Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 166 : Identitas Mo Lian


__ADS_3

Ketika ia menuruni lantai tiap lantai, yang mana dari lantai tiga ke lantai satu, ruangannya terbuka tanpa ada ruang terpisah, sehingga banyak sekali tatapan mata yang tertuju matanya dan mulai mengakhiri makan mereka.


Banyak yang mulai mengeluarkan handphone maupun kamera masing-masing dan mengabadikan kejadian ini. Namun dengan cepat, semua perangkat mereka meledak.


Saat sudah berada di lantai dua dan hendak menuruni tangga menuju lantai dasar, Murong Di berlari ke arahnya dengan wajah panik.


"Tuan Mo. Ap- Apa yang terjadi?"


Mo Lian menatap tajam Murong Di yang menghampirinya. "Lu Fan Gang, anak dari Keluarga Fu menggunakan obat tidur dan perangsang pada minuman yang disuguhkan untuk semua orang, dan dia bekerjasama dengan pekerjamu."


"Lalu, pria jelek ini ..." Mo Lian mengalihkan perhatiannya pada pria paruh baya yang berada di tangan kanannya. Kemudian ia menatap wajah Murong Di kembali. "Dia melecehkan adikku secara verbal, dan ingin meniduri Ibuku. CEO dan Direktur dari Perusahaan Meiliafei, itu adalah suatu penghinaan. Ayahku memintaku untuk membawanya ke sana!"


CEO dan Direktur dari Perusahaan Meiliafei. Itu adalah jabatan yang sangat tinggi. Bukan hanya yang menangani investor, media, memikirkan rencana ke depan sebagai CEO, namun juga menjalankan rencananya sebagai seorang Direktur.


Murong Di terdiam tak bisa berkata-kata lagi. Ia tidak menyangka jika Mo Lian adalah anak dari pemilik Perusahaan Meiliafei. Jika identitas Mo Lian sebagai Ketua Divisi Penelitian Obat saja sudah sangat luar biasa, maka menjadi anak pemilik Perusahaan Meiliafei sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.


Tapi, yang membuatnya lebih terkejut adalah tentang bawahannya yang membantu Lu Fan Gang meracuni tamu, dan salah seorang dari mereka adalah adik Mo Lian, dan ini terjadi di Hua Canting. Kemungkinan, Hua Canting akan bangkrut karena membiarkan semua hal itu terjadi.


"Kau lihat saja yang terjadi di ruangan di lantai empat," ucap Mo Lian yang melewati Murong Di dan terus membawa kedua orang yang diseretnya.


Mo Lian menuruni tangga yang menghubungkan antara lantai satu dengan dua, dan pada saat baru setengah jalan, tiba-tiba terdengar suara nyaring yang berasal dari jalan masuk di lantai satu.


"Siapa yang melukai anakku?!"


Semua orang tanpa terkecuali mengalihkan perhatian pada sumber suara, terlihat puluhan orang yang dipimpin oleh seorang pria paruh baya berambut pirang, memiliki jenggot maupun kumis yang cukup tebal serta jambang.


Pria paruh baya itu mengenakan kemeja putih dengan jas hitam yang digantungkan pada bahunya. Di sebelahnya berdiri seorang pria paruh baya lain, berambut hitam panjang, alis tajam bagaikan pedang, mengenakan pakaian tradisional China berwarna abu-abu, dan membawa tiga bola besi di tangan kanannya.


"Apakah kau berasal dari Keluarga Lu?" tanya Mo Lian yang melanjutkan langkah kakinya.


Mo Lian menduga jika Keluarga Lu datang ke Hua Canting karena salah seorang yang berada di ruangan reuni melaporkan tentang kejadian di sana. Namun, ia sedikit takjub karena kedatangan mereka terlalu cepat, hanya membutuhkan kurun waktu kurang dari lima menit.

__ADS_1


Pria paruh baya itu mengalihkan perhatiannya pada Mo Lian, dan alangkah terkejutnya ia serta rombongannya saat melihat Lu Fan Gang yang terluka sangat parah dan tidak bergerak sama sekali, terlebih lagi terus diseret oleh Mo Lian yang menuruni tangga.


"Baji****! Beraninya kau melukai anak ku! Apakah kau mengajak seluruh Keluarga Lu untuk berperang?!"


Pria paruh baya yang mengenakan pakaian tradisional China mengangkat tangan kirinya menghentikan Kepala Keluarga Lu. "Tenang Tuan. Dia adalah seorang Pejuang ..."


Kepala Keluarga Lu, Lu Xian Zhi menolehkan kepalanya melihat Pejuang yang disewanya. "Pejuang? Apakah kau bisa mengalahkannya?"


"Tentu ..." Pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya. Ia berjalan menghampiri Mo Lian seraya berkata, "Aku, Xuang Li Tan adalah Pejuang terkuat di bawah bimbingan master tersembunyi. Menghadapi pemuda bau ini sangatla—"


Suasana kembali hening, tidak ada satupun dari semua orang yang bersuara ketika melihat apa yang terjadi di tengah-tengah lantai dasar. Xuang Li Tan yang dibawa oleh Lu Xian Zhi, mati dengan kondisi yang mengenaskan, kepala yang berputar 360°, lengan dan kaki yang patah menjadi belasan bagian, darah yang mengalir dari kedua mata, hidung, serta telinga.


Sementara itu. Mo Lian mengangkat tangan kanannya mengarahkan pada Xuang Li Tan, dan membunuhnya dalam hitungan detik tanpa berpindah dari tempatnya berdiri.


"Ini ..." Lu Xian Zhi tidak bisa berkata-kata lagi. Ia mundur beberapa langkah ke belakang seraya menunjuk Mo Lian. "Bu- Bunuh dia, meski dia seorang Pejuang. Tidak mungkin untuknya bisa selamat dari tembakan peluru!" teriaknya lantang penuh keputusasaan.


Tanpa berlama-lama lagi, puluhan orang yang menutupi jalan masuk itu mulai berpencar di depan Lu Xian Zhi dan mengeluarkan senjata api dari balik pakaian mereka. Kemudian menembakkannya mengarah pada Mo Lian tanpa melihat siapa saja yang berada di sekitar Mo Lian.


Dor! Dor! Dor!


Gerakan peluru itu sangat lambat di mata Mo Lian, bahkan ia bisa meneguk teh dulu sampai peluru itu tiba padanya.


Mo Lian mengangkat tangannya perlahan hendak menangkis ratusan peluru yang ditembakkan ke arahnya. Namun saat peluru hendak mengenainya, tiba-tiba Mo Fefei berdiri di depannya dan menangkap semua peluru itu dengan sekali jalan.


Puluhan orang dari pihak Lu Xian Zhi terdiam dengan mata terbuka lebar, mereka tidak menyangka bahwa ada yang bisa menangkap semua peluru tanpa meninggalkan satupun. Tidak! Jangankan semua peluru, bahkan satu peluru saja sudah sangat mengejutkan.


Dalam dua genggaman tangan Mo Fefei, sudah penuh dengan peluru yang ditangkapnya. Ia menyilangkan tangannya, kemudian merentangkannya seraya melepaskan ratusan peluru yang ditangkapnya.


Ratusan peluru itu melayang di depan Mo Fefei. Ia memfokuskan pandangannya pada puluhan orang, mengincar bagaian tubuh mereka, kemudian ia meluruskan kedua tangannya ke depan dan menyentuhkan telapak tangannya.


Gerakan Mo Fefei itu membuat ratusan peluru bergerak sangat cepat, lebih cepat dari tembakan senjata api itu sendiri, dan menembus paha, bahu, lengan, betis dari puluhan orang di depannya.

__ADS_1


"Aarrgghh!" teriakan keras yang sangat menyakitkan terdengar bersamaan, membuat semua orang yang melihatnya tidak bisa berkata-kata.


Mo Lian sedikit terkejut sebelum tersenyum tipis. Ia merasa perjalanannya ke Tebing Shiuhai sangat memuaskan, bukan hanya menemukan sebuah harta, namun membantu Mo Fefei meningkatkan kekuatan serta mental.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya mengusap lembut puncak kepala Mo Fefei. "Sepertinya kau sudah mulai terbiasa dengan pertarungan seperti ini."


"Tentu saja, itu karena aku ingin membantu Kakak!" jawab Mo Fefei yang bersemangat tanpa berbalik.


Senyum cerah terukir di wajah Mo Lian saat mendengar perkataan Adiknya. Tiba-tiba, ia mendongak dan mengarahkan tangannya ke depan, mengarah pada Lu Xian Zhi yang secara diam-diam ingin meninggalkan Hua Canting.


Lu Xian Zhi melayang secara perlahan, dan bergerak sangat cepat seperti terhisap oleh lubang hitam ke arah Mo Lian yang sudah berdiri di depan Mo Fefei.


Mo Lian menangkap batang leher Lu Xian Zhi, dan membantingnya keras di atas lantai. Ia melepaskan cengkeramannya pada batang leher Lu Xian Zhi, kemudian menarik tangannya untuk mengambil ancang-ancang.


Lalu ia memukulkan tinjunya pada lantai di sebelah kepala Lu Xian Zhi dengan sangat keras, membuat dentuman dan mengguncangkan Hua Canting, dengan angin yang menyebar ke segala arah, menghancurkan perabotan maupun memecahkan jendela-jendela kaca.


Meski Lu Xian Zhi tidak terkena pukulan Mo Lian, namun ia mengalami luka parah di bagian kiri kepalanya. Darah mengalir dari telinga karena dentuman tadi, kulit wajahnya terkelupas, serta patahnya tulang bahu yang sangat parah. Meski demikian, Lu Xian Zhi tidak berteriak kesakitan, itu karena ia tidak sadarkan diri.


"Apa yang ku perlihatkan hari ini adalah sebagai pembelajaran, aku tidak akan mengampuni siapapun yang berniat mencelakai keluarga, apalagi yang benar-benar mencelakai," ucap Mo Lian yang berdiri secara perlahan.


Ia menatap tajam lurus ke depan. "Bahkan, Negara Amerika saja sudah terkena dampaknya, apalagi sebuah keluarga kecil di Kota Hanzhong."


Mo Lian merasa kejadian pertarungannya tidak dapat lagi dirahasiakan, apalagi tentang yang terjadi di sini hari ini. Ia bisa membunuh hanya dengan mengangkat tangan. Dan tentunya karena kejadian ini pula, Perusahaan Meiliafei akan dipandang lain, bukan hanya sekedar perusahaan kecantikan, namun juga Organisasi Dewa.


Organisasi berkumpulnya para orang-orang kuat yang berada diluar nalar manusia.


Semua orang terdiam mencoba mencerna apa yang dikatakan Mo Lian barusan. Hingga tak lama kemudian, raut wajah mereka berubah menjadi tak enak dipandang. Akhirnya mereka teringat akan kejadian yang menimpa Amerika, serta gambar maupun rekaman video yang tersebar di internet.


Terlebih tentang pertarungan yang berada di luar angkasa.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2