
Mo Lian berdiri perlahan dengan Talisman yang bergerak mengikutinya. Ia menatap semua orang yang berada di sini dengan tatapan dingin yang mengerikan, yang mampu membuat siapa saja bergetar hanya dari melihat matanya. "Idiot!"
Mo Lian melayang perlahan meninggalkan lantai dan terus naik menghampiri awan hitam yang di bawahnya mulai berkumpul kilatan petir biru.
"Petir, datanglah!"
Kilatan petir mulai berkumpul di satu titik dan membentuk naga yang sangat besar. Hanya dari kemunculan naga petir, semua orang yang berada di bawahnya tertekan dan tidak ada yang bisa menggerakkan tubuh, bahkan satu jari pun tidak mampu.
Keringat dingin mengucur deras di tubuh semua orang saat melihat naga petir yang mulai terbang di bawah awan hitam, memperlihatkan keagungan dan kengeriannya secara bersamaan.
Mo Lian tetap tenang dan menunggu petir menyambar. Ia akan lebih senang jika petirnya lebih besar lagi dan membantunya untuk menempa Tubuh Emas agar darahnya juga mengandung pola. Tapi ia tahu itu tidak mungkin, karena tempat ini adalah daerah perkotaan, yang mana petir bisa menjadi liar apabila ia memprovokasinya.
Mo Lian menatap tajam petir berbentuk naga yang bergerak ke sana kemari, membuat naga petir itu bergetar hebat dan turun perlahan menghampiri Talisman Kesengsaraan Petir.
Naga petir hancur menjadi kepingan cahaya dan semakin kecil seperti molekul yang terhisap masuk ke dalam Talisman, membuat Talisman Kesengsaraan Petir memancarkan cahaya putih keemasan yang lebih terang dari sebelumnya, dan ada aura kuat yang sangat menekan.
Mo Lian menunjuk awan hitam dan melepaskan gumpalan energi spiritual di ujung jari telunjuknya. Gumpalan energi spiritual itu melesat, membuat awan hitam mulai memudar dan menghilang, memperlihatkan langit biru yang cerah.
Tidak ada yang menyangka jika Mo Lian mampu untuk menghilangkan Kesengsaraan Talisman, terlebih lagi mengendalikan naga petir yang dirasa mampu menghilangkan Kediaman Tang.
Mo Lian menundukkan kepalnya melihat belasan pemuda yang sebelumnya menghinanya. "Jadi, siapa yang bodoh? Genius? Omong kosong."
Ming Haotian yang merupakan Genius Kota dan menghina Mo Lian tadi mulai bangkit. Ia sangat kesal, ia ingin sekali membunuh Mo Lian, itu terlihat jelas dari matanya yang memancarkan permusuhan.
Mo Lian turun perlahan dari langit dan mendarat dengan kaki kanan menyentuh lantai terlebih dahulu. Turunnya Mo Lian menciptakan suasana lembut dan mengagumkan, seperti Dewa yang turun dari Surga.
"Aku sudah membuatnya, dan tentunya aku mendapatkan hak untuk mengambil harta di Ruang Harta, bukan?" Mo Lian melambai-lambaikan tangannya dengan Talisman yang berada di antara jari telunjuk dan tengah.
Tang Xuanlao yang berlutut itu mulai berdiri seraya menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor akan debu. Ia sedikit menunduk melihat Mo Lian. "Tentu saja, dan kau berhasil membuatku terkesan. Aku menjodohkanmu dengan—"
"Tidak perlu!" Mo Lian benar-benar tidak ingin adanya perjodohan. Bahkan Ibunya saja membiarkannya untuk memilih seorang pendamping sendiri, dan sekarang ada yang berani menjodohkannya?
"Aku datang hanya ingin mengambil salah satu harta di Ruang Harta dan memasuki Dimensi Ruang, tidak ada yang lain." Mo Lian tidak peduli apakah perkataannya ini membuat Keluarga Tang terhina, tapi ia tidak akan pergi sebelum kemauannya tercapai.
__ADS_1
"Brengs**! Beraninya kau menghina Yang Mulia Kaisar!" Ming Haotian berteriak dan berlari menuju Mo Lian dengan pedang di tangan kanannya.
Mo Lian hanya diam tidak menanggapi perkataan Ming Haotian dan tetap terfokus pada Tang Xuanlao.
Klang!
Bunyi keras terdengar di belakang Mo Lian saat pedang Ming Haotian mengenai punggungnya, membuat pedang itu patah menjadi beberapa bagian kecil.
Mo Lian melepaskan auranya, membuat Ming Haotian terlempar jauh dan menghantam dinding pembatas antara halaman pusat dengan halaman depan. Dantian Ming Haotian juga rusak saat terkena aura kultivasinya yang ia lepaskan.
"Jadi, apakah kau tidak membiarkanku masuk dan membuatku menunggu seperti ini?"
Tang Xuanlao mengerutkan keningnya menatap Mo Lian. "Apakah kau membuat Dantian Ming Haotian rusak? Apa kau tahu, Patriak Ming telah menembus Jiwa Emas tahap Akhir—"
"Lalu kenapa?" Mo Lian menatap tajam Tang Xuanlao. Langit bergemuruh dan aura kuat menekan seluruh Kota Tanzhuan, seperti ada mata yang melihat semua kota dalam sekali pandang. "Jika dia mencari masalah, bukankah hanya perlu membunuhnya?"
"Menghina Dewa Semesta sama saja dengan penghilangan satu keluarga. Aku hanya menghancurkan Dantiannya, itu adalah hukuman paling ringan!"
Petir menyambar secara tiba-tiba dan hujan deras mulai jatuh menghujani seluruh kota. Volume air yang jatuh juga sangat besar dan membuat kota tergenang dengan cepat, karena sistem perairan yang tidak mampu menahan debit air.
Mo Lian mengangkat tangan kanannya perlahan sejajar dengan dada, dan bagian telapak tangannya mengarah ke depan.
Getaran terjadi pada Istana Tang yang berada di pusat Kediaman Tang. Kemudian terjadi ledakan yang berasal dari benturan antara dua benda, hingga tak lama kemudian, di tangan No Lian sudah ada kotak kayu cokelat kusam yang tidak terawat.
Mo Lian membukanya dan terlihat beberapa lembar Daun Embun Dingin beserta bibitnya. Daun Embun Dingin merupakan salah satu racun mematikan yang mampu menghentikan aliran darah seseorang, serta membekukan organ dalam secara perlahan-lahan sampai seluruh tubuh membeku.
Tapi di tangan Mo Lian, Daun Embun Dingin merupakan harta berharga yang mampu meningkatkan Element Es.
Mo Lian menyimpannya di dalam Cincin Ruang, kemudian kembali melayang beberapa ratus meter. Ia mengibaskan tangannya kecil di udara kosong di depannya, membuat celah ruang terbuka dan memperlihatkan hutan hijau yang penuh akan aura spiritual.
Tang Xuanlao yang melihat itu tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya untuk tetap tenang. Ia benar-benar tidak percaya akan ada yang bisa membuka Dimensi Ruang Keluarga Tang dengan paksa, tanpa membuatnya meledak.
"Ap- Apakah Anda, De- Dewa Abadi? Ya- Yang menghancurkan ... Sekte Qi- Qingzhaou?" Tang Xuanlao berlutut dengan kedua lutut menyentuh lantai. Tubuhnya sangat lemah seperti otot-ototnya tidak mampu untuk menahan berat tubuhnya.
__ADS_1
Mo Lian menunduk dan menaikkan sebelah alisnya saat menatap Tang Xuanlao. "Maksudmu Sekte Iblis?"
Mo Lian mengalihkan perhatiannya pada orang-orang yang diam-diam mendekati Tang Xuanlao. "Ngomong-ngomong di sini ada Kultivator Iblis yang berasal dari Kekaisaran Yang." Ia mengangkat jari telunjuknya ke atas.
Hanya dari gerakan sederhana dari jarinya, belasan orang mulai melayang, yang sebagian besar di antaranya adalah wanita paruh baya yang memiliki penampilan muda.
"Aku tidak memiliki masalah dengan Kekaisaran Yang, namun karena kalian menapaki Jalan Kultivator Iblis. Aku akan membunuh kalian."
Mo Lian menjentikkan jarinya, membuat belasan Kultivator Iblis meledak begitu saja tanpa meninggalkan jejak apa pun kecuali kabut darah yang berbau amis.
Semua orang terperangah saat melihatnya. Kekuatan terendah tadi adalah Alam dan Manusia, serta Jiwa Emas tahap Menengah sebagai yang tertinggi. Namun meski kekuatan seperti itu dibilang sebagai fondasi dari suatu kekaisaran, tapi bisa terbunuh dengan mudahnya hanya dari jentikkan jari.
Lalu, seberapa kuat Dia? Itulah pertanyaan yang terbesit di pikiran semua orang saat ini. Kemudian saat teringat Tang Xuanlao yang memanggil 'Dewa Abadi', semua orang tidak bisa mempertahankan dirinya masing-masing dan mulai bersujud.
Mo Lian menundukkan kepalanya lagi, melihat semua orang yang bersujud. Namun ia juga merasakan aura permusuhan yang berasal dari kediaman besar yang tidak jauh dari Kediaman Tang, yang sepertinya itu adalah Kediaman Ming.
"Aku datang bukan untuk merampok." Mo Lian melemparkan Talisman Kesengsaraan Petir pada Tang Xuanlao. "Aku sudah memiliki seorang istri, Dia adalah orang yang kalian sebut sebagai Dewa Abadi."
Tubuh Tang Xuanlao bergetar ketakutan saat mendengarnya. Mencoba menjodohkan putrinya dengan Kultivator kuat, yang sudah memiliki istri, terlebih lagi Dewa Abadi. Ia harusnya bersyukur karena masih dibiarkan hidup, bahkan membunuhnya dan putrinya merupakan hukuman yang ringan.
Bagi semua Kultivator saat ini, Dewa Abadi adalah Dewa Penguasa yang mengatur Alam Semesta.
Namun, bagi Mo Lian yang mengetahui rahasia Alam Semesta. Dewa Abadi yang merupakan Heavenly Immortal adalah awal dari Kultivator Asli, Kultivator yang melawan Hukum Dao untuk naik ke Alam Selestial.
Mo Lian melirik Tang Xuanlao sekilas, kemudian mendongak melihat celah Dimensi Ruang di depannya. Tanpa berlama-lama lagi, ia memasuki Dimensi Ruang. Ia berniat untuk menciptakan Dunia Kecil agar bisa menganggur makhluk hidup bersamanya, yang seharusnya hanya bisa diciptakan oleh mereka yang sudah menembus Heavenly Immortal.
Ketika Mo Lian sudah memasuki Dimensi Ruang, celah itu mulai menutup perlahan. Namun saat benar-benar hampir tertutup, ada bayangan hitam yang masuk secara paksa dan berhasil.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1