
Kelompok lima orang itu sudah tiba di Sekte Zhongjian, dan berada di depan ruangan di mana Qin Nian maupun Yun Ning sedang tertidur untuk waktu dua tahun, dan tidak sadarkan diri sampai sekarang ini.
Mo Lian mendorong pintu kembar perlahan, dan saat itu juga menghancurkan formasi array yang sudah diatur.
Formasi array itu berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup orang di dalamnya, yang mana dengan cara menarik aura spiritual dan memasukkan paksa ke dalam Dantiannya.
Mo Lian bisa melihat dua wanita tua berambut putih yang terbaring di tempat tidur berbeda, kulit mereka penuh kerutan, seperti orang yang sudah berusia delapan puluhan tahun di Bumi, atau manusia biasa.
"Masa hidup mereka terus berkurang dengan cepat, mungkin masa hidup mereka akan habis besok." Mo Lian melangkah menghampiri Qin Nian dan Yun Ning, ia berdiri di antara dua tempat tidur.
"Ba- Bagaimana mungkin?" Hong Xi Ning terlihat sangat terkejut, karena ia sudah pernah melihat hal ini terjadi pada manusia biasa, namun dampaknya tidak terlalu buruk seperti Qin Nian dan Yun Ning.
"Mimpi mereka, terlalu tinggi dan mereka sangat nyaman tinggal di sana, hidup mereka di sana terbilang bahagia dan akan melakukan apa pun asalkan terus berjalan. Singkatnya, mereka tidak ingin itu berakhir."
Mo Lian menutup matanya dan mengalirkan energinya memasuki dahi Qin Nian maupun Yun Ning. Ia bisa melihat ratusan dinding hitam yang menghalanginya untuk masuk ke dalam ruang jiwa Qin Nian dan Yun Ning.
Namun, hanya dengan aliran energi yang lebih kuat, dinding itu hancur. Saat itu, ia bisa melihat Qin Nian dan Yun Ning yang duduk meringkuk, dengan mata terpejam di ruangan putih kosong.
Tubuh mereka yang meringkuk itu terlilit oleh rantai-rantai hitam yang memperkuat mereka untuk tetap tidak sadarkan diri.
Mereka mengurung kesadaran mereka sendiri agar mimpi ini tidak berakhir, sepertinya, mereka tahu ini mimpi, tapi memilih untuk menjalaninya.
Mimpi Qin Nian dan Yun Ning tidak terlalu berbeda jauh, masing-masing dari mereka memimpikan tentang hidup bahagia bersama Mo Lian dengan memiliki dua anak di Bumi.
Mo Lian membuka matanya dan menghela napas panjang, ia merasa sangat tidak nyaman untuk menjelaskan hal ini pada orang-orang di ruangan yang sama dengannya saat ini.
"Bagaimana?" Hong Xi Ning datang menghampiri Mo Lian dengan wajah khawatir.
Mo Lian memalingkan wajahnya menghindari tatapan Hong Xi Ning seraya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Ia sedang mencari kata-kata yang dirasa cocok untuk diucapkan.
"Mereka, memimpikan hari di mana kami bertemu. Kemudian, terkadang mereka sadar bahwa mereka adalah Kultivator, namun memaksa diri untuk melupakannya, akhirnya, mereka tidak tahu apa pun tentang kultivasi ..."
"Bahkan, saat mereka sadar bahwa ini adalah mimpi, mereka sangat bersyukur dan berharap agar mimpi itu tidak berakhir. Hingga sampai pada saat ini, mereka sudah berusia enam puluh tahun, memiliki anak dan cucu."
Hanya itu yang bisa dijelaskan Mo Lian, ia tidak bisa menjelaskan semuanya secara rinci, karena dirasa sangat tidak baik.
Keempat orang lainnya merasa terkejut, terutama Wang Yue Fei yang memang sudah mengetahui Qin Nian dan Yun Ning yang menyukai Mo Lian.
Hong Xi Ning memeluk Mo Lian dan menangis karena merasa bersalah, ini semua karena pertemuan mereka bertiga, yang mana Qin Nian dan Yun Ning berencana membatalkan niat tentang menjadi 'Selir' Mo Lian.
__ADS_1
"Jangan menyalahkan dirimu." Mo Lian menepuk-nepuk punggung Hong Xi Ning.
Hong Xi Ning melepaskan diri dari pelukan No Lian setelah cukup tenang. "Sayang, tolong—"
Mo Lian menahan Hong Xi Ning untuk tidak berbicara lagi dengan menyentuhkan jari telunjuknya di bibir Hong Xi Ning. Ia tahu apa yang akan dikatakan istrinya, yaitu tentang menikahi Qin Nian dan Yun Ning, ia merasa itu tidak bisa dipaksakan.
Terlebih, Mo Lian merasa Hong Xi Ning memintanya bukan dari hati, melainkan karena rasa bersalah. Jika begitu, bukannya membaik, keadaan Hong Xi Ning akan lebih buruk.
Mo Lian berbalik melihat wajah Qin Nian dan Yun Ning secara bergantian. Lalu ia mengangkat kedua tangannya di depan dada. "Teknik Dewa ..." Molekul cahaya putih dan biru mulai berkumpul di antara kedua tangannya.
Kemudian, Mo Lian menyentuhkan kedua tangannya perlahan, menciptakan fenomena yang menakjubkan. Angin berembus ringan seperti sedang berada di taman, aroma harum juga menyebar memenuhi ruangan dengan aura spiritual yang murni.
"Penciptaan, Kelahiran, Kehidupan, Pemurnian, Berkah ..."
Aroma yang dilepaskan Mo Lian semakin kuat, bahkan Cincin Dewa mulai bermunculan satu per satu hingga 9 Cincin Dewa.
"Kebaikan, Pelindung, Keindahan, Cinta ..."
Mo Lian membuka kedua tangannya perlahan, dan menyebarkan Energi Sejati dan Dewa dari 9 Cincin Dewa ke arah Qin maupun Yun Ning.
Perlahan, tubuh mereka berdua mengalami perubahan pada penampilannya. Kulit putih pucat yang keriput mulai cerah dan kembali mengencang, rambut putihnya kembali berubah hitam dan berkilau.
Kekuatan yang diperlihatkan oleh Mo Lian ini sangat mengejutkan dan merasa kecil di hadapannya, seperti melihat Dewa sungguhan yang harus mereka sembah.
Bang!
Cahaya putih melonjak belasan ribu mil ke langit, menembus udara seperti pisau tajam.
Booom!
Cahaya itu meledak setelah sampai pada ketinggian tertentu, yang kemudian berubah menjadi miliaran jarum putih yang menyebar ke seluruh penjuru Bintang Utama.
Mo Lian menurunkan kedua tangannya dan menghela napas panjang, bersamaan dengan 9 Cincin Dewa yang menghilang. "Sudah selesai, mereka akan bangun sebentar lagi."
*10 Menit Kemudian
Kelopak mata Qin Nian dan Yun Ning mulai bergerak, lalu mereka membuka matanya perlahan. Ada air mata yang mengalir di sudut mata mereka, seperti merasakan sedih dan bahagia secara bersamaan.
Sedih karena mimpi yang berakhir, bahagia karena bisa merasakan menjadi seorang istri Mo Lian meski hanya dalam mimpi.
__ADS_1
Qin Nian langsung tertuju pada Mo Lian yang berdiri di kiri depannya. "Apakah aku masih bermimpi? Tunggu! Mimpi? Ugh!" Ia memegangi kepalanya.
Begitu pun dengan Yun Ning, merasakan sakit di kepalanya.
Itu adalah hal yang wajar, mengingat seberapa lama mereka hidup di dunia mimpi dan melupakan semua tentang kultivasi. Kemudian tiba-tiba terbangun dari mimpi, yang membuat ingatan di dunia mimpi sedikit kacau.
Hong Xi Ning berlari ke arah Qin Nian dan memeluknya, kemudian berganti ke Yun Ning.
Mo Lian hanya diam tak bersuara dan melangkah mundur, ia merasa bukan tempatnya berada di sini, karena ini adalah pembahasan tentang wanita. Terlebih lagi, ia merasa canggung karena sudah melihat mimpi Qin Nian dan Yun Ning.
Karena Bintang Utama sudah kembali, pastinya Hundun sudah menyadari ini dan sebentar lagi akan datang. Pada saat itu, pertempuran besar tidak bisa dihindari, dan aku tidak bisa bermain-main seperti melawan Tao Wu.
Aku harus membunuhnya lebih cepat, sebelum Hundun melepaskan serangan mematikannya.
Mo Lian menunggu di luar ruangan, dan duduk seraya menikmati secangkir teh hangat yang hambar untuk menenangkan diri.
"Walaupun aku ingin membunuhnya langsung saat datang nanti, tapi Esensi Darah dan Inti Spiritual Hundun sangat berharga. Sebisa mungkin, aku akan mengambilnya."
***
???Unknown???
Ada binatang berwarna merah dengan enam kaki dan ukurannya sebesar Bulan. Tubuhnya tiba-tiba bergetar saat tidak ada lagi aura hitam yang terserap masuk ke dalam tubuhnya.
Walaupun binatang itu tidak memiliki mulut untuk makan dan berbicara, ia bisa mengeluarkan suara yang terdengar mengerikan.
"Apa ini? Bagaimana hubunganku terputus dengan Bintang Utama? Aku hampir menembus God tahap Menengah."
"Siapa!?" Hundun mengepakkan sayapnya yang besar, menimbulkan suara keras yang menyakitkan dan mengerikan. "Aku akan datang dan menghancurkan Bintang Utama!"
Hundun melangkah perlahan, keluar dari gelapnya ruang tanpa cahaya. Ia terus melangkah dan tiba-tiba menghilang seperti memasuki pusaran cahaya.
Ketika Hundun menghilang, keadaan sekitarnya berubah total. Banyak kilauan cahaya yang merupakan galaksi-galaksi yang terpisah jarak ratusan miliar mil.
Arah tubuhnya tertuju pada yang terbesar, Galaxy Pusat. Hanya dengan kepakkan sayapnya, Hundun bergerak sangat cepat sampai tidak bisa dilihat ke mana ia pergi.
Jarak triliunan mil, bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit saja.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...