Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 208 : 16.000 Jiwa Emas


__ADS_3

Mo Lian sedikit putus asa karena tidak dapat menemukan Masternya, tapi itu tidak berlangsung lama karena ia harus menahan Profound Ark dari Galaxy Pusat untuk tidak turun ke Bumi. Karena apabila itu terjadi, sangat mungkin Bumi akan berubah menjadi tanah tandus.


Mo Lian terbang menjauh dari Bumi, menghadang puluhan Profound Ark. "Apa yang kalian semua lakukan di bintang terbengkalai ini?"


"Aku tidak menyangka akan ada Alam dan Manusia di bintang terbengkalai ini. Namun, di mataku tidak lebih dari sebatas semut." Suara berat menggema di angkasa luar dan menggelegar.


Terlihat pria paruh baya dari Profound Ark berwarna merah kecokelatan seperti kayu. Pria paruh baya itu memiliki rambut berwarna abu-abu dengan janggut panjang, mengenakan jubah yang menutupi kepalanya berwarna yang sama.


Mo Lian yang melihat itu mengepalkan kedua tangannya, dengan keinginan membunuh yang kuat terpancar dari matanya. Ia tahu siapa pria paruh baya itu, itu adalah salah satu Penatua dari Sekte Racun Minghai yang terkenal biadab.


Penatua itu akan selalu menculik wanita muda untuk melakukan kultivasi ganda secara paksa, kemudian setelah kultivasi wanita yang diculiknya telah habis, ia akan memutilasi lawannya hidup-hidup.


"Mengesankan, Alam dan Manusia. Bagaimana jika kau menjadi budak ku." Suara lain terdengar dari salah satu Profound Ark. Terlihat wanita muda, namun usianya lebih dari 50 ribu tahun.


Wanita itu mengenakan pakaian hijau yang terbuka, dengan sedikit hiasan berwarna oranye. Wanita itu memperlihatkan paha kanannya, dan pusar serta belahan dadanya.


Tujuh manusia lain juga keluar dari Profound Ark masing-masing, yang kekuatan mereka tidak jauh berbeda satu sama lain. Kekuatan mereka adalah Dao Immortal tahap Awal dan Menengah.


Kemudian untuk pasukan yang dibawa berjumlah delapan puluhan ribu, dengan kekuatan dari Ranah Inti Emas sampai Jiwa Emas. Ini adalah pasukan yang mengerikan, dan terlalu berlebihan untuk datang ke bintang kecil seperti Bumi.


Mo Lian menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Ia menggunakan 1 : 100.000 kekuatan dari Dewa Semesta untuk permulaan, jika terdesak barulah mau tidak mau harus menggunakan 1% dari Dewa Semesta.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, kemudian mengeluarkan Tombak Emas dari sana.


"Oh?" Penatua Sekte Racun Minghai menaikkan sebelah alisnya. "Kau ingin bertarung? Menarik! Tapi tidak mungkin kami, Dao Immortal turun tangan. Aku tidak ingin dianggap sebagai pengecut karena melawan semut."


Penatua Sekte Racun Minghai mengangkat tangannya. "Inti Emas dan Alam dan Manusia, serang dia!"


Sembilan Dao Immortal itu kembali ke Profound Ark terbesar, dan membiarkan empat per lima pasukan menyerang Mo Lian.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Tombak Emas, membuat tombak itu memancarkan cahaya yang sama seperti warna tombaknya. Ia mengangkat tombak itu secara menyilang di depan dadanya, kemudian mengayunkan tombak itu ke depan secara horizontal.


Siluet bulan sabit melesat sangat cepat, membelah tubuh Kultivator Inti Emas dalam sekali serang dan membunuhnya tanpa sisa.


Walaupun dapat membunuh dengan sekali serang, tapi jumlah lawan yang dihadapinya terlalu banyak dan tentunya akan memakan waktu.

__ADS_1


"Bunuh!"


Puluhan ribu pasukan lawan melepaskan serangan berbeda warna dengan bentuk yang beragam, dan kekuatan penghancur yang mengerikan. Inti Emas Galaxy Pusat tentunya berbeda dari Inti Emas bintang terbengkalai, tapi tidak dengan Mo Lian yang mendapatkan banyak harta dan memiliki Dua Teknik Budidaya.


Mo Lian mengangkat tangan kirinya ke depan, menciptakan ratusan dinding pelindung berwarna biru dalam sekejap mata.


Bang!


Dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar di angkasa luar, membuat gelombang angin menyebar ke segala arah saat puluhan ribu serangan menghantam dinding pelindung. Angin yang sangat kencang juga menerbangkan asteroid sekitar, dan sebagian lainnya jatuh ke Bumi.


Mo Lian menggunakan kekuatan Dewa Semesta untuk meningkatkan kecepatannya. Hanya dengan sekali tarikan napas saja, ia sudah berada di depan salah satu Alam dan Manusia.


Ia memukulkan tinju kirinya yang telah dilapisi oleh energi spiritual, mengarahkannya pada dada wanita muda di depannya.


Zrash!


Suara renyah yang mengerikan terdengar, dan terlihat tangan kirinya menembus punggung wanita itu dengan Inti Jiwa berwarna merah di genggamannya. Tanpa berlama-lama lagi, ia menekan Inti Jiwa itu hingga hancur menjadi debu.


Mo Lian menarik kaki kanannya ke belakang, seraya mengayunkan Tombak Emas secara horizontal. Siluet emas kembali terlihat dari ujung tombaknya, melesat sangat cepat bagaikan kilat.


Duarr! Duarr! Duarr!


Mo Lian yang baru saja menyerang itu membungkukkan badannya, menghindari serangan fisik yang berada di belakang. Ia menarik kaki kirinya ke belakang, memutar tubuhnya dan menusukkan Tombak Emas di dada pemuda berpakaian cokelat.


"Matilah!" Tombak Emas memancarkan cahaya merah dengan suhu yang naik, kemudian api mulai muncul dan membakar pemuda itu dalam sekejap.


"Sial! Ini terlalu lama!" Mo Lian mengumpat kesal, kemudian pergi menjauh dari kepungan seraya menyimpan Tombak Emas di dalam Cincin Ruang.


Mo Lian terbang menjauh dan dikejar oleh puluhan ribu Kultivator. Ia membuat segel tangan dengan kecepatan yang cukup lambat karena serangan yang dikeluarkannya akan lebih besar dari sebelumnya.


Ketika sudah selesai membuat segel tangan, ia mengakhirinya dengan kedua telapak tangan yang saling bersentuhan, dan berhenti melarikan diri. Ia berbalik menghadap puluhan ribu Kultivator, kemudiah mengarahkan telapak tangannya pada mereka semua. "Teknik Sembilan Pukulan, Gerakan Ketiga! Telapak Surga!"


Telapak tangan kanan Mo Lian memancarkan cahaya biru terang, yang kemudian dari tangannya tercipta telapak tangan yang melesat cepat, dan terus membesar seiring dengan berjalannya waktu hingga sebesar Bulan.


"Teknik Sekte Zhongjian?!" Kesembilan Dao Immortal tidak bisa menahan keterkejutan saat melihat serangan Mo Lian.

__ADS_1


Mo Lian membuat segel tangan lainnya, yang setiap gerakannya akan menambah tekanan udara di sekitar. "Teknik Sembilan Pukulan, Gerakan Kesembilan! Ledakan Mengguncang Surga!" Ia menyentuhkan kedua telapak tangannya.


Gemuruh menggelegar di angkasa luar, menggetarkan Bulan dan bahkan Bumi meski hanya sedikit. Kemudian di tengah-tengah pasukan lawan, ledakan keras yang mengerikan tercipta, membuat puluhan ribu orang terluka parah. Darah mengalir deras dari mata, telinga, sudut bibir maupun darah yang merembes dari pori-pori kulit.


Telapak tangan besar yang sebelumnya melesat itu menghantam puluhan ribu orang yang terdiam tidak bisa bergerak sama sekali karena suara keras yang bahkan menggetarkan tulang-tulang mereka.


Masih belum cukup, ia mengeluarkan serangan lainnya. Mo Lian mengangkat tangan kanannya, dengan jari telunjuk dan tengah menghadap ke atas. "Teknik Pedang Seribu Mil! Gerakan Ketiga! Formasi Seribu Pedang!"


Fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat tercipta mengelilingi setengah dari pasukan lawan yang masih bertahan hidup. Dari energi spiritual itu muncul ratusan ribu pedang berukuran normal berwarna biru muda.


Dengan ayunan tangannya, pedang itu melesat tajam mengarah mengepung pasukan yang tersisa.


Bang! Bang! Bang!


Dentuman keras terdengar dari berbagai arah, terlihat belasan ribu Jiwa Emas yang sebelumnya diam mulai bergerak dan menangkis serangan Mo Lian, meski sebagian besar lainnya tetap melesat dan membunuh yang tersisa.


Sembilan Dao Immortal mengepalkan kedua tangannya. Mereka tidak pernah berharap jika ada Alam dan Manusia tahap Awal yang mampu membunuh banyak Inti Emas maupun Alam dan Manusia. Terlebih teknik-teknik yang digunakan adalah teknik yang berasal dari Sekte Zhongjian.


Sementara itu. Di dalam Dunia Kecil yang merupakan Dimensi Ruang yang dapat dibawa ke mana-mana, bersembunyi seorang wanita yang sangat cantik sedang mengamati jalannya pertarungan. Wanita itu memiliki rambut hitam panjang, mata hitam indah berkilauan, kulit halus bagaikan sutra dengan bibir merah merona.


Wanita itu tadinya hendak menolong Mo Lian, namun diurungkan karena melihat dua teknik yang dilepaskan Mo Lian adalah teknik dari Sekte Zhongjian miliknya.


Wanita itu mengamati Mo Lian dengan saksama. "Apakah Ayah yang mengajarinya? Ayah berkata pernah datang ke bintang kecil, dan memiliki seorang murid. Tapi sepertinya bukan dia, mengingat teknik yang sudah dikuasai secara maksimal di usia yang masih sangat muda ..."


"Kemudian, entah mengapa aku merasa akrab dengannya. Apakah aku pernah bertemu dengannya?"


Kembali lagi ke sisi Mo Lian. Menghadapi belasan ribu Inti Emas cukup dengan menggunakan 1 : 10.000 kekuatan dari Dewa Semesta, namun ia masih tidak ingin menggunakannya.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, kemudian mengeluarkan Pedang Racun yang telah diperbaikinya.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


Hong Xi Ning



__ADS_2