
Cahaya merah gelap terlihat keluar dari kediaman besar, dan saat cahaya itu meredup kemudian menghilang, terlihat jelas seorang pria paruh baya berambut hitam panjang, mengenakan pakaian tradisional China. Pria itu berdiri tegak, meletakkan kedua tangannya di belakang pinggang.
"Bagaimana kau mengenal Yang Mingzhin? Apakah kau yang membunuhnya? Meski sepertinya sangat tidak mungkin." Di tangan pria paruh baya itu terdapat token yang hancur menjadi beberapa bagian, menandakan bahwa pemilik token yang tak lain Yang Mingzhin telah mati.
"Aku memang membunuhnya, dia datang kepadaku karena Tombak Emas yang ku dapatkan dari Tebing Shiuhai." Mo Lian mencoba memancing emosi pria paruh baya di depannya.
Provokasi Mo Lian berhasil dan itu membuat pria paruh baya yang setingkat dengan Yang Mingzhin bertambah marah. Aura merah gelap yang keluar darinya kian menebal, dengan niat membunuh yang kuat, menekan pasukan militer di bawah.
Di dalam bangunan sendiri sudah tidak ada siapapun, atau bisa dikatakan hanya dua orang saja saat kedatangan Mo Lian tadi, Mo Siantang dan pria paruh baya di depannya.
"Jika kau tidak mengatakan tentang Yang Mingzhin dan Tombak Emas, mungkin aku akan berpura-pura tidak tahu dan mengampunimu! Tapi, kau membunuh salah satu dari kami!"
Bang!
Dentuman keras terdengar dari pria paruh baya itu saat melepaskan kekuatan kultivasi Alam dan Manusia tahap Menengah, menekan pasukan militer di bawah hingga tak sadarkan diri, bahkan tidak sedikit pula yang mati karena remuknya tulang-tulang mereka.
Mo Lian hanya diam dan menatap datar pria paruh baya itu tanpa memperlihatkan perubahan ekspresi. Kemudian menengadahkan kepalanya melihat Mo Qian yang bertarung melawan Mo Huangbei. "Sepertinya Ayah terlalu menahan diri untuk memberikan rasa sakit pada Mo Siantang."
"Beraninya kau mengabaikan ku! Zhian Ming!"
Mo Lian menoleh ke arah Zhian Ming dan terlihat cahaya merah gelap yang menerjang ke arahnya, cahaya itu membentuk laser dengan ukuran sebesar bus. "Aku tidak menyangka kau memiliki kemampuan dalam pengendalian energi spiritual."
Mo Lian mengibaskan tangan kanannya, menangkis serangan Zhian Ming dan melesat mengarah pada bangunan, yang kemudian meledakkannya dengan api yang membumbung tinggi.
Gelombang angin juga tercipta dari ledakan itu yang meratakan apapun dalam radius 300 meter. Dalam serangan barusan, Mo Lian sengaja menurunkan kekuatan Zhian Ming agar dampaknya tidak terlalu besar, namun tetap saja membunuh semua penjaga di bawah sana.
Zhian Ming sedikit kaget dengan kemampuan Mo Lian yang mampu menangkis salah satu serangan terkuatnya. Tidak lama kemudian, ia tersenyum dingin. "Aku tidak menyangka kau mampu— Keuk!"
"Terlalu banyak bicara!" Mo Lian yang sudah tiba di depan Zhian Ming langsung melepaskan pukulannya pada perut lawannya.
Zhian Ming membelalakkan matanya lebar, mengungkapkan keterkejutan dengan Mo Lian yang secara tiba-tiba sudah berada di depannya, kemudian ia melesat puluhan meter ke belakang.
__ADS_1
Zhian Ming memegangi perutnya dengan tangan kiri, kemudian ia mengalirkan energi spiritual pada Cincin Ruang dan mengeluarkan pedang berwarna merah.
Mo Lian menaikkan sudut bibirnya saat melihat Zhian Ming mengeluarkan pedang. Ini seperti menantangnya, yang senjata paling dikuasainya adalah pedang. Ia menekuk tangan kanannya, kemudian mengibaskannya kembali dan terlihat pedang biru yang terbuat dari energi spiritual di tangan kanannya.
Zhian Ming menaikkan sebelah alisnya, kemudian mendengus dingin dengan tatapan merendahkan. "Menggunakan pedang di depanku? Sang Dewa Pedang!" Ia menghilang dari tempatnya berdiri, dan muncul tepat di depan Mo Lian.
Zhian Ming mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah, setelah mengambil ancang-ancang dengan sedikit memainkan pedangnya, dari bawah ke atas, kemudian menekannya.
Mo Lian tetap diam saat melihat pedang yang mengarah ke kepalanya, hingga beberapa inchi sebelum mengenainya, ia mengangkat tangan kanannya dan menangkis pedang Zhian Ming menggunakan Pedang Spiritual.
Dentuman lain kembali terdengar saat serangan Zhian Ming dan pertahanan Mo Lian saling berbenturan, menciptakan gelombang suara yang memekakkan telinga serta angin bertiup kencang.
Setelah menangkis serangan Zhian Ming, Mo Lian mengangkat kaki kanannya dan menendang bahu lawannya agar dapat menghilangkan keseimbangan.
"Ugh!" Zhian Ming meringis menahan rasa sakit yang berasal dari bahu kirinya.
Tendangan Mo Lian memang tidak terlalu kuat dan ia sengaja melakukannya, namun ia mengangkat kaki lain, menyerang lebih kuat maupun cepat dari sebelumnya.
Boom!
Mo Lian yang sudah melemparkan Zhian Ming tidak kembali menyerang, dan memilih terbang lebih tinggi meningkatkan jarak tempat pertarungan dari permukiman. Meski ia datang ke sini memang dengan niat menghancurkan, tapi tidak menghancurkan seluruh Real Estate Cho.
Zhian Ming berdiri perlahan dari reruntuhan yang menguburnya. Ia menggertakkan giginya sembari mengeratkan genggaman pada pedang. "Sialan! Aku akan membunuhnya hari ini untuk membalaskan dendam Yang Mingzhin!"
Mo Lian yang berada di ketinggian langit menunduk melihat Zhian Ming yang terbang dengan cukup cepat. Ia menekan kakinya di udara, dan terbang ke arah yang berlawanan.
Ketika keduanya hanya berjarak beberapa meter lagi, Zhian Ming mengayunkan pedangnya secara menyamping dan di arahkan pada kepala Mo Lian. Tentu saja Mo Lian tidak bisa tinggal diam, ia mengangkat pedangnya dan menahan serangan itu.
Dengan tangan kiri, Mo Lian mengulurkan tangannya dan menangkap kepala Zhian Ming, ia menekan tangannya, menguatkan cengkeramannya.
"Aarrgh!" Zhian Ming berteriak keras menjelaskan rasa sakit saat kepalanya dicengkeram oleh Mo Lian.
__ADS_1
Mo Lian menarik tangan kirinya dan melemparkan Zhian Ming menjauh darinya. Tapi bukan berarti ia melepaskannya begitu saja, ia bergerak sangat cepat mengejar Zhian Ming yang masih terlempar jauh.
Mo Lian yang sudah tiba di depan Zhian Ming itu menebas bahu kanan Zhian Ming, memotong tangan lawannya. Ia juga menekan titik akupuntur yang berada di bagian bahu untuk menghalau agar tidak bisa beregenerasi kembali.
"Aarrgghh!" Zhian Ming kembali berteriak keras, dan rasa sakit yang dirasakannya lebih menyakitkan daripada yang pernah dirasakannya.
Bisa terlihat bahu Zhian Ming mulai memperlihatkan perubahan warna dan membusuk secara perlahan, mulai menggerogoti tubuh kanannya.
Zhian Ming mengigit lidahnya dan mengalirkan energi spiritual di tangan kiri, membentuk sebuah pedang berwarna merah darah. Tanya keraguan, ia menebas tubuhnya yang terkena racun.
"Aarrgghh!"
Bukannya membaik, rasa sakit yang dirasakannya semakin bertambah dan tubuhnya lebih cepat membusuk dari yang seharusnya. Ia mengalihkan perhatiannya pada Mo Lian yang hanya diam, terlihat di tangan kanan Mo Lian terdapat pedang hitam yang memancarkan kabut merah kehitaman, serta diujung pedang terlihat cairan hijau yang menetes.
Mo Lian tersenyum tipis, ia cukup puas dengan efek Racun Minghai. Tapi jika bisa membunuh dalam hitungan detik, mungkin itu sangat luar biasa.
"Aliansi Revolusi Dewa memiliki sembilan anggota. Satu dari kalian sudah mati terbunuh," ucap Mo Lian yang menyimpang Pedang Kematian Minghai.
Mo Lian berjalan mendekati Zhian Ming yang terus mundur menjauh. Dengan gerakan yang sangat cepat, ia menusuk dada Zhian Ming, menembus dada dan terlihat kelereng berwarna merah gelap yang berada di antara ibu jari dan telunjuk.
"Aku akan menyimpan Inti Jiwamu dan akan melihat ingatanmu nanti ..." Mo Lian menyimpan Inti Jiwa ke dalam botol giok khusus. Ia menengadahkan kepalanya melihat pertarungan lain. "Sepertinya Ayah hampir memenangkan pertarungan ..."
Terlihat jika Mo Huangbei sangat kewalahan menghadapi Mo Qian, bahkan sampai-sampai kehilangan satu lengan maupun satu kaki. Sayatan-sayatan pedang juga terlihat, dengan darah yang terus mengalir deras.
"Dengan kekuatanku yang sekarang, Alam dan Manusia sudah tidak lagi menjadi lawan yang memuaskan. Setidaknya aku bisa mengerahkan kekuatan penuh, tanpa mengambil kekuatan Dewa Semesta saat melawan Jiwa Emas."
Alam dan Manusia di Bumi dan Galaxy Pusat tentunya sangatlah berbeda. Di Galaxy Pusat Alam dan Manusia memiliki banyak sekali artefak maupun senjata kelas tinggi, bahkan Jiwa Emas harus membutuhkan waktu untuk berurusan dengan orang seperti itu, orang kaya dengan penuh harta.
"Keluarga Mo sudah selesai, Keluarga Ling juga telah berakhir. Sekarang, aku tinggal menyuling Pil Darah, dan memanfaatkan Inti Jiwa dari Alam dan Manusia untuk menyuling pil lain."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...