkannya pada punggung Mo Lian.
Serangan energi hitam seperti laser pergi ke arah Mo Lian, bersamaan dengan berbagai macam Kesengsaraan Petir yang mulai jatuh menghampiri.
Mo Lian tidak terlalu peduli dengan serangan Heavenly Immortal, karena tidak terlalu berdampak padanya. Yang ia khawatirkan adalah Kesengsaraan Petir yang tidak pernah ia terima selama ini, auranya sangat kuat, tapi tidak ada niat membunuh seperti Kesengsaraan Petir lainnya.
Mo Lian mengibaskan tangannya ke belakang seraya mengangkat tangan kirinya.
Booom!
Ledakan keras yang memekakkan telinga terjadi ketika Mo Lian menahan sambaran petir biasa yang mengarah padanya, seraya menghancurkan serangan yang ada di belakangnya. Angin kencang membentuk chakram tajam dengan kekuatan yang mampu membelah Jiwa Emas mulai menyebar, meratakan daratan.
"Menyebar!"
Mo Lian masih tetap diam, fokus pada Kesengsaraan Petir ketimbang 13 Heavenly Immortal yang mengepungnya.
Petir Biasa sudah selesai, hanya tersisa Petir Pedang, Naga, Surgawi dan Manusia. Serta, Petir Putih?
"Dia menarik Kesengsaraan Petir, kita tidak perlu membuang tenaga untuk melawannya. Biarkan dia mati terbunuh oleh Kesengsaraan Petir, atau kita serang dia dari jauh!"
Pemuda berambut hitam panjang, pakaian berwarna merah dengan mantel hitam yang menggantung di bahu. Ia mengenakan anting di telinga kiri membentuk sebuah kertas, dan kekuatannya sendiri tahap Akhir dari Heavenly Immortal, dan merupakan Raja dari Iblis Hitam.
Petir Putih masih diam di bawah formasi array tanpa bergerak sama sekali, seperti sedang menunggu gilirannya untuk datang.
Whooooosh!
Pedang berwarna ungu mulai bergetar dan langsung melesat membelah udara, terbang ke arah dengan kecepatan penuhnya.
"Serang!"
"Darah Kematian!"
__ADS_1
"Pedang Kehancuran!"
"Angin Pembunuh!"
Berbagai macam serangan mulai bergerak bersama dengan Petir Pedang ke arah Mo Lian. Tapi Mo Lian tetap diam mengangkat tangan kirinya mencoba menggapai Petir Pedang.
Crack! Craang!
Petir Pedang mulai retak saat hampir mengenai Mo Lian, yang kemudian pecah seperti kaca yang jatuh dari tempat yang tinggi. Hingga ada ledakan keras yang lebih kuat dari serangan 13 Heavenly Immortal, serangan-serangan itu terhempas jauh karena tidak kuat menahan ledakan.
Petir Pedang yang hancur menjadi molekul cahaya itu mulai memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulitnya, yang membuat tubuhnya semakin kuat dan kulitnya juga terlihat semakin halus.
Petir Naga Emas mulai bergetar dan melesat jatuh menghampiri Mo Lian, menelannya di tengah-tengah naga petir dengan kekuatan yang mengerikan. Petir itu terus jatuh menghantam daratan, menciptakan ledakan yang sangat besar dan kuat, sampai menciptakan kawah dalam dengan lahar panas yang mulai naik.
"Petir ini, dia pasti mati, orang bodoh mana yang menerima Kesengsaraan Petir seperti ini ..."
"Benar, tapi, aku masih sangat membencinya dan tidak terima jika dia mati, aku harus membalaskan dendam semua Iblis yang telah dibunuhnya ..."
Bang!
Dentuman keras memecahkan Naga Petir yang menelan Mo Lian, meledakkannya menjadi kepingan cahaya emas yang mulai memasuki tubuhnya dan menguatkan tubuhnya lebih keras lagi.
Iblis Hitam masih berada sangat jauh, tidak berani mendekati karena takut terkena dampaknya. Walaupun, terkadang mereka mulai mendekat untuk meningkatkan kekuatan petir, agar Mo Lian dapat terbunuh. Tapi, ada kalanya mereka yang tersambar karena dianggap melindungi Mo Lian dari Kesengsaraan Petir.
Mo Lian yang masih berdiri di tengah-tengah tanpa menerima luka sana sekali, melihat ke sekitar melihat Iblis Hitam. "Tiga dari kalian sudah mati? Bukankah kalian terlalu lemah? Kalian bisa memanfaatkan keadaanku yang sekarang untuk menyerang. Bagaimanapun, menerima Kesengsaraan Petir adalah hal krusial, saat ini aku berada di fase terlemah."
"Bahkan, aku belum membuat gerakan—"
Blarr!
Tiba-tiba Petir Putih langsung menyambar Mo Lian tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu seperti petir yang lain, sambarannya membuat ledakan lebih besar dari sebelum-sebelumnya, menghancurkan daratan dalam radius 50.000 mil.
Dari sambaran ini juga berhasil membunuh 3 Heavenly Immortal tahap Awal lain yang masuk dalam jangkauannya Petir Putih, dan meninggalkan 7 Heavenly Immortal yang terluka.
Mata Mo Lian terbuka lebar ketika merasakan sakit di sekujur tubuhnya, rasa sakit yang teramat sampai ia tidak bisa menahannya. Ini sangat aneh sekali, bahkan ia mulai bisa melihat ada darah yang mengalir dari pori-pori tubuhnya.
Zrash!
Setengah tubuh Mo Lian meledak karena tekanan dari petir yang terlalu kuat baginya, bahkan Tubuh Abadi yang selalu terisi dengan energi spiritual dan kebal dengan serangan apa pun, kini hancur karena sebuah sambaran petir.
Mo Lian yang kepalanya tertunduk dengan paksa, mulai berusaha untuk mendongak melihat Petir Putih yang terus menyambarnya seperti laser. Wajahnya mulai hancur saat berhasil menengadahkan kepalanya, rasa sakitnya juga semakin terasa saat matanya mulai pecah.
__ADS_1
Iblis Hitam yang melihat keadaan Mo Lian, tidak menyia-nyiakan kesempatan dan memutuskan untuk menyerang.
Hanya ada satu serangan yang dilemparkan Iblis Hitam ke arah Mo Lian yang tertelan Petir Putih. Namun, tiba-tiba Petir Putih mulai bergerak, ada satu petir yang keluar dari pilar petir yang menelan Mo Lian. Petir itu bergerak sangat cepat seperti anak panah mengarah pada serangan.
Booom!
Dua serangan berbeda saling berbenturan dan menyebabkan terjadinya ledakan yang sangat mengerikan, api yang membakar juga terlihat di langit dan terus membesar tanpa henti.
Hingga petir yang menghancurkan serangan itu terus bergerak, pergi ke salah satu Iblis Hitam dan meledakkannya saat itu juga.
"Be ... rapa ... lama lagi?" Mo Lian sudah meregenerasi tubuhnya berkali-kali dan tetap saja akan hancur terkena Petir Putih membentuk pilar yang menelannya.
Walaupun Mo Lian merasakan sakit yang menyiksanya, tapi ia mendapatkan keuntungan dari hal ini. Ia merasa tubuhnya semakin kuat setiap waktunya, ia juga merasa ini adalah keuntungan tersendiri, meski sudah memiliki Tubuh Abadi dan Tubuh Emas.
Mo Lian melepaskan Energi Sejatinya yang ia tahan selama ini, membuat tubuhnya terasa sangat segar dan rasa sakitnya mulai menghilang secara perlahan.
"Pohon Dunia!" Mo Lian mengangkat kedua tangannya di depan dada. "Keluar!" Ia menepuk kedua tangannya.
Bang!
Dentuman keras berasal dari Mo Lian saat ia melepaskan auranya, ada Pohon Dunia yang keluar dari punggungnya dan terus membesar. Pohon Dunia mulai menyerap semua Petir Putih, yang membuatnya terus membesar maupun memperbanyak cabang pohon.
Booom!
Petir Putih meledak membentuk cincin putih yang menyebar luas dalam radius 85.000 mil dari pusat ledakan, yang kemudian petir itu mulai terserap memasuki tubuh Mo Lian.
Tubuhnya memancarkan sinar putih yang menyilaukan mata semua orang yang berada di sekitar, langit merah juga berubah warna sesuai dengan sinar yang terpancar. Membutuhkan setidaknya belasan menit untuk sinar itu meredup dan menghilang, memperlihatkan Mo Lian yang berdiri dengan kokoh.
Terlihat Mo Lian yang berdiri di langit dengan pakaian atasnya yang sudah terbakar habis, tubuhnya terlihat bersih tanpa luka dan nampak lembut seperti sutra. Rambutnya putih panjang dibiarkan tergerai tertiup angin, serta ada sebuah cincin biru di belakang punggungnya yang memancarkan nyala api.
Mo Lian melihat tangan kanannya yang ia kepalkan. "Kekuatanku, meningkat. Bahkan, aku mendapatkan Cincin Dewa, yang mana harusnya hanya bisa didapatkan dengan menembus Ranah God."
"Sekarang, haruskah kita lanjutkan? Kalian sudah menyerangku berkali-kali, kali ini giliranku."
Sudah tidak ada lagi Iblis Hitam di dekatnya, ia tahu mereka semua sudah pergi jauh meninggalkan Kerajaan Iblis Hitam.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1